Bab 11 - Ksatria yang setia

Mata Lucas terbuka perlahan, sinar mentari pagi yang masuk melalui jendela kamar mengusik tidurnya.

"Di mana ini...?" gumam Lucas dalam kebingungan, mencoba mencerna situasi di sekitarnya.

Namun, sebelum dia sempat menyerap lebih jauh, pelukan erat dari Marina menghampirinya dengan tiba-tiba.

"LUCASSS...!!!!" teriak Marina dengan suara yang tersedu-sedu, matanya memerah karena air mata yang mengalir tanpa henti.

Mata merahnya terpenuhi air mata, mencerminkan kegelisahan dan kebahagiaan yang berkecamuk di dalam dirinya.

"Marina..?" sahut Lucas dengan suara lemah, terkejut dengan reaksi emosional yang tiba-tiba dari tunangannya itu.

Marina hanya bisa mengangguk berkali-kali, kesedihan dan kebahagiaan yang bertabrakan di dalam dirinya.

Lucas bangkit dari tidurnya, duduk di kasur dengan pandangan penuh perhatian kepada Marina yang masih memeluknya dengan erat.

Arthur, yang berada di dekat mereka, langsung bersiap-siap mendekati Lucas dengan wajah khawatir. "Yang mulia," ucapnya panik, ingin memastikan keadaan Lucas.

Namun, Lucas dengan lembut mengangkat tangannya, memberi isyarat bahwa dia baik-baik saja.

Arthur merasa lega melihat tanda kesadaran dari Pangerannya itu, meskipun kekhawatirannya masih menyelimuti pikirannya.

Saat matanya melirik ke arah Jorge, Lucas sedikit terkejut melihat bekas luka baru di wajah Jorge.

"Sir Jorge," panggilnya dengan penuh perhatian.

Jorge tersenyum, mencoba memberikan rasa tenang kepada Lucas. "Saya di sini, Yang Mulia," jawabnya dengan hormat.

Lucas kemudian mengalihkan perhatiannya kembali ke Marina. "Marina, bisakah kau dan Arthur keluar sebentar?" pinta Lucas dengan lembut. "Aku ingin berbicara empat mata dengan Sir Jorge."

Marina terlihat enggan, Dia melirik Jorge yang hanya tersenyum dengan penuh pengertian.

Lucas melirik Arthur, seperti memberikan kode menggunakan matanya.

Arthur langsung mengerti. "Nona muda, mari keluar," ujarnya dengan lembut, mencoba membujuk Marina yang sedang diliputi perasaan yang rumit.

Dengan perasaan berat, Marina mengangguk dan meninggalkan kamar bersama Arthur, meninggalkan Lucas dan Jorge berdua.

"Sebelumnya, terima kasih telah menyelamatkan nyawaku," ucap Lucas dengan tulus begitu Marina dan Arthur meninggalkan ruangan.

"Aku akan memberimu satu permintaan" Ujar Lucas dengan percaya diri. "Katakanlah, apa yang kau inginkan," tambahnya, menatap Jorge dengan serius.

Jorge menatap Lucas dengan serius sejenak sebelum akhirnya tersenyum. "Yang Mulia," ucapnya dengan penuh hormat, menghormati kedudukan Lucas sebagai pangeran.

Namun, senyum Jorge segera berubah menjadi ekspresi yang lebih serius.

"Sebelumnya, Saya pikir saya tidak menginginkan apapun," lanjutnya dengan penuh kejujuran. "Namun, setelah saya pikirkan kembali, saya memiliki satu permintaan."

"Hmm" gumam Lucas menunggu. "apa itu?" tanyanya, menunggu jawaban dari Jorge.

Jorge menundukkan bungkuknya dengan hormat sebelum bertanya hal lain.

"Apakah Anda sudah mendengar tentang beberapa iblis yang baru-baru ini membuat keributan di Kekaisaran Valorian?" tanya Jorge dengan serius.

Lucas merenung sejenak, mencoba mengingat kembali informasi dari Novel 'The greatest war against the devil'.

"Iblis yang membuat keributan di kekaisaran Valorian?" gumam Lucas, meraba-raba ingatannya.

Jorge yang melihat kebingungan di wajah Lucas segera menyadari bahwa Lucas belum mengetahui berita terbaru.

