PERTAMA KALI

Echa, Bara dan sosok itu pergi suatu tempat yang gelap. Bara langsung memegang erat tangan Echa, Bara takut. Ini pertama kalinya untuk Bara.

"Kamu tidak usah takut." ucap sosok tersebut sambil melihat Bara yang sedang menggenggam tangan Echa.

Ternyata hantunya tidak seseram yang Echa lihat di dunia Echa. hantu wanita itu sangat cantik memakai gaun putih dengan beberapa hiasan di kepala dan tangannya.

Bara yang mendengar perkataan tersebut langsung membuka matanya dan melihat kearah sumber suara.

"Kamu?" tanya Bara bingung.

"Ketika kami berada dialam sendiri, kami tidak akan pernah menampakkan wajah seram, karena ini adalah tempat terakhir kami. Kami harus tampil cantik seperti yang sudah disiapkan sebelum kami di kebumikan." jawab sosok tersebut sambil tersenyum manis ketika Bara kebingungan melihat dirinya.

"Ayo, aku kan menunjukkan tempat ku, tapi nanti ketika kalian membuka pintu tempatku, lari sekencang-kencangnya. jangan melihat kebelakang." sambung sosok tersebut yang langsung diangguki oleh Bara dan Echa.

Mereka melangkahkan kakinya mengikuti Sosok yang melayang dihadapannya, berjalan secara sembunyi-sembunyi, mereka takut bertemu dengan sosok lain yang melihat manusia berada disini, bisa-bisa mereka menjadi rebutan para mahluk tak kasat mata yang tak tahu diri.

...----------------...

10 menit telah berlalu, Echa dan Bara sudah berada di tempat peristirahatan sosok tersebut.

"Dimana kuncinya?" tanya Bara bingung.

"Cukup pegang saja gemboknya, nanti akan terbuka dengan sendirinya, jangan lupa pegang tangan Echa dan lari sekencang-kencangnya. Aku meminta maaf sudah memarahimu, aura yang ada di dalam tubuhmu itu membuat aku tidak berdaya dan tolong sampaikan permintaan maafku kepada yang lain, jaga Echa. Dia wanita istimewa, kalian serasi." jelas sosok tersebut sambil menatap Echa dan Bara dan tersenyum manis.

Keadaan antara Bara dan Echa semakin canggung setelah sosok.tersebut mengatakan bahwa Echa dan Bara pasangan yang serasi. Padahal hubungannya hanya sebatas junior dan senior.

Tanpa berpikir panjang lagi Echa memegang gembok itu. Dia melihat kearah, mereka berdua saling menganggukan kepalanya, bersiap jika ada sesuatu yang menyerangnya secara tiba-tiba.

 

TREKK..BUGH..

Ketika gembok tersebut sudah terbuka tiba-tiba saja mereka terpental jauh, namun masih saling memegang tangan satu sama lain.

"Bangun! Cepat lari dari sini!" teriak sosok tersebut sebelum akhirnya menghilang menjadi abu yang beterbangan.

Echa melihat sudah banyak mahluk tak kasat mata yang menyadari keberadaan mereka berdua bahkan ada yang mengetahui keberadaannya.

"Ca, kuatkan?" tanya Bara melihat Echa sedang meringgis kesakitan.

"Kuat Kak." jawab Echa sambil meringgis kesakitan ketika punggungnya terbentur sangat keras mengenai tanah.

"Ayo, kamu kuat." ucap Bara sambil membantu Echa untuk berdiri.

Mereka berdua melangkahkan kakinya dengan cepat ketika situasi dibelakangnya sudah tidak kondusif.

Banyak mahluk tak kasat mata yang meraih tangan Echa, namun tidak sampai karena sosok tersebut terkunci, hanya ada beberapa yang keluar, mereka yang memiliki energi dan aura yang sangat kuat. Banyak yang mengejar kearah Echa dan Bara.

Mereka lari sekencang-kencangnya dan akhirnya mereka sampai di pintu yang memiliki dua cahaya putih, pintu tersebut memiliki dua perbedaan, diatas pintu itu memiliki lambang pohon daunnya berguguran dan yang satu lagi memiliki lambang pohon subur.

