Suara Kaisar Edgard menusuk udara dengan tajam, menuntut jawaban yang terasa penuh dengan implikasi.
"Katakan padaku," ucapnya, pandangannya menembus Lucas seolah bisa mengungkap setiap rahasia yang tersembunyi di dalam dirinya. "Siapakah sebenarnya dirimu?"
Lucas, masih gemetar akibat tekanan domain milik Kaisar Edgard, namun senyuman tipis melintas di bibirnya.
"Hei," panggilnya kepada Kaisar Edgard, matanya melintasi pemandangan yang suram di sekitar mereka. "Ini adalah domain jiwa, bukan?" ujarnya, mencerna pemandangan surreal di sekelilingnya.
Respon Kaisar adalah tatapan yang khidmat, ekspresinya sulit ditebak namun penuh dengan makna yang berat.
"Kau menggunakan domain remeh ini semata-mata untuk mengungkap identitasku yang sebenarnya?" tanya Lucas dengan sedikit ejekan yang ditujukan kepada Kaisar Edgard.
"Remeh?" Kaisar Edgard mengulangi, kekesalannya terasa jelas atas pemikiran bahwa ciptaannya diremehkan.
"Kaisar Edgard," gumam Lucas pelan, senyuman sinis terukir di bibirnya, suaranya hampir tak terdengar di tengah luasnya ruang.
".." lanjutnya dengan bisikan, hampir tenggelam di dalam ruang yang tak berujung.
"Apa?" Kaisar Edgard menanyakan, tidak dapat menangkap kata-kata Lucas.
Tiba-tiba, muncul sebuah cahaya emas dari dada Lucas yang membutakan meletup, menerangi domain yang sebelumnya hanya bersisi kehampaan.
Di dalam cahaya tersebut, muncul seorang pria tampan dengan rambut putih.
Pria itu nampak sedikit terkejut. "Hmm?" gumamnya sambil memeriksa tubuhnya. "Aku hanya bisa mewujudkan jiwa diriku yang masih muda?" pikirnya sedikit bingung.
"Siapa dia sebenarnya?!" pikir Kaisar Edgard, tubuhnya bergetar, merasakan ketakutan akan kehadiran yang mengintimidasi di depannya.
Pria yang berwujud jiwa itu menggeser dirinya ke samping Kaisar Edgard, dan dengan lembut mendekatkan bibirnya ke telinga Kaisar Edgard.
"Aku adalah seorang Kaisar, Yussa Angevin," bisiknya dengan senyuman yang memesona.
"Yussa Angevin...?" suara Kaisar Edgard bergetar oleh rasa takut.
"Bukan Yussa Angevin" kata Yussa Angevin dengan lembut. "Tapi, Kaisar Yussa Angevin" tambahnya, mengkoreksi kalimat kaisar Edgard.
Tubuh Lucas mendekati jiwa Kaisar Yussa Angevin tanpa kesadaran.
Yussa menyeringai. "Bisakah kau merahasiakannya?" bisik Yussa Angevin sambil menyentuh bibirnya dengan satu jari, memberikan isyarat kepada Kaisar Edgard untuk menjaga rahasia.
"Ada hal yang harus aku selesaikan di sini," lanjut Kaisar Yussa Angevin, suaranya tenang. "Tolong pahami aku, sebagai sesama Kaisar," tambahnya, memberikan senyuman tipis.
Sebelum tubuh Lucas menyatu dengan jiwa Kaisar Yussa Angevin, Yussa menggerakkan jarinya dengan cepat.
Domain yang diciptakan oleh Kaisar Edgard hancur seketika.
Dan tubuh Lucas pun menyatu kembali dengan jiwa Kaisar Yussa Angevin.
"Domain-ku... hancur?" Batin Kaisar Edgard bingung. "Satu sentuhan jarinya cukup untuk menghancurkan domain sebesar alam semesta...?!" lanjutnya, merasakan ketakutan akan kekuatan Yussa Angevin.
Marina, Jorge, dan Arthur, sama sekali bingung dengan perkembangan yang terjadi, hanya bisa menonton saat Lucas dan Kaisar Edgard saling bertukar pandang.
Dengan senyum tipis yang ditujukan kepada Kaisar Edgard, Lucas membungkuk dengan hormat.
"Ayah, tolong jangan membatalkan duelku dengan pangeran ketiga, ya?" ucapnya, pandangannya mengisyaratkan kode yang tersirat.
"Bukankah Ayah sudah memeriksa bahwa saya telah sembuh sepenuhnya?" tanya Lucas dengan lembut, suaranya penuh dengan kelembutan.
Kaisar Edgard menghapus tetes keringat dingin dengan kekuatannya, membuat keringat yang muncul langsung menguap.
Tangannya gemetar sedikit, namun dia berusaha mempertahankan ketenangannya. "Baiklah," jawab Kaisar Edgard, menahan gugupnya.
Tanpa melirik ke belakang, Kaisar Edgard segera meninggalkan ruangan Lucas, langkahnya tergesa-gesa.
Sementara Kaisar Edgard semakin menjauh, Lucas memperhatikannya dengan serius.
"Jangan khawatir," Lucas berkomunikasi secara telepati kepada Kaisar Edgard. "Saya tidak akan menyakiti saudara kandung saya sendiri," katanya memastikan.
Kaisar Edgard menutup matanya dengan keraguan. "Maafkan ayah, Arnoul," bisiknya dalam hati.
Marina menatap Jorge dengan kebingungan, Jorge menatap Arthur dengan kebingungan, Dan Arthur menatap Jorge dengan kebingungan.
Mereka bertiga hanya bisa memikirkan satu kalimat yang sama, yaitu.
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments