Pagi yang cerah. Sinar matahari mulai menerobos celah celah kaca yang tertutupi oleh tirai tebal. Cahaya lilin sisa semalam telah padam sepenuhnya. Tubuh lelah itu mulai menggeliat akibat rasa tidak nyaman dan sakit di sekujur tubuhnya. Pegal dan kaku, itulah yang kini menyiksa Serena.
“Jam berapa ini?”
Tangannya terulur mengucek matanya yang belum sepenuhnya terbuka. Daerah kewanitaanya ngilu dan perih. Tapi ada yang membuat Serena ingin segera membuka matanya lebih cepat.
“Selimut? Siapa yang menyelimuti gue? Masa iya makluk itu?”
Serena sadar betul jika saat ini tubuhnya masihlah dalam keadaan tanpa busana. Hanya saja, selimut yang kini membungkus tubuhnya lebih menjadi perhatian dan rasa penasarannya.
Belum selesai pertanyaan pertanyaan yang memenuhi otaknya, tiba tiba pintu kamarnya mulai terbuka perlahan.
Serena membuka matanya lebar lebar saat mengetahui siapa yang kini berdiri di depan ranjangnya. Dia masih malas untuk menggerakkan tubuhnya yang benar benar tidak bertenaga.
“Bang Jon?!”
Joni memasang wajah datarnya. Tidak memberikan tanggapan apapun untuk mengurangi wajah terkejut Serena. Mulai menaiki ranjang dengan tubuh Serena diatasnya dan mengulurkan tangan untuk mengangkat tubuh Serena.
Serena ingin sekali memaki pria itu. Memaki karna bersikap kurang ajar. Tubuhnya bug*l dibalik selimut, dan Serena tidak ingin Joni melihatnya.
“Apa yang kau lakukan Bang Jon! Jangan macam macam ya!” Serena mencoba meronta saat Joni mengangkat tubuhnya. Kulitnya sama sekali tidak bersentuhan dengan Joni, karna pria itu terlebih dulu membungkus Serena dengan selimut tebal dari ujung kaki sampai batas leher.
“Diam!!”
Ini pertama kalinya Joni bicara dengan suara keras dan membentak Serena. Belum pernah sekalipun Joni bersikap tidak patuh apalagi membalas kata kata bosnya itu. Biasanya pria itu hanya akan menjawab singkat tanpa banyak melontarkan pertanyaan dengan rasa penasaran.
Joni terus berjalan keluar dari kamar Khusus itu, menuju kamar mandi yang berada didalam kamar satunya lagi. Perlahan menurunkan tubuh Serena dengan penuh kehati hatian dan rasa takut akan menyakiti majikannya itu.
Rupanya Bang Jon sudah menyiapkan air hangat untuk Serena berendam. Memang betul, kalau saat ini Serena sangat membutuhkan itu, untuk sedikit meredakan rasa sakit disekujur tubuh indahnya.
Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Bang Jon pergi begitu saja meninggalkan Serena yang masih syok dengan perlakuannya.
-
Serena memakai jubah mandi yang tebal dan juga handuk kecil untuk menutupi rambutnya yang masih basah. Membuka pintu kamar mandi dan melangkah keluar dari kamar. Dicarinya Bang Jon yang kini masih belum diketahui keberadaannya dan kapan dia datang.
Joni sedang menyiapkan sarapan hangat untuk Serena. Menatanya diatas meja makan yang terletak diantara dapur dan ruang tamu aparteman milik Serena.
“Sarapan dulu mbak” perintahnya pada Serena dan sebuah anggukan diberikan sebagai jawaban
“Apa Bang Jon udah sarapan?”
“Sudah”
“Bang jon” Serena masih ragu untuk bertanya karna Joni terus menatapnya dari kursi yang persis ada didepan Serena duduk sambil menikmati kopinya
“Em…” Serena menggigit bibir bawahnya “Kapan Bang Jon dateng?” itulah pertanyaan yang sedari tadi ingin dikatakannya
“Dari tadi pagi” jawaban Joni sukses membuat Serena mengerutkan alisnya. Dilihatnya dinding yang dimana terletak jam berbentuk bulat disana
“Hah! Jam 11?!” terkejutlah Serena dengan apa yang dilihat. Pantas saja Joni mengatakan kalau dirinya datang dari pagi, ternyata saat ini telah menunjukkan bahwa sudah hampir waktunya makan siang.
“Kenapa Bang Jon ngga bangunin Serena?” Sedikit berteriak
“Apa itu penting?” Joni menjawab santai tapi dengan nada yang terdengar sinis
***
Up Kamis 051219 08:41
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Mamah Kekey
hanya bima yg bisa nolong serena
2023-11-24
0
Berdo'a saja
apa bang jon masa depan Serena yaa, jadi pen9
2022-02-21
0
Nila Hestini
siapa ya sebenarnya si Joni?
2022-02-04
0