Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran

Lucas duduk sambil menyeruput tehnya, pandangannya tenggelam dalam halaman-halaman novel yang ia baca.

Cahaya matahari pagi menerpa wajahnya, menambah kesan tenang pada suasana di ruang bacanya.

"Pangeran Lucas...?" panggil Arthur dengan ragu dari pintu.

Lucas mengangkat pandangannya dari buku dan menatap Arthur dengan tajam.

Mata Lucas seakan menembus jiwa Arthur, membuatnya merasa kecil.

"T-tidak jadi, silahkan lanjutkan membaca," kata Arthur cepat-cepat, suaranya bergetar oleh rasa takut.

Lucas mendengus pelan, menaruh bukunya di meja, dan kembali menyeruput tehnya.

Ia tampak tidak terganggu oleh interupsi singkat itu, tetapi keheningan yang mengikuti membuat Arthur semakin gelisah.

Beberapa saat berlalu dalam keheningan yang tegang, Arthur tak bisa menahan diri untuk terus memandang Lucas.

Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya.

"Mengapa kau menatapku terus?" gerutu Lucas, merasa terganggu. "Itu sangat mengganggu."

Arthur menelan ludah, "Maafkan saya, Pangeran. Saya hanya...," ia terhenti, mencoba mencari kata-kata yang tepat.

Lucas menutup bukunya dan berdiri, "Jika ada yang ingin kau katakan, katakan saja," ujarnya kesal.

Arthur menundukkan kepalanya, "Maafkan saya," katanya penuh penyesalan.

"Jadi?" tanya Lucas, "Apa yang ingin kau katakan?"

"Itu...," kata Arthur dengan penuh keraguan.

Tatapan Lucas semakin tajam, menuntut jawaban.

"Pertandingan Anda dengan Pangeran kedua akan dimulai satu jam lagi!" seru Arthur, takut-takut.

Lucas mendesah panjang, "Kau mengganggu ku hanya karena itu? Apa kau serius?"

"Hah?" gumam Arthur bingung, "Apa maksud Anda?"

Lucas mengabaikannya, mengangkat tangan kanannya.

Sebuah lingkaran sihir muncul di hadapannya, membentuk portal menuju ibu kota kekaisaran.

Sebelum masuk, Lucas menoleh. "Ayo masuk," ajaknya.

Arthur terdiam sejenak, lalu mengikuti Lucas dari belakang seperti seorang pelayan sejati.

Mereka berdua berjalan di kota yang penuh dengan kehidupan.

Para pedagang berteriak menawarkan dagangan mereka, sementara anak-anak berlarian di antara kaki para pengunjung pasar.

Ketika melihat rambut kuning Lucas, orang-orang langsung menyingkir dan memberikan jalan kepadanya.

Lucas memutar matanya, melihat pemandangan kota yang indah.

"Ini sangat mirip dengan ibu kota di Kekaisaran Angevin ku dulu," gumam Lucas dalam hati, merasa nostalgia dengan kehidupan sebelumnya.

Bisik-bisik masyarakat terdengar jelas.

"Bukankah dia pangeran terburuk, Lucas De Valorian?"

"Jika dia di sini, maka pertandingan antara Pangeran Ketujuh Lucas, dan Pangeran kedua, Arnoul itu harusnya beneran, kan?!"

"Bagaimana bisa seseorang yang lemah sepertinya menantang Pangeran kedua...?"

Lucas hanya mengabaikan mereka semua, sementara itu Arthur merasa kesal dan berhenti berjalan.

Lucas menoleh ke arah Arthur yang berdiam diri. "Ada apa?" tanyanya dengan nada lebih lembut.

"Tuan," panggil Arthur, dia menggertakkan giginya menahan amarah. "BERANINYA RAKYAT JELATA SEPERTI KALIAN MENGHINA PANGERAN LUCAS...?!"

Arthur mengeluarkan pedangnya dari sarung, menodongkannya kepada orang-orang yang menghina Lucas.

Tatapan Arthur sangat tajam, dia mengeluarkan Aura pedang miliknya.

"Hukuman yang pantas untuk orang seperti kalian adalah kematian!" Teriak Arthur, berlari menuju orang-orang yang sebelumnya menghina Lucas.

Namun, sebelum pedangnya menebas tenggorokan orang itu, seorang wanita datang dan menepis pedang Arthur, membuat Arthur terdorong beberapa langkah.

Wanita itu tersenyum tipis, merasa sedikit kagum dengan Arthur. "Sir Arthur, apakah Anda telah mengalami peningkatan akhir-akhir ini? Anda bahkan dapat menahan seranganku."

"Sena...?!" gumam Arthur, matanya langsung berputar mencari seseorang. "Jika dia di sini maka..."

Pangeran kedua Arnoul De Valorian, berada di samping Arthur.

Dia tersenyum lembut, "Bagaimana kabar Anda, Sir Arthur?" sapa Arnoul, dengan belati yang dia pegang berada di leher Arthur.

"Hei," panggil Lucas dari belakang, "Itu sudah cukup," ujarnya, dengan pedang miliknya yang sudah berada di belakang punggung Arnoul.

Arnoul melirik Lucas dengan tajam, lalu tersenyum saat itu juga dan mengangkat kedua lengannya.

"Pertandingannya bahkan belum dimulai," ucap Arnoul dengan senyuman.

Lucas menarik pedangnya dan menaruhnya kembali di sarung pedang.

Sena segera berlari mendekati Arnoul. "Pangeran Arnoul, apakah Anda baik-baik saja?" tanyanya khawatir.

