Bab 15 - Dominasi sang penguasa

Di sebuah ruangan meja bundar yang berada di tengah bangunan besar, dua belas orang duduk melingkari meja tersebut.

Cahaya lampu gantung menerangi wajah mereka yang penuh konsentrasi, menciptakan bayangan samar di dinding.

"Sepertinya ada semut yang berani menerobos markas kita," ucap seorang wanita berkacamata dengan senyuman sinis, matanya memancarkan kegembiraan dari kemungkinan adanya tantangan baru.

Seorang pria tua yang tampak seperti pemimpin mereka mengangguk. "Kau benar," ujarnya, suaranya berat dan tenang.

"Apakah kita hanya akan menunggu dia sampai kesini?" tanya seorang pria berambut merah dengan nada angkuh, pandangannya tajam menyapu seisi ruangan.

Wanita berkacamata meliriknya, alisnya terangkat. "Kau selalu terburu-buru," balasnya dengan nada sinis.

Pria berambut merah menggeram, berdiri dan berjalan keluar. "Aku urus sendiri orang ini," gumamnya kesal.

"Dasar orang-orang bau tanah," gumam pria berambut merah itu dengan kesal. "Biar aku urus sendiri orang ini."

Sesaat setelah pria berambut merah membuka pintu.

Kepalanya langsung terlepas dari lehernya, dan tubuhnya jatuh ke lantai dengan suara berdebum.

Sebelas orang lainnya langsung berdiri, bersiap dalam posisi bertarung.

"Seorang assassin," gumam pria tua yang tampak seperti pemimpin, matanya menyipit.

"Aku bukan seorang assassin," suara lirih terdengar dari telinga pria tua itu.

Dia segera menyerang ke arah asal suara, namun hanya mendapati dirinya menyerang kekosongan.

Bayangan yang sangat gelap berkumpul menjadi satu di tengah-tengah meja bundar, membentuk sosok Lucas.

"Aku bukan seorang assassin," ulang Lucas, suaranya tenang namun penuh ancaman.

Kesebelas orang mengelilinginya, siap menyerang dengan senjata mereka masing-masing.

"Aku adalah seorang penguasa," lanjut Lucas dengan dominasi yang tak terbantahkan.

Serangan mereka hanya menembus tubuh Lucas tanpa menimbulkan kerusakan.

"Apa apaan itu? Serangan kami hanya melewati tubuhnya begitu saja?" pikir wanita berkacamata terkejut. "Ini seperti menyerang sebuah bayangan."

"Kemampuan macam apa ini?" pikir pria tua itu, "Dia tidak memiliki wujud karena dirinya adalah bayangan?"

"Kau benar," ucap Lucas sambil memandang pria tua itu. "Aku tidak berwujud karena mengubah tubuhku sendiri menjadi sebuah bayangan."

Pria tua itu nampak kaget. "Kau bisa membaca pikiranku?" tanyanya dengan penuh keterkejutan.

"Tentu saja," jawab Lucas dengan angkuh. "Ini sangat mudah."

Pria tua itu mundur beberapa langkah dengan cepat, kemudian dia berteriak, "Keluarkan sihir cahaya!"

Pria tua dan sepuluh orang lainnya langsung mengeluarkan sihir cahaya dari lingkaran sihir mereka.

Lucas tertawa kecil. "Kalian melawan Shadow Sovereign dengan kemampuan remeh seperti ini?" ejeknya.

Mereka semua terlihat kesal dengan ejekan Lucas, ekspresi mereka menunjukkan kekesalan yang mendalam.

Sihir cahaya mereka menyala terang, mencoba mengusir kegelapan yang menyelimuti Lucas.

Namun, bayangan yang mengelilingi Lucas tampaknya menyerap cahaya itu, membuat serangan mereka tidak efektif.

