Bab 6 - Jantung Phoenix

Di dalam kastil, suasana terasa hening setelah pertemuan tegang di aula utama istana kekaisaran.

Arthur, setia mengikuti Lucas, berjalan di belakangnya dengan pandangan yang penuh pertanyaan.

"Kenapa Yang Mulia Kaisar memanggil anda?" tanya Arthur, mencoba memecahkan kebuntuan suasana.

Lucas menghela nafasnya sejenak sebelum menjawab dengan tenang, "Bukan apa-apa, dia hanya menyuruhku untuk tidak masuk akademi."

Arthur terkejut mendengarnya, matanya memperlihatkan kebingungan yang mendalam.

"Bukankah itu berarti Kaisar telah membuang Pangeran Lucas dari kandidat calon penerus kaisar?" batin Arthur, ekspresinya berubah menjadi muram.

Lucas menatap Arthur dengan penuh keyakinan, "Tenang saja, aku menentang hal tersebut," katanya sambil terus berjalan di lorong kastil. "Dan Kaisar menyuruhku untuk bertanding satu lawan satu dengan Pangeran kedua sebulan sebelum pendaftaran akademi."

Arthur semakin tercengang, "Bagaimana mungkin...?!" serunya kaget. "Bukankah artinya hanya ada waktu tiga minggu dari sekarang..?!"

Namun, Lucas tetap tenang dan percaya diri. "Aku akan menang," gumamnya mantap, "Ini hanyalah sebuah duel biasa."

Arthur menatap Lucas dengan wajah penuh kelelahan dan kekhawatiran, "Ba-Bagaimana caranya?" tanyanya lemah.

"Caranya?" ucap Lucas menoleh dan melirik Arthur, tatapannya penuh dengan keyakinan. "Tak ada caranya, karena kemenanganku itu sudah mutlak," ucapnya tegas.

Dengan gagah, Lucas melangkah di depan Arthur, meninggalkan Arthur yang memandanginya dengan campuran antara harapan dan kekhawatiran.

"Pangeran Lucas... dia telah berubah sepenuhnya," batin Arthur, tersenyum senang sambil membandingkan Lucas yang dulu dan yang sekarang.

Ketika mereka sampai di kamar Lucas, Lucas segera mengajukan pertanyaan, "Apakah kau sudah mengambil Jantung Phoenix yang kuminta sebelumnya?" tanyanya pada Arthur.

Arthur mengangguk, "Ya, itu berada di kamar anda," jawabnya, sambil menunjukkan Jantung Phoenix yang terletak di atas meja.

Lucas tersenyum tipis saat melihat Jantung Phoenix yang berkilauan di depannya.

"Warnanya yang menyala dengan warna-warni api yang menyala, berkilau seperti permata langka yang terbakar dalam bara abadi," pikir Lucas dalam hati. "Bentuknya yang membulat dan lekukannya yang elegan memberikan kesan kekuatan yang hebat."

Dia mengulurkan tangannya dan memegang Jantung Phoenix dengan lembut, menatapnya dengan penuh kagum.

"Arthur, tolong jaga di depan pintu," ucap Lucas dengan tenang. "Aku akan menyerap kekuatan dari eliksir ini sepenuhnya."

"Pangeran..?" panggil Arthur kebingungan. "Bukankah lebih baik di masak terlebih dahulu." ucap arthur dengan heran.

"Tidak" Ujar Lucas dengan tegas. "Itu hanya membuat efeknya menurun." tambahnya, memegang Jantung Phoenix di tangannya.

"Baiklah" Arthur memberikan hormat dan pergi menjaga di depan pintu dengan patuh, membiarkan Lucas sendirian di kamarnya.

"Memakan jantung mahluk mitos kah..." gumam Lucas dengan rasa ingin tahu yang memuncak, mendekatkan Jantung Phoenix ke mulutnya.

Cahaya merah dan emas yang bersatu memantul dari permukaan jantung itu, menciptakan kilauan yang memikat di sudut ruangan.

