CANGGUNG

Hanin, Ivy dan Echa sudah kembali ke asrama. Dia merasa tidak enak dengan yang lain, banyak nyawa yang hampir celaka karna dirinya.

"Eh Nin malam kamu kenapa?" tanya Gea ketika Hanin sudah berada di asrama.

"Kerasukan" jawab Hanin seadanya.

"Bisa gitu Nin?" tanya Alka penasaran.

"Hanin lagi gak fit aja waktu malem." jawab Hanin.

"Kok bisa sampai kerasukan? gimana si ga ngerti." tanya Putri bingung dengan perkataan Hanin.

"Sebenarnya siapapun bisa kesurupan, kalau frekuensi kita itu lagi sama kaya mereka, misalnya nih kalau kita lagi ngelamun terus gak tau apa-apa diri kita itu kayak yang lagi di kendaliin gitu. Secara sadar atau gak sadar kadang kita bisa ngeliat masa lalu dari sosok yang masuk ketubuh kita, gitu." jelas Hanin kepada teman-temannya.

"Serem ya, emang disini banyak yang kayak gituan?" tanya Gea penasaran.

"Mungkin, lumayan lah." jawab Hanin.

"Serem banget ya sekolahnya." ujar Alka.

"Namanya juga sekolah, kadang suka kosong pas malam hari. cuman di pake aktivitas siang hari aja. ya pasti adalah satu dua yang nungguin disini." ucap Echa.

"Eh tapi katanya disini itu bekas pembuangan mayat ya?." tanya Alka yang mulai terbawa oleh topik pembicaraan.

"Serius ka? jangan nakut-nakutin deh." ucap Arumi.

"Banyak yang ngomong kaya gitu. bener ga sih?" tanya Alka penasaran.

"Ada bener nya si. Tapi kita kan sekolah sampe sore, jadi gak usah khawatir." jawab Ivy.

"Udah deh kenapa jadi bahas ginian." ujar Echa merasakan ada sesuatu yang tiba-tiba saja aneh di asramanya ini.

"30 menit kalian harus kumpul di lapangan." Ujar Bara sambil menatap Echa ketika mereka sedang asik berbicara tentang sekolahnya ini.

"Iya kak." ucap Echa sambil menganggukkan kepalanya.

"Nanti kakak kesini lagi." ujar Bara sambil berlalu pergi.

...----------------...

Beberapa menit telah berlalu, Nathan memberi arahan untuk langsung pergi menuju lapangan sebagai acara penutupan.

"Hallo adik-adik, Kakak selaku wakil dari semua senior dan para Guru disini mohon maaf bila banyak kekurangan, banyak kata yang tidak enak, kakak mohon maaf yang sebesar-besarnya. kalian bisa pulang." Jelas Alvero

Setelah arahan dari Alvero semua murid langsung pergi ke asrama untuk membereskan pakaiannya.

"Nin, Vi. Mau kerumah Caca gak?" tanya Echa.

"Ayo!" jawab Ivy antusias.

"Gitu banget, kayak yang mau kerumah gebetan aja." ujar Hanin.

"Vivi takut sendirian dirumah, mama sama papa lagi keluar kota." ucap Ivy dengan wajah cemberutnya.

"Yaudah ayo." ajak Echa.

"Eh, bentar, kita naik apa?" tanya Hanin memberhentikan langkahnya.

"Naik bus aja. Udah lama juga gak naik bus yakan?" tanya Echa.

"Iya juga sih. Yaudah ayo." jawab Hanin.

Mereka bertiga berlalu pergi meninggalkan asrama, setelah berpamitan panjang lebar dengan teman yang lainnya.

Sesampainya di gerbang sekolah, mereka masih menunggu bus yang lewat. Namun nihil, tidak ada satupun bus yang lewat dihadapannya.

"Gimana dong? gak ada bus yang lewat." ujar Ivy.

"Gimana kalau nunggunya di halte aja? bisa sambil duduk juga. Pegel nih kaki Caca." ucap Echa yang sudah hampir kesemutan sejak tadi.

"Ayo." ajak Hanin dan Ivy kompak.

Mereka melangkahkan kakinya pergi menuju halte. Lumayan jauh jika mereka berjalan kaki. Apalagi ketika mereka harus melewati kolam besar dan pohon beringin yang katanya keramat.

"Ca, gak takut apa?" tanya Ivy sambil menggenggam tangan Echa.

"Takut si, tapi mau gimana lagi, kita harus lewatin itu." jawab Echa.

"Udah, ga usah takut. Nanti malah di ikutin." ujar Hanin.

