Bab 17 - The Book of Imperator

Lucas membuka jendela kamarnya dan hendak masuk ketika Jorge melihatnya dari pintu.

"Pangeran?" panggil Jorge bingung. "Apa yang sedang Anda lakukan di situ?"

Lucas tak memedulikan Jorge dan memasuki kamar.

"Apakah Anda ingin menjadi tentara bayaran?" tanya Jorge penasaran, melihat pakaian Lucas yang tampak seperti seorang tentara bayaran.

Lucas mengambil sebuah buku lalu duduk di kursi. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanyanya, mengabaikan semua pertanyaan Jorge.

"Ah, benar," Jorge tersadar akan tujuannya ke kamar Lucas. "Saya ingin menyampaikan bahwa Monster Humanoid yang sebelumnya Anda lawan berada di penjara Nefarious Citadel."

Lucas tertarik. "Apakah dia memiliki sebuah nama?"

Jorge mengangguk. "Benar, namanya Able," jawabnya.

"Able?" gumam Lucas, merasa familiar dengan nama itu. "Itu terasa sedikit familiar."

"Dan dia sepertinya akan berevolusi yang ke tiga puluh dalam waktu dekat," lanjut Jorge.

Lucas terdiam, memikirkan langkah selanjutnya. "Dia akan berevolusi dalam waktu dekat," gumamnya.

Jorge yang melihat Lucas termenung, menunduk dengan hormat. "Kalau begitu, saya izin pergi," ucap Jorge.

Lucas melirik Jorge, kemudian berkata, "Baiklah, kau boleh pergi."

Jorge melangkah pergi, namun sebelum kepergiannya, Lucas memanggilnya lagi. "Sir Jorge," panggil Lucas.

Jorge menghentikan langkahnya dan menoleh. "Ya, Pangeran?"

"Tidak," ucap Lucas, menggelengkan kepalanya pelan. "Kau boleh pergi," lanjutnya.

Jorge tersenyum kepada Lucas, lalu melanjutkan langkahnya. Lucas menatap punggung Jorge dengan tajam.

"Kenapa aku merasakan sesuatu yang berubah darinya?" batin Lucas, merasa kebingungan. "Apa yang sebenarnya terjadi?"

Setelah Jorge pergi, Lucas membuka buku yang tadi diambilnya, sebuah novel bergenre fantasi.

"Novel di dunia ini cukup bagus," pikir Lucas sambil membaca buku itu. "Meskipun sedikit aneh membaca novel ketika berada di dalam novel."

Lucas merenung dalam cerita, halaman demi halaman dalam novel tersebut dibacanya dengan serius.

Setelah berjam-jam terpaku pada cerita, akhirnya, dengan perasaan puas, dia menutup buku itu.

Dengan lembut, ia meletakkan buku di meja kecil di sisi tempat tidurnya.

Lucas menghampiri tempat tidurnya, kemudian meraih selimut dengan tangannya yang lelah.

"Membaca novel adalah pilihan yang bagus," pikir Lucas sebelum tertidur. "Aku bahkan menemukan sesuatu yang menarik di dalamnya, sesuatu yang sangat cocok untuk situasi saat ini."

Malam itu, Lucas terbenam dalam cerita yang memikat dari novelnya, membiarkan dirinya tenggelam dalam alur cerita tanpa cela.

Pikirannya fokus, terpaku pada kata-kata yang mengalir begitu kuat, hingga akhirnya dia pun terlelap dalam tidurnya yang tanpa mimpi.

Saat cahaya matahari mulai merembes masuk ke dalam kamar dengan halus, Lucas terbangun dengan sikap yang tetap tegas.

Dia merasakan dampak yang mendalam dari cerita yang baru saja dia alami, memberinya sudut pandang baru tentang dunia di sekitarnya.

Lucas membuka matanya perlahan dan dengan gerakan yang lembut, dia duduk di tepi kasur.

Lucas melangkah menuju kamar mandi dan mencuci mukanya dengan air.

Kemudian, dia berjalan menuju cermin dan menatap bayangannya sendiri, wajah tampan dengan ekspresi datar.

"Aku masih tidak menyangka, jika diriku memasuki sebuah novel," gumam Lucas dalam hati.

Tok Tok Tok!

Suara ketukan pintu terdengar dari luar, dan suara Arthur terdengar dari sana. "Pangeran Lucas," panggil Arthur dari luar.

Lucas menggerakkan jarinya, mengeringkan badannya menggunakan sihir.

"Apakah Anda masih tidur?" ucap Arthur dari luar, masih mengetuk pintu.

"Masuklah," ujar Lucas sambil keluar dari kamar mandi.

