"Benar, nama saya Frida!" Teriaknya dengan sepenuh tenaga, matanya terpejam menahan sakit.
Lucas mengamati Frida dengan tatapan tajam. "Apakah itu nama aslimu?" tanyanya, suaranya dingin dan menekan.
"Iya...!!!" Frida berusaha menjawab, darah mengalir dari sudut bibirnya karena tekanan yang menghancurkan.
Lucas memandang Frida, matanya seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Apakah kau memiliki sebuah julukan?" Tanya Lucas lagi kepada Frida.
Frida ingin berbicara, namun tekanan gravitasi membuat mulutnya tak bisa terbuka.
Lucas menghancurkan Shadow Realm miliknya, dan cahaya terang langsung memasuki ruangan tersebut.
Frida menarik napas dalam, berusaha bangkit meski darah mengalir dari mulut dan hidungnya.
"Julukan saya adalah Mrs. BlueGlasses," katanya, pandangannya mulai buram.
Lucas tersenyum tipis yang jahat, "Ternyata benar-benar dia..." Gumam Lucas dalam hati.
......................
Mrs. BlueGlasses adalah salah satu dari Death Triangle Maestiammea, sekelompok pembunuh bayaran paling menakutkan dan mematikan di benua Maestiammea.
Death Triangle Maestiammea adalah sebutan yang berbisik di sudut-sudut gelap setiap kota dan desa.
Mereka adalah tiga sosok yang begitu lihai dalam seni pembunuhan, sehingga bayangan mereka sendiri pun takut untuk mengikuti mereka.
Keberadaan mereka adalah mimpi buruk yang terwujud, dan bahkan raja iblis paling ganas sekalipun merasa waspada karena keberadaan mereka.
Mrs. BlueGlasses, dengan kacamata berbingkai biru yang tak pernah lepas dari wajahnya, memiliki aura dingin yang membuat darah membeku hanya dengan tatapannya.
Legenda mengatakan bahwa di balik lensa birunya, tersembunyi kemampuan untuk melihat ke dalam jiwa korbannya, mengetahui ketakutan terdalam mereka, dan menjadikannya senjata paling ampuh dalam setiap pembunuhan yang dilakukannya.
Dia bergerak seperti bayangan, tak terlihat dan tak terdengar, sampai korban merasakan napas terakhir mereka terhenti di udara yang membeku.
Tiga pembunuh dalam Death Triangle Maestiammea adalah simbol dari kematian itu sendiri.
Mereka bukan hanya pembunuh bayaran, tapi mereka adalah eksekutor takdir yang menyeret jiwa ke dalam kegelapan abadi.
......................
"Itu lah yang di tuliskan dalam novel The greatest war against the devil" Pikir Lucas mengingat.
Lucas mendekati Frida, penyamarannya perlahan menghilang. Rambut kuningnya berkibar dan mata kuningnya bersinar terang.
"Rambut kuning...?" pikir Frida, matanya terbuka lebar. "Itu ciri khas keluarga kekaisaran!"
Lucas menjulurkan tangannya. "Jadilah bawahanku," perintahnya, suaranya tegas dan tidak terbantahkan.
Frida terkejut, bingung dan marah. "Apa maksud Anda?" tanyanya tajam. "Anda baru saja membunuh rekan-rekanku dan sekarang ingin merekrutku?"
"Rekan?" Lucas tertawa dingin. "Apakah kau benar-benar menganggap mereka rekan?"
Frida merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya. "Apa yang Anda maksud?" tanyanya, suaranya gemetar.
"Kau pikir aku tidak tahu?" Lucas menatapnya dengan pandangan tajam. "Bahwa kau berencana menghabisi mereka dan mengambil alih organisasi ini?"
"Bagaimana dia tahu?" pikir Frida, kebingungan dan ketakutan bercampur dalam matanya.
Mrs. BlueGlasses, yang pada awalnya hanyalah salah satu pemimpin cabang dalam organisasi bayangan bernama Ares.
Dia Mulai dikenal sebagai pembunuh yang sangat mengerikan ketika ia dengan tanpa ampun menghabisi para pemimpin organisasinya sendiri.
Dalam satu malam yang penuh darah, dia menguasai organisasi tersebut sepenuhnya.
Organisasi Ares, yang dulunya merupakan sekumpulan pembunuh dan mata-mata tersembunyi.
Berubah menjadi kekuatan yang tak terbendung setelah berada di bawah kendali Mrs. BlueGlasses.
Pada malam itu, para pemimpin Ares mengadakan pertemuan rahasia.
Dan tidak ada yang menyangka bahwa ancaman terbesar mereka sudah berada di dalam ruangan yang sama, mengenakan kacamata biru yang khas.
Mrs. BlueGlasses telah merencanakan kudeta ini dengan kecerdikan yang luar biasa.
Ia menyelipkan racun mematikan ke dalam anggur yang disajikan untuk para pemimpin.
Racun itu bekerja perlahan, membuat korbannya merasakan energi kehidupannya berkurang sebelum akhirnya meregang nyawa.
Namun, tidak puas hanya dengan meracuni, dia memastikan kematian mereka dengan satu per satu menusukkan belati peraknya ke jantung mereka, memastikan tidak ada yang selamat.
Darah mengalir membasahi lantai, meninggalkan jejak mengerikan yang menjadi saksi bisu dari kebengisan Mrs. BlueGlasses.
Kudeta berdarah itu menggemparkan dunia bawah tanah.
Dalam sekejap, Mrs. BlueGlasses berubah dari seorang pembunuh bayangan menjadi pemimpin yang ditakuti dan dihormati.
Di bawah pimpinannya, Ares berkembang menjadi organisasi terhebat di dunia, dengan pengaruh yang menjangkau setiap sudut benua Maestiammea.
Mereka menjadi dalang di balik kudeta politik, perang saudara, dan berbagai kejahatan lainnya, selalu dengan Mrs. BlueGlasses yang mengatur dari balik layar.
Gumam Lucas, menatap Frida dengan tajam. "Mereka berpikir bahwa kekuatan kegelapan ku lah yang menyerap energi kehidupan mereka," ucapnya dengan nada yang tajam.
Lucas melanjutkan. "Dan yang mereka tak tahu, energi kehidupan mereka perlahan-lahan hilang karena racun yang diam-diam kau berikan."
"Bukankah ini sungguh kematian yang menyedihkan?" Gumam Lucas, menatap Lucas dengan tajam. "Sampai akhir hayatnya, mereka tidak tahu bahwa yang membunuh mereka adalah dirimu."
Frida menatap Lucas dengan mata yang penuh ketakutan dan kebingungan.
Frida menatap Lucas dengan ketakutan yang menusuk. "Sialan, Dia sudah tahu sampai mana?" gumamnya dengan pikiran yang penuh Kepanikan.
Lucas mendekatkan wajahnya dengan telinga Frida. "Semuanya..." Bisik Lucas kepada Frida.
"Maafkan saya," ucap Frida dengan suara yang gemetar, tubuhnya bergetar karena ketakutan. "Saya lupa bahwa Anda bisa membaca pikiran..." lanjutnya dengan suara yang terbata-bata.
"Baiklah." Ujar Lucas, berdiri kembali. "Aku akan memaafkan mu,"
Frida menghembuskan napas panjang karena lega.
"Jika kau menjadi bawahan ku..." Tambah Lucas, melanjutkan perkataannya sebelumnya.
Lucas dan Frida saling memandang satu sama lain, mereka berdua terdiam sejenak.
"Bagaimana jika saya menolak?" Tanya Frida dengan penasaran.
"Jika kau memilih untuk menolak, konsekuensinya akan berat," ujarnya dengan suara yang tenang namun mengancam.
Frida membenarkan kacamatanya. "Saya berjanji akan menjadi bawahan yang setia"
Lucas tersenyum kecil, kemudian berkata. "Pilihan yang bagus"
Lalu dengan langkah yang percaya diri, ia melangkah ke arah pintu.
Frida dengan ragu-ragu mengikuti langkah-langkahnya.
Lucas berhenti melangkah, dia menoleh ke belakang. "Kenapa kau mengikuti ku?"
"Hah?" Frida merasa bingung dengan pertanyaan Lucas. "Apa maksud anda?"
"Kenapa kau mengikuti ku" Ucap Lucas, sedikit merasa kesal.
"Karena aku bawahan anda..?" Jawab Frida dengan bingung.
Lucas menatap Frida, dia memperhatikan Frida dengan seksama.
"Tetaplah disini dan jadilah pemimpin organisasi Ares," tegas Lucas kepada Frida. "Bukankah kau ingin menjadi seorang pemimpin?"
Frida menatap Lucas dengan penuh kebingungan, dia terdiam untuk beberapa saat.
"Apakah anda serius?" Tanya Frida kepada Lucas.
"Ya" Jawab Lucas dengan cepat, sambil membalikkan badannya.
Dia segera pergi dari sana, dan dengan sangat cepat berlari dari bangunan ke bangunan lainnya.
Frida menatap Lucas yang pergi menjauh, "Bukankah dia pangeran ketujuh, Lucas de Valorian?" Gumamnya. "Seseorang yang dijuluki sebagai pangeran terburuk..??" lanjutnya.
Frida mengeluarkan beberapa lembar kertas dari sakunya, sebuah kertas yang berisi informasi Pangeran ketujuh dan permintaan untuk membunuh Lucas De Valorian.
"Tidak mungkin informasi yang aku buat memiliki kesalahan.." Ucap Frida merasa kesal, dia melepaskan kacamata birunya. "apakah dia benar-benar pangeran Lucas de Valorian..?" Tambahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments