Latihan Fisik 1

Hari sudah menjelang malam, ketika Zhen Long sampai di gubuk yang menjadi tempat tinggalnya selama ini.

Pria paruh baya itu kemudian memutuskan duduk di sebuah kursi yang berada di depan gubuk. Sambil menikmati arak yang di belinya dari kota Huanxi, pikirannya melayang mengingat kembali perjalanan hidupnya selama ini.

"Aku sudah terlalu tua untuk ikut campur urusan dunia luar yang penuh kekejaman dan keserakahan." Pria paruh baya itu menatap bintang di langit malam, berharap agar generasi muda bisa mewujudkan kedamaian di dunia ini.

Walau menurutnya kedamaian hanyalah semu, lantaran bagaimanapun ada siang juga ada malam. begitu pula, ada kebaikan pastilah ada kejahatan. begitu lah tatanan kehidupan.

Setidaknya yang Zhen Long harapkan adalah dunia yang harmonis, dimana orang yang kuat bisa hidup berdampingan dan menghargai yang lemah. Bukan malah menindas, membunuh dan menghancurkan mereka, hanya demi mendapatkan sebuah harta dan kekuasaan.

"Hmmm... jika di pikir-pikir kehadiran Arya yang mempunyai 9 elemen yang selama ini tidak pernah ada dalam sejarah, mungkin saja memiliki takdir yang besar dari langit. Aku harus segera mendidik dan menurunkan semua ilmu yang aku miliki padanya... ku harap suatu saat nanti, anak itu bisa menjadi penerusku. Aku akan membuatnya menjadi pendekar yang hebat agar ia sanggup pembawa keseimbangan di dunia ini. Sudah saatnya generasi muda meneruskan apa yang tidak bisa di wujudkan oleh orang tua ini." Pikir Zhen Long sambil meneguk guci arak.

_______

Arya keluar dari kamarnya berniat untuk menemui Zhen Long. Bocah itu ingin bertanya mengenai apa yang dirasakan tubuhnya setelah meminum obat yang diberikan oleh kakek angkatnya tersebut.

Setelah keluar dari pintu gubuk, ia mendapati Zhen Long sedang duduk termenung sambil menatap langit.

"Ternyata kakek sudah pulang.." Arya tersenyum menyapa Zhen Long.

"Ya'er kemarilah... sini duduk, kakek ingin berbicara sesuatu kepadamu" Zhen Long menepuk bangku panjang yang terbuat dari potongan pohon di sebelahnya.

Arya menurut, dia segera berjalan dan kemudian duduk di samping Zhen Long. "Ada apa kek? aku juga sebenarnya ingin bertanya sesuatu pada kakek."

"Begini nak... sebaiknya Ya'er segera berlatih, kakek ingin kau menjadi pendekar yang hebat agar berguna bagi orang lain serta bisa menegakkan keadilan. Apakah Ya'er bersedia menuruti keinginan kakekmu ini?” Tanya Zhen Long sambil menatap Arya penuh harap.

Arya berfikir sejenak, dia kembali teringat akan pesan dari Dewa petir kepadanya. "Iya kek, Arya bersedia menerima permintaan kakek. Arya juga ingin menjadi hebat seperti kakek"

"Baguslah nak... lalu bagaimana dengan kondisimu saat ini, apakah kau sudah sembuh?" Tanya Zhen Long kemudian memeriksa denyut nadi Arya.

"Ku rasa sudah kek.. Oh iya kek, kenapa setelah meminum obat dari Kakek, badanku terasa lebih ringan kek?" Arya bertanya mengenai apa yang memang ingin di tanyakannya pada kakek angkatnya itu.

"Semua itu sebab beberapa Meridian mu sudah terbuka nak, kau memiliki 9 elemen di tubuhmu, yang artinya kau itu memiliki 9 Dantian. Dantian adalah pusat lautan Qi, sedangkan Meridian adalah sebuah titik-titik syaraf yang akan di aliri energi Qi." Zhen Long menjelaskan.

"Ya sudah... sekarang kita makan dulu, kakek sudah membawakan makanan untukmu. setelah selesai makan kakek akan mengajarimu bagaimana cara menyerap energi Qi alam ke dalam tubuhmu." Zhen Long lalu bangkit dan mengajak Arya memasuki gubuk.