"Sepertinya Anda belum mengetahuinya," kata Jorge, siap memberikan penjelasan yang diperlukan kepada Lucas.

"Jelaskan lebih lanjut," desak Lucas kepada Jorge, matanya terlihat serius ketika mendengar kata iblis.

Jorge mengangguk sopan, menyadari pentingnya memberikan penjelasan yang komprehensif kepada Pangerannya.

"Belakangan ini, beberapa iblis telah muncul dari neraka dan mengacau di beberapa wilayah di Kekaisaran Valorian," jelas Jorge dengan serius. "Dan yang lebih aneh lagi, setiap kali mereka mati, mereka semua mengucapkan sebuah kalimat."

Mendengar hal tersebut, mata Lucas terbuka lebar. "Mengucapkan sebuah kalimat?" kata Lucas serentak, keheranan tergambar jelas di wajahnya.

"Apakah mereka semua mengucapkan kalimat yang sama?" tanya Lucas, penasaran untuk mengetahui lebih lanjut tentang pola yang mungkin ada di balik fenomena tersebut.

"Ya, tepat sekali," jawab Jorge, sebelum langsung bertanya dengan heran, "tapi bagaimana Anda tahu tentang itu?"

Lucas menggelengkan kepalanya, dan memotong ucapan Jorge. "Lupakan itu," menghentikan rasa penasaran Jorge.

"Apa kalimat yang mereka ucapkan?" tanya Lucas, menunjukkan ketertarikannya pada inti dari masalah tersebut.

Jorge mengangguk serius sebelum menjawab, "Mereka mengucapkan, 'Raja iblis yang agung, Derolus Vartioald, akan datang dan membasmi kalian semua...'"

Mendengar nama itu, Lucas langsung berdiri dari kasurnya, ekspresinya berubah menjadi kesal yang nyata.

"Derolus Vartioald..." gumam Lucas dengan penuh ketidaksenangan, suaranya serak.

Jorge memperhatikan reaksi keras Lucas dengan bingung. "Yang Mulia?" panggil Jorge dengan khawatir.

"Huuftt," Lucas menghela napas panjang, mencoba menenangkan dirinya dari gelombang emosi yang menerpanya.

"Lalu, apa keinginanmu?" tanya Lucas dengan serius, kembali memfokuskan perhatiannya pada Jorge.

"Baru-baru ini saya diberi pandangan tentang masa depan oleh dewa," jelas Jorge, mencoba menjelaskan latar belakang permintaannya. "Dan apa yang saya lihat adalah hari kematian saya, hari di mana saya mati ketika melawan seorang iblis yang menyebut dirinya Raja iblis agung, Derolus Vartioald..." lanjutnya dengan nada yang sedikit sedih.

Mendengar pengakuan itu, Lucas terdiam, membiarkan kata-kata Jorge meresapi pikirannya.

"Pandangan masa depan dari dewa, ya...?" batin Lucas, mencoba memahami implikasi dari visi yang diberikan kepada Jorge.

Dalam keheningan yang memenuhi kamar, Lucas teringat akan akhir hidup Jorge dalam novel 'The Greatest War Against the Devil'.

"Spear of the Golden Sun, Jorge," pikirnya, mencoba mengaitkan peristiwa di depan matanya dengan narasi novel The greatest war against the devil. "Seseorang yang sangat kuat dan terhormat. namun, mati dengan menyedihkan ketika melawan raja iblis," tambahnya.

Jorge kemudian bersujud di hadapan Lucas, mengungkapkan rasa hormat dan kepercayaannya kepada Pangeran.

"Pangeran ketujuh, Lucas de Valorian," panggilnya dengan penuh penghormatan. "Jika saya akhirnya mati di masa depan, kumohon lindungilah nona Marina," lanjutnya, mengungkapkan permintaan yang mungkin menjadi permohonan terakhirnya.

Lucas berjongkok, memegang punggung Jorge dengan halus. "Kau adalah ksatria yang sangat setia, Jorge." puji Lucas kepada Jorge.

Lucas berdiri kembali, dia menawarkan tangannya untuk membantu Jorge kembali berdiri.

"Baiklah, aku bersumpah untuk melindunginya." jawabnya dengan tegas kepada Jorge. "Aku bersumpah atas nama dewa tertinggi, Azzas."

