Mereka akhirnya sudah sampai di rumah Echa. Melewati keadaan yang sangat canggung tanpa percakapan sepatah katapun. Dan tidak ada yang berani memulainya.
"Makasih Kak." kata Echa sambil tersenyum
"Iya, Kakak pergi dulu " ujar Bara dengan wajah stay coolnya.
"Makasih ya Kak, hati-hati." sahut Hanin dan Ivy kompak.
"Iya." ujar Bara sambil menutup jendela mobilnya.
Mobil itu melaju sangat kencang, Echa saja sudah tak melihat mobil itu dari pandangannya. Mereka ahirnya pergi masuk kedalam rumah Echa.
"Asslamualaikum bii." teriak Echa dari ambang pintu.
"Waalaikumsalam Ca." sahut bi Neni sambil menuju Echa.
Echa mencium punggung tangan bi Neni yang langsung di ikuti kedua sahabatnya itu.
"Eh ada Hanin sama Vivi, mau dibuatin apa sama Bibi?" tanya bi Neni.
Mereka menyuruh bi Neni agar memanggil namanya, mereka tidak enak hati jika di panggil Non, sedangkan Echa dipanggil Caca. Itu semua kemauan mereka, bi Neni mematuhi apa mau mereka.
"Gausah bi, nanti aja makan bareng-bareng." jawab Hanin sambil tersenyum.
"Iya bi, nanti kalau mau cemilan kita ambil sendiri aja" jawab Ivy.
"Yaudah kalau gifu bibi kedapur dulu ya, bibi mau masak." Ujar bi Neni sambi berlalu pergi menuju dapur.
Mereka bertiga pergi ke kamar Echa untuk membersihkan diri dan yang pasti meminjam baju Echa.
Soal darimana Echa dapat uang? Kenapa Echa masih bisa berdiri tegak dengan harta yang berlimpah? Echa selalu menabung saat dia Smp ya tidak terlalu banyak, lumayanlah. Dan Echa pun menyerahkan perusahaan papanya pada pamannya yang hasilnya di bagi dua. Tapi suatu saat pasti Echa yang akan mengelola perusahaan papanya itu.
"Ca, udah gini mau ngapain?" tanya Ivy yang sedang menyisir rambutnya.
"Em..gimana kalau main ke taman aja."jawab Echa.
"Boleh tuh, udah lama kita gak ketaman." ujar Ivy.
"Eh lagi ngomongin apa?" tanya Hanin yang keluar dari kamar mandi.
"Ini rencana nya kita kemana, kata Caca kita ke taman aja, udah lama juga sih ga ke taman sana." Jawab Ivy.
"Iya ya udah lama. Lumayan lah cuci mata juga." Ujar Hanin.
Mereka bersiap-siap untuk pergi ketaman.
"Bii Caca, Hanin sama Vivi mau pergi dulu ya." teriak Echa dari ruang tamu.
"Iya Ca, hati-hati ya." teriak bi Neni dari arah dapur.
Setelah berpamitan mereka pergi ke taman dengan berjalan kaki, mereka tidak suka menggunakan kendaraan jika tidak terlalu penting.
"Ca, udah di taman kita ngapain?." tanya Ivy
"Kita ke rumah pohonnya aja, udah lama ga dateng kesana, Caca juga udah lama ga ketemu sama shila." Jawab Echa.
"Gimana ya keadaan dia?" tanya Hanin sambil menatap jalanan yang kosong
"Semoga baik-baik aja." jawab Ivy.
Shila adalah hantu keturunan sunda yang baik hati.
FLASHBACK ON
Echa, Hanin dan Ivy sedang bermain di taman disekitar rumah pohon itu ada danau yang sangat indah, luas dan airnya lumayan jernih. dengan pohon yang sangat lebat di sekitarnya.
"Tolong aku." suara yang terdengar sangat pilu.
"Kalian denger ga?" tanya Echa.
"Denger." jawab Hanin da Ivy kompak.
"Kayanya sedih banget." ujar Echa melihat kesana kemari.
"Iya, ayo cari."kata Hanin sambil berdiri dari duduk nya.
Mereka mencari darimana asal suara itu, namun, mereka tidak menemukan apapun atau siapapun disini, padahal suara itu terdengar jelas di telinga mereka.
"Ko ga ada Ca?" tanya Ivy.
"Iya, padahal tadi jelas banget." jawab Echa.
