“Kita mau kemana mbak?” Bang jon membukakan pintu penumpang belakang untuk Serena
“Antar ke apartemen aja. Gue lagi ngga mau ketemu siapa siapa.”
“Kenapa ngga pulang kerumah aja mbak?”
“Gue lagi males ditanya tanya! Bilang aja ke ibu, kalau gue lagi sibuk”
“Iya mbak”
Bang Jon melajukan mobil yang dikendarainya menuju apartemen milik Serena. Sejak menjejakkan kaki di dunia permodelan yang mengangkat namanya, Serena sudah mampu membeli apartemen dan juga mobil. Membayar hutang yang ditinggalkan oleh sang ayah, akibat kebiasaannya yang suka berjudi dan juga main perempuan.
Ibu Serena yang kini sakit sakitan, masih tinggal dirumah yang merupakan peninggalan nenek Serena dari ibunya. Keluarga sang ayah tidak pernah mau tahu dengan nasib Serena dan juga ibunya. Serena memiliki seorang adik perempuan yang kini masih kuliah kedokteran yang membutuhkan biaya banyak.
“Tinggal aja Bang Jon. Gue mau sendiri”
Bang Jon mengangguk sopan. Lalu mengendarai mobil milik Serena ke rumah sang ibu. Tidak banyak tanya dan tidak banyak omong bukan berarti tidak peduli. Bang Jon sangat menyayangi keluarga Serena terlebih ibu dari bosnya itu. Terlahir menjadi anak yatim piatu membuatnya sangat merindukan sosok seorang ibu.
Bi Sari adalah satu satunya orang yang mau mengurus Bang Jon kecil, disaat semua saudaranya angkat tangan karna keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan untuk mengurus anak lain selain anak mereka sendiri.
“Loh mbak Renanya mana Jon?” Bi Sari biasa memanggil Serena dengan sebutan Rena saja.
“Sibuk bi” jawabnya singkat
“Beneran sibuk Jon. Bukannya mbak Rena ngga punya kerjaan apa apa ya sekarang ini. Kamu bohong ya Jon!”
“Iya bi”
“Iya apa nih? Iya bohong apa iya beneran sibuk?”
“Sibuk bi” hanya itu jawaban yang joni berikan pada Bi Sari. Lagi pula jawaban itu tidak seratus persen salah. Karna Serena memang sedang sibuk. Walaupun hanya sibuk dengan dirinya sendiri.
“Ya sudah kalo begitu. Bibi mau ke kamar nyonya dulu.”
Bi Sari meninggalkan Joni di dapur dengan kopinya. Membawa makan siang untuk ibu Serena yang memang sudah beberapa hari sakit.
- Di apartemen
“Sorry ya Ren. Gue bukannya ngga mau ngasih lo kerjaan. Tapi bos bos besar lebih memilih si Sherly dibandingkan sama lo. Gue juga cuma kerja. Otomatis gue hanya menuruti perintah atasan aja.”
“Iya Kak Sandra, makasih. Nanti kalau ada job buat gue, cepet kabarin ya”
“Ok say” panggilan terputus
Serena membaringkan tubuhnya disofa. Memikirkan bagaimana dia akan membiayai kuliah sang adik dan juga pengobatan sang ibu. Tabungannya semakin menipis. Gaya hidup yang selalu menuntut untuk diutamakan, membuat rekeningnya selalu mengalami penyusutan. Sedangkan kontrak kerjanya banyak yang dibatalkan dan dialihkan pada rivalnya.
“Gue harus gimana sekarang? Gimana dengan biaya berobat ibu? Gimana biaya kuliah Zahra?” Serena menghembuskan nafas frustasi. Bingung dengan jalan yang akan diambilnya.
Serena tidak mau menjadi wanita simpanan untuk bos bos kaya yang haus sex walau memiliki istri cantik. Walaupun Serena bukanlah orang suci, tapi Serena selalu memegang prinsip untuk tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang.
Nasib yang dialami oleh sang ibu membuat Serena sangat membenci status wanita simpanan. Ayahnya telah menyakiti hati ibunya dengan bermain perempuan diluaran rumah dan menghabiskan banyak harta warisan dari sang nenek. Bahkan tidak jarang sang ayah sering menyiksa ibunya jika sang ibu menolak memberinya uang sebagai modal judi.
Sudah lewat tengah malam, tapi Serena tetap tidak bisa memejamkan matanya.
“Baiklah. Untuk saat ini, gue terima saran dari Miki. Setelah semuanya berjalan baik, gue bakal berhenti.”
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
MyFamily
kalau udah buat perjanjian dgn mahluk ghoib susah utk berhenti, iya gak sih?
2024-08-23
0
Syamsuryani Zaenal
semangat
2023-11-17
1
Ririt Rustya Ningsih
mana bisa berhenti rena...perjanjian seperti itu tk akan pernah mau berhenti...jngn salah langka...
2022-10-28
0