Bab 5 - Bertemu dengan kaisar

Langkah-langkah Lucas berat saat ia mendekati pintu masuk aula utama kekaisaran di istana.

Pintu megah itu terbuka di depannya, mengundangnya untuk melangkah maju ke dalam keheningan yang sarat dengan kebesaran.

"Akhirnya aku akan bertemu dengannya," gumam Lucas dalam hati, matanya bersinar penuh antisipasi.

"Edgard De Valorian," tambahnya, senyuman tipis terukir di wajahnya, mencerminkan campuran antara kegugupan dan keyakinan.

Penjaga pintu membuka pintu masuk dengan hormat, memberikan jalan bagi Lucas untuk melangkah masuk dengan perasaan yang teguh.

Di dalam, seluruh keluarga kerajaan berkumpul, matanya bertautan dengan tatapan tajam Lucas begitu ia memasuki ruangan itu.

"Mereka juga di sini?" pikir Lucas, menatap balik dengan ketegasan yang sama. "Saudara dan saudariku..."

Tanpa ragu, Lucas berlutut di depan Kaisar Edgard, memberikan penghormatan yang tulus.

"Saya, putra Ketujuh Lucas de Valorian," ujarnya dengan suara yang tenang namun tegas. "Memberi hormat kepada Yang Mulia, sang penguasa Kekaisaran Valoria."

Hadirnya Kaisar Edgard menggambarkan kekuatan dan keanggunan yang tak terbantahkan.

Tatapannya yang tajam memancarkan otoritas yang memenuhi ruangan itu.

"Inilah dia, Edgard de Valorian," pikir Lucas dalam hati, bibirnya terangkat dalam senyum sinis. "Karakter terkuat saat ini, dengan kematian yang tak dijelaskan dalam novelnya."

Kaisar Edgard menatap Lucas dengan tatapan tajam. "Apa kehidupanmu di kastil menyenangkan?" tanya beliau dengan suara yang tenang namun penuh arti.

"Cukup menyenangkan, Yang Mulia," jawab Lucas dengan tegas, matanya tetap terkunci pada Kaisar Edgard.

"Apakah penyergapan menyebabkan sifatnya berubah?" batinnya, merenung. "Bagaimana bisa sorot mata, kepercayaan diri, sifat, dia terasa sangat berbeda."

"Kudengar ada penyergapan di kastil," lanjut Kaisar Edgard, suaranya menggema di ruangan itu, menimbulkan gemetar di antara para hadirin. "Dan sepertinya ada mata-mata dari ras iblis juga."

Lucas terdiam sejenak, memilih kata-kata dengan hati-hati sebelum menjawab, "Itu sudah terselesaikan."

"Lucas, seberapa paham kau dengan dirimu sendiri?" tanya Kaisar Edgard, suaranya penuh kearifan namun tajam.

"Seluruhnya... Saya paham diri saya sepenuhnya," jawab Lucas tanpa keraguan, suaranya penuh keyakinan.

"Sebulan lagi umurmu empat belas, bukan?" lanjut Kaisar Edgard, memperhatikan reaksi Lucas.

"Ya," jawab Lucas, berpikir tenang. "Sepertinya dia ingin mencegahku masuk akademi."

"Apakah kau ingin pergi ke akademi dengan tubuh lemah dan bakat sampah seperti itu?" tegur Kaisar Edgard dengan nada tajam, mencoba meruntuhkan semangat Lucas.

"Benar saja.." Lucas hanya tersenyum, berhenti berlutut dan menatap Kaisar Edgard.

"Saya menolak gagasan Anda, Yang Mulia," ucapnya dengan tegas, memandang Kaisar Edgard dengan penuh keberanian.

Saudara dan saudari Lucas terkejut, mati-matian mencoba memahami perilaku adik bungsu mereka yang tiba-tiba begitu berani dan bertekad. Mereka merasa kebingungan, tidak dapat memahami apa yang ada dalam pikiran Lucas.

"Orang gila!" pikir mereka serentak, menatap Lucas dengan campuran kekaguman dan kebingungan.

Kaisar Edgard, kesal dengan sikap menentang Lucas, melepaskan aura kekuatannya dengan amarah yang menyala-nyala.

Kehadirannya memenuhi ruangan dan menimbulkan getaran yang membuat seluruh aula gemetar, sementara tekanan di ruangan itu menjadi semakin berat.

