Tiba waktunya istirahat. Makan siang sudah disediakan oleh panitia MPLS.
"Akhirnya istirahat juga." ujar Echa duduk di kursi taman dan mulai membuka makannya.
"Tapi acaranya diluar dugaan Ca. Sekolah inikan isinya anak-anak kalangan atas semua, Hanin kira kita bakalan ada yang dibully atau dikerjain habis-habisan sama seniornya kaya di film-film." ujar Hanin sambil memakan makanan siangnya.
"Iya Vivi juga sempet khawatir semalaman, suntuk mikirin soal itu." sahut Ivy yang setuju dengan pendapat Hanin.
Namun saat Echa ingin menjawab perkataan Hanin dan Ivy, Tiba-tiba mereka bertiga merasakan ada hawa dingin menyentuh tengkuk lehernya. Energi dendam, aura hitam pekat semakin menambah aura horornya.
Echa terkejut saat melihat ada mahluk tak kasat mata berseragam guru yang pakaiannya berlumuran darah, wajahnya pucat pasi dan sangat menyeramkan, dengan wajah yang setengah hancur, hanya memiliki satu mata saja. Echa langsung menggenggam erat tangan Ivy dan Hanin.
"Vi, Nin kalau hantunya liat kesini, kita langsung lari ya." ucap Echa sambil mengambil ancang-ancang.
"Setuju, serem banget." jawab Ivy sambil menganggukan kepalanya.
"Hanin juga ngerasa auranya jahat banget, bisa-bisa nanti Hanin kerasukan." ucap Hanin.
Hantu yang Echa tatap saat ini sedang menatap kearah lapangan dan kemudian beralih menatap Echa dan teman-temannya, ini yang dirinya takutkan sejak tadi. Dia pasti akan di kejar oleh sosok yang memiliki aura pekat.
"LARI!!!" teriak mereka yang terus memegang tangan sahabatnya, mereka tidak berhenti berlari. Hantu itu terus mengikuti mereka bertiga.
"Pergi jangan ikuti kami." ujar Echa sambil bersembunyi di balik punggung Ivy, mereka tidak tahu harus lari kemana lagi, jalan yang mereka pilih ternyata buntu.
Mereka bertiga mulai kehabisan nafas untuk berlari menghindari hantu yang mengejarnya. Hantu perempuan berwujud mengerikan itu menjulurkan kedua tangannya.
Echa bertambah takut saat melihat tangan yang berlumur darah itu semakin mendekatinya. Mereka memejamkan mata saat tangan itu mulai berada di hadapannya, sampai terdengar suara laki-laki, membuat mereka bertiga terlonjak kaget.
"Kalian kenapa?" tanya Bara melihat ekspresi Echa, Hanin dan Ivy yang ketakutan.
"Ada apa sih?" tanya Nathan bingung. Dia melihat kearah yang lihat Echa.
Karena penasaran, Nathan naik menuju tempat yang dilihat oleh Echa, saat Nathan mulai mendekati sosok yang mengejarnya itu, dia malah menghilang begitu saja.
"Kenapa hantunya malah pergi pas dideketin kak Nathan? tadi pas Kak Bara ada di sebelah Caca, hantu itu langsung hilang gitu aja, dan kenapa hantu itu liat dari kejauhan? Apa maksudnya?" tanya Echa pada dirinya sendiri dalam hati.
Dia tidak bisa membaca pikiran Bara, Nathan dan Azka, jika saja Echa bisa membaca pikiran seniornya itu mungkin dia bisa tahu apa penyebab mahluk tak kasat mata tiba-tiba menjauh ketika ada Bara, Nathan dan Azka.
"Gak ada apa-apa disini." gumam Nathan memperhatikan tempat yang tadi dilihat Echa, ketika dirasa tidak ada apa-apa dirinya langsung turun menghampiri mereka bertiga yang sedang ketakutan sekaligus bingung secara bersamaan.
"Kalian diganggu siapa?" tanya Azka penasaran.