Arthur membuka pintu, membawa nampan berisi teh serta makanan ringan.

Lucas duduk di kursinya, lalu Arthur menaruh nampan di meja Lucas.

"Terima kasih," ucap Lucas kepada Arthur seraya mengambil teh.

Arthur mengangguk penuh rasa hormat, sementara Lucas menyeruput tehnya dengan elegan.

Setelah menyeruput teh, Lucas menoleh ke arah Arthur dan menatapnya dengan tajam.

Arthur yang merasakan tatapan tajam Lucas, bertanya, "Apakah Anda ingin mengatakan sesuatu, Pangeran?"

"Benar," ujar Lucas dengan cepat.

"Apa itu?" respon Arthur, merasa penasaran.

Lucas mengeluarkan sebuah buku entah dari mana, yang muncul di telapak tangannya. Arthur terkejut dengan benda yang muncul dari ketiadaan.

"The Book of Imperator," ucap Lucas memulai penjelasannya.

"Maaf?" ujar Arthur mencoba memastikan. "Apa yang Anda maksud?"

Lucas menoleh ke arah Arthur, matanya menangkap kilatan kekuatan yang dalam.

"Ini adalah barang tingkat transendental," ucap Lucas menjelaskan. "Dengan buku ini, Aku memiliki kendali penuh atas takdir dan kehidupan orang yang namanya tertera di dalamnya. Aku dapat mengatur segala hal, mulai dari keberuntungan, takdir, kenyataan, mengontrol tubuh mereka, hingga memanipulasi pikiran mereka. Bahkan lebih dari itu, Aku juga dapat mengatur keseluruhan eksistensi dari orang-orang yang tercatat di dalamnya. Aku dapat menghapus keseluruhan eksistensi mereka dengan mudah, membuat mereka seolah tidak pernah ada di dunia."

Arthur terperangah dengan apa yang dijelaskan oleh Lucas. "Itu sungguh luar biasa!"

"Buku ini juga dapat memberikan kemampuan kepada seseorang yang menuliskan namanya di buku," lanjut Lucas.

"Sungguh?" ujar Arthur, merasa takjub dengan apa yang didengarnya.

"Ya," kata Lucas dengan percaya diri. "Peningkatan fisik signifikan, insting yang jauh lebih tajam, dan peningkatan aura bagi pengguna aura serta peningkatan mana bagi pengguna mana."

Arthur terdiam sejenak, memandangi Lucas dengan penuh kekaguman. "Apakah hal seperti itu benar-benar ada?"

Lucas mengangguk. "Bukan hanya itu, orang yang menulis namanya di sini tidak akan mati jika pemilik buku tidak mati."

Arthur hanya bisa terdiam, matanya terlihat sangat kagum.

"Aku juga akan memberikan sebuah kemampuan tingkat Epic untuk orang yang menuliskan namanya di sini," ucap Lucas, mengakhiri penjelasannya.

"Epic?" teriak Arthur dengan penuh keterkejutan. "Anda serius tentang itu, Pangeran Lucas?"

......................

Tingkatan item atau barang di novel "The greatest war against the devil".

Normal: Barang-benda sehari-hari seperti pedang biasa, pakaian, atau peralatan rumah tangga.

Common: Barang dengan sedikit peningkatan kualitas, seperti pedang dari baja kualitas tinggi.

Uncommon: Barang dengan kemampuan khusus sederhana, seperti mantel anti-cuaca atau pedang yang lebih tajam.

Rare: Barang langka dengan kekuatan signifikan, tetapi masih dapat ditemukan dengan usaha.

Epic: Barang sangat langka dengan kekuatan luar biasa, sering menjadi fokus dalam legenda.

Legendary: Barang yang telah menjadi legenda, memiliki kekuatan besar dan pengaruh dalam sejarah.

Mythic: Barang luar biasa yang berperan dalam mengubah sejarah dan mitologi.

Divine: Barang diberkahi oleh dewa, memiliki kekuatan tak terbantahkan dan menjadi simbol keadilan.

Transcendental: Barang yang melampaui pemahaman manusia dan memiliki kekuatan tak terbatas.

Primordial: Barang yang ada sejak awal penciptaan alam semesta, mengandung esensi dari semua kekuatan dasar dan memiliki potensi untuk membentuk atau menghancurkan seluruh alam semesta.

......................

Lucas tersenyum ringan. "Tentu saja," ucapnya kepada Arthur. "Aku benar-benar serius."

Arthur menelan ludahnya, merasa tak percaya dengan apa yang didengarnya. "Apakah kau mau menuliskan namamu di buku ini?" ujar Lucas dengan lembut.

