Bab 14 - Shadow Sovereign

Lucas mengamati ruangan itu, pandangannya bergantian antara Arthur, Jorge, dan Marina, yang semuanya menatapnya dengan ekspresi yang aneh.

"Apa?" tanya Lucas dengan santai, seolah-olah tidak ada yang terjadi.

"Lucas, apa yang terjadi tadi?" tanya Marina, matanya bersinar penuh rasa ingin tahu.

"Apa maksudmu?" balas Lucas dengan lembut.

Marina mendekati Lucas dan duduk di sampingnya. "Tadi, sepertinya kamu sedang bertengkar dengan Kaisar," tanyanya penasaran.

Lucas hanya menggelengkan kepalanya sambil sedikit tersenyum untuk merespon.

"Pada usianya yang ke-10 tahun, dia memang seperti seorang anak kecil yang lugu" pikir Lucas, memandang Marina. "Apakah dia benar-benar Marina, Blooded Goddes Witch?"

Terlarut dalam pikirannya, Lucas merenungkan identitas Sang Blooded Goddes Witch.

"Apa yang bisa membuat gadis kecil yang polos ini menjadi seperti itu di masa depan?" Lucas memikirkan, sedikit bingung.

Marina, yang dari tadi tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, mencubit pinggang Lucas.

"Lucas!!" teriak Marina, suaranya dekat telinga Lucas. "Jangan mengabaikan aku!!" tambahnya dengan tegas.

Lucas terhenti dari lamunannya dan dengan lembut mengelus kepala Marina.

"Maaf," ujarnya lembut.

Jorge dan Arthur, yang menyaksikan interaksi itu, tersenyum hangat, merasa lega setelah momen tegang sebelumnya.

Mengakhiri keheningan itu, Lucas berbicara kepada Marina. "Marina, sudah larut malam," katanya. "Tidakkah kamu mau tidur?" tambahnya.

"Oh, anda benar," Jorge menyela, tiba-tiba sadar. "Nona muda, sudah waktunya untuk istirahat."

Marina memeluk Lucas erat. "Aku ingin tidur dengan Lucas," katanya dengan keras.

Jorge melirik Lucas, matanya diam-diam bertanya. Lucas menatapnya balik dengan tajam.

Jorge mengeluarkan keringat dingin karena tatapan Lucas, dan langsung tersenyum lembut pada Marina.

"Nona, bukankah Pangeran baru saja bangun setelah hampir tiga minggu tak sadarkan diri?" Jorge mencoba membujuk Marina.

Marina memalingkan kepalanya untuk melihat Lucas, tapi dia hanya tersenyum dan mengangguk.

Marina berbaring di tempat tidur Lucas, tapi Jorge segera mengangkatnya dengan satu tangan.

Jorge membungkuk hormat di depan Lucas. "Saya dan nona muda akan pamit, saya mengharapkan yang terbaik untuk Anda," katanya, masih memegang Marina.

Marina memprotes dengan keras, menangis di bahu Jorge.

"Lucas~" panggil Marina, suaranya tersendat oleh tangisannya.

"Dia memang ksatria yang setia," pikir Lucas sambil tersenyum, melambaikan tangan kepada Marina yang perlahan menghilang dari pandangannya.

Lucas kemudian memandang Arthur. "Kau juga, beristirahatlah," katanya dengan lembut.

Arthur terlihat sedikit bingung, diam sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Tuan, tapi..."

"Kau tidak mendengarnya?" tanya Lucas, suaranya sedikit lebih tegas. "Beristirahatlah. Itu perintah."

Arthur segera menundukkan kepala dalam penghormatan. "Saya pamit, Tuan," ucapnya cepat, sebelum dengan tergesa meninggalkan kamar Lucas.

Saat kamar sudah sepi dari kehadiran mereka, Lucas bangkit dari tempat tidurnya, merentangkan tubuhnya dengan santai.

"Akhirnya mereka pergi," gumam Lucas lega, langkahnya melangkah menuju jendela kamar.

Dari sana, dia melihat langit malam yang indah, seutas benang cahaya emas terlihat terhampar.

"Waktu kalian sudah habis," gumam Pangeran Lucas dengan senyuman tipis. "Para pengkhianat keluarga Kekaisaran."

"Namun, sebelum itu," Lucas melihat bayangannya di kaca. "Ini sedikit mencolok," ucapnya.

Dengan sekali gerakan tangan, penampilannya berubah drastis.

Dari seorang remaja berpakaian mewah, menjadi seorang pria dewasa berpakaian serba hitam, mengenakan pakaian khas seorang tentara bayaran. Setiap gerakan, setiap detail, terlihat sangat sempurna.

