Echa, Bara dan sosok itu pergi suatu tempat yang gelap. Bara langsung memegang erat tangan Echa, Bara takut. Ini pertama kalinya untuk Bara.
"Kamu tidak usah takut." ucap sosok tersebut sambil melihat Bara yang sedang menggenggam tangan Echa.
Ternyata hantunya tidak seseram yang Echa lihat di dunia Echa. hantu wanita itu sangat cantik memakai gaun putih dengan beberapa hiasan di kepala dan tangannya.
Bara yang mendengar perkataan tersebut langsung membuka matanya dan melihat kearah sumber suara.
"Kamu?" tanya Bara bingung.
"Ketika kami berada dialam sendiri, kami tidak akan pernah menampakkan wajah seram, karena ini adalah tempat terakhir kami. Kami harus tampil cantik seperti yang sudah disiapkan sebelum kami di kebumikan." jawab sosok tersebut sambil tersenyum manis ketika Bara kebingungan melihat dirinya.
"Ayo, aku kan menunjukkan tempat ku, tapi nanti ketika kalian membuka pintu tempatku, lari sekencang-kencangnya. jangan melihat kebelakang." sambung sosok tersebut yang langsung diangguki oleh Bara dan Echa.
Mereka melangkahkan kakinya mengikuti Sosok yang melayang dihadapannya, berjalan secara sembunyi-sembunyi, mereka takut bertemu dengan sosok lain yang melihat manusia berada disini, bisa-bisa mereka menjadi rebutan para mahluk tak kasat mata yang tak tahu diri.
...----------------...
10 menit telah berlalu, Echa dan Bara sudah berada di tempat peristirahatan sosok tersebut.
"Dimana kuncinya?" tanya Bara bingung.
"Cukup pegang saja gemboknya, nanti akan terbuka dengan sendirinya, jangan lupa pegang tangan Echa dan lari sekencang-kencangnya. Aku meminta maaf sudah memarahimu, aura yang ada di dalam tubuhmu itu membuat aku tidak berdaya dan tolong sampaikan permintaan maafku kepada yang lain, jaga Echa. Dia wanita istimewa, kalian serasi." jelas sosok tersebut sambil menatap Echa dan Bara dan tersenyum manis.
Keadaan antara Bara dan Echa semakin canggung setelah sosok.tersebut mengatakan bahwa Echa dan Bara pasangan yang serasi. Padahal hubungannya hanya sebatas junior dan senior.
Tanpa berpikir panjang lagi Echa memegang gembok itu. Dia melihat kearah, mereka berdua saling menganggukan kepalanya, bersiap jika ada sesuatu yang menyerangnya secara tiba-tiba.
TREKK..BUGH..
Ketika gembok tersebut sudah terbuka tiba-tiba saja mereka terpental jauh, namun masih saling memegang tangan satu sama lain.
"Bangun! Cepat lari dari sini!" teriak sosok tersebut sebelum akhirnya menghilang menjadi abu yang beterbangan.
Echa melihat sudah banyak mahluk tak kasat mata yang menyadari keberadaan mereka berdua bahkan ada yang mengetahui keberadaannya.
"Ca, kuatkan?" tanya Bara melihat Echa sedang meringgis kesakitan.
"Kuat Kak." jawab Echa sambil meringgis kesakitan ketika punggungnya terbentur sangat keras mengenai tanah.
"Ayo, kamu kuat." ucap Bara sambil membantu Echa untuk berdiri.
Mereka berdua melangkahkan kakinya dengan cepat ketika situasi dibelakangnya sudah tidak kondusif.
Banyak mahluk tak kasat mata yang meraih tangan Echa, namun tidak sampai karena sosok tersebut terkunci, hanya ada beberapa yang keluar, mereka yang memiliki energi dan aura yang sangat kuat. Banyak yang mengejar kearah Echa dan Bara.
Mereka lari sekencang-kencangnya dan akhirnya mereka sampai di pintu yang memiliki dua cahaya putih, pintu tersebut memiliki dua perbedaan, diatas pintu itu memiliki lambang pohon daunnya berguguran dan yang satu lagi memiliki lambang pohon subur.
"Kita masuk yang mana?" tanya Bara panik, mereka hampir dikepung oleh mahluk tak kasat mata.
"Caca lupa kak." jawab Echa.
Echa memang pernah kealam lain seperti ini sebelumnya, namun itu sudah lama sekali, mungkin sudah 8 bulan yang lalu.
Namun ada satu hal yang dia ingat, Echa harus memakai batinnya untuk memanggil Hanin tapi dia harus menyerap energi dari Bara yang mungkin nanti energi Bara akan lemah, tapi jika tidak melakukan hal seperti itu mereka tidak akan bisa kembali lagi.
Tanpa berpikir panjang Echa langsung menyerap energi Bara, menggenggam tangannya untuk bisa berkomunikasi dengan Hanin.
Maafin Caca kak. ucap Echa dalam hati merasa tidak enak atas apa yang terjadi hari ini. Dia sudah banyak merepotkan Bara.
"Hanin." panggil Echa dengan suara yang menggema dikelas 12 Ips 4.
"Ini aku Ca, kamu baik-baik aja kan?" Tanya Hanin panik ketika mendengar suara Echa menggema di ruangan.
"Caca lupa pintu yang mana." jawab Echa.
"Pohon subur." ucap Hanin.
Echa langsung membuka matanya dan melihat kearah Bara yang sepertinya sudah kelelahan karena energinya Echa serap.
"Gimana?" tanya Bara dengan suara lemah.
"Pohon subur." jawab Echa.
Mereka langsung lari kearah pintu yang memiliki lambang pohon subur.
Woshhh... BRUK...
Bara jatuh pingsan di pangkuan Echa. Mereka sudah kembali ketubuh mereka masing-masing. Namun Bara pingsang karena energinya terlalu banyak diserap oleh Echa.
"Kak Bara." panggil Echa panik ketika Bara pingsan di pangkuannya.
"Biar Kakak yang bawa Bara, Azka bawa Bagas, dan kalian tolong hubungi Alvero, ikuti kami jangan ada yang berpencar dulu." ucap Nathan.
"Baik Kak." ujar Hanin sambil mengambil ponsel Nathan untuk menghubungi Alvero.
Mereka membawa Bagas dan Bara ke ruang UKS, Nathan dan Azka langsung menidurkan Bara dan Bagas di ranjang UKS.
"Bara!" Teriak Alvero, Gavin, Mutiara, dan Namira ketika berada di ambang pintu.
"Dia kenapa?" tanya Gavin panik sambil menatap kearah Echa saat melihat Bara pingsan.
"Kak Bara abis pergi ke alam lain." jawab Echa seadanya sambil mendudukkan dirinya di samping Bara.
Echa menggenggam tangan Bara yang sangat dingin, dia benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Bara.
"Alam lain?" tanya Alvero tidak percaya hal tersebut.
"Iya, tadi Bara ikut sama Echa ke alam lain buat nyelametin Bagas." ujar Nathan memperkuat perkataan Echa.
"Kenapa bisa gitu?" tanya Namira bingung.
"Tanya mereka, kita cuman ngikutin mereka." jawab Azka.
"Kenapa?" tanya Mutiara.
Mereka saling menatap matanya satu sama lain, Apa kemampuannya ini akan di terima dengan baik atau tidak? Apa mereka akan percaya dengan kemampuan yang Echa, Hanin dan Ivy miliki? Apa mereka akan mengucilkan mereka karena kemampuan ini? Echa, Hanin dan Ivy harus menerima semua ini, memang ini kenyataannya. Dengan keberanian yang Echa miliki, dia membuka suaranya terlebih dahulu untuk menjelaskan semuanya.
