Bab 20 - Lucas Vs Arnoul

Lucas dan Arthur berjalan menyusuri jalan berbatu menuju koloseum, diikuti oleh Clara yang masih kesal.

Langit biru cerah memperlihatkan tanda-tanda hari yang panas.

Kerumunan orang mulai berkumpul di sekitar koloseum, bersemangat untuk melihat pertarungan yang akan datang.

"Apa Anda yakin ingin melawan Pangeran Kedua?" tanya Arthur dengan cemas, mengingatkan Lucas tentang reputasi Arnoul yang dikenal cerdas dalam bertarung.

Lucas hanya tersenyum tipis, menunjukkan ketenangan yang mendalam di matanya.

Koloseum itu megah, berdiri tinggi dengan pilar-pilar besar yang menjulang ke langit.

Begitu mereka masuk, sorakan dari penonton menggema, membuat suasana semakin tegang.

Di tengah arena, Pangeran Kedua Arnoul sudah menunggu.

Tubuhnya tegap dan posturnya menunjukkan kekuatan dan pengalaman bertarung yang luar biasa.

Arnoul menggunakan baju yang elegan dan indah, memegang sebuah pedang yang terlihat hebat di lengannya.

Senyumannya terlihat sangat ramah, dia terlihat seperti orang yang rendah hati dan penyayang.

"Lucas," panggil Arnoul dengan suara yang hangat, memancing perhatian semua orang. "Apakah kau sudah siap?"

Lucas melangkah maju dengan tenang, matanya menatap tajam ke arah Arnoul. "Aku sudah siap, Kak," ucap Lucas dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.

Sebuah perisai sihir langsung mengelilingi koloseum, melindungi penonton dari serangan mereka berdua.

Clara yang sedang menonton merasa kesal dengan Lucas. "Dia memanggil Arnoul Kak, tapi memanggilku Clara...?!!" gumamnya sambil menggertakan giginya. "Aku harap kau kalah dengan menyedihkan, bocah sialan!"

Sorakan dari penonton semakin keras, menyemangati kedua pangeran yang akan bertarung.

Kaisar Edgard dan Duke Velmore duduk di kursi khusus di koloseum yang sangat megah, mereka berdua menonton pertandingan tersebut.

Kaisar Edgard mengeluarkan sedikit keringat dingin ketika dia menatap Lucas.

"Yussa Angevin...?" batin Kaisar Edgard. "Siapa dia sebenarnya? Bagaimana dia bisa memasuki tubuh putraku...?" lanjutnya, mengingat peristiwa di mana domainnya hancur hanya dengan jentikan jari Yussa Angevin di pertemuan mereka sebelumnya.

Duke Velmore menatap Kaisar Edgard yang bergetar. "Apakah emosi Kaisar sedang buruk...?" pikir Duke Velmore, takut jika Kaisar Edgard marah.

"Duke Velmore," panggil Kaisar Edgard dengan suara serak. Duke Velmore dengan sigap langsung menjawab, "Y-Ya Kaisar..?!"

Kembali ke dalam arena, Lucas berdiri di depan Arnoul.

Mereka berdua saling menatap, Lucas dengan tatapan tajam dan Arnoul dengan tatapan hangat.

Lucas meluruskan tangannya ke depan, mengisyaratkan Arnoul untuk menunggunya sebentar.

Lucas melirik ke arah Duke Velmore dan Kaisar Edgard, lalu dia berteriak, "Kaisar Edgard De Valorian dan Duke Velmore Fedasst."

Duke Velmore menoleh ke arah Lucas, begitu juga Kaisar Edgard.

"Kenapa dia memanggilku?" pikir Kaisar Edgard, sedikit panik.

"Aku memiliki permintaan selain mendapatkan izin masuk akademi," lanjut Lucas. "Permintaan...??" ujar Duke Velmore dengan sedikit bingung. "Apa permintaan anda, Pangeran?!" katanya dengan nada keras.

"Aku ingin Jessica Herdinal menjadi pelayan pribadiku...!" tambah Lucas, menyatakan permintaannya.

Seluruh orang yang menyaksikan itu terkejut, mereka semua salah sangka dengan tujuan Lucas.

"Apakah Pangeran Lucas menyukai seorang pelayan?" bisik mereka.

"Bukankah ini sebuah cinta terlarang?" bisik yang lainnya.