Arnoul tersenyum dan menepuk kepala Sena dengan lembut. "Ya, aku baik-baik saja."

Lucas langsung melangkah pergi dari sana, "Ayo, Arthur," ucap Lucas mengajak Arthur, meninggalkan Arnoul yang sedang mengobrol dengan Sena.

"Baik," ucap Arthur, langsung menaruh pedangnya di sarung pedang lalu bergegas berjalan mengikuti Lucas.

Arnoul melihat Lucas dan Arthur yang semakin menjauh.

"Apa-apaan itu tadi...?" batin Arnoul, merasa gelisah. "Aku bahkan tidak bisa merasakan keberadaannya," lanjutnya, merujuk pada Lucas yang tiba-tiba di belakangnya.

Melihat tuannya yang gelisah, Sena bertanya lagi dengan khawatir. "Apakah Anda sungguh baik-baik saja?"

Arnoul menatap Sena dengan lembut. "Sena," gumamnya memanggil pelayannya, dia mengeluarkan keringat dingin.

"Ya, Pangeran?" respon Sena dengan lembut.

"Sepertinya aku akan kalah di pertandingan ini," ujar Arnoul menatap Lucas, senyuman lembutnya menyembunyikan rasa takut.

Episodes
1 Bab 1 - Kebangkitan
2 Bab 2 - Sang Penguasa
3 Bab 3 - Pembersihan
4 Bab 4 - Undangan Kaisar
5 Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6 Bab 6 - Jantung Phoenix
7 Bab 7 - Blood Goddes Witch
8 Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9 Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10 Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11 Bab 11 - Ksatria yang setia
12 Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13 Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14 Bab 14 - Shadow Sovereign
15 Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16 Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17 Bab 17 - The Book of Imperator
18 Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19 Bab 19 - Pedang Glaimrend
20 Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21 Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22 Bab 22 - Sebuah Permulaan
23 Bab 23 - Memasuki Akademi
24 Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25 Bab 25 - Kelas sihir
26 Bab 26 - Apa itu mana?
27 Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28 Bab 28 - Keluarga Beaumont
29 Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30 Bab 30 - Konspirasi?
31 Bab 31 - Sihir Kuno
32 Bab 32 - Noir
33 Bab 33 - Kematian Phineas
34 Bab 34 - Leonidas Pendragon
35 Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36 Bab 36 - Pembebasan Azura
37 Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38 Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39 Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40 Bab 40 - Fitnah yang terencana
41 Bab 41 - Di balik bayangan
42 Bab 42 - Penghakiman
43 Bab 43 - Sebuah tawaran
44 Bab 44 - Manipulasi?
45 Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46 Bab 46 - Suara yang memikat
47 Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48 Bab 48 - Rekan baru
49 Bab 49 - Callian Beaumont
50 Bab 50 - Fragmen Primodial
51 Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52 Bab 52 - Menuju Void Nexus
53 Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54 Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55 Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56 Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57 Season 1 End
58 Season 2 — 01-01-2025
59 Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60 Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61 Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62 Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63 Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64 Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65 Chapter 63 — Perubahan Alur
66 Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67 Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68 Chapter 66 — Kematian banyak orang
69 Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70 Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71 Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72 Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73 Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74 Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75 Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76 Chapter 74 — Akashic
77 Chapter 75 — Memulai perperangan
78 Chapter 76 —Retakan Pertama
79 Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80 Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81 Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82 Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83 Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84 Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85 Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86 Chapter 84 — Jalan Berdarah
87 Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88 Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89 Chapter 87 — Melawan raja iblis
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Bab 1 - Kebangkitan
2
Bab 2 - Sang Penguasa
3
Bab 3 - Pembersihan
4
Bab 4 - Undangan Kaisar
5
Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6
Bab 6 - Jantung Phoenix
7
Bab 7 - Blood Goddes Witch
8
Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9
Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10
Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11
Bab 11 - Ksatria yang setia
12
Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13
Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14
Bab 14 - Shadow Sovereign
15
Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16
Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17
Bab 17 - The Book of Imperator
18
Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19
Bab 19 - Pedang Glaimrend
20
Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21
Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22
Bab 22 - Sebuah Permulaan
23
Bab 23 - Memasuki Akademi
24
Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25
Bab 25 - Kelas sihir
26
Bab 26 - Apa itu mana?
27
Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28
Bab 28 - Keluarga Beaumont
29
Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30
Bab 30 - Konspirasi?
31
Bab 31 - Sihir Kuno
32
Bab 32 - Noir
33
Bab 33 - Kematian Phineas
34
Bab 34 - Leonidas Pendragon
35
Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36
Bab 36 - Pembebasan Azura
37
Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38
Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39
Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40
Bab 40 - Fitnah yang terencana
41
Bab 41 - Di balik bayangan
42
Bab 42 - Penghakiman
43
Bab 43 - Sebuah tawaran
44
Bab 44 - Manipulasi?
45
Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46
Bab 46 - Suara yang memikat
47
Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48
Bab 48 - Rekan baru
49
Bab 49 - Callian Beaumont
50
Bab 50 - Fragmen Primodial
51
Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52
Bab 52 - Menuju Void Nexus
53
Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54
Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55
Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56
Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57
Season 1 End
58
Season 2 — 01-01-2025
59
Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60
Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61
Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62
Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63
Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64
Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65
Chapter 63 — Perubahan Alur
66
Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67
Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68
Chapter 66 — Kematian banyak orang
69
Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70
Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71
Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72
Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73
Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74
Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75
Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76
Chapter 74 — Akashic
77
Chapter 75 — Memulai perperangan
78
Chapter 76 —Retakan Pertama
79
Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80
Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81
Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82
Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83
Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84
Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85
Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86
Chapter 84 — Jalan Berdarah
87
Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88
Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89
Chapter 87 — Melawan raja iblis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!