“Attention please…" pemilik agensi yang menaungi Serena memberi tanda pada semua model asuhannya untuk berkumpul.
“Pertunjukan malam ini sukses. Terima kasih untuk kerja samanya. Daaaan... setelah ini, akan ada closing party. Dan Pak Farrel berbaik hati, menraktir kita semua untuk malam ini.”
“Yeeeeeeh… asik asik,” semua bertepuk tangan, menyambut gembira dengan kabar pesta yang akan mereka nikmati sebagai penutupan acara fashion show yang cukup melelahkan.
“Terima kaih ya, Pak Farrel. Udah ganteng, baik lagi," ucap Sherly dengan nada yang sengaja dibuat buat, disertai senyum palsu.
“Hati hati lo Sar, sekarang banyak pelakor bertebaran. Jangan sampe laki lo di ambil orang” tambahnya ke arah Sarah.
Sherly bermaksud menyindir Serena. Meskipun Sherly tahu, kalau Farrel lebih dulu menjalin hubungan dengan Serena. Dan seharusnya, kata kata itu lebih cocok ditujukan untuk Sarah. Tapi rasa dengki pada gadis itu membuatnya, mau tidak mau menjilat Sarah untuk ikut menghancurkan Serena.
“Sorry ya! Laki gue bukan tipe yang suka jelalatan.” Jawab Sarah sambil ikut melirik ke arah Serena yang duduk di pojok ruangan.
“Siapa juga yang mau ngrebut. Yang ada, lo yang ngrebut dia dari gue,” gumam Serena.
Sarah menggandeng lengan Farrel dengan begitu posesif, saat dengan mata kepalanya sendiri, memergoki pandangan suaminya yang terus mengarah kepada Serena. ”Pake pelet apa sih tuh jal*ng?! Bahkan Farrel masih tetep ngga bisa nglupain perempuan kayak dia? Gue kurang apa coba?” umpatnya lirih.
Mereka semua hanya perlu menaiki lift ke tempat paling bawah di gedung yang sama dengan tempat acara tadi. Serena menyuruh Bang Jon untuk tidak menunggunya, karena belum tahu kapan pestanya kan berakhir.
-------------------------------------------
“Sayang… aku pulang duluan ya. Besok aku masih banyak kerjaan dan juga rapat. Lagian disini sebagian besar perempuan, aku agak risih.”
Farrel merayu Sarah untuk mengizinkannya meninggalkan pesta yang sedang berlangsung.
“Emm… ya udah deh. Aku juga ngga mau kamu lama-lama disini. Takut jadi banyak yang gatel. Ntar sengaja pada modus biar kamu kecantol lagi.”
Farrel mencium sekilas bibir Sarah. Sekedar sogokan untuk menyenangkan hati wanita itu. Karena kalau tidak begitu, Farrel tidak akan bisa pergi dari tempat itu
dengan lancar. Farrel tahu benar sifat Sarah, meski baru beberapa bulan mereka resmi jadi suami istri. Sarah adalah orang yang suka pamer. Memamerkan apapun miliknya, termasuk Farrel sebagai suaminya.
Sarah juga tidak mungkin melarang Farrel untuk pergi. Sarah bahkan akan lebih khawatir kalau Farrel memilih berlama lama ditempat itu. Sarah sudah menahan rasa cemburunya sedari tadi. Saat Farrel terus memandangi Serena sampai melupakan kehadirannya yang tidak pernah jauh disamping laki laki itu.
--------------------------------------------
Pesta sudah berakhir. Sarah sudah dalam keadaan setengah mabuk, saat asistennya memapahnya untuk pulang.
Tapi berbeda keadaanya dengan Serena. Gadis itu mulai merasakan pusing dikepalanya, akibat minuman yang harus ditenggaknya dengan terpaksa. Serena terus terusan kalah dalam permainan yang dilakukan bersama teman sesama model.
Serena tidak lagi memperhatikan orang orang yang dilewatinya saat berjalan menuju lift. Sebenarnya Serena ingin menelpon Bang Jon. Hanya saja dia tidak menemukan handphonenya yang tadi disimpan di dalam tas yang mungkin dibawa pulang Bang Jon.
Seseorang yang tadinya akan keluar dari lift itu, kembali memundurkan langkah. Memberi jalan pada Serena untuk memasuki lift dan menekan tombol yang dituju. Baju yang digunakan oleh Serena adalah model sabrina, yang sudah pasti memamerkan pundak mulus miliknya. Dan itu bisa dengan mudah terlihat oleh orang itu. Apalagi mereka hanya berdua di dalam lift.
“Boleh gue bantu?” Tanyanya pada Serena yang mulai menutup mata. Kepalanya terasa pusing, bahkan langkahnya sudah tidak lagi tegak.
“Heeeh…” hanya itu respon yang didapat. Serena mengerjapkan mata, mencoba melihat ke arah orang yang sedang mengulurkan tangan padanya. Tingkah yang tidak dibuat buat itu terlihat sangat imut dan malah mengundang hasrat.
"Kali ini, aku tidak akan melepaskanmu, sayang," ucapnya ditelinga Serena.
Iya, dia adalah Farrel.
Farrel tidak pulang kerumah setelah meninggalkan pesta sesuai izinnya pada Sarah. Farrel memang pergi, tapi bukan untuk pulang. Melainkan untuk memesan kamar hotel yang juga berada digedung yang sama dengan tempat pesta.
Saat ini, Farrel sudah mengangkat tubuh Serena dan membawanya ke kamar hotel yang sudah disiapkan untuk melancarkan aksinya. Melanjutkan kembali hasrat yang sempat tertunda sementara setelah dari toilet.
Perlahan Farrel merebahkan tubuh Serena di atas kasur empuk dengan bantal yang sudah diatur untuk membuat gadis itu merasa nyaman. Duduk ditepian ranjang dengan terus menatap wajah cantik Serena.
“Kenapa lo terlihat makin cantik Serena? Lo bahkan terlihat baik baik saja setelah kepergian gue. Apakah lo udah nglupain gue begitu aja?”
Tangannya terulur membelai lembut rambuat dan pipi milik Serena. Rasa sayangnya belumlah hilang. Rasa cintanya belumlah mati.
“Malam ini, kamu milikku Serena,” ucapnya.
.
.
.
***
Si_Ro mau nanya nih ama para reader…
Sebenernya lebih enak up sedikit tapi tiap hari
Atau
Up banyak tapi libur berhari hari setelahnya?
Ditunggu jawaban dan komennya ya…
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Siswadi
hshahaaaa
lucu
2024-02-21
0
Mamah Kekey
tiap hari tapi bnyak Thor Siro...😂
2023-11-25
0
Berdo'a saja
kok gituuuuu
2022-02-21
0