"Kalian mencariku?" tanya orang itu.
Mereka refleks langsung melihat kebelakang, mereka langsung di suguhkan dengan wajah wanita cantik, pucat, putih, rambut pirang, berwajah ayu khas orang jawa barat, memakai gaun khas bangsawan zaman dulu.
"Apa kalian mau membantuku?" tanya wanita itu.
"Membantu apa? apa kamu tahu kamu sudah menjadi hantu?" tanya Echa menatap mata wanita itu.
"Aku tau, aku sudah tidak seperti kalian, aku sudah tidak bisa menginjakkan kaki di bawah tanah lagi." jawab hantu wanita itu.
"Apa kamu keturunan Belanda?" tanya Hanin.
"Bukan, ayah dan ibuku asli orang sunda." jawab hantu itu.
"Kenapa kamu bisa memperlihatkan dirimu di depan kami?" tanya Ivy.
"Mungkin kebetulan saja kalian bisa melihatku." jawab hantu itu.
"Apa yang bisa kami bantu? apa kau akan membawa ku? apa kau hanya ingin jiwaku?" tanya Echa bertubi-tubi.
"Tidak, aku tidak ingin membawa apa yang bukan hak ku, aku hanya ingin seorang teman saja. Apa kalian ingin berteman dengan ku?" tanya hantu itu sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Apa kau berbohong?" tanya Hanin.
"Kamu bisa melihat mataku, apa aku berbohong?" tanya hantu itu pada Ivy.
Ivy langsung menatap mata itu, mata berwarna biru laut yang sangat indah, siapapun akan terpesona pada mata itu, namun sayang sekali, mata itu hanya bisa ditatap oleh orang yang memiliki keistimewaan saja. Ivy tidak melihat apapun disana, tidak ada kebohongan sama sekali.
"Aku mau menjadi temanmu." Ujar Ivy sambil menerima uluran tangan tersebut dengan senyuman.
"Apa kalian tidak menerimaku menjadi teman kalian?" tanya hantu itu pada Hanin dan Ivy.
"Jika kalian bertanya, kenapa aku masih disini? kenapa aku tidak pergi kealam ku sendiri? aku sedang menunggu seseorang dia berkata padaku, jika suatu saat dia akan kembali hidup dan mengunjungiku kemari, setelah aku dapat bertemu dengannya aku akan pergi dengan tenang, dan aku hanya membutuhkan teman untuk menemaniku saja." Jelas Hantu itu sambil meneteskan air matanya.
Echa, Hanin dan Ivy terharu mendengar semua ini, tidak ada kebohongan apapun disana, suara itu terdengar sangat menyayat hati bagi Echa dan kedua sahabatnya.
"Aku mau menjadi temanmu." ujar Hanin sambil tersenyum.
"Aku juga, siapa namamu?" tanya Echa dengan senyuman manisnya, siapapun yang melihatnya pasti akan tersenyum juga.
"Terimakasih, namaku Shila." jawab Hantu itu.
Mereka semua berbincang tentang bagaimana kehidupan zaman dahulu, bagaimana susahnya menghadapi semua yang sudah menjadi sejarah, S**hila** menceritakan masa kecilnya tanpa seorang teman. Mereka semua tertawa dan menangis mendengar cerita Shila yang begitu menyayat hati siapapun yang mendengarnya.
FLASBACK OFF
Mereka akhirnya sampai ditaman itu, danau itu masih saja terlihat indah, dan rumah pohon itu terlihat bersih seperti memiliki penghuni.
"Kalian." teriak Shila yang langsung menghampiri Echa, Hanin dan Ivy
"SHILAA." teriak mereka kompak
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Echa
"Aku tidak baik, kalian lama tidak mengunjungiku." jawab Shila.
"Kami sedang ada acara di sekolah, banyak yang kami lalui disana." Ujar Hanin.
Mereka bercerita layaknya bersama manusia. Menceritakan apa yang telah mereka lalui disekolah barunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓰𝓪𝓴 𝓼𝓮𝓶𝓾𝓪 𝓱𝓪𝓷𝓽𝓾 𝓽𝓾𝓱 𝓳𝓪𝓱𝓪𝓽
2022-09-27
1
Wildaa
penasaran dengan wajah nya Bara..apa benar² gantenggg🤣🤣👀😁
2022-07-01
1
Ajay Kamajaya
mantap thor
2022-06-30
0