Mereka tidak melanjutkan perkataan itu lagi, tidak ada percakapan apapun lagi hanya angin yang berhembus kencang, menerpa wajah mereka, cuaca yang tadinya cerah menjadi sedikit mendung, mungkin sebentar lagi akan hujan.

Mereka melewati pohon beringin itu. Echa tidak melihat apapun, malah dia merasa tenang saat melewati pohon itu.

Permisi, saya numpang lewat, tidak mengganggu ataupun mengambil. Ujar echa dalam hati berpamitan dengan penunggu yang ada di pohon itu.

Jika kalian berkunjung pada suatu tempat yang dikeramatkan alangkah baiknya berpamitan dahulu, bagaimana jika yang menunggu pohon itu sseeorang yang memiliki peranan sangat penting pada masa itu.

Meskipun Echa jarang membantu mereka, tapi Echa tetap bersikap sopan santun jika sedang berkunjung pada tempat yang sekiranya memiliki penunggu yang baik. Mungkin saja Echa bisa di lindungi oleh penunggu disana, jika Echa bersikap sopan.

Akhirnya mereka telah melewati pohon itu. mereka telah sampai di halte.

"Ca tadi pas lewat pohon itu Vivi ngerasa tenang banget." ucap Ivy.

"Vi, gak semua yang di keramatin itu angker, kadang ada juga penunggu yang di hormatin disana. Yang jaga pohon itu sebenernya baik hanya sugesti dari warga sekitar aja dibuat angker. Malah tadi kita adem ayem aja ngelewatinnya. " Jelas Echa.

"Hanin juga gak ngerasa ada aura apapun disana. Biasanya yang dikeramatin itu suka ada aura hitam pekat gitu. Tapi yang ini beda. kaya adem aja." ujar Hanin sambil melihat pohon itu.

"Emang penunggunya beda-beda ya nin,ca?" Tanya Ivy.

"Beda, kadang Caca suka ngeliat penunggunya tuh hitam besar melebihi tempat atau benda tersebut. kalau yang gitu biasanya ga baik. Terus Caca suka liat penunggunya tuh kaya orang yang udah tua gitu, mukanya berseri, adem banget Caca liatnya." jelas Echa kepada Ivy.

"Oh gitu ya, Hanin baru tau, kirain semua penunggu jahat." Ujar Hanin.

Setelah percakapan Hanin tadi tidak ada percakapan apapun lagi, Awan sudah menurunkan airnya tapi bus masih belum juga datang, padahal mereka sudah lama menunggu.

"Yah hujan.." ujar Echa sambil menjulurkan tangannya utuk menerima air hujan itu.

"Iya, lagi gak beruntung kita hari ini." ucap Hanin.

"Mungkin belum nin." sahut Ivy.

Echa, Hanin dan Ivy kebingungan harus naik apa, tidak mungkin juga harus menelpon supir Ivy dan Hanin, rumah mereka terlalu jauh.

Tiba-tiba saja datang sebuah mobil di hadapan mereka. mobil berwarna Hitam. Sang pemilik mobil itu membuka jendelanya.

"Mau ikut?" tanya pemilik mobil tersebut.

"Kak Bara." jawab mereka kompak.

"Mau numpang gak?" tanya Bara.

"Boleh kak?" tanya Echa pada Bara.

"Cepetan keburu gede hujannya." jawab Bara.

Mereka menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Ca di depan yah. Dibelakang pasti gak cukup" ujar Hanin sambil membuka pintu mobil belakang.

"Engga. Vivi aja." ucap Echa sambil menggelengkan kepalanya.

"Dih, engga, engga. Caca aja. kalau yang nyetirnya ka Azka, Vivi mau." Ujar Ivy sambil berbisik dan langsung masuk ke tempat duduk belakang.

Echa bengong dengan kelakuan kedua sahabatnya itu. Dengan terpaksa Echa harus duduk di depan. Tidak enak juga jika semuanya di belakang, nanti di kira tidak memiliki sopan santun.