Arthur merasa ragu, dia hanya terdiam sambil melihat buku yang dipegang oleh Lucas. "Jika aku menuliskan namaku di sini," batin Arthur bingung, "kehidupan dan takdirku akan sepenuhnya dikendalikan oleh Pangeran Lucas."

Dia melirik Lucas, Lucas menatapnya kembali dengan datar.

Lucas menaruh bukunya di meja, dan dia berdiri dari tempat duduknya.

Dia memegang pundak Arthur dengan lembut. "Percayalah padaku, Arthur," ucapnya dengan penuh keyakinan.

Arthur merasa tenang, dia menarik pedangnya dan menyayat jari telunjuknya, tersenyum sambil berkata, "Saya percaya pada Anda sepenuhnya, Pangeran Lucas."

Akhirnya, Arthur menulis namanya sendiri menggunakan darahnya di The Book of Imperator.

Sebuah cahaya berwarna emas muncul dari darah Arthur, membentuk wajah Arthur sebagai hologram.

"Apa ini?" ujar Arthur serentak, merasa asing dengan apa yang ada di depannya.

"Tenang saja," ucap Lucas menenangkan Arthur. "Ini hanyalah sebuah hologram, ini menampilkan seluruh informasi tentangmu."

"Seluruhnya?" tanya Arthur, sedikit malu dengan masa lalunya.

Lucas mengangguk. "Iya," jawab Lucas. "Aku bahkan tahu berapa kali kau buang air kecil selama kau hidup," lanjutnya.

Arthur merasa canggung. "Dan aku juga tahu ukuran burungmu yang kecil," tambah Lucas, mengejek Arthur.

Ketika Lucas ingin melanjutkan ucapannya, Arthur menutup mulut Lucas dengan tangannya.

"Kumohon jangan melanjutkannya, Pangeran," ucap Arthur memelas.

Lucas menepis tangan Arthur dari mulutnya. "Kau sangat kurang ajar dengan tuanmu, Arthur," ujar Lucas kesal.

"Ma-maafkan saya" teriak Arthur meminta maaf, dia merasa panik dan langsung menundukkan kepalanya.

Terpopuler

Comments

Rampi

Rampi

jadi tidak enak hati, karena kepencet bintang satu dan komennya otomatis 😓😓

2024-08-01

1

Mhila izuna

Mhila izuna

mampir ni thor

2024-05-20

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kebangkitan
2 Bab 2 - Sang Penguasa
3 Bab 3 - Pembersihan
4 Bab 4 - Undangan Kaisar
5 Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6 Bab 6 - Jantung Phoenix
7 Bab 7 - Blood Goddes Witch
8 Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9 Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10 Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11 Bab 11 - Ksatria yang setia
12 Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13 Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14 Bab 14 - Shadow Sovereign
15 Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16 Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17 Bab 17 - The Book of Imperator
18 Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19 Bab 19 - Pedang Glaimrend
20 Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21 Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22 Bab 22 - Sebuah Permulaan
23 Bab 23 - Memasuki Akademi
24 Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25 Bab 25 - Kelas sihir
26 Bab 26 - Apa itu mana?
27 Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28 Bab 28 - Keluarga Beaumont
29 Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30 Bab 30 - Konspirasi?
31 Bab 31 - Sihir Kuno
32 Bab 32 - Noir
33 Bab 33 - Kematian Phineas
34 Bab 34 - Leonidas Pendragon
35 Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36 Bab 36 - Pembebasan Azura
37 Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38 Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39 Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40 Bab 40 - Fitnah yang terencana
41 Bab 41 - Di balik bayangan
42 Bab 42 - Penghakiman
43 Bab 43 - Sebuah tawaran
44 Bab 44 - Manipulasi?
45 Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46 Bab 46 - Suara yang memikat
47 Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48 Bab 48 - Rekan baru
49 Bab 49 - Callian Beaumont
50 Bab 50 - Fragmen Primodial
51 Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52 Bab 52 - Menuju Void Nexus
53 Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54 Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55 Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56 Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57 Season 1 End
58 Season 2 — 01-01-2025
59 Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60 Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61 Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62 Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63 Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64 Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65 Chapter 63 — Perubahan Alur
66 Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67 Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68 Chapter 66 — Kematian banyak orang
69 Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70 Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71 Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72 Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73 Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74 Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75 Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76 Chapter 74 — Akashic
77 Chapter 75 — Memulai perperangan
78 Chapter 76 —Retakan Pertama
79 Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80 Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81 Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82 Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83 Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84 Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85 Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86 Chapter 84 — Jalan Berdarah
87 Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88 Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89 Chapter 87 — Melawan raja iblis
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Bab 1 - Kebangkitan
2
Bab 2 - Sang Penguasa
3
Bab 3 - Pembersihan
4
Bab 4 - Undangan Kaisar
5
Bab 5 - Bertemu dengan kaisar
6
Bab 6 - Jantung Phoenix
7
Bab 7 - Blood Goddes Witch
8
Bab 8 - Sparring dengan Jorge
9
Bab 9 - Sparring dengan Jorge (2)
10
Bab 10 - Monster yang hampir mencapai kesempurnaan
11
Bab 11 - Ksatria yang setia
12
Bab 12 - Siapa sebenarnya dirimu
13
Bab 13 - Kaisar Yussa Angevin
14
Bab 14 - Shadow Sovereign
15
Bab 15 - Dominasi sang penguasa
16
Bab 16 - Mrs. BlueGlasses
17
Bab 17 - The Book of Imperator
18
Bab 18 - Pertemuan dua Pangeran
19
Bab 19 - Pedang Glaimrend
20
Bab 20 - Lucas Vs Arnoul
21
Bab 21 - Lucas Vs Arnoul (2)
22
Bab 22 - Sebuah Permulaan
23
Bab 23 - Memasuki Akademi
24
Bab 24 - Pertemuan dua karakter utama
25
Bab 25 - Kelas sihir
26
Bab 26 - Apa itu mana?
27
Bab 27 - Buku Sihir Kuno
28
Bab 28 - Keluarga Beaumont
29
Bab 29 - Keluarga Beaumont (2)
30
Bab 30 - Konspirasi?
31
Bab 31 - Sihir Kuno
32
Bab 32 - Noir
33
Bab 33 - Kematian Phineas
34
Bab 34 - Leonidas Pendragon
35
Bab 35 - Shadow Sovereign Vs The Strongest Pendragon
36
Bab 36 - Pembebasan Azura
37
Bab 37 - Melawan orang hebat Kekaisaran
38
Bab 38 - Kedatangan Mrs. BlueGlasses
39
Bab 39 - desas-desus buruk tentang Fairris
40
Bab 40 - Fitnah yang terencana
41
Bab 41 - Di balik bayangan
42
Bab 42 - Penghakiman
43
Bab 43 - Sebuah tawaran
44
Bab 44 - Manipulasi?
45
Bab 45 - Rahasia Seth terungkap.
46
Bab 46 - Suara yang memikat
47
Bab 47 - Lily Van Lecrerc
48
Bab 48 - Rekan baru
49
Bab 49 - Callian Beaumont
50
Bab 50 - Fragmen Primodial
51
Bab 51 - Kebenaran di Balik Fragmen
52
Bab 52 - Menuju Void Nexus
53
Bab 53 - Ke Dalam Kegelapan
54
Bab 54 - Di Pusat Kehampaan
55
Bab 55 - Pengorbanan yang Dituntut
56
Bab 56 — Lima Tahun di Void Nexus.
57
Season 1 End
58
Season 2 — 01-01-2025
59
Chapter 57 — Kehancuran akibat Iblis
60
Chapter 58 — Korban dan Pengorbanan
61
Chapter 59 — Kemunculan Lucas
62
Chapter 60 — The Harbinger of Doom
63
Chapter 61 — Reuni menyedihkan
64
Chapter 62 — Kehangatan Keluarga
65
Chapter 63 — Perubahan Alur
66
Chapter 64 — Bangkitnya Harapan
67
Chapter 65 — Pertemuan orang Kekaisaran
68
Chapter 66 — Kematian banyak orang
69
Chapter 67 — Tak dapat menepati janji
70
Chapter 68 — Bertemu dengan para Dewa
71
Chapter 69 — Bertempur dengan Dewa
72
Chapter 70 — Bertempur dengan Dewa (2)
73
Chapter 71 — Bertempur dengan Dewa (3)
74
Chapter 72 — Bertempur dengan Dewa (4)
75
Chapter 73 — Bertempur dengan Dewa (5)
76
Chapter 74 — Akashic
77
Chapter 75 — Memulai perperangan
78
Chapter 76 —Retakan Pertama
79
Chapter 77 — Jebakan Belisaris
80
Chapter 78 - Serangan Balik Lucas
81
Chapter 79 — Aamon Sang Penghancur
82
Chapter 80 — Keputusan Berbahaya
83
Chapter 81 — Pertemuan dengan Belisaris
84
Chapter 82 — Dekatnya ujung Pertempuran
85
Chapter 83 — Benteng Raja Iblis
86
Chapter 84 — Jalan Berdarah
87
Chapter 85 — Pertempuran Terakhir?
88
Chapter 86 — Melawan 8 penjaga iblis
89
Chapter 87 — Melawan raja iblis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!