________

Setelah mereka selesai makan, Zhen Long kemudian mengajak Arya keluar dari gubuk. Setelahnya, pria paruh baya itu lantas menggendong Arya, merekapun terbang dengan cepat ke tempat dimana terdapat hutan di dasar jurang kematian.

Menyaksikan hal itu, tentu saja Arya yang baru pertama kali terbang di buat terkagum-kagum sampai tanpa sadar diapun membuka mulutnya lebar-lebar. Beberapa kali Arya mengucek matanya, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di alaminya kali ini.

Akhirnya merekapun sampai di dekat goa, Arya kemudian di turunkan Zhen Long dari gendongannya. Tempat itu sangatlah gelap, karena memang hanya ada sedikit cahaya bulan yang menjadi sumber penerangan bagi mereka.

"Kek, ajari aku, aku juga ingin bisa terbang seperti kakek."

Arya nampak masih terkesima dengan sensasi di bawa terbang yang di alaminya beberapa saat lalu, yang menurutnya hal itu sangatlah luar biasa.

"Jika aku bisa terbang seperti burung, itu pasti akan sangatlah menyenangkan." batin Arya.

"Jika Ya'er ingin bisa terbang, Ya'er harus giat dan semangatdalam berlatih... Apa Ya'er sanggup?" Zhen Long tersenyum hangat sambil mengelus rambut cucu angkatnya itu.

"Sanggup kek... Arya berjanji akan giat berlatih. Tenang saja, Arya tidak akan mengecewakan kakek." Jawab Arya mantap, sangking semangatnya dia sampai melompat-lompat kegirangan.

Karena khawatir meninggalkan Arya seorang diri, sebab di tempat itu terdapat banyak siluman yang berkeliaran. Zhen Long pun akhirnya mengajak Arya mencari dan mengumpulkan kayu bakar di dalam hutan.

Dirasa cukup kayu bakar yang di kumpulkan, mereka pun kembali ke tempat semula. Karena tempat itulah yang lebih aman, lebih sedikit siluman yang berkeliaran. Merekapun kemudian membuat api unggun di depan goa sebagai penerangan.

"Ya'er, duduklah di atas batu itu."

Tanpa bertanya, Arya langsung menurut. Diapun berjalan dan duduk di permukaan batu yang tingginya sepinggang orang dewasa.

"Sekarang tutuplah matamu, pusatkan pikiranmu pada energi yang ada di sekelilingmu. Jika kau sudah bisa merasakan dan melihat energi itu, maka selanjutnya seraplah energi itu masuk ke dalam tubuhmu, alirkan energi tersebut ke dalam Dantian yang berada di antara perut dan dadamu. Tapi ingatlah... serap secukupnya. jika di rasa tubuhmu sudah tidak mampu lagi, segera hentikan!!"

Arya mengangguk seolah sudah paham, dia segera melakukan hal yang intruksikan kakeknya tersebut. Diapun menutup matanya lalu mulai berusaha memusatkan pikirannya untuk dapat merasakan energi di sekitarnya.

Butuh waktu cukup lama, hingga akhirnya dengan mata yang masih terpejam, Arya akhirnya bisa melihat di sekelilingnya terdapat bola-bola energi berwarna warni begitu indah seperti kunang-kunang bergerak kesana-kemari.

Ketika sedang larut dalam kekaguman, Arya lantas teringat pesan dari kakeknya yang menyuruhnya untuk menyerap energi tersebut. Sejenak diapun mencari cara agar energi tersebut dapat dia serap, hingga akhirnya diapun berhasil dengan menarik energi tersebut melalui kekuatan pikirannya.

_________

Sesaat setelah Arya menutup matanya, Zhen Long lantas membuat pagar energi untuk melindungi cucu angkatnya itu dari ancaman para siluman.

Setelah itu, Zhen Long melesat memasuki hutan, berniat mencari buah-buahan sumberdaya dan mustika siluman yang berguna untuk meningkatkan Kultivasi cucu angkatnya itu.

Cukup lama Zhen Long pergi, dan terlihat kembali dengan membawa wortel pelangi, jamur muda giok, apel perak, zaitun langit, anggur suci dan 10 mustika siluman.

Melihat Arya telah berhasil menyerap energi alam, Zhen Long nampak terkejut dan tidak lama diapun lalu memutuskan rebahan di samping batu yang di gunakan sebagai tempat meditasi cucunya itu. Beberapa saat Zhen Long pun tertidur dengan senyuman yang menunjukkan kepuasan di bibir keriputnya.