Setelah semuanya masuk Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan standar, menerobos air hujan yang sudah tidak gerimis lagi. tidak ada percakapan apapun di mobil itu, suasananya menjadi canggung. Biasanya Echa selalu mencairkan suasana, Untuk yang satu ini Echa juga menjadi kaku sendiri. Mungkin karena yang disebelahnya kakak senior. Hanya terdengar deru mesin mobil dan air hujan.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝓼𝓮𝓶𝓸𝓰𝓪 𝓑𝓪𝓽𝓪 𝓳𝓸𝓭𝓸𝓱𝓷𝔂𝓪 𝓔𝓬𝓱𝓪 𝔂𝓪

2022-09-27

0

Wildaa

Wildaa

Gambarnya seram²👀😱

2022-07-01

1

Positif heart

Positif heart

Aneh, kok pada ketakutan sih. biasa aja padahal

2022-06-29

1

lihat semua
Episodes
1 HAI
2 NAMA
3 ANEH
4 SETUJU
5 MENENANGKAN
6 PENYAMBUTAN
7 BUTUH
8 PERTAMA KALI
9 MAYAT
10 LAGI
11 MENINGGAL
12 PEPATAH
13 SAAT INI
14 PERMULAAN
15 KERASUKAN
16 SENYUM
17 CEMBURU
18 CANGGUNG
19 TAMAN
20 MENGGEMASKAN
21 AIRA
22 GILA
23 TABRAK LARI
24 KRITIS
25 PESONA
26 SAKIT
27 HARAPAN
28 BIDADARI
29 PULIH
30 BATIN
31 SIFAT
32 RIANA
33 HUKUMAN
34 GALAU
35 MAYAT
36 PACARAN
37 TUMBAL
38 LUKA
39 LAGI
40 GOOD LOOKING
41 KEMAH
42 CERITA
43 RASA
44 CEROBOH
45 KECEWA
46 VISUALISASI [01]
47 AIR MATA
48 MAMA
49 KIRIMAN
50 MAAF JARANG UP
51 I LOVE YOU
52 RUMIT
53 HILANG
54 IYA
55 KEKASIH
56 SUSUK
57 PERPUS
58 RINDU
59 TUMBAL
60 MASAK
61 SERBA HITAM
62 TARGET
63 GEDUNG
64 SEKOLAH
65 TERPERANGKAP
66 18 JAM
67 MATI
68 KITA
69 KAGET
70 CAHAYA
71 PENGUMUMAN UP
72 MARAH
73 MANIS
74 DEMAM
75 TINGGI
76 APOTEK
77 PANTAS
78 TRUTH OR DARE
79 NOVEL ON GOING.
80 MAYAT HIDUP
81 DALANG
82 MISTERI
83 GAME 1
84 VISUALISASI 2
85 TIDAK PERCAYA
86 REPTIL
87 H-1
88 PEMUDA
89 PALSU
90 RATU
91 ACARA
92 OUTFIT
93 HILANG
94 PENGUMUMAN
95 RUSAK
96 KELEMAHAN
97 TOREHAN LUKA
98 HARI INI
99 MEMAAFKAN
100 SUKA
101 PERNAH
102 PERBANDINGAN
103 KEMBALI
104 BERUBAH
105 KUAT
106 VISUALISASI [3]
107 SUATU SAAT
108 TERTATA RAPI
109 Let's Play the Game
110 PENYESALAN
111 PUAS
112 SHILA
113 TAKUT
114 SHIREN
115 JAM 9 MALAM
116 COGAN
117 BAWAH TANAH
118 IVY
119 PENGUMUMAN
120 QUOTES
121 BANTUAN
122 BALASAN
123 KELUARGA.
124 New Project
125 RUANG OSIS
126 DENDAM
127 SAMPAI DISINI
128 SOSOK TAHUN 80-an
129 DIAM
130 SEGITIGA
131 MENJADI MANUSIA
132 SANTAPAN
133 TIDAK BERPERASAAN
134 BELUM PERNAH
135 INCARAN
136 API
137 GAK PEKA
138 TAHAP PERTAMA
139 POSESIF
140 PERTENGAHAN SEMESTER
141 SULIT
142 KETURUNAN
143 GADIS
144 MASIH PANJANG
145 ASING
146 VIOLA
147 KEPUTUSAN
148 TAKDIR
149 VISUALISASI [04]
150 PEMARAH
151 SALAH SASARAN
152 10 TAHUN LALU
153 TIDAK BISA DI TEBAK
154 PENGUMUMAN CRAZY UP [05]
155 SILSILAH SEKOLAH
156 TANPA DI UNDANG
157 MAYAT SETIAP HARI
158 BERUBAH WUJUD
159 TEBAR PESONA
160 NEGRI DONGENG
161 KEKUATAN
162 BERSAYAP HITAM
163 MASUK TUBUH
164 BINCANG-BINCANG AUTHOR.
165 MERAH MERONA
166 TIDAK BISA
167 BENCI
168 KATA MAAF
169 MENYAPA
170 PENTAS
171 TUJUAN
172 KEPERGIAN
173 PENJELASAN
174 MENYEMBUNYIKAN
175 KEPERGIAN
176 SEASON 2
177 PEMBERITAHUAN
Episodes