"Benar-benar romantis!" bisik perempuan yang menyaksikan.

Arnoul memegang pundak Lucas, dia tersenyum dengan lembut.

"Jangan dengarkan apa yang dikatakan orang-orang, Lucas," kata Arnoul, mencoba menenangkan Lucas. "Aku juga sama sepertimu, menyukai seorang pelayan."

Lucas memandang Arnoul dengan tatapan aneh. "Menyukai seorang pelayan? Apakah kau benar-benar seorang bangsawan? Di mana harga dirimu?" ejek Lucas kepada Arnoul.

"Lalu, untuk apa kau ingin membawa pelayan itu..?" tanya Arnoul terkejut.

"Tentu saja karena dia berguna," jawab Lucas, menatap Arnoul dengan jijik.

Arnoul terdiam ketika diejek Lucas, dia berbalik dengan lemas lalu melangkah menjauh dari Lucas.

Di kursi khusus koloseum, Duke Velmore menatap Kaisar Edgard dengan rasa bingung.

"Kaisar?" panggil Duke Velmore, menanyakan pendapat Kaisar Edgard mengenai permintaan Lucas.

Kaisar Edgard menjawab dengan dingin, "Terserahmu saja, bukankah dia pelayanmu?"

Duke Velmore tersenyum canggung, kemudian dia langsung mengangkat tangannya. "Baiklah, saya akan memenuhi permintaan Anda, Pangeran Ketujuh!" teriak Duke Velmore.

Mendengar hal itu, Lucas tersenyum sinis, dia langsung menyiapkan posisi bertarung.

Begitu juga Arnoul, dia langsung menyiapkan posisi bertarung, memasang ekspresi yang terlihat kesal.

"Aku berniat untuk menahan diri," ucap Arnoul. "Tapi ucapanmu benar-benar membuatku marah, Lucas," lanjutnya, sambil mengeluarkan sebuah aura pedang tingkat Master yang menyelimuti pedangnya dengan es yang dingin.

Lucas tersenyum, matanya terlihat merendahkan Arnoul. "Kau memang harus mengeluarkan seluruh kemampuanmu jika tidak ingin kalah dengan sekali serangan," kata Lucas sambil mengeluarkan Glaimrend dari ketiadaan, pedangnya terbalut dengan aura berwarna emas yang sangat indah.

Seluruh orang yang berada di koloseum terdiam, mereka semua terkejut dengan apa yang dikeluarkan oleh Lucas. Mata Arnoul terbuka lebar.

"PERFECT AURA...?" batinnya, benar-benar terkejut.

Clara juga terkejut berat melihat Lucas yang mengeluarkan aura tingkat kesempurnaan. "Aura tingkat kesempurnaan..?" batinnya merasa terkejut. "Bocah lemah itu memiliki aura tingkat kesempurnaan..?"

Clara menoleh ke arah Arthur yang duduk di sampingnya. "Apakah kau sudah tahu bahwa Lucas sekuat ini?!" tanyanya.

Arthur juga terlihat cemas, ikut terkejut. "Aku pernah melihat itu ketika dia Pangeran Lucas Sparring dengan Sir Jorge, namun aku tak menyangka bahwa itu adalah Perfect Aura..." gumamnya dengan suara bergetar.

Jessica yang duduk di sisi samping lainnya Clara tiba-tiba ikut bicara.

"Aura itu apa?" tanya Jessica dengan bingung.

Clara terkejut dengan suara Jessica, tersentak dan kepalanya terbentur dengan kepala Arthur.

Ketika Clara menghadap ke belakang dan ingin memukul Jessica, dia langsung tenang karena kecantikan Jessica.

"Tuan Putri Ketiga," Jessica memulai, suaranya dipenuhi dengan rasa ingin tahu, "bolehkah Anda menjelaskan lebih lanjut tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan 'Aura'?"

Clara berhenti sejenak, mempertimbangkan pertanyaan Jessica sebelum melanjutkan.

"Aura bukan hanya keterampilan fisik, Jessica," Clara menjelaskan dengan lembut. "Ini melampaui sekadar kecakapan fisik semata. Ini adalah kekuatan spiritual, kekuatan batin yang memungkinkan seseorang untuk menguasai senjata mereka dengan lebih dari sekadar keterampilan fisik saja."

Mata Jessica melebar dengan keingintahuan. "Dan apakah ada tingkatan berbeda dalam Aura?"