______

Ketika Arya membuka mata, terasa semilir angin yang menyejukkan menerpa tubuhnya, badannya kini di basahi oleh embun. Burung-burung terdengar mulai berkicauan menyambut matahari yang mulai menyapa datangnya pagi.

"Loh sudah pagi? perasaan baru sebentar aku berlatih." gumam Arya lalu pandangannya tertuju pada Zhen Long yang tertidur di dekatnya.

Mendengar hal itu, Zhen Long terbangun. "Ternyata kau sudah bangun, nak... bagaimana, apakah kau sudah berhasil atau justru kau malah ketiduran?" tanya Zhen Long sambil meregangkan tubuhnya.

"Tentu saja aku berhasil kek... kan aku sudah bilang, jika aku tidak akan mengecewakan kakek." Arya tersenyum lebar.

"Baguslah nak... sekarang kau sarapanlah dulu, kakek sudah membawakan buah-buahan yang berguna untuk meningkatkan Kultivasi mu.” Zhen Long melemparkan beberapa buah ke arah Arya.

Tanpa basa-basi Arya langsung memakan buah tersebut dengan begitu lahapnya, sampai dimana badannya terasa terbakar, wajahnya memerah dan otot-ototnya mulai nampak menegang. Arya ingin bertanya mengenai hal itu pada Zhen Long, namun ia tidak kuasa membuka mulut sebab kini ia sedang berusaha menahan rasa sakit yang begitu menyiksa.

"Makanya nak, makan itu pelan-pelan, jangan rakus seperti binatang yang kelaparan. Kan kakek sudah memberitahukanmu, jika buah itu bukanlah buah biasa.... Sekarang cepat kau alirkan energi itu ke pusat yang berada di dantianmu." Zhen Long dengan buru-buru menyentuh punggung Arya untuk membantu menstabilkan kondisi cucunya itu.

"Untung saja badanmu tidak meledak nak, Kau tidak seharusnya makan terlalu banyak sumber daya yang kaya akan energi Qi. Untungnya 9 dantian di tubuhmu itu dapat menyerap banyak Qi, jika tidak mungkin saja tubuhmu saat ini akan lumpuh." ucap Zhen Long sambil mengatur nafasnya.

"Maafkan aku kek.. aku tidak tahu jika buah itu mengandung banyak energi Qi." Arya memasang ekspresi menyesal, dia merasa tidak enak hati telah membuat kakeknya itu khawatir.

"Ya sudah... Sekarang istirahatlah sejenak, sesudah itu kau mulailah berlatih membentuk pondasi fisikmu. Kau harus berlari mengelilingi hutan ini sebanyak 10 kali. Setelah itu, angkatlah batu itu selama 6 jam. Setelah semuanya selesai, barulah kau bisa makan dan melanjutkan menyerap energi Qi alam seperti yang kau lakukan tadi malam."

Sebelum memulai latihannya, Zhen Long menyentuh kepala Arya, mengerahkan salah satu tekniknya agar tubuh cucunya itu tersamarkan dari para siluman penghuni lembah jurang kematian.

Terpopuler

Comments

Durian Anget

Durian Anget

macam dualitas

2024-05-20

0

KAGE UZUZURA

KAGE UZUZURA

tuh ges, makan pelan-pelan nanti keselek meninggal, kau pusing dewa Indra juga pusing wkwk

2024-03-26

2

KAGE UZUZURA

KAGE UZUZURA

Sedikit info buat yang gak tau, semu itu semacam kata yang menggambarkan tidak nyata. salah koreksi