"Kita masuk yang mana?" tanya Bara panik, mereka hampir dikepung oleh mahluk tak kasat mata.

"Caca lupa kak." jawab Echa.

Echa memang pernah kealam lain seperti ini sebelumnya, namun itu sudah lama sekali, mungkin sudah 8 bulan yang lalu.

Namun ada satu hal yang dia ingat, Echa harus memakai batinnya untuk memanggil Hanin tapi dia harus menyerap energi dari Bara yang mungkin nanti energi Bara akan lemah, tapi jika tidak melakukan hal seperti itu mereka tidak akan bisa kembali lagi.

Tanpa berpikir panjang Echa langsung menyerap energi Bara, menggenggam tangannya untuk bisa berkomunikasi dengan Hanin.

Maafin Caca kak. ucap Echa dalam hati merasa tidak enak atas apa yang terjadi hari ini. Dia sudah banyak merepotkan Bara.

"Hanin." panggil Echa dengan suara yang menggema dikelas 12 Ips 4.

"Ini aku Ca, kamu baik-baik aja kan?" Tanya Hanin panik ketika mendengar suara Echa menggema di ruangan.

"Caca lupa pintu yang mana." jawab Echa.

"Pohon subur." ucap Hanin.

Echa langsung membuka matanya dan melihat kearah Bara yang sepertinya sudah kelelahan karena energinya Echa serap.

"Gimana?" tanya Bara dengan suara lemah.

"Pohon subur." jawab Echa.

Mereka langsung lari kearah pintu yang memiliki lambang pohon subur.

Woshhh... BRUK...

Bara jatuh pingsan di pangkuan Echa. Mereka sudah kembali ketubuh mereka masing-masing. Namun Bara pingsang karena energinya terlalu banyak diserap oleh Echa.

"Kak Bara." panggil Echa panik ketika Bara pingsan di pangkuannya.

"Biar Kakak yang bawa Bara, Azka bawa Bagas, dan kalian tolong hubungi Alvero, ikuti kami jangan ada yang berpencar dulu." ucap Nathan.

"Baik Kak." ujar Hanin sambil mengambil ponsel Nathan untuk menghubungi Alvero.

Mereka membawa Bagas dan Bara ke ruang UKS, Nathan dan Azka langsung menidurkan Bara dan Bagas di ranjang UKS.

"Bara!" Teriak Alvero, Gavin, Mutiara, dan Namira ketika berada di ambang pintu.

"Dia kenapa?" tanya Gavin panik sambil menatap kearah Echa saat melihat Bara pingsan.

"Kak Bara abis pergi ke alam lain." jawab Echa seadanya sambil mendudukkan dirinya di samping Bara.

Echa menggenggam tangan Bara yang sangat dingin, dia benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Bara.

"Alam lain?" tanya Alvero tidak percaya hal tersebut.

"Iya, tadi Bara ikut sama Echa ke alam lain buat nyelametin Bagas." ujar Nathan memperkuat perkataan Echa.

"Kenapa bisa gitu?" tanya Namira bingung.

"Tanya mereka, kita cuman ngikutin mereka." jawab Azka.

"Kenapa?" tanya Mutiara.

Mereka saling menatap matanya satu sama lain, Apa kemampuannya ini akan di terima dengan baik atau tidak? Apa mereka akan percaya dengan kemampuan yang Echa, Hanin dan Ivy miliki? Apa mereka akan mengucilkan mereka karena kemampuan ini? Echa, Hanin dan Ivy harus menerima semua ini, memang ini kenyataannya. Dengan keberanian yang Echa miliki, dia membuka suaranya terlebih dahulu untuk menjelaskan semuanya.

"Sebenarnya kami mempunyai kemampuan yang orang lain tidak miliki, tapi kami miliki." ujar Echa sambil menghela nafasnya panjang, dia sudah siap jika kakak seniornya itu tidak percaya apa yang dirinya katakan.

"Kemampuan?" tanya mereka kompak.

