Sudah dua hari Arya berada di Sekte Bunga Matahari. Selama 2 hari itu pula, Arya selalu di mintai Liu Wei untuk mengajarinya berlatih.
Satu hari lagi Arya berencana akan keluar dari Sekte Bunga Matahari untuk melanjutkan perjalanannya.
Tok.. Tok... Tok..
"Permisi, apakah saudara Arya ada di dalam?”
Ketika pintu kamarnya di ketuk seseorang, Arya saat itu tengah berlatih jurus barunya di alam jiwa.
"Di luar sana ada seseorang yang ingin bertemu denganmu." Dewa Petir menghentikan latihan Arya.
"Baiklah ku rasa untuk saat ini sudah cukup." Arya lekas keluar dari alam jiwanya, lalu bangkit dari meditasinya berjalan membukakan pintu kamarnya.
Di depan kamarnya telah berdiri 5 orang yang sudah ia kenal. Orang itu tidak lain adalah Liu Wei, Sun Yu, tetua Yang Zi, Hong Duan dan Patriark dari Sekte Bunga Matahari yaitu Wang Bai.
"Apa ada sesuatu yang penting sehingga Patriark sendiri sampai datang menemuiku?" Tanya Arya sesaat setelah membukakan pintu, tak lupa ia juga membungkukkan badannya untuk memberi hormat.
"Maaf atas ketidak sopananku Patriark, silahkan masuk."
Setelah mereka semua masuk ke dalam ruangan sederhana yang beberapa waktu ini menjadi kamar untuk Arya. Mereka langsung menyampaikan keperluan mereka datang menemui pemuda itu.
"Maaf sebelumnya, apakah benar seperti yang di katakan Liu Wei, bahwa saudara Arya besok akan berencana melanjutkan perjalanan?" Tanya Patriark Wang Bai membuka percakapan.
"Benar Patriark, besok junior akan kembali melanjutkan perjalanan. Tetua Yang Zi sekarang sudah sembuh, sudah tidak ada alasan lagi bagiku untuk berlama-lama berada di sekte ini." Balas Arya lalu tersenyum ke arah tetua Yang Zi.
"Oh iya, apakah senior semua ada yang tau dimana letak Sekte Lembah Petir?" Sebenarnya Arya bisa saja menanyakan hal tersebut pada Dewa Petir. Tapi dia berfikir setidaknya pertanyaan itu bisa di gunakan untuk basa-basi sekedar untuk mencairkan suasana.
"Oh jadi benar apa yang di katakan oleh Sun Yu, jika saudara Arya mencari keberadaan tempat sekte Lembah Petir." Sambung tetua Hong Duan, yang kemudian membuat semua orang yang berada di sana mengalihkan pandangan kepadanya.
Arya mengerutkan dahinya lalu tersenyum ke arah Sun Yu dan mengangguk pelan. "Jadi tetua tau dimana lokasi Sekte itu?" Tanya Arya menatap tetua Hong Duan.
"Iya saya tahu... Sekte Lembah Petir berada di sebelah Utara, jika berjalan kaki akan menghabiskan waktu berbulan-bulan. Sekte Lembah Petir sendiri adalah salah satu Sekte terbesar aliran putih, namun beberapa tahun belakangan ini mereka sedang menutup diri paska terjadinya pertempuran antara aliansi aliran putih dengan aliansi aliran hitam." Ujar tetua Hong Duan menjelaskan.
"Maaf atas kelancanganku... saya kesini berniat untuk mengucapkan terimakasih pada saudara Arya karena telah menyembuhkan lukaku. Setelah anda menyembuhkanku, Aku baru menyadari satu hal. Anda bukan hanya telah mengobati racun Perusak syaraf didalam tubuhku, tapi juga racun-racun dari sisa-sisa pil Kultivasi yang ku konsumsi sebelumnya. Sehingga kini membuat tubuhku bisa berkembang lebih cepat dalam berkultivasi.." Ucap Tetua Yang Zi menyerobot pembicaraan.
"Sama-sama tetua Yang Zi, itu sudah kewajibanku membantu orang-orang yang membutuhkan. Baguslah jika tetua bisa kembali meningkat Kultivasi." Arya tersenyum tapi dia merasa ada sesuatu hal lain di balik perkataan dari tetua Yang Zi barusan.