2024-03-26

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Berpindah Dimensi
2 Kehidupan Baru
3 Belajar Alkemis
4 Latihan Fisik 1
5 Latihan Fisik 2
6 Latihan Fisik 3
7 Latihan Fisik 4
8 Masa lalu Tubuh Arya
9 Kitab Pedang Bayangan
10 Perpisahan Dengan Zhen Long
11 Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12 Selamat Tinggal Jurang Kematian
13 Memulai Petualangan
14 Bertemu Kembali
15 Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16 Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17 Pemahaman Ilmu Berpedang
18 Keinginan Liu Wei
19 Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20 Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21 Turnamen Pendekar Muda
22 Turnamen Pendekar Muda 2
23 Turmanen Pendekar Muda 3
24 Turnamen Pendekar Muda 4
25 Turmanen Pendekar Muda 5
26 Final Turnamen Pendekar Muda
27 Hasil Turmanen Pendekar Muda
28 Menjual Pil Giok Suci
29 Masalalu Liu Wei
30 Perpisahan
31 Pria Tua Misterius
32 Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33 Tupai Pertapa
34 Diatas Pendekar Suci
35 Terungkap Segalanya
36 Kejar Kejaran
37 Kerajaan Siluman Tupai
38 Memindahkan Sebuah Kerajaan
39 Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40 Kabut Ilusi
41 Penjaga Kabut Ilusi
42 Raja Obat
43 Menuju Pertarungan
44 Menjadi Pengawal Pangeran
45 Pertama Kalinya Membunuh
46 Kecerobohan Dewa Petir
47 Aura Jiwa Shenren
48 Bertemu Kaisar Surga
49 Mengobati Penduduk Desa
50 Siluman Penghuni Sungai
51 Si Kembar Haus Darah
52 Tangisan Desa Fushun
53 Kembalinya Dewa Petir
54 Cairan Pusaran Waktu
55 Menundukkan Harimau Putih
56 Roh Pusaka
57 Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58 Dimana Hantu
59 Keterpaksaan Tindakan Walikota
60 Teknik Penghisap Dimensi
61 Keputusan Arya
62 Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63 Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64 Mengarang Cerita
65 Racun Tengkorak Iblis
66 Menyebarkan Informasi
67 Pengintai
68 Tiba Di Kerajaan Goading
69 Mengobati Sang Raja
70 Duri Dalam Daging
71 Pertunjukan Yang Menarik
72 Bertarung Melawan Tiga Tetua
73 Persaingan
74 Kekecewaan
75 Bocah Kecil Penjual Permen
76 Tiga Bersaudara
77 Memberikan Kenang-kenangan
78 Raja Para Dewa
79 Jurus Berpindah Dimensi
80 Meninggalkan Istana Goading
81 Pasar
82 Kertas Sihir
83 Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84 Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85 Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86 Hancurnya Markas Pemberontak
87 Acara Pemakaman
88 Perpisahan Tanpa Kata
89 Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90 Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91 Melawan Para Perampok
92 Si Tubuh Besi
93 Asosiasi Lotus Perak
94 Kembalinya Sekte Lembah Petir
95 Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96 Mengajukan Kerjasama
97 Membuka Toko
98 Toko Obat Xian
99 Keputusan Shi Yuan Jie
100 Membeli Senjata
101 Membuat Pil Awet Muda
102 Toko Di Buka Kembali
103 Permainan Catur
104 Mencapai Kesepakatan
105 Pesta Peresmian
106 Teman Lama
107 Menutup Toko
108 Para Penghadang
109 Pemuja Iblis
110 Pertarungan Berakhir
111 Penyelidikan
112 Persaingan Dua Gadis
113 Hasil Penyelidikan
114 Kontrak Ikatan Pusaka
115 Melawan Roh Pusaka
116 Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117 Masalalu Roh Pusaka
118 Jurus Perubahan Wujud
119 Kekesalan Liu Wei
120 Kedai Din Thai Fung
121 Menjalin Aliansi
122 Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123 Acara Lelang
124 Pembukaan Lelang
125 Siluman Griffin
126 Pusaka Kipas Naga Angin
127 Burung Phoenix Petir
128 Kericuhan Acara Lelang
129 Siasat Shi Yuan Jie
130 Putri Kerajaan Guangzhou
131 Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132 Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133 Melelang Pil Giok Suci
134 Permintaan Maaf
135 Acara Lelang Berakhir