"Sudah cukup," pikir Lucas, memperhatikan penampilannya yang telah berubah.

Dia membuka jendela, angin malam menyapa wajahnya. Lucas melompat dari jendela, mengeluarkan sihir udara untuk memperlambat jatuhnya.

Meluncur di atas atap rumah, dia bergerak dengan cepat dari rumah ke rumah, mengikuti benang emas yang mengarah ke langit.

"Sudah lama aku tidak menggunakan kemampuan ini," gumam Pangeran Lucas, mengingat kembali kemampuan yang pernah dia pelajari dari dunianya sebelumnya. "Kemampuan yang aku tiru dari seorang assassin terbaik."

"Meskipun tidak sebaik dulu, setidaknya cukup," tambahnya sambil terus berlari.

Setelah beberapa saat, Lucas tiba di markas para assassin yang dulu mencoba membunuhnya.

"Sihir 'building demolisher', huh?" ucap Lucas sambil memandang sekitar yang sekarang hanyalah pepohonan rindang. "Sihir yang memanfaatkan ruang dan waktu untuk membuat sebuah bangunan menjadi tak terlihat."

Lucas meluruskan lengan kanannya ke samping, menciptakan pedang besi di telapak tangannya.

"Tapi sayang sekali," katanya sambil menebaskan pedangnya ke udara.

Udara terbelah oleh gerakan tajamnya, dan sebuah bangunan besar tiba-tiba muncul dari celah tebasan Lucas.

"Pedangku bisa menebas segalanya," ujarnya dengan percaya diri. "Bahkan ketiadaan sekalipun."

Orang-orang di dalam bangunan itu menatap Lucas dengan tatapan tajam yang penuh dengan kebencian dan niat membunuh.

"Hei, kumpulan pendosa," seru Lucas dengan suara yang tegas. "Siapa yang memberimu izin untuk menatapku?"

"Tentara bayaran?" Tanpa ragu, para penyerang langsung berlari menuju Lucas dengan niat membunuh yang jelas terpancar dari gerakan mereka.

Lucas melihat mereka mendekat dengan dingin, matanya tetap tenang meskipun dihadapkan pada ancaman yang besar.

"Nova Stellaris, Warp Wave," gumam Lucas dengan suara yang hampir tidak terdengar.

Seketika itu juga, ruang-waktu di sekitar Lucas melengkung, menciptakan efek distorsi yang membingungkan para penyerangnya.

Mereka yang berlari maju dengan penuh amarah tiba-tiba menemukan diri mereka terpisah-pisah di tempat yang berbeda, terjebak dalam kekacauan ruang-waktu yang diciptakan oleh sihir Lucas.

"Apa ini?!" teriak mereka, kepanikan tergambar jelas di wajah mereka karena mereka tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

"Confuse, Neutralize power, Soul Explosion," seru Lucas lagi, suaranya terdengar tenang di tengah kekacauan.

Seketika, para penyerang kehilangan segala kekuatan mereka.

Pikiran mereka menjadi kacau balau, dan jiwa mereka terperangkap dalam kekacauan yang tak terbayangkan sebelumnya.

Mereka menjadi gila, hanyut dalam gelombang energi yang menghancurkan jiwa mereka sebelum akhirnya meledak dalam ledakan yang mengerikan.

"Sebuah sihir yang langsung membunuh jiwa, tanpa adanya bentuk, bau ataupun warna," jelas Lucas dengan suara yang hampir terdengar kagum.

Setelah mengatasi para penyerang, Lucas melangkah masuk ke dalam bangunan yang menghadapinya. Saat dia berdiri di ambang pintu masuk, bayangan-bayangan gelap mulai mendekatinya.

Dengan suara yang hampir tak terdengar, Lucas berbisik, "Shadow Sovereign."

Sebuah kegelapan yang sangat pekat menyelimuti dirinya, membawanya ke dalam samudra kegelapan yang tak terhingga.

"Kekuatanku meningkat dan kelincahanku juga meningkat," pikir Lucas sambil menatap lengannya yang tertutupi oleh bayangan. "Aku juga merasa lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Aku bisa melihat, mendengar, dan merasakan segala sesuatu dengan lebih jelas."

"Tapi bagaimana bisa aku menggunakan setengah kekuatan Shadow Sovereign dengan tubuh lemah ini?" batin Lucas dengan sangat kebingungan.

"Aku akan memikirkannya nanti," ujarnya kepada dirinya sendiri, mencoba mengalihkan perhatiannya dari pemikiran tersebut.

Dengan langkah pasti, Lucas melangkah ke dalam bangunan, dibayangi oleh kegelapan yang menyertainya.

Di dalam, suasana gelap dan suram merayap di sepanjang koridor yang terbentang di hadapannya.

Di dalam bangunan itu, suasana gelap dan suram merayap di sepanjang koridor yang terbentang di hadapannya.

"Sepertinya ini akan memakan waktu yang sedikit lama," ucap Lucas, memperhatikan sekelilingnya dengan cermat.

Terpopuler

Comments

V.MaryGrace

V.MaryGrace

👣👣👣

2024-05-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebangkitan
2 Bab 2 - Sang Penguasa
3 Bab 3 - Pembersihan
4 Bab 4 - Undangan Kaisar
5 Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6 Bab 6 - Jantung Phoenix
7 Bab 7 - Blood Goddes Witch
8 Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9 Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10 Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11 Bab 11 - Ksatria yang setia
12 Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13 Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14 Bab 14 - Shadow Sovereign
15 Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16 Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17 Bab 17 - The Book of Imperator
18 Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19 Bab 19 - Pedang Glaimrend
20 Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21 Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22 Bab 22 - Sebuah Permulaan
23 Bab 23 - Memasuki Akademi
24 Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25 Bab 25 - Kelas sihir
26 Bab 26 - Apa itu mana?
27 Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28 Bab 28 - Keluarga Beaumont
29 Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30 Bab 30 - Konspirasi?
31 Bab 31 - Sihir Kuno
32 Bab 32 - Noir
33 Bab 33 - Kematian Phineas
34 Bab 34 - Leonidas Pendragon
35 Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36 Bab 36 - Pembebasan Azura
37 Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38 Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39 Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40 Bab 40 - Fitnah yang terencana
41 Bab 41 - Di balik bayangan
42 Bab 42 - Penghakiman
43 Bab 43 - Sebuah tawaran
44 Bab 44 - Manipulasi?
45 Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46 Bab 46 - Suara yang memikat
47 Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48 Bab 48 - Rekan baru
49 Bab 49 - Callian Beaumont
50 Bab 50 - Fragmen Primodial
51 Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52 Bab 52 - Menuju Void Nexus
53 Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54 Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55 Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56 Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57 Season 1 End
58 Season 2 — 01-01-2025
59 Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60 Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61 Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62 Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63 Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64 Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65 Chapter 63 — Perubahan Alur
66 Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67 Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68 Chapter 66 — Kematian banyak orang
69 Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70 Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71 Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72 Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73 Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74 Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75 Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76 Chapter 74 — Akashic
77 Chapter 75 — Memulai perperangan
78 Chapter 76 —Retakan Pertama
79 Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80 Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81 Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82 Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83 Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84 Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85 Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86 Chapter 84 — Jalan Berdarah
87 Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88 Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89 Chapter 87 — Melawan raja iblis
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Bab 1 - Kebangkitan
2
Bab 2 - Sang Penguasa
3
Bab 3 - Pembersihan
4
Bab 4 - Undangan Kaisar
5
Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6
Bab 6 - Jantung Phoenix
7
Bab 7 - Blood Goddes Witch
8
Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9
Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10
Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11
Bab 11 - Ksatria yang setia
12
Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13
Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14
Bab 14 - Shadow Sovereign
15
Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16
Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17
Bab 17 - The Book of Imperator
18
Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19
Bab 19 - Pedang Glaimrend
20
Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21
Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22
Bab 22 - Sebuah Permulaan
23
Bab 23 - Memasuki Akademi
24
Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25
Bab 25 - Kelas sihir
26
Bab 26 - Apa itu mana?
27
Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28
Bab 28 - Keluarga Beaumont
29
Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30
Bab 30 - Konspirasi?
31
Bab 31 - Sihir Kuno
32
Bab 32 - Noir
33
Bab 33 - Kematian Phineas
34
Bab 34 - Leonidas Pendragon
35
Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36
Bab 36 - Pembebasan Azura
37
Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38
Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39
Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40
Bab 40 - Fitnah yang terencana
41
Bab 41 - Di balik bayangan
42
Bab 42 - Penghakiman
43
Bab 43 - Sebuah tawaran
44
Bab 44 - Manipulasi?
45
Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46
Bab 46 - Suara yang memikat
47
Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48
Bab 48 - Rekan baru
49
Bab 49 - Callian Beaumont
50
Bab 50 - Fragmen Primodial
51
Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52
Bab 52 - Menuju Void Nexus
53
Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54
Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55
Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56
Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57
Season 1 End
58
Season 2 — 01-01-2025
59
Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60
Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61
Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62
Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63
Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64
Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65
Chapter 63 — Perubahan Alur
66
Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67
Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68
Chapter 66 — Kematian banyak orang
69
Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70
Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71
Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72
Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73
Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74
Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75
Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76
Chapter 74 — Akashic
77
Chapter 75 — Memulai perperangan
78
Chapter 76 —Retakan Pertama
79
Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80
Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81
Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82
Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83
Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84
Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85
Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86
Chapter 84 — Jalan Berdarah
87
Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88
Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89
Chapter 87 — Melawan raja iblis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!