"Absolute Darkness," ucap Lucas lirih. Kegelapan yang telah menyelimuti ruangan tiba-tiba berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

Seperti gelombang gelap yang menakutkan, kegelapan merambat dengan cepat, memenuhi setiap sudut ruangan.

"Ap-apa yang terjadi?" desis salah satu dari mereka dengan penuh kebingungan.

Lucas melangkah maju dengan mantap di dalam lautan kegelapan yang baru saja dia ciptakan, tatapannya dingin menembus gelap.

"Pria tua," panggil Lucas dengan suara rendah yang menusuk. "Sebelumnya... kau pikir, kau dapat mengalahkanku, ya?"

Pria tua itu menatap Lucas dengan mata yang penuh ketakutan, tapi juga kekaguman.

"Maafkan hamba, saya sekarang sadar bahwa saya tidak akan pernah bisa mengalahkan anda," ujarnya dengan suara gemetar. "Tapi... Apa yang sebenarnya dilakukan orang sekuat anda di tempat kami?"

"Balas dendam, kurasa," jawab Lucas dingin. Bayangan-bayangan yang mengelilingi Lucas berkumpul dengan ganas, membentuk gelombang kegelapan yang menakutkan.

Keputusasaan menyelimuti wajah para musuh, menyadari bahwa mereka telah bertempur melawan sesuatu yang jauh di luar kemampuan mereka.

Pria tua itu menahan napasnya, ketakutan muncul di matanya yang terbuka lebar. "Apa... apa yang terjadi?!" bisiknya dengan suara gemetar.

Lucas, yang berdiri di tengah kegelapan, melangkah maju dengan langkah yang angkuh.

Tubuhnya seolah-olah menyatu dengan kegelapan, membuatnya terlihat seperti bayangan yang hidup.

Ekspresi wajahnya datar, namun matanya memiliki tatapan tajam yang sangat dingin.

Seluruh orang di ruangan, kecuali pria tua dan wanita berkacamata, mati karena energi kehidupannya telah diserap.

"Kegelapan ini menyerap energi kehidupan?!" batin pria tua itu dengan panik, merasakan dirinya yang telah jauh melemah.

Lucas menatap telapak tangannya yang terdapat bayangan berbentuk jantung, kemudian menggenggamnya dengan keras hingga bayangan itu hilang.

"Agh!" teriak pria tua itu, jantungnya tiba-tiba meledak.

Lucas melirik wanita berkacamata yang sedang terduduk lemah dengan tajam.

Mata Lucas terbuka lebar ketika melihat wanita berkacamata itu.

Absolute Darkness milik Lucas beresonansi dengan tubuh wanita berkacamata.

"Absolute Darkness beresonansi dengan tubuhnya?!" batin Lucas terkejut.

Lucas melangkah menuju wanita berkacamata yang sedang terduduk lemah.

"Apa yang ingin kau lakukan?!" teriak wanita itu dengan suara bergetar ketakutan.

"Siapa namamu?" tanya Lucas dengan suara penuh dominasi.

"Apa?" tanya wanita itu kembali, bingung dengan pertanyaan Lucas.

"Jawab saja pertanyaanku," ucap Lucas dengan tajam.

Gravitasi di sana bertambah drastis, menekan wanita itu hingga terjatuh ke tanah dengan sangat kuat.

"Na-nama saya Frida," teriak wanita berkacamata itu dengan susah payah, menahan tekanan gravitasi yang tak masuk akal.

Lucas menatap Frida dengan dingin, seraya bergumam. "Frida...??"

