Bab 8 - Sparring dengan Jorge

Lucas duduk di sebuah kursi di kamar Lucas, Arthur berdiri di belakangnya sementara Marina dan penjaganya, Jorge, berdiri di hadapannya.

"Jadi, apa yang kau lakukan di sini, Marina?" tanya Lucas, mencoba memahami alasan kedatangannya.

Marina, sambil mengemil permen manis dengan polosnya, menjawab, "Aku kangen dengan Lucas..." suaranya teredam oleh permen di mulutnya.

"Benar-benar menyebalkan," gumam Lucas dalam hati, menatap Marina dengan sedikit kelelahan. "Apakah anak ini benar-benar sangat Bloody goddes witch?."

Tiba-tiba, Lucas bangkit dari tempatnya. "Aku akan berlatih pedang," ucapnya tegas kepada mereka.

Marina terkejut mendengarnya, matanya memancarkan rasa penasaran dan kekhawatiran. "Apakah Lucas sekarang berlatih pedang? bukankah tubuh Lucas itu lemah.."

Lucas mengangguk perlahan, kemudian berkata. "Tubuhku sudah kuat sekarang"

Marina mengangguk beberapa kali. "Itu benar, tubuh Lucas sekarang terlihat sangat kuat..!!" ucap Marina dengan penuh antusias.

Lucas berjalan pergi meninggalkan mereka, dan mereka bertiga langsung mengikutinya.

Namun, dalam perjalanannya menuju lapangan latihan, Lucas tiba-tiba berhenti dan menoleh ke belakang.

"Sir Jorge," panggil Lucas, memanggil penjaga Marina.

Jorge menundukkan kepalanya dengan hormat. "Ada apa, Yang Mulia?" tanyanya dengan rasa penasaran.

"Kudengar, kau adalah pengguna tombak yang hebat." tanya Lucas dengan penuh ketenangan.

Jorge tampak sedikit bingung dengan pertanyaan itu, tetapi dia mengangguk dengan sopan. "Saya tidak sebaik itu, Yang Mulia.... Saya hanyalah seorang ksatria yang sedikit terampil menggunakan tombak."

Lucas menatap Jorge sejenak. kemudian menghadap kedepan kembali, dan melanjutkan langkahnya.

Ketika mereka tiba di lapangan latihan, ksatria dan prajurit yang ada di sana langsung teralihkan oleh kehadiran mereka.

Mata mereka tertuju pada Lucas, Arthur, Marina, dan Jorge yang mengikuti mereka.

Lucas langsung mengambil sebatang tombak kayu dan melemparkannya ke arah Jorge, menantangnya untuk bertarung.

Jorge dengan mudah menangkap tombak kayu itu, namun ia terlihat kebingungan.

"Ada apa?" tanya Lucas dengan tenang, tatapan mata kuningnya bersinar terang. "Bukankah aku sudah bilang akan sparring denganmu?"

"Yang Mulia, ini agak..." ucap Jorge dengan ragu.

Lucas mengabaikan keberatan Jorge dan mengambil pedang kayu di sampingnya, kemudian mengarahkannya kepada Jorge.

"Bertarunglah dengan serius, Sir Jorge," ujar Lucas dengan tegas. "Karena jika tidak, kau akan mengalami cidera yang sangat parah."

"Tapi, Yang Mulia, ini bisa dianggap sebagai pengkhianatan," ujar Jorge dengan penuh keraguan, memegang tombak yang diberikan oleh Lucas. "Bagaimana mungkin saya melakukan itu?"

Lucas dengan cepat meluncur ke arah Jorge dan langsung menyerang dengan pedang kayunya.

Bam! Suara bentrokan kayu terdengar keras saat serangan Lucas bertemu dengan pertahanan Jorge, mendorongnya mundur beberapa langkah.

"Kuat sekali...?!" batin Jorge dengan bingung, mencoba menahan serangan berikutnya.

Lucas berdiri tegap di depan Jorge. "Ini hanyalah sebuah sparring," ucapnya dengan tenang. "Aku berjanji tidak akan meminta pertanggungjawaban jika kau melukai aku."

Jorge kini menjadi lebih serius, menyiapkan posisi bertarungnya yang terlihat sangat kuat. "Baiklah," gumamnya. "Anda tidak boleh mengingkari janji yang Anda buat sendiri, Yang Mulia!"

Lucas mengeluarkan sebuah aura pedang, yang berwarna emas, melingkupi pedang kayunya.

"Aura..??" Batin Jorge terkejut melihat Lucas dapat mengeluarkan aura. "Dan itu telah mencapai kesempurnaan..!!"

Tombak dengan kecepatan tinggi melesat menuju kepala Lucas, tetapi Lucas dengan mudah menghindarinya sambil tersenyum kecil.

Melihat serangannya dihindari, Jorge segera melancarkan serangan selanjutnya, mengubah arah tombaknya menuju Lucas.

Lucas menatap Jorge dengan tenang, membelokkan badannya dan menginjak kaki Jorge.

"Ap-Apa?" Jorge terkejut, merasakan keseimbangan mulai tergelincir saat kakinya hampir tidak lagi menyangga berat badannya.

Namun, dengan refleks yang cepat, Jorge segera merespons dengan menggerakkan tangannya ke samping untuk menjaga keseimbangan tubuhnya.

Saat tubuhnya mulai terjatuh, Jorge mengangkat kaki kanannya ke udara, sementara tangan kirinya meluncur ke bawah untuk memberikan dorongan kuat yang dibutuhkan.

Jorge melakukan gerakan putaran cepat, tubuhnya membentuk lengkungan anggun di udara.

Lucas bertepuk tangan. "Seperti yang diharapkan dari salah satu ksatria terhebat dari keluarga Archduke," ucapnya, memberikan apresiasi kepada Jorge.

"Saya merasa terhormat di puji oleh anda." ucap Jorge menunduk dengan hormat. "Anda juga memiliki kemampuan yang sangat baik, yang mulia," ujarnya dengan penuh rasa rendah diri.

"Sampai disini saja obrolannya, Sir Jorge." Tutur Lucas dengan senyuman tipis. "Karena pertarungan kita baru saja di mulai..."

Lucas mengarahkan pedangnya kepada Jorge. Begitu juga Jorge, dia mengarahkan tombaknya kepada Lucas.

Episodes
1 Bab 1 - Kebangkitan
2 Bab 2 - Sang Penguasa
3 Bab 3 - Pembersihan
4 Bab 4 - Undangan Kaisar
5 Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6 Bab 6 - Jantung Phoenix
7 Bab 7 - Blood Goddes Witch
8 Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9 Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10 Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11 Bab 11 - Ksatria yang setia
12 Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13 Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14 Bab 14 - Shadow Sovereign
15 Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16 Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17 Bab 17 - The Book of Imperator
18 Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19 Bab 19 - Pedang Glaimrend
20 Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21 Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22 Bab 22 - Sebuah Permulaan
23 Bab 23 - Memasuki Akademi
24 Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25 Bab 25 - Kelas sihir
26 Bab 26 - Apa itu mana?
27 Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28 Bab 28 - Keluarga Beaumont
29 Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30 Bab 30 - Konspirasi?
31 Bab 31 - Sihir Kuno
32 Bab 32 - Noir
33 Bab 33 - Kematian Phineas
34 Bab 34 - Leonidas Pendragon
35 Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36 Bab 36 - Pembebasan Azura
37 Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38 Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39 Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40 Bab 40 - Fitnah yang terencana
41 Bab 41 - Di balik bayangan
42 Bab 42 - Penghakiman
43 Bab 43 - Sebuah tawaran
44 Bab 44 - Manipulasi?
45 Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46 Bab 46 - Suara yang memikat
47 Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48 Bab 48 - Rekan baru
49 Bab 49 - Callian Beaumont
50 Bab 50 - Fragmen Primodial
51 Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52 Bab 52 - Menuju Void Nexus
53 Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54 Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55 Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56 Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57 Season 1 End
58 Season 2 — 01-01-2025
59 Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60 Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61 Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62 Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63 Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64 Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65 Chapter 63 — Perubahan Alur
66 Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67 Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68 Chapter 66 — Kematian banyak orang
69 Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70 Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71 Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72 Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73 Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74 Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75 Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76 Chapter 74 — Akashic
77 Chapter 75 — Memulai perperangan
78 Chapter 76 —Retakan Pertama
79 Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80 Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81 Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82 Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83 Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84 Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85 Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86 Chapter 84 — Jalan Berdarah
87 Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88 Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89 Chapter 87 — Melawan raja iblis
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Bab 1 - Kebangkitan
2
Bab 2 - Sang Penguasa
3
Bab 3 - Pembersihan
4
Bab 4 - Undangan Kaisar
5
Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6
Bab 6 - Jantung Phoenix
7
Bab 7 - Blood Goddes Witch
8
Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9
Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10
Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11
Bab 11 - Ksatria yang setia
12
Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13
Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14
Bab 14 - Shadow Sovereign
15
Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16
Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17
Bab 17 - The Book of Imperator
18
Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19
Bab 19 - Pedang Glaimrend
20
Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21
Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22
Bab 22 - Sebuah Permulaan
23
Bab 23 - Memasuki Akademi
24
Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25
Bab 25 - Kelas sihir
26
Bab 26 - Apa itu mana?
27
Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28
Bab 28 - Keluarga Beaumont
29
Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30
Bab 30 - Konspirasi?
31
Bab 31 - Sihir Kuno
32
Bab 32 - Noir
33
Bab 33 - Kematian Phineas
34
Bab 34 - Leonidas Pendragon
35
Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36
Bab 36 - Pembebasan Azura
37
Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38
Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39
Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40
Bab 40 - Fitnah yang terencana
41
Bab 41 - Di balik bayangan
42
Bab 42 - Penghakiman
43
Bab 43 - Sebuah tawaran
44
Bab 44 - Manipulasi?
45
Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46
Bab 46 - Suara yang memikat
47
Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48
Bab 48 - Rekan baru
49
Bab 49 - Callian Beaumont
50
Bab 50 - Fragmen Primodial
51
Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52
Bab 52 - Menuju Void Nexus
53
Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54
Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55
Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56
Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57
Season 1 End
58
Season 2 — 01-01-2025
59
Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60
Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61
Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62
Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63
Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64
Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65
Chapter 63 — Perubahan Alur
66
Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67
Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68
Chapter 66 — Kematian banyak orang
69
Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70
Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71
Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72
Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73
Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74
Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75
Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76
Chapter 74 — Akashic
77
Chapter 75 — Memulai perperangan
78
Chapter 76 —Retakan Pertama
79
Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80
Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81
Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82
Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83
Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84
Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85
Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86
Chapter 84 — Jalan Berdarah
87
Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88
Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89
Chapter 87 — Melawan raja iblis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!