"Kalian diganggu senior ya?" tanya Nathan mencoba berspekulasi.
"Ng..gak kok kak, tadi kita cuman ketakutan karena kesasar." jawab Hanin terbata-bata, dia berusaha untuk menutupi apa yang baru saja mereka bertiga alami.
Hanin hampir saja kerasukan, dia tidak dapat menahan energi yang dimiliki hantu itu. energinya sangat pekat sekali sampai dia tidak bisa menahan aura itu. Tapi kenapa hantu itu sampai mental saat di dekati Azka, Bara dan Nathan?
"Kalau ada senior yang mengganggu kalian bilang aja sama kita." ujar Bara sambil menatap kearah Echa.
Entahlah kenapa Bara menatap kearah gadis pendek yang berada di hadapannya itu. Matanya tertuju pada gadis imut yang sedang menutupi rasa takutnya.
"Iya kak." jawab mereka bertiga kompak sambil tersenyum manis.
Setelah kejadian itu Bara, Nathan dan Azka membawa mereka bertiga kembali bergabung di lapangan. Peserta lainnya sudah mulai dikumpulkan lagi untuk menerima arahan selanjutnya.
"Hallo adik-adik gimana seru ga acaranya?" tanya alvero dengan riang.
"Seru kak!!" jawab kami semua kompak
"Untuk hari ini kalian bisa pulang." ucap Alvero
"Yey!!!" teriak kami semua dengan gembira.
"Tapi jangan lupa nanti dateng lagi kesini jam 17.00 ya! jangan ada yang ngaret, kalau ngaret ada konsekuensinya dan jangan lupa bawa apa yang sudah panitia tadi umumkan. Sampai disini paham?" tanya Alvero dengan senyumannya.
"paham kak!!" jawab semua murid kompak
"Kalian boleh pulang, persiapkan diri kalian menjadi queen and king di SMA Starlight ga mudah ya, banyak saingannya." ucap Alvero memperingatkan.
"Siap kak!!" jawab semua murid kompak sambil mengacungkan jempol.
Mereka semua pergi kerumah masing-masing, acaranya sudah selesai tinggal persiapan untuk nanti sore, kecuali Hanin, Echa dan Ivy, mereka mampir dulu ke supermarket yang tidak jauh dari sekolahnya.
Mereka ingin membeli beberapa cemilan untuk mengisi perut jika nanti lapar melanda secara tiba-tiba.
"Ca mau beli apa?" tanya Hanin.
"Caca mau beli makanan ringan aja Nin." jawab Echa seadanya.
"Eh nanti Vivi emput kalian ya. Kita kan searah." ujar Ivy kepada kedua sahabatnya.
"Ayo. Siapa si yang gak mau gratisan," jawab Hanin dan Echa kompak.
30 menit telah berlalu, akhirnya mereka selesai membeli beberapa cemilan, sekarang waktunya mereka bersiap-siap.
"Bi.." teriak Echa dari ambang pintu yang sudah sampai dirumahnya.
"Eh Caca udah pulang? Mau dimasakin apa sama Bibi?" tanya Bi Neni.
"Udah Bi, apa aja deh, Caca bakalan abisin masakan Bibi." jawab Echa sambil mencium punggung tangan Bi Neni.
"Bibi ke dapur dulu ya buat masak." ujar Bi Neni dengan senyum hangatnya.
"Iya Bi, Caca juga mau mandi dulu, bau." ujar Echa yang langsung disambut gelak tawa oleh Bi Neni.
Echa langsung pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap membawa beberapa perlengkapan yang dirinya butuhkan.
...CHAT ROOM...
...Pejuang Crush....
^^^p.^^^
^^^p.^^^
^^^p.^^^
^^^p.^^^
Vivi.
Vivi otw ke rumah Hanin.
5 menit lagi sampe Nin, siap-siap.
Hanin.
Hanin tunggu depan gerbang.
^^^Kalian masuk dulu ya ke rumah.^^^
^^^Caca lagi butuh masukan ^^^
^^^buat bawa baju apa aja.^^^
Hanin.
