Serena baru bisa memejamkan netranya menjelang subuh. Disaat semua umat muslim bangun untuk menjalankan ibadah subuh, Serena malah membenamkan diri di alam mimpi. Gangguan yang sering serena alami, membuat Serena mengalami gangguan tidur. Setiap kali matanya hampir tertutup dimalam hari, maka akan langsung terdengar suara yang memanggil manggil namanya disertai sakit kepala yang teramat sangat sakit.
Tidak semua yang terlihat mudah itu memanglah mudah. Dan tidak semua yang terlihat sulit akan benar benar sulit pada kenyataannya.
Jalan hidup manusia memang suatu rahasia yang sulit ditebak. Walau banyak peramal handal bertebaran dimuka bumi ini, tetap tidak ada yang bisa mengatakan dengan yakin apa yang akan terjadi. Itu semua hanya berupa ramalan dan perkiraan. Bisa iya bisa juga tidak. Bisa terjadi sesuai ramalan atau melenceng jauh dari perkiraan. Semuanya tetap atas kehendak Yang Maha Kuasa.
Handphone milik Serena berdering. Bukan alarm tapi sebuah panggilan masuk yang akhirnya membuat Serena membuka mata dan berdecak. Baru 3 jam dirinya terlelap.
“Hallo….”
“Kamu dimana nak, kenapa tidak pulang dan tidur dirumah?”
“Serena sibuk bu. Terlalu malam untuk pulang, jadi aku tidur di apartemen.”
“Kamu udah sarapan sayang?”
“Belum bu. Aku baru bangun. Oh ya bu, panggilin Bang Jon ya. Jemput Rena, aku mau sarapan dirumah”
“Baiklah. Ibu panggilin Joni dulu. Ibu tutup dulu ya. Ibu juga mau sarapan bareng kamu”
Panggilan terputus
Serena mulai turun dari ranjang empuk yang jarang ditidurinya. Melangkah gontai menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diri sebelum Joni datang dan menjemputnya. Serena memang sengaja meninggalkan banyak baju di dalam apartemen, walau jarang ditempati.
Berbalut baju santai, celana jeans biru yang sedikit robek robek dibagian lutut dan paha serta t shirt berwarna hitam bertuliskan I’M HAPPY. Penampilan santai yang biasa digunakannya saat hari libur, menambah sinar cantik diwajahnya walau tanpa make up berlebih. Tidak ada gaun mahal rancangan desaigner terkenal ataupun higheels yang tingginya bersenti senti.
Wajahnya memang sudah sangat cantik dengan tinggi semampai. Kulit mulus, kuku jari yang lentik serta tubuh ramping yang selalu terjaga. Itu juga alasan Serena untuk tidak mau memasang jimat atau susuk didalam tubuhnya seperti saran dari Miki.
Iya. Miki adalah orang yang selalu memberinya saran saran diluar dugaan. Hampir semua ide yang muncul dari otak di kepalanya berhubungan dengan dunia perdukunan. Entah didapat dari mana semua pemikirannya tersebut. Tapi nyatanya banyak sekali artis dan juga model papan atas yang menjadi langganannya mengikuti semua perkataan Miki. Bahkan kini Serena juga menjadi salah satu orang yang berniat mengikuti saran dari manusia jadi jadian itu.
- Di rumah Serena
“Ayo buruan masuk, ibu udah laper”
“Kenapa ibu ngga sarapan duluan aja sih?”
“Ibu pengen sarapan bareng anak ibu”
Serena segera menarik kursi dan duduk disamping ibunya. Terlebih dulu mengambil nasi beserta lauknya untuk sang ibu yang kini tengah menatapnya penuh kerinduan. Meski tinggal satu rumah, tapi mereka berdua jarang sekali bertatap muka. Sering kali ibunya sudah tertidur kala Serena pulang dari semua kegiatannya. Ditambah lagi dengan keadaan sang ibu yang sering sakit sakitan.
“Rena…ibu kangen sama adekmu, Zahra. Kapan kamu punya waktu buat jemput …. “ belum juga selesai perkataan dari ibu Serena, tiba tiba suara teriakan terdengar sangat nyaring. Mengalihkan perhatian sepasang ibu dan anak yang siap memulai sarapan.
“Assalamualaikum…ibuuuuu….mbak…”
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Abi Zar
kerennnn
2024-03-05
0
senja
dia gak bisa buka toko atau endorse an ya? kayak jalan bener2 ketutup?
2022-03-19
6
Berdo'a saja
waduhyhhh
2022-02-21
0