Updated 177 Episodes

1
HAI
2
NAMA
3
ANEH
4
SETUJU
5
MENENANGKAN
6
PENYAMBUTAN
7
BUTUH
8
PERTAMA KALI
9
MAYAT
10
LAGI
11
MENINGGAL
12
PEPATAH
13
SAAT INI
14
PERMULAAN
15
KERASUKAN
16
SENYUM
17
CEMBURU
18
CANGGUNG
19
TAMAN
20
MENGGEMASKAN
21
AIRA
22
GILA
23
TABRAK LARI
24
KRITIS
25
PESONA
26
SAKIT
27
HARAPAN
28
BIDADARI
29
PULIH
30
BATIN
31
SIFAT
32
RIANA
33
HUKUMAN
34
GALAU
35
MAYAT
36
PACARAN
37
TUMBAL
38
LUKA
39
LAGI
40
GOOD LOOKING
41
KEMAH
42
CERITA
43
RASA
44
CEROBOH
45
KECEWA
46
VISUALISASI [01]
47
AIR MATA
48
MAMA
49
KIRIMAN
50
MAAF JARANG UP
51
I LOVE YOU
52
RUMIT
53
HILANG
54
IYA
55
KEKASIH
56
SUSUK
57
PERPUS
58
RINDU
59
TUMBAL
60
MASAK
61
SERBA HITAM
62
TARGET
63
GEDUNG
64
SEKOLAH
65
TERPERANGKAP
66
18 JAM
67
MATI
68
KITA
69
KAGET
70
CAHAYA
71
PENGUMUMAN UP
72
MARAH
73
MANIS
74
DEMAM
75
TINGGI
76
APOTEK
77
PANTAS
78
TRUTH OR DARE
79
NOVEL ON GOING.
80
MAYAT HIDUP
81
DALANG
82
MISTERI
83
GAME 1
84
VISUALISASI 2
85
TIDAK PERCAYA
86
REPTIL
87
H-1
88
PEMUDA
89
PALSU
90
RATU
91
ACARA
92
OUTFIT
93
HILANG
94
PENGUMUMAN
95
RUSAK
96
KELEMAHAN
97
TOREHAN LUKA
98
HARI INI
99
MEMAAFKAN
100
SUKA
101
PERNAH
102
PERBANDINGAN
103
KEMBALI
104
BERUBAH
105
KUAT
106
VISUALISASI [3]
107
SUATU SAAT
108
TERTATA RAPI
109
Let's Play the Game
110
PENYESALAN
111
PUAS
112
SHILA
113
TAKUT
114
SHIREN
115
JAM 9 MALAM
116
COGAN
117
BAWAH TANAH
118
IVY
119
PENGUMUMAN
120
QUOTES
121
BANTUAN
122
BALASAN
123
KELUARGA.
124
New Project
125
RUANG OSIS
126
DENDAM
127
SAMPAI DISINI
128
SOSOK TAHUN 80-an
129
DIAM
130
SEGITIGA
131
MENJADI MANUSIA
132
SANTAPAN
133
TIDAK BERPERASAAN
134
BELUM PERNAH
135
INCARAN
136
API
137
GAK PEKA
138
TAHAP PERTAMA
139
POSESIF
140
PERTENGAHAN SEMESTER
141
SULIT
142
KETURUNAN
143
GADIS
144
MASIH PANJANG
145
ASING
146
VIOLA
147
KEPUTUSAN
148
TAKDIR
149
VISUALISASI [04]
150
PEMARAH
151
SALAH SASARAN
152
10 TAHUN LALU
153
TIDAK BISA DI TEBAK
154
PENGUMUMAN CRAZY UP [05]
155
SILSILAH SEKOLAH
156
TANPA DI UNDANG
157
MAYAT SETIAP HARI
158
BERUBAH WUJUD
159
TEBAR PESONA
160
NEGRI DONGENG
161
KEKUATAN
162
BERSAYAP HITAM
163
MASUK TUBUH
164
BINCANG-BINCANG AUTHOR.
165
MERAH MERONA
166
TIDAK BISA
167
BENCI
168
KATA MAAF
169
MENYAPA
170
PENTAS
171
TUJUAN
172
KEPERGIAN
173
PENJELASAN
174
MENYEMBUNYIKAN
175
KEPERGIAN
176
SEASON 2
177
PEMBERITAHUAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!