136 Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137 Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138 Arya Vs Jenderal Yu Lang
139 Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140 Duel Berakhir
141 Dugaan Huashan
142 Menyusun Rencana
143 Penculikan
144 Sisi Lain Panglima Chong Quon
145 Menyambut Anggota Baru
146 Teknik Pedang Terbang
147 Pertempuran
148 Melumpuhkan Kultivasi
149 Perjodohan
150 Melatih Keseimbangan
151 Masalalu An Lushan
152 Menyampaikan Berita Baik
153 Dendam Yang Membara.
154 Kebimbangan Patriark Tao Lian
155 Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156 Persetujuan
157 Semakin Yakin
158 Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159 Menemukan Tempat Persembunyian
160 Energi Kegelapan
161 Ritual Anggota Baru
162 Hutan Gelap
163 Sekelompok Siluman Singa
164 Serangan Susulan
165 Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166 Bertemu Naga
167 Lembah Naga
168 Tiga Darah Berbeda
169 Kebebasan Yang Mengejutkan
170 Melawan Para Siluman Naga
171 Menghadapi Penyusup
172 Menghadapi Penyusup II
173 Pulau Kehidupan
174 Tamu Tidak Di Undang
175 Penyucian Hati
176 Sisi Gelap I
177 Sisi Gelap II
178 Teknik Pengendalian Darah
179 Taichi
180 Duel Naga Vs Harimau
181 Arya Vs Chaizu I
182 Arya Vs Chaizu II
183 Arya Vs Chaizu III
184 Arya Vs Chaizu IV
185 Keluar Dari Hutan Hei'an
186 Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187 Sahabat Baru
188 Pencari Pusaka Langit.
189 Penculikan Bayi
190 Mengejar Penculik
191 Pendekar Suci Turun Tangan
192 Penculikan Putri Kaisar
193 Kecerdikan Han Jifan
194 Arya Vs Huashan
195 Pil Serat Gairah
196 Kemarahan Sang Putri
197 Menyampaikan Permasalahan
198 Keputusan Sang Putri
199 Seruling Cahaya Malam
200 Pesan Dari Bangsa Iblis
201 Hujan Meteor
202 Kemunculan Tengkorak Di Langit
203 Kota Mati
204 Tantangan Yang Tidak Sepadan
205 Pengendalian Pikiran
206 Keluar Demi Membalaskan Dendam
207 Perubahan Sikap Arya
208 Sebuah Tamparan Telak
209 Episode Terakhir
210 Pengumuman
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Awal Mula Berpindah Dimensi
2
Kehidupan Baru
3
Belajar Alkemis
4
Latihan Fisik 1
5
Latihan Fisik 2
6
Latihan Fisik 3
7
Latihan Fisik 4
8
Masa lalu Tubuh Arya
9
Kitab Pedang Bayangan
10
Perpisahan Dengan Zhen Long
11
Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12
Selamat Tinggal Jurang Kematian
13
Memulai Petualangan
14
Bertemu Kembali
15
Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16
Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17
Pemahaman Ilmu Berpedang
18
Keinginan Liu Wei
19
Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20
Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21
Turnamen Pendekar Muda
22
Turnamen Pendekar Muda 2
23
Turmanen Pendekar Muda 3
24
Turnamen Pendekar Muda 4
25
Turmanen Pendekar Muda 5
26
Final Turnamen Pendekar Muda
27
Hasil Turmanen Pendekar Muda
28
Menjual Pil Giok Suci
29
Masalalu Liu Wei
30
Perpisahan
31
Pria Tua Misterius
32
Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33
Tupai Pertapa
34
Diatas Pendekar Suci
35
Terungkap Segalanya
36
Kejar Kejaran
37
Kerajaan Siluman Tupai
38
Memindahkan Sebuah Kerajaan
39
Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40
Kabut Ilusi
41
Penjaga Kabut Ilusi
42
Raja Obat
43
Menuju Pertarungan
44
Menjadi Pengawal Pangeran
45
Pertama Kalinya Membunuh
46
Kecerobohan Dewa Petir
47
Aura Jiwa Shenren
48
Bertemu Kaisar Surga
49
Mengobati Penduduk Desa
50
Siluman Penghuni Sungai
51
Si Kembar Haus Darah
52
Tangisan Desa Fushun
53
Kembalinya Dewa Petir
54
Cairan Pusaran Waktu
55
Menundukkan Harimau Putih
56
Roh Pusaka
57
Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58
Dimana Hantu
59
Keterpaksaan Tindakan Walikota
60
Teknik Penghisap Dimensi
61
Keputusan Arya
62
Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63
Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64
Mengarang Cerita
65
Racun Tengkorak Iblis
66
Menyebarkan Informasi
67
Pengintai
68
Tiba Di Kerajaan Goading