"Caca bisa lihat mahluk tak kasat mata. Hanin bisa lihat aura seseorang dan Vivi bisa melihat masalalu seseorang ketika dia mau saja." jawab Echa sambil menatap satu persatu kakak seniornya itu tanpa ada kebohongan sedikitpun.

Dia tidak memberitahu dirinya bisa membaca pikiran seseorang, dia juga tidak memberitahu bahwa Ivy bisa melihat apa yang sedang mereka pikirkan. Echa takut keadaannya akan menjadi canggung.

Echa, Hanin dan Ivy siap menerima ejekan bahkan pertanyaan yang akan dilontarkan kepada mereka. Karena memang itu kenyataannya.

"Kalian serius?" tanya Gavin tidak percaya.

"Kalau kakak gak percaya, Caca bisa buka mata batin kakak, kakak mau?" tanya Echa sambil menatap kearah Gavin.

"Eh.. Gak usah." jawab Gavin ketakutan.

Diantara ke lima laki-laki itu, Gavin yang paling penakut. Padahal aura Gavin sangat kuat untuk melawan mahluk tak kasat mata.

"Setelah apa yang Azka sama Nathan alamin tadi, Azka percaya mereka punya kemampuan itu." jawab Azka dengan senyum manis.

"Coba kamu liat ada yang ngikutin kakak gak?" tanya Namira antusias sambil melihat kearah Echa.

"Untuk saat ini belum kak." jawab Echa.

"Untung aja." ujar Namira tersenyum.

"Kamu bisa liat aura kakak gam? apa auranya?" tanya Mutiara antusias sambil melihat kearah Hanin.

"Merah jambu kuat." jawab Hanin.

"Kamu bisa liat masa lalu kan? coba liat masalalu kakak." tanya Alvero yang masih tak percaya.

"Aku ga bisa kak." jawab Ivy.

"Vivi cuman bisa pake kemampuannya itu 5 kali, karena aura dia terlalu lemah, jadi kalau udah 5 kali, Vivi bakalan jatuh pingsan sampai 1 hari bahkan pernah sampai 3 hari." jawab Hanin, menjelaskan tentang kekurangan yang Ivy miliki.

"Kalian bisa pulang ke asrama dan tidur. Kita masih banyak acara buat besok dan lusa. persiapkan diri kalian, jangan terlalu lelah." ucap Gavin ramah.

"Nathan, Azka tolong antar mereka, takutnya ada apa-apa, lagian ini udah jam 2 malam." ujar Alvero sambil melihat jam tangan yang melingkar ditangannya.

"Kalau ada yang ngikutin kakak kasih tau ya, Kakak takut kenapa-kenapa." ucap Namira sebelum Echa pergi dari UKS.

Echa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban sambil melepaskan genggaman tangannya dari Bara. Tidak ada satu orang pun yang menyadari genggaman tangan Echa, mereka terlalu fokus pada kemampuan yang Echa, Hanin dan Ivy miliki.

"Kami mohon sama Kakak, jangan kasih tau siapa-siapa ya." ucap Echa sambil menundukkan kepalanya.

"Kalian tenang aja, sama kita pasti aman. Kalian hebat banget." jawab Mutiara sambil mengacungkan jempolnya

Setelah mendapat jawaban itu Echa, Hanin, Ivy, Azka dan Nathan melangkahkan kakinya pergi untuk mengantar mereka pergi ke asrama.