Clara mengangguk, ekspresinya penuh pemikiran. "Tentu saja, Jessica. Ada beberapa tingkatan dalam ranah Aura. Pertama, ada Pengguna Aura. Pada tahap ini, individu dapat meningkatkan insting, kekuatan fisik, dan jarak serang mereka dengan signifikan. Mereka memiliki kemampuan untuk memanipulasi energi aura untuk mencapai prestasi tersebut, menjadikan mereka lawan yang tangguh dalam pertempuran."

Jessica mendengarkan dengan penuh perhatian saat Clara terus membongkar lapisan-lapisan Aura.

"Selanjutnya, ada Ahli Aura," Clara melanjutkan. "Mereka telah menguasai afinitas elemen, meskipun belum sekuat Aura Master. Namun, mereka dapat mengendalikan kekuatan elemen mereka dengan presisi dalam pertempuran, menciptakan serangan mematikan."

Suara Clara mengambil nada yang lebih serius saat dia memasuki tingkatan berikutnya. "Kemudian, kita memiliki Master Aura. Individu-individu ini memiliki kemampuan untuk mengendalikan sebuah kemampuan yang sangat kuat dan peningkatan fisik yang sangat hebat. Sebagai contoh, seorang Master Aura tipe api dapat membakar hutan yang memiliki luas suatu negara."

Napas Jessica tercekat di tenggorokannya, kekagumannya tumbuh dengan setiap kata yang Clara ucapkan.

"Apakah mungkin bagi siapa pun untuk mencapai tingkat Master Aura?" tanya Jessica.

Ekspresi Clara berubah menjadi serius saat dia menggelengkan kepala. "Tidak, Jessica. Mencapai status Master Aura sangatlah langka dan memerlukan dedikasi dan latihan yang luar biasa. Hanya sedikit yang bisa mencapai tingkat tersebut, menjadi penguasa yang tangguh dalam pertempuran."

Jessica tercengang, suaranya penuh kagum. "Jadi, apakah Pangeran Lucas adalah seorang Master Aura?"

Mata Clara berkilau dengan intensitas yang tersembunyi. "Tidak hanya itu, Jessica," jawabnya, suaranya terdengar penuh kegembiraan. "Lucas bahkan telah melampaui itu. Dia telah mencapai Aura Kesempurnaan—puncak kekuatan spiritual. Dalam Aura Sempurna, seseorang mendapatkan kendali mutlak atas Aura mereka, memungkinkan mereka untuk memanipulasi realitas, ruang, waktu, dan bahkan dapat menebas ketiadaan seperti; Jiwa, Kehampaan, Kegelapan, dan bahkan menebas sesuatu yang tak bisa ditebas."

Pikiran Jessica melayang dengan implikasi kata-kata Clara. "Pangeran Lucas sekuat itu...?" gumamnya. "Bukankah dia dijuluki sebagai pangeran terburuk...?"

Arthur melirik Jessica dengan tajam, aura tingkat Expert miliknya keluar dengan kuat. Ketika auranya hampir mengenai Jessica—

Boom!

Suara ledakan yang sangat kuat terdengar dari arena.

Semua orang langsung menatap arena dengan serius.

Arnoul bertekuk lutut di hadapan Lucas, pedang Lucas sudah berada di samping lehernya.

"Kau sudah kalah, Arnoul," ucap Lucas, bahkan tak mengeluarkan keringat sedikit pun.

Tubuh Arnoul dipenuhi dengan luka tebasan, dia tersenyum ragu. "Apakah kau menyembunyikan kekuatanmu selama ini, Lucas?" ucapnya dengan susah payah.

"Mungkin," jawab Lucas dengan enggan.

Arnoul meludahkan darah, mencoba berdiri dengan susah payah hingga badannya bergetar hebat.

"Apa ini?" pikir Lucas, merasa kagum. "Dia masih bisa bangkit?"

Arnoul menghunuskan pedangnya ke Lucas. "Ini belum selesai, Lucas," ujarnya dengan badan yang dipenuhi luka.

Lucas terdiam, lalu perlahan mengeluarkan senyuman. "Ini sangat menarik," gumamnya.

Lucas langsung berlari menuju Arnoul, mata kuningnya bersinar dengan sangat terang.