69
Mengobati Sang Raja
70
Duri Dalam Daging
71
Pertunjukan Yang Menarik
72
Bertarung Melawan Tiga Tetua
73
Persaingan
74
Kekecewaan
75
Bocah Kecil Penjual Permen
76
Tiga Bersaudara
77
Memberikan Kenang-kenangan
78
Raja Para Dewa
79
Jurus Berpindah Dimensi
80
Meninggalkan Istana Goading
81
Pasar
82
Kertas Sihir
83
Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84
Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85
Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86
Hancurnya Markas Pemberontak
87
Acara Pemakaman
88
Perpisahan Tanpa Kata
89
Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90
Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91
Melawan Para Perampok
92
Si Tubuh Besi
93
Asosiasi Lotus Perak
94
Kembalinya Sekte Lembah Petir
95
Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96
Mengajukan Kerjasama
97
Membuka Toko
98
Toko Obat Xian
99
Keputusan Shi Yuan Jie
100
Membeli Senjata
101
Membuat Pil Awet Muda
102
Toko Di Buka Kembali
103
Permainan Catur
104
Mencapai Kesepakatan
105
Pesta Peresmian
106
Teman Lama
107
Menutup Toko
108
Para Penghadang
109
Pemuja Iblis
110
Pertarungan Berakhir
111
Penyelidikan
112
Persaingan Dua Gadis
113
Hasil Penyelidikan
114
Kontrak Ikatan Pusaka
115
Melawan Roh Pusaka
116
Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117
Masalalu Roh Pusaka
118
Jurus Perubahan Wujud
119
Kekesalan Liu Wei
120
Kedai Din Thai Fung
121
Menjalin Aliansi
122
Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123
Acara Lelang
124
Pembukaan Lelang
125
Siluman Griffin
126
Pusaka Kipas Naga Angin
127
Burung Phoenix Petir
128
Kericuhan Acara Lelang
129
Siasat Shi Yuan Jie
130
Putri Kerajaan Guangzhou
131
Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132
Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133
Melelang Pil Giok Suci
134
Permintaan Maaf
135
Acara Lelang Berakhir
136
Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137
Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138
Arya Vs Jenderal Yu Lang
139
Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140
Duel Berakhir
141
Dugaan Huashan
142
Menyusun Rencana
143
Penculikan
144
Sisi Lain Panglima Chong Quon
145
Menyambut Anggota Baru
146
Teknik Pedang Terbang
147
Pertempuran
148
Melumpuhkan Kultivasi
149
Perjodohan
150
Melatih Keseimbangan
151
Masalalu An Lushan
152
Menyampaikan Berita Baik
153
Dendam Yang Membara.
154
Kebimbangan Patriark Tao Lian
155
Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156
Persetujuan
157
Semakin Yakin
158
Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159
Menemukan Tempat Persembunyian
160
Energi Kegelapan
161
Ritual Anggota Baru
162
Hutan Gelap
163
Sekelompok Siluman Singa
164
Serangan Susulan
165
Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166
Bertemu Naga
167
Lembah Naga
168
Tiga Darah Berbeda
169
Kebebasan Yang Mengejutkan
170
Melawan Para Siluman Naga
171
Menghadapi Penyusup
172
Menghadapi Penyusup II
173
Pulau Kehidupan
174
Tamu Tidak Di Undang
175
Penyucian Hati
176
Sisi Gelap I
177
Sisi Gelap II
178
Teknik Pengendalian Darah
179
Taichi
180
Duel Naga Vs Harimau
181
Arya Vs Chaizu I
182
Arya Vs Chaizu II
183
Arya Vs Chaizu III
184
Arya Vs Chaizu IV
185
Keluar Dari Hutan Hei'an
186
Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187
Sahabat Baru
188
Pencari Pusaka Langit.
189
Penculikan Bayi
190
Mengejar Penculik
191
Pendekar Suci Turun Tangan
192
Penculikan Putri Kaisar
193
Kecerdikan Han Jifan
194
Arya Vs Huashan
195
Pil Serat Gairah
196
Kemarahan Sang Putri
197
Menyampaikan Permasalahan
198
Keputusan Sang Putri
199
Seruling Cahaya Malam
200
Pesan Dari Bangsa Iblis
201
Hujan Meteor
202
Kemunculan Tengkorak Di Langit
203
Kota Mati
204
Tantangan Yang Tidak Sepadan
205
Pengendalian Pikiran
206
Keluar Demi Membalaskan Dendam
207
Perubahan Sikap Arya
208
Sebuah Tamparan Telak
209
Episode Terakhir
210
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!