Episodes
1 Bab 1 - Kebangkitan
2 Bab 2 - Sang Penguasa
3 Bab 3 - Pembersihan
4 Bab 4 - Undangan Kaisar
5 Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6 Bab 6 - Jantung Phoenix
7 Bab 7 - Blood Goddes Witch
8 Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9 Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10 Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11 Bab 11 - Ksatria yang setia
12 Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13 Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14 Bab 14 - Shadow Sovereign
15 Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16 Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17 Bab 17 - The Book of Imperator
18 Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19 Bab 19 - Pedang Glaimrend
20 Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21 Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22 Bab 22 - Sebuah Permulaan
23 Bab 23 - Memasuki Akademi
24 Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25 Bab 25 - Kelas sihir
26 Bab 26 - Apa itu mana?
27 Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28 Bab 28 - Keluarga Beaumont
29 Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30 Bab 30 - Konspirasi?
31 Bab 31 - Sihir Kuno
32 Bab 32 - Noir
33 Bab 33 - Kematian Phineas
34 Bab 34 - Leonidas Pendragon
35 Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36 Bab 36 - Pembebasan Azura
37 Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38 Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39 Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40 Bab 40 - Fitnah yang terencana
41 Bab 41 - Di balik bayangan
42 Bab 42 - Penghakiman
43 Bab 43 - Sebuah tawaran
44 Bab 44 - Manipulasi?
45 Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46 Bab 46 - Suara yang memikat
47 Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48 Bab 48 - Rekan baru
49 Bab 49 - Callian Beaumont
50 Bab 50 - Fragmen Primodial
51 Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52 Bab 52 - Menuju Void Nexus
53 Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54 Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55 Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56 Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57 Season 1 End
58 Season 2 — 01-01-2025
59 Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60 Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61 Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62 Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63 Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64 Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65 Chapter 63 — Perubahan Alur
66 Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67 Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68 Chapter 66 — Kematian banyak orang
69 Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70 Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71 Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72 Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73 Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74 Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75 Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76 Chapter 74 — Akashic
77 Chapter 75 — Memulai perperangan
78 Chapter 76 —Retakan Pertama
79 Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80 Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81 Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82 Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83 Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84 Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85 Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86 Chapter 84 — Jalan Berdarah
87 Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88 Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89 Chapter 87 — Melawan raja iblis
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Bab 1 - Kebangkitan
2
Bab 2 - Sang Penguasa
3
Bab 3 - Pembersihan
4
Bab 4 - Undangan Kaisar
5
Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6
Bab 6 - Jantung Phoenix
7
Bab 7 - Blood Goddes Witch
8
Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9
Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10
Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11
Bab 11 - Ksatria yang setia
12
Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13
Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14
Bab 14 - Shadow Sovereign
15
Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16
Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17
Bab 17 - The Book of Imperator
18
Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19
Bab 19 - Pedang Glaimrend
20
Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21
Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22
Bab 22 - Sebuah Permulaan
23
Bab 23 - Memasuki Akademi
24
Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25
Bab 25 - Kelas sihir
26
Bab 26 - Apa itu mana?
27
Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28
Bab 28 - Keluarga Beaumont
29
Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30
Bab 30 - Konspirasi?
31
Bab 31 - Sihir Kuno
32
Bab 32 - Noir
33
Bab 33 - Kematian Phineas
34
Bab 34 - Leonidas Pendragon
35
Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36
Bab 36 - Pembebasan Azura
37
Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38
Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39
Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40
Bab 40 - Fitnah yang terencana
41
Bab 41 - Di balik bayangan
42
Bab 42 - Penghakiman
43
Bab 43 - Sebuah tawaran
44
Bab 44 - Manipulasi?
45
Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46
Bab 46 - Suara yang memikat
47
Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48
Bab 48 - Rekan baru
49
Bab 49 - Callian Beaumont
50
Bab 50 - Fragmen Primodial
51
Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52
Bab 52 - Menuju Void Nexus
53
Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54
Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55
Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56
Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57
Season 1 End
58
Season 2 — 01-01-2025
59
Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60
Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61
Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62
Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63
Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64
Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65
Chapter 63 — Perubahan Alur
66
Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67
Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68
Chapter 66 — Kematian banyak orang
69
Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70
Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71
Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72
Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73
Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74
Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75
Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76
Chapter 74 — Akashic
77
Chapter 75 — Memulai perperangan
78
Chapter 76 —Retakan Pertama
79
Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80
Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81
Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82
Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83
Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84
Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85
Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86
Chapter 84 — Jalan Berdarah
87
Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88
Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89
Chapter 87 — Melawan raja iblis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!