Terpopuler

Comments

Cahaya

Cahaya

yuhuuu aku balik lg untuk yg ke tiga kali🤣🥰

2023-06-08

3

Daliffa

Daliffa

keren Thor

2023-04-13

0

lola

lola

wah serasi nih

2022-11-14

1

lihat semua
Episodes
1 HAI
2 NAMA
3 ANEH
4 SETUJU
5 MENENANGKAN
6 PENYAMBUTAN
7 BUTUH
8 PERTAMA KALI
9 MAYAT
10 LAGI
11 MENINGGAL
12 PEPATAH
13 SAAT INI
14 PERMULAAN
15 KERASUKAN
16 SENYUM
17 CEMBURU
18 CANGGUNG
19 TAMAN
20 MENGGEMASKAN
21 AIRA
22 GILA
23 TABRAK LARI
24 KRITIS
25 PESONA
26 SAKIT
27 HARAPAN
28 BIDADARI
29 PULIH
30 BATIN
31 SIFAT
32 RIANA
33 HUKUMAN
34 GALAU
35 MAYAT
36 PACARAN
37 TUMBAL
38 LUKA
39 LAGI
40 GOOD LOOKING
41 KEMAH
42 CERITA
43 RASA
44 CEROBOH
45 KECEWA
46 VISUALISASI [01]
47 AIR MATA
48 MAMA
49 KIRIMAN
50 MAAF JARANG UP
51 I LOVE YOU
52 RUMIT
53 HILANG
54 IYA
55 KEKASIH
56 SUSUK
57 PERPUS
58 RINDU
59 TUMBAL
60 MASAK
61 SERBA HITAM
62 TARGET
63 GEDUNG
64 SEKOLAH
65 TERPERANGKAP
66 18 JAM
67 MATI
68 KITA
69 KAGET
70 CAHAYA
71 PENGUMUMAN UP
72 MARAH
73 MANIS
74 DEMAM
75 TINGGI
76 APOTEK
77 PANTAS
78 TRUTH OR DARE
79 NOVEL ON GOING.
80 MAYAT HIDUP
81 DALANG
82 MISTERI
83 GAME 1
84 VISUALISASI 2
85 TIDAK PERCAYA
86 REPTIL
87 H-1
88 PEMUDA
89 PALSU
90 RATU
91 ACARA
92 OUTFIT
93 HILANG
94 PENGUMUMAN
95 RUSAK
96 KELEMAHAN
97 TOREHAN LUKA
98 HARI INI
99 MEMAAFKAN
100 SUKA
101 PERNAH
102 PERBANDINGAN
103 KEMBALI
104 BERUBAH
105 KUAT
106 VISUALISASI [3]
107 SUATU SAAT
108 TERTATA RAPI
109 Let's Play the Game
110 PENYESALAN
111 PUAS
112 SHILA
113 TAKUT
114 SHIREN
115 JAM 9 MALAM
116 COGAN
117 BAWAH TANAH
118 IVY
119 PENGUMUMAN
120 QUOTES
121 BANTUAN
122 BALASAN
123 KELUARGA.
124 New Project
125 RUANG OSIS
126 DENDAM
127 SAMPAI DISINI
128 SOSOK TAHUN 80-an
129 DIAM
130 SEGITIGA
131 MENJADI MANUSIA
132 SANTAPAN
133 TIDAK BERPERASAAN
134 BELUM PERNAH
135 INCARAN
136 API
137 GAK PEKA
138 TAHAP PERTAMA
139 POSESIF
140 PERTENGAHAN SEMESTER
141 SULIT
142 KETURUNAN
143 GADIS
144 MASIH PANJANG
145 ASING
146 VIOLA
147 KEPUTUSAN
148 TAKDIR
149 VISUALISASI [04]
150 PEMARAH
151 SALAH SASARAN
152 10 TAHUN LALU
153 TIDAK BISA DI TEBAK
154 PENGUMUMAN CRAZY UP [05]
155 SILSILAH SEKOLAH
156 TANPA DI UNDANG
157 MAYAT SETIAP HARI
158 BERUBAH WUJUD
159 TEBAR PESONA
160 NEGRI DONGENG
161 KEKUATAN
162 BERSAYAP HITAM
163 MASUK TUBUH
164 BINCANG-BINCANG AUTHOR.
165 MERAH MERONA
166 TIDAK BISA
167 BENCI
168 KATA MAAF
169 MENYAPA
170 PENTAS
171 TUJUAN
172 KEPERGIAN
173 PENJELASAN
174 MENYEMBUNYIKAN
175 KEPERGIAN
176 SEASON 2
177 PEMBERITAHUAN
Episodes