"Jadi untuk itu, Kami datang kemari... Saya sebagai Patriark dari Sekte Bunga Matahari meminta saudara Arya untuk menetap selama beberapa hari lagi di sekte kami. Saya minta saudara Arya membantu mengobati atau setidaknya meningkatkan Kultivasi para murid. Karena dalam 3 hari ke depan sekte kami akan mengadakan sebuah turnamen antar sekte kecil untuk mencari generasi muda berbakat. Turnamen itu sendiri juga akan di hadiri besar seperti Sekte Pedang Teratai yang selama ini menjadi pelindung keamanan untuk sekte-sekte kecil seperti kami. Dan kabarnya sekte Pedang Teratai sendiri juga akan mendatangkan salah satu anak dari tetua mereka untuk di ikut sertakan dalam kompetisi turnamen tersebut... Sebagai tuan rumah dari turnamen ini, saya sangat berharap setidaknya ada salah satu dari murid sekte kami bisa menjadi juara 3 dalam turnamen tersebut untuk mengharumkan nama Sekte ini. Saya mohon bantuannya saudara Arya untuk membuatkan pil peningkat kultivasi." Patriark Wang Bai menjelaskan tujuan mereka mendatangi Arya dengan tatapan penuh harap.
Arya diam beberapa waktu, pemuda itu belum bisa mencerna maksud dari penjelasan panjang lebar yang di sampaikan Patriark Wang Bai. Yang bisa dia simpulkan dari penjelasan tersebut adalah sekte ini menginginkan muridnya menjuarai kompetisi tersebut.
"Baiklah Patriark, aku akan tinggal untuk beberapa hari lagi disini. Dan aku akan membuatkan beberapa pil untuk meningkatkan Kultivasi para murid. Setelah turnamen ini selesai, mohon para senior untuk tidak lagi menghentikanku melanjutkan perjalanan." Ucap Arya yang sebenarnya juga penasaran akan turnamen tersebut.
"Datanglah ke acara turnamen, aku akan menunjukkan hasil dari latihanku selama ini. dan aku akan membuktikan bahwa aku akan menjadi juara dalam turnamen itu." Ucap Liu Wei dengan penuh semangat, hingga membuat perhatian semua orang yang berada di sana tertuju padanya.
Arya hanya tersenyum dan mengangguk "Baiklah, aku juga penasaran ingin melihat semua hasil dari latihanmu selama ini." Gumam Arya dalam hati.
_______
Keesokan harinya, Sekte Bunga Matahari mulai ramai kedatangan para pendekar dari berbagai Sekte. Dan yang membuat semua orang begitu antusias adalah saat mendapati kedatangan salah satu Sekte besar yaitu Sekte Pedang Teratai.
Semua orang tengah membicarakan mengenai anak dari tetua Sekte Pedang Teratai yaitu Zhao Lang. Banyak yang mengatakan bahwa Zhao Lang adalah pria yang suka bertingkah semaunya dengan mengandalkan nama besar dari Ayahnya sebagai Tetua Sekte serta kakeknya sebagai mantan Patriark Sekte Pedang Teratai. Dia sering kali melecehkan para gadis dan menidurinya, bahkan juga suka membuat keonaran menindas para murid yang berada di sektenya.
Berita itu juga sampai terdengar ditelinga Arya. Saat itu Arya tengah berjalan bersama Sun Yu dan Liu Wei untuk menuju ke tempat para murid. Pemuda itu tidak sengaja mendengar para Pendekar sedang membicarakan tentang kepribadian Zhao Lang.
"Berhenti nona." Beberapa orang tiba-tiba menghadang langkah mereka bertiga.
"Maaf, ada urusan apa kalian menghentikan kami?" Kata Liu Wei dengan nada agak tinggi.
"Kau boleh pergi asalkan tinggalkan kedua gadis ini. tuan kami menginginkannya..." Ucap salah seorang diantara mereka sambil menunjuk ke arah Arya.
"Jaga bicaramu, atau ku bungkam mulutmu selamanya. Segera menyingkir dari sini atau..." Bentak Liu Wei yang terpotong
"Wah.. wah.. wah... ternyata di tempat ini ada seorang gadis cantik yang kasar. Tapi aku suka dengan itu." Suara yang terdengar dari belakang beberapa orang yang menghadang mereka bertiga, sebelum menunjukkan dirinya.
"Tuan muda Zhao Lang..." Ucap para penghadang itu serempak.
"Pemuda.. sebaiknya kau pergilah dari ini, aku tidak punya urusan denganmu. Tinggalkan para gadis ini untukku, jika kau ingin selamat..." Ucap Zhao Lang dengan tatapan merendahkan kepada Arya.
"Siapa kau, berani-beraninya berkata seperti itu di sekte kami. Jika aku ingin bersama dia, apa hak mu melarangku." Liu Wei menunjukkan tatapan yang sama seperti yang dilakukan Zhao Lang kepada Arya.
"Hahaha... Jadi kalian berasal dari sekte rendahan ini. Asalkan kalian tau, aku Zhao Lang anak dari tetua Sekte Pedang Teratai. Sekte sampah seperti ini tidak ada artinya di mataku." Zhao Lang tertawa lantang lalu membuang ludah ke tanah.
"Tarik ucapanmu atau..." Hardik Liu Wei yang di hentikan oleh Sun Yu.
"Maaf Tuan atas kesalah pahaman ini. Mohon tuan membiarkan kami untuk lewat. Kami sedang ada tugas, saya harap tuan mengerti." Sun Yu berkata sopan dengan menelangkupkan tangannya.
"Kau kira akan mudah pergi setelah berurusan denganku. Bawa para gadis ini untukku." Zhao Lang lalu memerintahkan para anak buahnya.
"Jangan sentuh mereka atau..." Arya tak melanjutkan perkataannya, dia langsung mengaktifkan Aura Raja dari jurus Aura Naga Emas sesaat sebelum tangan mereka menyentuh tubuh Sun Yu dan Liu Wei.
Seketika tubuh mereka semua terjatuh tak bisa di gerakkan, ada pula yang sampai tidak sadarkan diri setelah terkena tekanan dari Aura Raja Naga Emas.
Melihat kejadian itu, Sun Yu dan Liu Wei keheranan dengan apa yang mereka lihat saat ini. Kedua gadis itu memang tidak merasakan seperti apa yang mereka rasakan, sebab Arya hanya menggunakan Aura Raja Naga Emas untuk para penghadang tersebut. Karena itulah kedua gadis itu di buat kebingungan dengan situasi yang terjadi.
Zhao Lang sendiri menatap kejadian itu dengan perasaan tidak percaya. "Apa yang sebenarnya terjadi?" Gumamnya dalam hati karena tubuh dan mulutnya tidak bisa digerakkan.
"Sebaiknya kita segera pergi dari sini, tak usah memperdulikan para begundal ini. Kita pasti sudah di tunggu para murid lainnya." Kata Arya lalu mengajak kedua gadis itu untuk melanjutkan perjalanan.
"Apakah semua itu perbuatan dari Arya?" Batin Sun Yu sambil melirik Arya.
Liu Wei sendiri sudah tau jika semua itu pastilah perbuatan dari Arya, sebab itulah gadis itu menatap Arya terus menerus sambil menyenggol bahu pemuda tersebut. "Ajari aku dong" Bisiknya.
"Kau ini" Arya menggeleng pelan sambil menepuk keningnya.
__________
Patriark Adalah sebutan Kepala Sekte laki-laki.
Matriark Adalah sebutan Kepala Sekte Perempuan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Reza Aditiya
baik boleh tapi naif jangan Thor ini dunia kultivator bukan negara Indonesia jadi jangan naif naif banget MC nya lahhh suka bosen susah bener cair novel ya bikin nyaman baca hadeh
2024-02-23
4
Harman LokeST
tumbang semua
2024-01-31
0
Arjy Cool
Patriak... Papa
Matiak... Mama
Ketriak... Kakek...
Netriak... Nenek...
Detriak... Adik...
Hehehehe...
Lanjutkaaaaaaannnnnn Thooooooooooooooooooooooorrrrrr...
2023-12-11
2