Saat dia membawa Jantung Phoenix ke bibirnya, aroma harum yang memikat memenuhi udara, membangkitkan naluri primal dalam dirinya.

Bau harum itu terasa seperti seruan dari dunia lain, menariknya untuk menelan eliksir ajaib itu.

Setetes cairan emas membelah udara, meluncur masuk ke mulutnya, dan dengan setiap tetes yang ditelan, rasa panas yang membara merayap ke seluruh tubuhnya.

Sensasi itu tidak seperti yang pernah dirasakannya sebelumnya. Ini bukan sekadar sensasi panas biasa, tapi ini adalah nyala api neraka yang dapat melahap segala sesuatu di dalamnya.

Dia merasakan api menyala yang membakar tenggorokannya, seolah-olah ribuan jarum panas menusuk-nusuk setiap serat jaringan di dalamnya.

Helaan napasnya terasa seperti menghirup asap beracun yang memenuhi udara, menyebabkan tubuhnya terus bergetar dalam ketidaknyamanan.

"Ini cukup panas," ucap Lucas dengan susah payah, tubuhnya dibanjiri oleh keringat. "Rasanya daging di dalam tubuhku terbakar oleh api dari neraka..!!"

Sensasi panas yang menyiksa merambat ke dalam perutnya, seolah-olah ada bara api yang berkobar-kobar di dalam sana.

Perutnya terasa berputar dan meronta, memuntahkan rasa sakit yang menusuk-nusuk setiap sudut tubuhnya.

Keringat dingin membanjiri tubuhnya, dan dia merasakan denyutan yang menyakitkan di setiap sarafnya.

Rasanya seperti tubuhnya sedang diuji dengan cara yang tak manusiawi.

Namun, rasa sakit itu tidak berhenti di sana. Begitu Jantung Phoenix masuk ke dalam tubuhnya, energi yang terkandung di dalamnya menembus setiap serat tubuhnya, memperkuatnya hingga ke tingkat atom.

"Ini benar-benar hebat..!!" seru Lucas dalam hati, sambil menahan rasa sakit yang tak terbayangkan. "Bahkan mencapai tingkat atom, dan bahkan meningkatkan kelima indra milikku.."

Namun, sensasi panas yang menyiksa tidak kunjung berhenti.

Begitu cairan emas merembes ke dalam aliran darahnya, sensasi terbakar yang menyiksa merambat ke setiap ujung sarafnya.

Dia merasakan tubuhnya gemetar dan berkeringat, seolah-olah terbakar hidup-hidup oleh api neraka itu sendiri.

"Kekuatan ini melewati pembuluh darahku seperti sungai lava yang mengalir," batin Lucas, menahan rasa panas yang tak terbayangkan di dalam tubuhnya.

Tulang-tulangnya menguat, otot-ototnya membesar, dan energi yang membara menerpa setiap sudut tubuhnya.

Lucas menggertakkan giginya, uratnya-uratnya mengeras, "Setiap detik terasa seperti siksaan yang tak berujung.." batin Lucas, melawan rasa sakit yang melanda seluruh tubuhnya.

Setelah beberapa saat yang terasa seperti selamanya, sensasi sakit itu akhirnya mereda.

Pangeran Lucas bangkit dari lantai dengan nafas tersengal-sengal, "Akhirnya selesai.." gumamnya, merasa lega.

Dengan tubuh yang masih gemetar, dia meraih kesadarannya kembali, memandangi tubuhnya yang sudah berubah dari kaca yang berada di depannya.