Siap Ca.
Vivi.
Otw Ca.
"Duh gimana ya?" kata Echa bermonolog kepada dirinya sendiri.
"Bii.." teriak Echa kepada Bi Neni.
"Iya Ca, ada apa?" jawab Bi Neni sambil memasuki kamar Echa.
"Caca pilih jaket yang mana ya? dari Mama atau dari Papa?" tanya Echa kepada Bi Neni.
"Dari Mama bagus Ca, anget kalau di pake malem hari, tapi terserah Caca, Bibi cuman ngasih saran aja." jawab Bi Neni.
"Makasi Bi." ucap Echa sambil memeluk Bi Neni.
"Caca! Bibi lupa lagi masak, Bibi kebawah dulu." kata Bi Neni yang langsung lari menuju dapur.
15 menit kemudian Hanin dan Ivy langsung masuk kedalam kamar Echa yang masih bingung dengan jaket yang akan dirinya bawa.
"Apasi Ca nyuruh kesini?" tanya Ivy kepada Echa.
"Caca pilih jaket yang mana ya? yang dari Mama atau Papa?" tanya Echa kepada Hanin dan Ivy.
"Pake yang dari Mama aja Ca." jawab Hanin.
"kalau Vivi gimana?" tanya Hanin kepada Ivy.
"Vivi juga setuju sama selera Hanin." jawab Ivy.
Echa yang mendapat masukan dari teman-temannya itu langsung memakai jaket pemberian dari mamanya,
Echa, Hanin dan Ivy langsung menuju meja makan yang sudah tersedia masakan Bi Neni, mampu membuat perutnya meminta untuk segera menyantapnya.
Tidak ada yang bersuara saat mereka menyantap makanannya, hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring.
10 menit telah berlalu, mereka sudah selesai memberi perutnya makanan, ini saatnya Echa, Hanin dan Ivy untuk segera berangkat kesekolah sebelum terlambat.
"Bi, Caca pergi dulu ya." teriak Echa kepada bi Neni yang sedang berada di dapur.
"Bi Makasih ya. Lain kali Vivi bakalan makan disini lagi, enak banget." ucap Ivy.
"Iya Bi, masakan Bibi emang paling the best." sambung Hanin.
"Kalian langsung pergi aja, bibi lagi cuci piring." sahut Bi Neni yang berada di dapur.
Tanpa berpikir panjang lagi Echa, Hanin dan Ivy langsung memasuki mobil Ivy untuk menuju sekolah.
"Eh nanti yang jadi ketua siapa?" tanya Ivy kepada Hanin.
"Tanya aja di grup." jawab Hanin.
...CHAT ROOM...
... Gugus 3...
^^^ada yang mau jadi ketua?^^^
^^^ ^^^
Alka
Echa aja.
Putri
Echa.
Bagas
percaya sama Echa.
^^^Ketua: Echa^^^
^^^Wakil ketua: Hanin^^^
^^^Sekertaris: Ivy^^^
^^^Bendahara: Putri^^^
^^^Keamanan: Bagas^^^
^^^PMR: Alka^^^
^^^Makanan: Anita^^^
^^^Setuju ga?^^^
Alka
Setuju
Gea
Setuju
Anita
Setuju
Febi
Setuju
Arumi
Setuju banget
Baim
Setuju
Riri
Setuju
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Aysana Shanim
Kakak othor jangan pake gambar.. Aku deg degan liatnya. Pas baca, aku gak berani bayangin mereka.
2023-02-08
0
Χιαα.
plis, gambar awalnya ngagetin bet😭
2022-12-18
1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓾𝓶𝓹𝓪𝓱 𝓿𝓲𝓼𝓾𝓪𝓵 𝓱𝓪𝓷𝓽𝓾𝓷𝔂𝓪 𝓼𝓮𝓻𝓮𝓶 𝓬𝓸𝔂😱😱😱😱😱😱😱
2022-09-27
1