Bab 2 - Sang Penguasa

Dalam kegelapan malam yang menyelimuti istana, suasana menjadi semakin suram dengan setiap hembusan angin yang menyebarkan kegelapan.

"The Greatest War Against the Devil"

Di gambarkan sebagai kisah epik yang penuh dengan penderitaan dan keputusasaan, di mana kematian adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan para tokohnya.

Di awal cerita, beberapa orang meninggal, takdir tragis yang memenuhi halaman-halaman novel tersebut.

Jantung lemah yang bahkan tidak mampu membunuh serangga.

dan tubuh yang lemah yang membuatnya kesulitan berjalan.

Seorang pangeran dari Kekaisaran Valoria yang tak memiliki kekuatan sama sekali.

Dan kemudian akhirnya mati di awal cerita karena di kejar oleh assasin di awal cerita.

Pangeran terburuk dalam sejarah, Lucas de Valorian.

Karakter yang bahkan tidak layak disebut sebagai karakter, karena kehadirannya hanya ada beberapa baris dalam cerita.

"Jika menurut novel aslinya..." Gumam Lucas de Vincenzo. "Dia seharusnya mati dalam insiden kemarin."

Dia mengingat peristiwa kemarin yang mengubah takdir seorang karakter 'Lucas De Vincenzo' yang seharusnya telah tiada.

Dengan langkah gemetar, Lucas berjalan menuju jendela, mencoba memahami situasi yang tak terduga ini.

"Ini jelas bukan mimpi," ucapnya dengan halus, "Tak peduli seberapa dalam aku bermimpi, tidak mungkin aku tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana mimpi."

Namun, kebingungan dan keheranan tetap menyelimuti pikiran Lucas.

"Bagaimana sesuatu seperti ini bisa terjadi," gumamnya dalam hati, tak percaya dengan apa yang dia alami. "Aku memang telah mengalami banyak hal sulit selama satu abad kehidupanku... tapi, masuk ke dalam sebuah novel?"

"Jika ini benar-benar novel The greatest war against the devil, maka aku tidak punya banyak waktu," kata Lucas dengan cemas.

Lucas merapikan rambut berwarna emasnya yang acak-acakan. "Dalam lima tahun, perang terbesar melawan iblis akan terjadi," ujarnya dengan nada cemas.

Dalam upaya melawan kegelapan yang mengancam, protagonis dan kelompoknya mempertaruhkan segalanya untuk melawan iblis.

Namun, kekuatan gelap yang dipimpin oleh Raja iblis terlalu kuat, dan mereka akhirnya menderita kekalahan yang mutlak.

Dengan kegagalan mereka, Akhirnya dunia manusia hancur karena iblis.

"Ini buruk," pikirnya dengan kegelisahan, "Aku harus mengubah alur cerita novel ini"

Lucas memandangi langit yang penuh dengan bulan biru yang bersinar.

"Tapi, dengan tubuh lemah ini," gumamnya, merasakan seberapa rapuhnya tubuh pangeran Lucas.

Detak jantung Lucas terus berdetak karena ambisinya telah muncul kembali, membuatnya mengingat perasaan yang telah hilang di kehidupan sebelumnya.

Deg....

Deg...

Deg...

Lucas tersenyum sinis, mata kuningnya bersinar terang di kegelapan malam. "Jadi masih ada hal... untuk kucapai," batinnya penuh gairah.

Lucas melangkah dengan mantap, menarik napas dalam-dalam saat menatap kejauhan.

"Aku lebih baik mengurus masalah di sekitarku terlebih dahulu," pikirnya, sambil memperbaiki kerah pakaiannya dengan hati-hati.

Setelah membenarkan kerah bajunya dengan rapi, Lucas beranjak pergi dari kamar dengan langkah yang indah.

Namun, sebelum dia berhasil membuka pintu, Arthur telah membukanya terlebih dahulu.

"Yang mulia..?" Arthur membungkuk hormat, matanya penuh dengan kekhawatiran. "Bagaimana kondisi anda yang mulia..?" tanya Arthur dengan suara yang penuh kepedulian.

Lucas tersenyum kecil, menyentuh bahu Arthur dengan lembut.

"Aku baik-baik saja," jawabnya dengan suara yang tenang, sebelum melanjutkan langkahnya.