Terpopuler

Comments

Neu

Neu

Nah, I'd win. 🫴🟣

2024-09-03

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebangkitan
2 Bab 2 - Sang Penguasa
3 Bab 3 - Pembersihan
4 Bab 4 - Undangan Kaisar
5 Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6 Bab 6 - Jantung Phoenix
7 Bab 7 - Blood Goddes Witch
8 Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9 Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10 Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11 Bab 11 - Ksatria yang setia
12 Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13 Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14 Bab 14 - Shadow Sovereign
15 Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16 Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17 Bab 17 - The Book of Imperator
18 Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19 Bab 19 - Pedang Glaimrend
20 Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21 Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22 Bab 22 - Sebuah Permulaan
23 Bab 23 - Memasuki Akademi
24 Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25 Bab 25 - Kelas sihir
26 Bab 26 - Apa itu mana?
27 Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28 Bab 28 - Keluarga Beaumont
29 Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30 Bab 30 - Konspirasi?
31 Bab 31 - Sihir Kuno
32 Bab 32 - Noir
33 Bab 33 - Kematian Phineas
34 Bab 34 - Leonidas Pendragon
35 Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36 Bab 36 - Pembebasan Azura
37 Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38 Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39 Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40 Bab 40 - Fitnah yang terencana
41 Bab 41 - Di balik bayangan
42 Bab 42 - Penghakiman
43 Bab 43 - Sebuah tawaran
44 Bab 44 - Manipulasi?
45 Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46 Bab 46 - Suara yang memikat
47 Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48 Bab 48 - Rekan baru
49 Bab 49 - Callian Beaumont
50 Bab 50 - Fragmen Primodial
51 Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52 Bab 52 - Menuju Void Nexus
53 Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54 Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55 Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56 Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57 Season 1 End
58 Season 2 — 01-01-2025
59 Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60 Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61 Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62 Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63 Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64 Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65 Chapter 63 — Perubahan Alur
66 Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67 Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68 Chapter 66 — Kematian banyak orang
69 Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70 Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71 Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72 Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73 Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74 Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75 Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76 Chapter 74 — Akashic
77 Chapter 75 — Memulai perperangan
78 Chapter 76 —Retakan Pertama
79 Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80 Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81 Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82 Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83 Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84 Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85 Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86 Chapter 84 — Jalan Berdarah
87 Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88 Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89 Chapter 87 — Melawan raja iblis
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Bab 1 - Kebangkitan
2
Bab 2 - Sang Penguasa
3
Bab 3 - Pembersihan
4
Bab 4 - Undangan Kaisar
5
Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6
Bab 6 - Jantung Phoenix
7
Bab 7 - Blood Goddes Witch
8
Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9
Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10
Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11
Bab 11 - Ksatria yang setia
12
Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13
Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14
Bab 14 - Shadow Sovereign
15
Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16
Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17
Bab 17 - The Book of Imperator
18
Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19
Bab 19 - Pedang Glaimrend
20
Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21
Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22
Bab 22 - Sebuah Permulaan
23
Bab 23 - Memasuki Akademi
24
Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25
Bab 25 - Kelas sihir
26
Bab 26 - Apa itu mana?
27
Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28
Bab 28 - Keluarga Beaumont
29
Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30
Bab 30 - Konspirasi?
31
Bab 31 - Sihir Kuno
32
Bab 32 - Noir
33
Bab 33 - Kematian Phineas
34
Bab 34 - Leonidas Pendragon
35
Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36
Bab 36 - Pembebasan Azura
37
Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38
Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39
Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40
Bab 40 - Fitnah yang terencana
41
Bab 41 - Di balik bayangan
42
Bab 42 - Penghakiman
43
Bab 43 - Sebuah tawaran
44
Bab 44 - Manipulasi?
45
Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46
Bab 46 - Suara yang memikat
47
Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48
Bab 48 - Rekan baru
49
Bab 49 - Callian Beaumont
50
Bab 50 - Fragmen Primodial
51
Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52
Bab 52 - Menuju Void Nexus
53
Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54
Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55
Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56
Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57
Season 1 End
58
Season 2 — 01-01-2025
59
Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60
Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61
Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62
Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63
Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64
Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65
Chapter 63 — Perubahan Alur
66
Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67
Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68
Chapter 66 — Kematian banyak orang
69
Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70
Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71
Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72
Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73
Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74
Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75
Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76
Chapter 74 — Akashic
77
Chapter 75 — Memulai perperangan
78
Chapter 76 —Retakan Pertama
79
Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80
Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81
Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82
Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83
Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84
Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85
Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86
Chapter 84 — Jalan Berdarah
87
Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88
Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89
Chapter 87 — Melawan raja iblis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!