"Siapa yang menyuruhmu berhenti berlutut," bentak Kaisar Edgard dengan suara yang penuh ancaman. "Dan berani-beraninya kau menolak gagasan ku."

Lucas, meskipun berjuang menahan tekanan yang luar biasa kuatnya, dengan susah payah membuka mulut.

"Saya dengan tegas menolak gagasan bahwa bakat saya adalah sampah," ucapnya dengan senyuman, suaranya bergetar namun penuh keyakinan.

Kaisar Edgard terkesima. "Dia bisa menahan tekanan kekuatanku...? Bahkan bisa bicara," batinnya, melihat saudara-saudara Lucas jatuh ke lantai di bawah pengaruh tekanan yang luar biasa, sementara yang lain berjuang mati-matian untuk bertahan.

"Lucas yang rapuh itu benar-benar bisa menahannya," gumam Kaisar Edgard, mengagumi keteguhan Lucas.

"Tetap ingin pergi ke akademi?" tanya Kaisar Edgard kepada Lucas, suaranya kini lebih tenang namun tidak kurang berwibawa.

Lucas, tanpa ragu, membungkuk hormat. "Benar, Yang Mulia," ucapnya dengan tegas namun sopan.

"Aku harus merekrut orang-orang berbakat yang sekiranya bisa membantu di peperangan melawan para iblis kedepannya," pikir Lucas, menimbang berbagai kemungkinan di masa depannya.

"Tapi, kau tidak akan pernah masuk akademi," tegas Kaisar Edgard kepada Lucas, tatapannya menusuk tajam ke dalam mata putranya.

Lucas tetap tenang meskipun dihadapkan pada oposisi keras dari ayahnya. "Maafkan saya, yang mulia, tapi..." ucapnya dengan suara yang tetap tenang namun penuh tekad, "...saya akan tetap memasuki akademi bahkan jika anda tidak mengizinkan."

"Apa?!" Gumam Kaisar Edgard, jarinya mengetuk-ngetuk kursi beberapa kali dengan kegelisahan yang terlihat jelas di wajahnya. "Beraninya kau menentang perintahku dua kali!" teriaknya, aura tekanan yang dihasilkan semakin berat, menggetarkan seluruh ruangan.

Bam! Suara ledakan kecil terdengar saat tekanan energi Kaisar Edgard memuncak.

Orang-orang di sekitarnya terjatuh, terhempas oleh kekuatan yang luar biasa, hanya Lucas dan tiga putranya yang masih mampu bertahan, meskipun dengan susah payah.

"Ini sedikit menjengkelkan karena aku masih belum bisa mengendalikan seluruh kekuatanku secara maksimal dengan fisik sampah ini," batin Lucas dengan kesal, merasa frustrasi dengan keterbatasan yang masih menghambatnya.

Kaisar Edgard berdiri tegak dari singgasananya, langkahnya berat saat dia mendekati Lucas dengan langkah yang berat dan menentukan.

"Apakah kau tidak menghargai pertimbanganku untukmu?" tanya Kaisar Edgard dengan suara yang penuh kekecewaan. "Apa kau hanya akan puas setelah mempermalukan ku dan juga keluarga Kekaisaran?" tambahnya.

"Cih, ini benar-benar membuatku jengkel," gumam Lucas dalam hati, "Aku tak pernah berlutut kepada seseorang dengan waktu yang lama seperti ini di kehidupanku dulu."

Lucas memejamkan matanya sebentar, mencoba menenangkan diri dan meraih keberanian.

Dia menghapuskan rasa takut yang di tanamkan kaisar, dan membuang tekanan energi yang diberikan kepadanya.

Ketika dia berdiri kembali, tatapannya jelas saat dia bertatapan dengan sang Kaisar, menunjukkan ketegasan dan tekadnya. Kemudian, dengan anggun, dia membungkuk hormat.

"Anda bilang bakatku sampah, bukan?" tanya Lucas dengan tenang, mata birunya bersinar terang.

"Mohon beri saya kesempatan," ucap Lucas dengan suara yang lembut namun penuh dengan keanggunan. "Untuk membuktikan siapa yang terbaik di antara kami semua," tambahnya, mengacu pada seluruh anak Kaisar, termasuk dirinya sendiri.