Episodes
1 Bab 1 - Kebangkitan
2 Bab 2 - Sang Penguasa
3 Bab 3 - Pembersihan
4 Bab 4 - Undangan Kaisar
5 Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6 Bab 6 - Jantung Phoenix
7 Bab 7 - Blood Goddes Witch
8 Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9 Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10 Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11 Bab 11 - Ksatria yang setia
12 Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13 Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14 Bab 14 - Shadow Sovereign
15 Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16 Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17 Bab 17 - The Book of Imperator
18 Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19 Bab 19 - Pedang Glaimrend
20 Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21 Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22 Bab 22 - Sebuah Permulaan
23 Bab 23 - Memasuki Akademi
24 Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25 Bab 25 - Kelas sihir
26 Bab 26 - Apa itu mana?
27 Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28 Bab 28 - Keluarga Beaumont
29 Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30 Bab 30 - Konspirasi?
31 Bab 31 - Sihir Kuno
32 Bab 32 - Noir
33 Bab 33 - Kematian Phineas
34 Bab 34 - Leonidas Pendragon
35 Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36 Bab 36 - Pembebasan Azura
37 Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38 Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39 Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40 Bab 40 - Fitnah yang terencana
41 Bab 41 - Di balik bayangan
42 Bab 42 - Penghakiman
43 Bab 43 - Sebuah tawaran
44 Bab 44 - Manipulasi?
45 Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46 Bab 46 - Suara yang memikat
47 Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48 Bab 48 - Rekan baru
49 Bab 49 - Callian Beaumont
50 Bab 50 - Fragmen Primodial
51 Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52 Bab 52 - Menuju Void Nexus
53 Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54 Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55 Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56 Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57 Season 1 End
58 Season 2 — 01-01-2025
59 Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60 Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61 Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62 Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63 Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64 Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65 Chapter 63 — Perubahan Alur
66 Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67 Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68 Chapter 66 — Kematian banyak orang
69 Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70 Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71 Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72 Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73 Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74 Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75 Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76 Chapter 74 — Akashic
77 Chapter 75 — Memulai perperangan
78 Chapter 76 —Retakan Pertama
79 Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80 Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81 Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82 Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83 Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84 Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85 Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86 Chapter 84 — Jalan Berdarah
87 Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88 Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89 Chapter 87 — Melawan raja iblis
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Bab 1 - Kebangkitan
2
Bab 2 - Sang Penguasa
3
Bab 3 - Pembersihan
4
Bab 4 - Undangan Kaisar
5
Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6
Bab 6 - Jantung Phoenix
7
Bab 7 - Blood Goddes Witch
8
Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9
Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10
Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11
Bab 11 - Ksatria yang setia
12
Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13
Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14
Bab 14 - Shadow Sovereign
15
Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16
Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17
Bab 17 - The Book of Imperator
18
Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19
Bab 19 - Pedang Glaimrend
20
Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21
Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22
Bab 22 - Sebuah Permulaan
23
Bab 23 - Memasuki Akademi
24
Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25
Bab 25 - Kelas sihir
26
Bab 26 - Apa itu mana?
27
Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28
Bab 28 - Keluarga Beaumont
29
Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30
Bab 30 - Konspirasi?
31
Bab 31 - Sihir Kuno
32
Bab 32 - Noir
33
Bab 33 - Kematian Phineas
34
Bab 34 - Leonidas Pendragon
35
Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36
Bab 36 - Pembebasan Azura
37
Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38
Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39
Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40
Bab 40 - Fitnah yang terencana
41
Bab 41 - Di balik bayangan
42
Bab 42 - Penghakiman
43
Bab 43 - Sebuah tawaran
44
Bab 44 - Manipulasi?
45
Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46
Bab 46 - Suara yang memikat
47
Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48
Bab 48 - Rekan baru
49
Bab 49 - Callian Beaumont
50
Bab 50 - Fragmen Primodial
51
Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52
Bab 52 - Menuju Void Nexus
53
Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54
Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55
Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56
Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57
Season 1 End
58
Season 2 — 01-01-2025
59
Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60
Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61
Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62
Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63
Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64
Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65
Chapter 63 — Perubahan Alur
66
Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67
Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68
Chapter 66 — Kematian banyak orang
69
Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70
Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71
Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72
Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73
Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74
Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75
Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76
Chapter 74 — Akashic
77
Chapter 75 — Memulai perperangan
78
Chapter 76 —Retakan Pertama
79
Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80
Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81
Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82
Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83
Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84
Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85
Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86
Chapter 84 — Jalan Berdarah
87
Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88
Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89
Chapter 87 — Melawan raja iblis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!