"Sebenarnya kami mempunyai kemampuan yang orang lain tidak miliki, tapi kami miliki." ujar Echa sambil menghela nafasnya panjang, dia sudah siap jika kakak seniornya itu tidak percaya apa yang dirinya katakan.
"Kemampuan?" tanya mereka kompak.
"Caca bisa lihat mahluk tak kasat mata. Hanin bisa lihat aura seseorang dan Vivi bisa melihat masalalu seseorang ketika dia mau saja." jawab Echa sambil menatap satu persatu kakak seniornya itu tanpa ada kebohongan sedikitpun.
Dia tidak memberitahu dirinya bisa membaca pikiran seseorang, dia juga tidak memberitahu bahwa Ivy bisa melihat apa yang sedang mereka pikirkan. Echa takut keadaannya akan menjadi canggung.
Echa, Hanin dan Ivy siap menerima ejekan bahkan pertanyaan yang akan dilontarkan kepada mereka. Karena memang itu kenyataannya.
"Kalian serius?" tanya Gavin tidak percaya.
"Kalau kakak gak percaya, Caca bisa buka mata batin kakak, kakak mau?" tanya Echa sambil menatap kearah Gavin.
"Eh.. Gak usah." jawab Gavin ketakutan.
Diantara ke lima laki-laki itu, Gavin yang paling penakut. Padahal aura Gavin sangat kuat untuk melawan mahluk tak kasat mata.
"Setelah apa yang Azka sama Nathan alamin tadi, Azka percaya mereka punya kemampuan itu." jawab Azka dengan senyum manis.
"Coba kamu liat ada yang ngikutin kakak gak?" tanya Namira antusias sambil melihat kearah Echa.
"Untuk saat ini belum kak." jawab Echa.
"Untung aja." ujar Namira tersenyum.
"Kamu bisa liat aura kakak gam? apa auranya?" tanya Mutiara antusias sambil melihat kearah Hanin.
"Merah jambu kuat." jawab Hanin.
"Kamu bisa liat masa lalu kan? coba liat masalalu kakak." tanya Alvero yang masih tak percaya.
"Aku ga bisa kak." jawab Ivy.
"Vivi cuman bisa pake kemampuannya itu 5 kali, karena aura dia terlalu lemah, jadi kalau udah 5 kali, Vivi bakalan jatuh pingsan sampai 1 hari bahkan pernah sampai 3 hari." jawab Hanin, menjelaskan tentang kekurangan yang Ivy miliki.
"Kalian bisa pulang ke asrama dan tidur. Kita masih banyak acara buat besok dan lusa. persiapkan diri kalian, jangan terlalu lelah." ucap Gavin ramah.
"Nathan, Azka tolong antar mereka, takutnya ada apa-apa, lagian ini udah jam 2 malam." ujar Alvero sambil melihat jam tangan yang melingkar ditangannya.
"Kalau ada yang ngikutin kakak kasih tau ya, Kakak takut kenapa-kenapa." ucap Namira sebelum Echa pergi dari UKS.
Echa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban sambil melepaskan genggaman tangannya dari Bara. Tidak ada satu orang pun yang menyadari genggaman tangan Echa, mereka terlalu fokus pada kemampuan yang Echa, Hanin dan Ivy miliki.
"Kami mohon sama Kakak, jangan kasih tau siapa-siapa ya." ucap Echa sambil menundukkan kepalanya.
"Kalian tenang aja, sama kita pasti aman. Kalian hebat banget." jawab Mutiara sambil mengacungkan jempolnya
Setelah mendapat jawaban itu Echa, Hanin, Ivy, Azka dan Nathan melangkahkan kakinya pergi untuk mengantar mereka pergi ke asrama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Cahaya
yuhuuu aku balik lg untuk yg ke tiga kali🤣🥰
2023-06-08
3
Daliffa
keren Thor
2023-04-13
0
lola
wah serasi nih
2022-11-14
1