Updated 177 Episodes

1
HAI
2
NAMA
3
ANEH
4
SETUJU
5
MENENANGKAN
6
PENYAMBUTAN
7
BUTUH
8
PERTAMA KALI
9
MAYAT
10
LAGI
11
MENINGGAL
12
PEPATAH
13
SAAT INI
14
PERMULAAN
15
KERASUKAN
16
SENYUM
17
CEMBURU
18
CANGGUNG
19
TAMAN
20
MENGGEMASKAN
21
AIRA
22
GILA
23
TABRAK LARI
24
KRITIS
25
PESONA
26
SAKIT
27
HARAPAN
28
BIDADARI
29
PULIH
30
BATIN
31
SIFAT
32
RIANA
33
HUKUMAN
34
GALAU
35
MAYAT
36
PACARAN
37
TUMBAL
38
LUKA
39
LAGI
40
GOOD LOOKING
41
KEMAH
42
CERITA
43
RASA
44
CEROBOH
45
KECEWA
46
VISUALISASI [01]
47
AIR MATA
48
MAMA
49
KIRIMAN
50
MAAF JARANG UP
51
I LOVE YOU
52
RUMIT
53
HILANG
54
IYA
55
KEKASIH
56
SUSUK
57
PERPUS
58
RINDU
59
TUMBAL
60
MASAK
61
SERBA HITAM
62
TARGET
63
GEDUNG
64
SEKOLAH
65
TERPERANGKAP
66
18 JAM
67
MATI
68
KITA
69
KAGET
70
CAHAYA
71
PENGUMUMAN UP
72
MARAH
73
MANIS
74
DEMAM
75
TINGGI
76
APOTEK
77
PANTAS
78
TRUTH OR DARE
79
NOVEL ON GOING.
80
MAYAT HIDUP
81
DALANG
82
MISTERI
83
GAME 1
84
VISUALISASI 2
85
TIDAK PERCAYA
86
REPTIL
87
H-1
88
PEMUDA
89
PALSU
90
RATU
91
ACARA
92
OUTFIT
93
HILANG
94
PENGUMUMAN
95
RUSAK
96
KELEMAHAN
97
TOREHAN LUKA
98
HARI INI
99
MEMAAFKAN
100
SUKA
101
PERNAH
102
PERBANDINGAN
103
KEMBALI
104
BERUBAH
105
KUAT
106
VISUALISASI [3]
107
SUATU SAAT
108
TERTATA RAPI
109
Let's Play the Game
110
PENYESALAN
111
PUAS
112
SHILA
113
TAKUT
114
SHIREN
115
JAM 9 MALAM
116
COGAN
117
BAWAH TANAH
118
IVY
119
PENGUMUMAN
120
QUOTES
121
BANTUAN
122
BALASAN
123
KELUARGA.
124
New Project
125
RUANG OSIS
126
DENDAM
127
SAMPAI DISINI
128
SOSOK TAHUN 80-an
129
DIAM
130
SEGITIGA
131
MENJADI MANUSIA
132
SANTAPAN
133
TIDAK BERPERASAAN
134
BELUM PERNAH
135
INCARAN
136
API
137
GAK PEKA
138
TAHAP PERTAMA
139
POSESIF
140
PERTENGAHAN SEMESTER
141
SULIT
142
KETURUNAN
143
GADIS
144
MASIH PANJANG
145
ASING
146
VIOLA
147
KEPUTUSAN
148
TAKDIR
149
VISUALISASI [04]
150
PEMARAH
151
SALAH SASARAN
152
10 TAHUN LALU
153
TIDAK BISA DI TEBAK
154
PENGUMUMAN CRAZY UP [05]
155
SILSILAH SEKOLAH
156
TANPA DI UNDANG
157
MAYAT SETIAP HARI
158
BERUBAH WUJUD
159
TEBAR PESONA
160
NEGRI DONGENG
161
KEKUATAN
162
BERSAYAP HITAM
163
MASUK TUBUH
164
BINCANG-BINCANG AUTHOR.
165
MERAH MERONA
166
TIDAK BISA
167
BENCI
168
KATA MAAF
169
MENYAPA
170
PENTAS
171
TUJUAN
172
KEPERGIAN
173
PENJELASAN
174
MENYEMBUNYIKAN
175
KEPERGIAN
176
SEASON 2
177
PEMBERITAHUAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!