Episodes
1 Bab 1 - Kebangkitan
2 Bab 2 - Sang Penguasa
3 Bab 3 - Pembersihan
4 Bab 4 - Undangan Kaisar
5 Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6 Bab 6 - Jantung Phoenix
7 Bab 7 - Blood Goddes Witch
8 Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9 Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10 Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11 Bab 11 - Ksatria yang setia
12 Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13 Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14 Bab 14 - Shadow Sovereign
15 Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16 Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17 Bab 17 - The Book of Imperator
18 Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19 Bab 19 - Pedang Glaimrend
20 Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21 Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22 Bab 22 - Sebuah Permulaan
23 Bab 23 - Memasuki Akademi
24 Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25 Bab 25 - Kelas sihir
26 Bab 26 - Apa itu mana?
27 Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28 Bab 28 - Keluarga Beaumont
29 Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30 Bab 30 - Konspirasi?
31 Bab 31 - Sihir Kuno
32 Bab 32 - Noir
33 Bab 33 - Kematian Phineas
34 Bab 34 - Leonidas Pendragon
35 Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36 Bab 36 - Pembebasan Azura
37 Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38 Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39 Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40 Bab 40 - Fitnah yang terencana
41 Bab 41 - Di balik bayangan
42 Bab 42 - Penghakiman
43 Bab 43 - Sebuah tawaran
44 Bab 44 - Manipulasi?
45 Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46 Bab 46 - Suara yang memikat
47 Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48 Bab 48 - Rekan baru
49 Bab 49 - Callian Beaumont
50 Bab 50 - Fragmen Primodial
51 Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52 Bab 52 - Menuju Void Nexus
53 Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54 Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55 Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56 Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57 Season 1 End
58 Season 2 — 01-01-2025
59 Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60 Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61 Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62 Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63 Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64 Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65 Chapter 63 — Perubahan Alur
66 Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67 Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68 Chapter 66 — Kematian banyak orang
69 Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70 Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71 Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72 Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73 Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74 Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75 Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76 Chapter 74 — Akashic
77 Chapter 75 — Memulai perperangan
78 Chapter 76 —Retakan Pertama
79 Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80 Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81 Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82 Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83 Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84 Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85 Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86 Chapter 84 — Jalan Berdarah
87 Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88 Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89 Chapter 87 — Melawan raja iblis
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Bab 1 - Kebangkitan
2
Bab 2 - Sang Penguasa
3
Bab 3 - Pembersihan
4
Bab 4 - Undangan Kaisar
5
Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6
Bab 6 - Jantung Phoenix
7
Bab 7 - Blood Goddes Witch
8
Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9
Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10
Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11
Bab 11 - Ksatria yang setia
12
Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13
Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14
Bab 14 - Shadow Sovereign
15
Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16
Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17
Bab 17 - The Book of Imperator
18
Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19
Bab 19 - Pedang Glaimrend
20
Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21
Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22
Bab 22 - Sebuah Permulaan
23
Bab 23 - Memasuki Akademi
24
Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25
Bab 25 - Kelas sihir
26
Bab 26 - Apa itu mana?
27
Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28
Bab 28 - Keluarga Beaumont
29
Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30
Bab 30 - Konspirasi?
31
Bab 31 - Sihir Kuno
32
Bab 32 - Noir
33
Bab 33 - Kematian Phineas
34
Bab 34 - Leonidas Pendragon
35
Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36
Bab 36 - Pembebasan Azura
37
Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38
Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39
Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40
Bab 40 - Fitnah yang terencana
41
Bab 41 - Di balik bayangan
42
Bab 42 - Penghakiman
43
Bab 43 - Sebuah tawaran
44
Bab 44 - Manipulasi?
45
Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46
Bab 46 - Suara yang memikat
47
Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48
Bab 48 - Rekan baru
49
Bab 49 - Callian Beaumont
50
Bab 50 - Fragmen Primodial
51
Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52
Bab 52 - Menuju Void Nexus
53
Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54
Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55
Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56
Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57
Season 1 End
58
Season 2 — 01-01-2025
59
Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60
Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61
Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62
Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63
Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64
Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65
Chapter 63 — Perubahan Alur
66
Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67
Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68
Chapter 66 — Kematian banyak orang
69
Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70
Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71
Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72
Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73
Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74
Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75
Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76
Chapter 74 — Akashic
77
Chapter 75 — Memulai perperangan
78
Chapter 76 —Retakan Pertama
79
Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80
Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81
Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82
Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83
Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84
Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85
Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86
Chapter 84 — Jalan Berdarah
87
Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88
Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89
Chapter 87 — Melawan raja iblis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!