Arthur dengan setia mengikuti di belakangnya, memperhatikan dengan seksama setiap gerakan Pangeran Lucas.

"Anda mau kemana yang mulia?" tanya Arthur dengan penuh keingintahuan.

"Aku akan pergi keluar sebentar," jawab Lucas tanpa menoleh, suaranya terdengar tegas namun halus. "Jadi, Berhenti mengikutiku" tambahnya.

"Eh..??" Arthur terkejut dan kebingungan saat mendengar permintaan itu, namun dengan patuh, ia berhenti mengikuti langkah Lucas.

Di pintu, dua ksatria yang sedang menjaga melihat Pangeran Lucas mendekat.

"Berhenti, yang mulia!" teriak salah satu dari mereka dengan nada gugup, memberi isyarat agar Lucas berhenti.

"Aku ingin jalan-jalan di luar sebentar," ucap Lucas dengan suara yang halus.

Ksatria yang menghadangnya terlihat cemas. "ini sudah malam, anda tidak boleh keluar di luar berbahaya." kata mereka, berusaha menahan Lucas.

"Bukankah disini juga berbahaya?" tanya Lucas memastikan.

"Tetap tidak," jawab ksatria itu dengan tegas. "Kami telah di perintahkan untuk tidak membiarkan anda keluar."

"..." Lucas menatap Ksatria itu dengan sangat tajam. "Siapa yang memerintahkannya?

Tanpa menunggu jawaban, Lucas mengayunkan tangan kanannya dengan cepat.

Armor besi yang dipakai oleh ksatria di depannya terbelah, dan ksatria itu pun terpisah menjadi dua bagian, meninggalkan darah yang mengucur deras di lantai.

Lucas dengan dingin menginjak kepala ksatria yang telah terbelah, menegaskan otoritasnya dengan tegas.

"Kalian adalah ksatria-ku," ucapnya, suaranya bergetar dengan kekuatan yang tak terbantahkan. "Dan aku tidak pernah memberikan perintah seperti itu."

"?!" Ksatria satunya melompat mundur dengan ketakutan, tubuhnya bergetar hebat.

Arthur, yang melihat adegan itu dari belakang, terkejut dan kebingungan. "Y-Yang mulia..?" panggilnya dengan suara gemetar, tidak bisa menyembunyikan kebingungannya.

Dengan langkah yang berkharisma, Lucas membuka pintu kastil, menyambut bulan biru yang bersinar di langit malam.

"Lewat sini..!!" teriak beberapa ksatria.

"Cepat..!!" teriak ksatria lainnya.

Lucas terdiam sejenak, matanya menatap bulan dengan serius. "Penyergapan kemarin mustahil terjadi tanpa bantuan orang dalam," pikirnya dalam hati.

Berjalan sendirian di bawah sinar bulan, matanya besinar terang di kegelapan.

"Aku harus menganggap semua orang lain selain Arthur..," pikirnya meyakinkan diri sendiri, "Sebagai musuhku...!!"

"Pangeran Lucas...!!" teriak salah satu ksatria, memanggil Lucas yang sedang berdiri sendiri.

"Kenapa anda membunuh ksatria pengawal anda sendiri?" tanya mereka dengan bingung.

Lucas menoleh ke arah mereka, mata kuningnya menatap mereka dengan tajam membuat orang yang di tatap nya seolah sedang terjatuh ke dalam jurang ketakutan.

"Aku mengeksekusinya karena mengkhianati darah biru," jawab Lucas dengan tegas, suaranya bergema di dalam ruangan yang sebelumnya tenang.

Semua ksatria yang hadir, wajah-wajah mereka memancarkan ketegangan yang tak terbendung, berkeringat dingin mendengar pernyataan keras Lucas.

"Aku yakin kalian juga mengerti," ucap Lucas, suaranya terdengar tegas namun terkontrol. "Bermalas-malasan ketika sedang menjaga darah biru"

"mengabaikan pembunuhan" Ujar Lucas melanjutkan ucapannya. "Serta membantu pembunuhan terhadap darah biru."

Pangeran Lucas berdiri tegak, kedua lengannya lurus ke samping, rambut kuningnyanya berkibar dikarenakan angin malam.