Terpopuler

Comments

Luszzer

Luszzer

Chapter selanjutnya: Pembantaian putra putri Kekaisaran 🔥🔥🔥

2024-03-26

7

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebangkitan
2 Bab 2 - Sang Penguasa
3 Bab 3 - Pembersihan
4 Bab 4 - Undangan Kaisar
5 Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6 Bab 6 - Jantung Phoenix
7 Bab 7 - Blood Goddes Witch
8 Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9 Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10 Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11 Bab 11 - Ksatria yang setia
12 Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13 Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14 Bab 14 - Shadow Sovereign
15 Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16 Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17 Bab 17 - The Book of Imperator
18 Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19 Bab 19 - Pedang Glaimrend
20 Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21 Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22 Bab 22 - Sebuah Permulaan
23 Bab 23 - Memasuki Akademi
24 Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25 Bab 25 - Kelas sihir
26 Bab 26 - Apa itu mana?
27 Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28 Bab 28 - Keluarga Beaumont
29 Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30 Bab 30 - Konspirasi?
31 Bab 31 - Sihir Kuno
32 Bab 32 - Noir
33 Bab 33 - Kematian Phineas
34 Bab 34 - Leonidas Pendragon
35 Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36 Bab 36 - Pembebasan Azura
37 Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38 Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39 Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40 Bab 40 - Fitnah yang terencana
41 Bab 41 - Di balik bayangan
42 Bab 42 - Penghakiman
43 Bab 43 - Sebuah tawaran
44 Bab 44 - Manipulasi?
45 Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46 Bab 46 - Suara yang memikat
47 Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48 Bab 48 - Rekan baru
49 Bab 49 - Callian Beaumont
50 Bab 50 - Fragmen Primodial
51 Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52 Bab 52 - Menuju Void Nexus
53 Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54 Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55 Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56 Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57 Season 1 End
58 Season 2 — 01-01-2025
59 Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60 Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61 Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62 Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63 Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64 Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65 Chapter 63 — Perubahan Alur
66 Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67 Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68 Chapter 66 — Kematian banyak orang
69 Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70 Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71 Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72 Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73 Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74 Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75 Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76 Chapter 74 — Akashic
77 Chapter 75 — Memulai perperangan
78 Chapter 76 —Retakan Pertama
79 Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80 Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81 Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82 Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83 Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84 Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85 Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86 Chapter 84 — Jalan Berdarah
87 Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88 Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89 Chapter 87 — Melawan raja iblis
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Bab 1 - Kebangkitan
2
Bab 2 - Sang Penguasa
3
Bab 3 - Pembersihan
4
Bab 4 - Undangan Kaisar
5
Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6
Bab 6 - Jantung Phoenix
7
Bab 7 - Blood Goddes Witch
8
Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9
Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10
Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11
Bab 11 - Ksatria yang setia
12
Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13
Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14
Bab 14 - Shadow Sovereign
15
Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16
Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17
Bab 17 - The Book of Imperator
18
Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19
Bab 19 - Pedang Glaimrend
20
Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21
Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22
Bab 22 - Sebuah Permulaan
23
Bab 23 - Memasuki Akademi
24
Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25
Bab 25 - Kelas sihir
26
Bab 26 - Apa itu mana?
27
Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28
Bab 28 - Keluarga Beaumont
29
Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30
Bab 30 - Konspirasi?
31
Bab 31 - Sihir Kuno
32
Bab 32 - Noir
33
Bab 33 - Kematian Phineas
34
Bab 34 - Leonidas Pendragon
35
Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36
Bab 36 - Pembebasan Azura
37
Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38
Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39
Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40
Bab 40 - Fitnah yang terencana
41
Bab 41 - Di balik bayangan
42
Bab 42 - Penghakiman
43
Bab 43 - Sebuah tawaran
44
Bab 44 - Manipulasi?
45
Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46
Bab 46 - Suara yang memikat
47
Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48
Bab 48 - Rekan baru
49
Bab 49 - Callian Beaumont
50
Bab 50 - Fragmen Primodial
51
Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52
Bab 52 - Menuju Void Nexus
53
Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54
Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55
Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56
Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57
Season 1 End
58
Season 2 — 01-01-2025
59
Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60
Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61
Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62
Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63
Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64
Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65
Chapter 63 — Perubahan Alur
66
Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67
Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68
Chapter 66 — Kematian banyak orang
69
Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70
Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71
Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72
Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73
Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74
Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75
Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76
Chapter 74 — Akashic
77
Chapter 75 — Memulai perperangan
78
Chapter 76 —Retakan Pertama
79
Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80
Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81
Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82
Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83
Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84
Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85
Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86
Chapter 84 — Jalan Berdarah
87
Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88
Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89
Chapter 87 — Melawan raja iblis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!