Satu persatu panitia pun mulai memperkenalkan dirinya masing-masing.
"Kita langsung aja ke aula atas ya, buat pembagian kelompok." ujar Gavin kepada semua murid baru yang sedang berbaris di lapangan.
Echa, Ivy, Hanin berada dibarisan paling depan, menyaksikan semuanya dengan tenang dan patuh karena Echa tidak melihat apapun disini, tidak ada yang mengganggunya, tidak ada mahluk tak kasat mata di sekitar sini. Aneh, bahkan batang hidungnyapun sama sekali tidak terlihat.
Padahal saat Echa, Hanin dan Ivy berada di gerbang, kehadirannya langsung disambut dengan mahluk hitam besar, tapi kenapa sekarang menjadi tidak ada?
Bahkan Hanin tidak merasakan energi yang hitam pekat atau kehadiran mahluk halus, mungkin di area ini tidak ada, tapi tidak tahu jika berada di dalam sana. Hanin harus tetap fokus, mempertahankan tubuhnya agar tidak diambil alih oleh mahluk tak kasat mata.
"Ca, Vi Kakaknya ganteng-ganteng ya! apalagi mereka punya aura yang bagus. Beruntung banget Hanin punya keistimewaan kaya gini, sedikitnya ada modal buat deketin mereka." ujar Hanin terpesona dengan ketampanan kakak kelasnya itu.
"Vivi jadi semangat banget sekolah disini kalau ada senior yang ganteng kayak gini." ucap Ivy yang juga terpesona.
"Eh tapi Vivi ngerasa aneh deh, kenapa Vivi ga bisa baca apa yang mereka pikirin ya?" tanya Ivy kepada kedua sahabatnya.
"Iya Caca juga ga ngeliat mereka, biasanya ada aja yang nampakkin diri, meskipun siang bolong gini." ujar Echa dengan perasaan aneh.
"Aneh banget si, mungkin aja lagi hoki nya kita." jawab Hanin yang terus mengamati sekeliling siapa tau ada energi yang tidak baik disekitarnya.
Acara pembagian kelompok dilakukan di aula atas dipimpin Gavin. Sedangkan Echa, Hanin dan Ivy yang awalnya berada dibarisan depan sekarang pindah menjadi barisan tengah.
Echa berada diantara Ivy dan Hanin, dirinya selalu begitu menjadikan mereka tamengnya, dengan senang hati Ivy dan Hanin akan membantu Echa untuk selalu menjadi pertahanan dirinya.
Saat diperjalanan Echa melihat sesuatu yang menakutkan di atas tangga, wanita berseragam SMA, tapi Echa tidak kenal seragam itu, sepertinya bukan dari sekolah ini.
Wajahnya putih pucat dan melayang. Tidak terlalu seram, tapi tangan dan kakinya penuh sayatan. Apalagi di area wajahnya banyak sayatan menganga lebar, sampai darahnya menetes kelantai tangga dan sepertinya dia dibunuh.
Saat Echa melewati tangga itu. Sosok perempuan berseragam SMA menatap Echa tajam sambil terus mengikuti-nya, namun Echa pura-pura tidak melihatnya.
"Kamu bisa melihatku?" tanya Hantu itu kepada Echa
"Kamu bisa bantu aku?" tanya Hantu itu lagi kepada Echa.
Echa tidak menggubris pertanyaan hantu itu, jika dia menjawab pertanyaannya pasti akan banyak hantu yang berdatangan kepada Echa.
Hanin merasakan ada hal yang aneh disekitar sini. Energi kesedihan, penyesalan dan dendam. Mungkin ada salah satu dari mereka yang tak kasat mata disini, Hanin harus fokus dia tidak boleh sampai lengah, bisa bahaya jika hantu itu masuk kedalam tubuhnya, bisa-bisa Echa yang akan menjadi incaran Hanin.
Namun tiba-tiba saja Bara sudah berada di samping Echa, sedangkan hantu yang berada di samping Echa tadi, tiba-tiba hilang bersama dengan Bara yang berada di sampingnya. Echa langsung melihat kearah seseorang yang kini sedang berada disampingnya.
"Kok Caca gak bisa baca pikiran kakak ini ya?" ujar Echa dalam hati sambil menatap pria di sebelahnya. sedangkan yang pria yang ditatap oleh Echa itu langsung pergi ke depan. Mungkin dia risih dengan tatapan Echa yang terang-terangan.
10 menit telah berlalu, akhirnya Echa dan yang lainnya sudah berada di dalam Aula yang sangat luas.
"Oke adik-adik, kakak bakalan umumkan kelompoknya ya." ucap Namira dengan penuh semangat.
"Untuk kelompok 1 akan dipimpin oleh ka Gavin dan Kakak. Kelompok 2 akan dipimpin Kak Alvero dan Kak Tiara. Kelompok 3 akan dipimpin Kak Bara dan Kak Nathan. kelompok 4 akan dipimpin oleh Kak Azka." sambung Namira dengan senyuman manisnya yang tidak pernah pudar.
Acara pun dimulai dengan kelompok yang sudah dibentuk oleh panitia MPLS. Untung saja Hanin, Echa dan Ivy masuk kelompok 3 dibawah pembinaan Bara dan Nathan.
"Asik! kita dikelompok 3! Dibawah pimpinan Kak Nathan sama Kak Bara. kita beruntung Ca." ujar Hanin antusias.
"Dih baru gitu aja udah seneng Nin." ucap Ivy kepada Hanin sambil menggelengkan kepalanya.
"Jangan-jangan Hanin lagi kerasukan Vi?" tanya Echa yang langsung bersembunyi di balik punggung Ivy. Itu sudah menjadi kebiasaan Echa jika Hanin sedang kerasukan mahluk halus. Ivy yang harus menghadapi Hanin yang sedang kerasukan. Jika ditangani oleh Echa bisa-bisa dia di bawa ke alam mereka dengan mudah, karena Echa penakut.
"Apaan si Ca, ini Hanin, kerasukan apaan?" ujar Hanin sambil melipat kedua tangannya diatas dada dengan wajah cemberutnya.
"Ya maaf Nin, abisnya Hanin udah kayak orang kerasukan." jawab Echa bergidik ngeri.
"Udah ayo, kita masuk barisan, nanti diomelin." ajak Ivy sambil menarik tangan sahabatnya. Jika Hanin dan Echa sedang beradu mulut Ivy yang selalu menengahi mereka.
"Adik-adik, sekarang kalian satu kelompok jadi, kalian harus kompak dan saling bantu jangan egois ya. Akan ada banyak game yang harus kalian ikuti jadi persiapkan diri kalian dan juga kekompakan dalam kelompok." ucap Bara melihat kelompok yang dirinya pimpin sudah berbaris rapi.
"Kalau ada yang punya penyakit atau nggak enak badan, langsung bilang ya biar tidak di ikut sertakan dalam game fisik." ujar Nathan memperingati. Echa dan yang lainnya hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Acara pun dimulai. Isinya perkenalan SMA Starlight, touring keliling SMA Starlight, visi misi SMA Starlight, Fasilitas dan sistem SMA yang ada di SMA Starlight.
Sesi kedua berisi program masing-masing jurusan, perkenalan klub SMA Starlight, game asah otak dan hiburan, game kelompok berlangsung sangat meriah, Echa tidak menyangka jika MPLSnya penuh dengan acara seru tanpa penindasan yang semena-mena dari senior. seperti di film-film.
Sesi ketiga mereka di suruh untuk menuju ruang Rapat.
" Selamat siang anak-anak." sapa kepala yayasan SMA Starlight dengan senyuman penuh wibawa.
"Siang pa.." jawab seluruh murid kompak.
"Saya disini hanya menyampaikan sedikit saja . Selamat bergabung di SMA STARLIGHT." Teriak kepala yayasan yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para murid baru SMA Starlight.
Setelah mengucapkan kalimat selamat datang, kepala yayasan langsung menyerahkannya kepada Mutiara.
"Hallo adik-adik gimana seru ga?" tanya Mutiara kepada seluruh murid baru.
"Seru kak.." jawab murid dengan kompak di barengi tepuk tangan yang meriah.
"Kakak akan membacakan kegiatan selama MPLS. boleh di catat ya. Kita akan menginap disekolah selama 2 hari. perlengkapan yang harus dibawa: buku catatan, jaket, baju olahraga atau traning, bawa baju salin satu, bawa senter, itu saja yang disarankan. Jika ada keperluan yang semestinya dibawa, bawa saja. Perlengkapan yang Kakak sampaikan tadi apa ada yang ingin ditanyakan? Atau mau di ulang?" tanya Mutiara setelah membacakan perlengkapan yang akan di bawa untuk kegiatan selama MPLS.
"Kak boleh bawa handphone?" tanya salah satu murid baru.
"Tidak boleh. Kita akan membagikan formulir kepada kalian untuk di isi, jangan lupa ditanda tangani oleh orang tua kalian. apa ada yang ingin ditanyakan lagi?" jawab Mutiara dengan senyumannya.
"Kalau ga ikut gimana kak?" tanya Echa kepada Mutiara.
"Di usahakan ikut, di acara ini juga kami akan menetapkan queen and king sekolah SMA Starlight angkatan sekarang, serukan? nanti akan kami perjelas lagi. ada lagi yang ditanyakan?" tanya Mutiara dengan senyuman manisnya.
"Kelompoknya bakal di ubah lagi ga Kak?" tanya Hanin kepada Mutiara
"Tidak akan diubah. Kelompoknya masih sama." jawab Mutiara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Bunda'a Glang
Yg kesekian x nya aq baca ka, gk pernah bosen walau da bolak balik baca,,ka riu kenapa terror gk pernah up ka?
2024-02-05
5
Dtyas Aldric
belum lihat visual x .. apa emang belum di buka di awal yaa
2023-08-05
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝔀𝓪𝓵 𝓶𝓾𝓵𝓪 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓱𝓪𝓷𝓽𝓾 𝓹𝓪𝓼𝓽𝓲 𝓽𝓪𝓴𝓾𝓽 𝓹𝓲𝓼𝓪𝓷 𝓷𝓲𝓱😱😱😱😱😱😱😱😱
2022-09-27
0