"Atas nama Lucas De Valorian, Pangeran dari Kekaisaran Valoria," ujarnya dengan senyuman sinis yang menyiratkan keputusan yang sudah bulat. "Aku akan mengeksekusi kalian semua."

Salah satu ksatria yang terlihat seperti pemimpin mereka, mengeluarkan keringat dingin dari keningnya.

"Pangeran tahu bahwa kami terlibat dengan insiden kemarin," pikir ksatria itu dengan panik, mencoba mencari jalan keluar dari situasi yang semakin genting. "Kalo begitu.."

"Keluarkan pedang kalian," perintah ksatria yang tampak seperti pemimpin mereka, suaranya bergema di ruangan. "Kita akan membunuh Pangeran Lucas saat ini juga,"

Seluruh ksatria yang hadir mengangkat pedangnya, siap untuk menyerang Pangeran Lucas.

"Ini menyenangkan," ucap Lucas dengan suara yang penuh kepuasan. "Ini sangat menyenangkan."

Ksatria yang sebelumnya terlihat sebagai ketua mereka bergerak maju dengan gesit, pedangnya bersinar di bawah cahaya rembulan yang menyinari mereka.

Tubuh Lucas diselimuti oleh cahaya emas yang berkilau, seolah-olah menerima perlindungan dari kekuatan suci yang tak terlihat.

"Aku akan menambahkan satu kejahatan lagi pada daftar kejahatan kalian," lanjutnya dengan suara yang tenang namun penuh dengan keputusan yang tidak bisa ditawar.

"Matilah..!!! Lucas De Valorian!!" teriak ketua ksatria sambil mencoba menebas Lucas dengan kekuatan penuh.

Lucas dengan lincah menghindar dari serangan tersebut, gerakannya secepat kilat, seolah-olah dia bisa membaca setiap gerakan lawannya sebelum mereka melakukannya.

"Kejahatannya adalah.." ucap Lucas dengan suara yang tenang, seolah-olah dia sedang berceramah di depan para ksatria yang hendak menyerangnya.

Dengan kecepatan yang tak masuk akal, Lucas melancarkan serangan balik, menusuk dada ketua ksatria yang mencoba menyerangnya.

Tubuh ksatria itu terpental mundur beberapa langkah, terjatuh tak berdaya di tanah dengan darah yang mengucur deras dari luka yang dia terima.

"Percobaan pembunuhan..." lanjut Lucas, tatapannya terlihat dingin.

Lucas berdiri di depan mayat ketua ksatria itu, lengannya bersinar terang oleh cahaya emas.

Darah ksatria yang dia bunuh melumuri bajunya, angin malam menerpanya dengan lembut.

"Mustahil...??" batin Arthur, matanya terbelalak karena terkejut, mencoba mencerna kejadian yang baru saja terjadi di hadapannya.

"Apakah dia benar-benar Pangeran Lucas yang ku kenal..?" tanya Arthur dalam hati, meragukan identitas dari sosok yang sebelumnya ia kenal.

Lucas menoleh ke belakang, tatapannya tajam dan penuh dengan otoritas yang tak terbantahkan.

"Ini hanyalah contoh," tegasnya, menyampaikan pesan yang jelas kepada ksatria yang tersisa.

"Mulai saat ini, jika ada kejadian yang terjadi di dalam kastil bocor keluar," ujar Lucas dengan suara yang menggema di ruangan. "Akan ku bunuh kalian semua," tambahnya, mengancam seluruh orang yang tinggal di kastilnya.

Lucas berdiri dengan kedua tangannya di belakang, aura kekuatan yang tak terbantahkan memancar dari dirinya, menunjukkan bahwa dia adalah pemimpin yang tidak akan mentolerir pelanggaran.

"Jangan pernah lupa bahwa aku adalah tuan kalian," tegasnya dengan suara yang penuh dengan otoritas.

Menegaskan kedudukannya sebagai penguasa yang berkuasa atas kehidupan dan kematian mereka.

Terpopuler

Comments

piyo lika pelicia

piyo lika pelicia

semangat yah ☺️

2024-05-30

0

Ray

Ray

🙄🙄

2024-03-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebangkitan
2 Bab 2 - Sang Penguasa
3 Bab 3 - Pembersihan
4 Bab 4 - Undangan Kaisar
5 Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6 Bab 6 - Jantung Phoenix
7 Bab 7 - Blood Goddes Witch
8 Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9 Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10 Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11 Bab 11 - Ksatria yang setia
12 Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13 Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14 Bab 14 - Shadow Sovereign
15 Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16 Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17 Bab 17 - The Book of Imperator
18 Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19 Bab 19 - Pedang Glaimrend
20 Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21 Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22 Bab 22 - Sebuah Permulaan
23 Bab 23 - Memasuki Akademi
24 Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25 Bab 25 - Kelas sihir
26 Bab 26 - Apa itu mana?
27 Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28 Bab 28 - Keluarga Beaumont
29 Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30 Bab 30 - Konspirasi?
31 Bab 31 - Sihir Kuno
32 Bab 32 - Noir
33 Bab 33 - Kematian Phineas
34 Bab 34 - Leonidas Pendragon
35 Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36 Bab 36 - Pembebasan Azura
37 Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38 Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39 Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40 Bab 40 - Fitnah yang terencana
41 Bab 41 - Di balik bayangan
42 Bab 42 - Penghakiman
43 Bab 43 - Sebuah tawaran
44 Bab 44 - Manipulasi?
45 Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46 Bab 46 - Suara yang memikat
47 Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48 Bab 48 - Rekan baru
49 Bab 49 - Callian Beaumont
50 Bab 50 - Fragmen Primodial
51 Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52 Bab 52 - Menuju Void Nexus
53 Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54 Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55 Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56 Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57 Season 1 End
58 Season 2 — 01-01-2025
59 Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60 Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61 Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62 Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63 Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64 Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65 Chapter 63 — Perubahan Alur
66 Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67 Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68 Chapter 66 — Kematian banyak orang
69 Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70 Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71 Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72 Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73 Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74 Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75 Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76 Chapter 74 — Akashic
77 Chapter 75 — Memulai perperangan
78 Chapter 76 —Retakan Pertama
79 Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80 Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81 Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82 Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83 Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84 Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85 Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86 Chapter 84 — Jalan Berdarah
87 Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88 Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89 Chapter 87 — Melawan raja iblis
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Bab 1 - Kebangkitan
2
Bab 2 - Sang Penguasa
3
Bab 3 - Pembersihan
4
Bab 4 - Undangan Kaisar
5
Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6
Bab 6 - Jantung Phoenix
7
Bab 7 - Blood Goddes Witch
8
Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9
Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10
Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11
Bab 11 - Ksatria yang setia
12
Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13
Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14
Bab 14 - Shadow Sovereign
15
Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16
Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17
Bab 17 - The Book of Imperator
18
Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19
Bab 19 - Pedang Glaimrend
20
Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21
Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22
Bab 22 - Sebuah Permulaan
23
Bab 23 - Memasuki Akademi
24
Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25
Bab 25 - Kelas sihir
26
Bab 26 - Apa itu mana?
27
Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28
Bab 28 - Keluarga Beaumont
29
Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30
Bab 30 - Konspirasi?
31
Bab 31 - Sihir Kuno
32
Bab 32 - Noir
33
Bab 33 - Kematian Phineas
34
Bab 34 - Leonidas Pendragon
35
Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36
Bab 36 - Pembebasan Azura
37
Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38
Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39
Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40
Bab 40 - Fitnah yang terencana
41
Bab 41 - Di balik bayangan
42
Bab 42 - Penghakiman
43
Bab 43 - Sebuah tawaran
44
Bab 44 - Manipulasi?
45
Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46
Bab 46 - Suara yang memikat
47
Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48
Bab 48 - Rekan baru
49
Bab 49 - Callian Beaumont
50
Bab 50 - Fragmen Primodial
51
Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52
Bab 52 - Menuju Void Nexus
53
Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54
Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55
Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56
Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57
Season 1 End
58
Season 2 — 01-01-2025
59
Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60
Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61
Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62
Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63
Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64
Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65
Chapter 63 — Perubahan Alur
66
Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67
Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68
Chapter 66 — Kematian banyak orang
69
Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70
Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71
Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72
Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73
Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74
Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75
Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76
Chapter 74 — Akashic
77
Chapter 75 — Memulai perperangan
78
Chapter 76 —Retakan Pertama
79
Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80
Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81
Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82
Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83
Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84
Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85
Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86
Chapter 84 — Jalan Berdarah
87
Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88
Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89
Chapter 87 — Melawan raja iblis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!