Hari sudah menjelang malam, ketika Zhen Long sampai di gubuk yang menjadi tempat tinggalnya selama ini.
Pria paruh baya itu kemudian memutuskan duduk di sebuah kursi yang berada di depan gubuk. Sambil menikmati arak yang di belinya dari kota Huanxi, pikirannya melayang mengingat kembali perjalanan hidupnya selama ini.
"Aku sudah terlalu tua untuk ikut campur urusan dunia luar yang penuh kekejaman dan keserakahan." Pria paruh baya itu menatap bintang di langit malam, berharap agar generasi muda bisa mewujudkan kedamaian di dunia ini.
Walau menurutnya kedamaian hanyalah semu, lantaran bagaimanapun ada siang juga ada malam. begitu pula, ada kebaikan pastilah ada kejahatan. begitu lah tatanan kehidupan.
Setidaknya yang Zhen Long harapkan adalah dunia yang harmonis, dimana orang yang kuat bisa hidup berdampingan dan menghargai yang lemah. Bukan malah menindas, membunuh dan menghancurkan mereka, hanya demi mendapatkan sebuah harta dan kekuasaan.
"Hmmm... jika di pikir-pikir kehadiran Arya yang mempunyai 9 elemen yang selama ini tidak pernah ada dalam sejarah, mungkin saja memiliki takdir yang besar dari langit. Aku harus segera mendidik dan menurunkan semua ilmu yang aku miliki padanya... ku harap suatu saat nanti, anak itu bisa menjadi penerusku. Aku akan membuatnya menjadi pendekar yang hebat agar ia sanggup pembawa keseimbangan di dunia ini. Sudah saatnya generasi muda meneruskan apa yang tidak bisa di wujudkan oleh orang tua ini." Pikir Zhen Long sambil meneguk guci arak.
_______
Arya keluar dari kamarnya berniat untuk menemui Zhen Long. Bocah itu ingin bertanya mengenai apa yang dirasakan tubuhnya setelah meminum obat yang diberikan oleh kakek angkatnya tersebut.
Setelah keluar dari pintu gubuk, ia mendapati Zhen Long sedang duduk termenung sambil menatap langit.
"Ternyata kakek sudah pulang.." Arya tersenyum menyapa Zhen Long.
"Ya'er kemarilah... sini duduk, kakek ingin berbicara sesuatu kepadamu" Zhen Long menepuk bangku panjang yang terbuat dari potongan pohon di sebelahnya.
Arya menurut, dia segera berjalan dan kemudian duduk di samping Zhen Long. "Ada apa kek? aku juga sebenarnya ingin bertanya sesuatu pada kakek."
"Begini nak... sebaiknya Ya'er segera berlatih, kakek ingin kau menjadi pendekar yang hebat agar berguna bagi orang lain serta bisa menegakkan keadilan. Apakah Ya'er bersedia menuruti keinginan kakekmu ini?” Tanya Zhen Long sambil menatap Arya penuh harap.
Arya berfikir sejenak, dia kembali teringat akan pesan dari Dewa petir kepadanya. "Iya kek, Arya bersedia menerima permintaan kakek. Arya juga ingin menjadi hebat seperti kakek"
"Baguslah nak... lalu bagaimana dengan kondisimu saat ini, apakah kau sudah sembuh?" Tanya Zhen Long kemudian memeriksa denyut nadi Arya.
"Ku rasa sudah kek.. Oh iya kek, kenapa setelah meminum obat dari Kakek, badanku terasa lebih ringan kek?" Arya bertanya mengenai apa yang memang ingin di tanyakannya pada kakek angkatnya itu.
"Semua itu sebab beberapa Meridian mu sudah terbuka nak, kau memiliki 9 elemen di tubuhmu, yang artinya kau itu memiliki 9 Dantian. Dantian adalah pusat lautan Qi, sedangkan Meridian adalah sebuah titik-titik syaraf yang akan di aliri energi Qi." Zhen Long menjelaskan.
"Ya sudah... sekarang kita makan dulu, kakek sudah membawakan makanan untukmu. setelah selesai makan kakek akan mengajarimu bagaimana cara menyerap energi Qi alam ke dalam tubuhmu." Zhen Long lalu bangkit dan mengajak Arya memasuki gubuk.
________
Setelah mereka selesai makan, Zhen Long kemudian mengajak Arya keluar dari gubuk. Setelahnya, pria paruh baya itu lantas menggendong Arya, merekapun terbang dengan cepat ke tempat dimana terdapat hutan di dasar jurang kematian.
Menyaksikan hal itu, tentu saja Arya yang baru pertama kali terbang di buat terkagum-kagum sampai tanpa sadar diapun membuka mulutnya lebar-lebar. Beberapa kali Arya mengucek matanya, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di alaminya kali ini.
Akhirnya merekapun sampai di dekat goa, Arya kemudian di turunkan Zhen Long dari gendongannya. Tempat itu sangatlah gelap, karena memang hanya ada sedikit cahaya bulan yang menjadi sumber penerangan bagi mereka.
"Kek, ajari aku, aku juga ingin bisa terbang seperti kakek."
Arya nampak masih terkesima dengan sensasi di bawa terbang yang di alaminya beberapa saat lalu, yang menurutnya hal itu sangatlah luar biasa.
"Jika aku bisa terbang seperti burung, itu pasti akan sangatlah menyenangkan." batin Arya.
"Jika Ya'er ingin bisa terbang, Ya'er harus giat dan semangatdalam berlatih... Apa Ya'er sanggup?" Zhen Long tersenyum hangat sambil mengelus rambut cucu angkatnya itu.
"Sanggup kek... Arya berjanji akan giat berlatih. Tenang saja, Arya tidak akan mengecewakan kakek." Jawab Arya mantap, sangking semangatnya dia sampai melompat-lompat kegirangan.
Karena khawatir meninggalkan Arya seorang diri, sebab di tempat itu terdapat banyak siluman yang berkeliaran. Zhen Long pun akhirnya mengajak Arya mencari dan mengumpulkan kayu bakar di dalam hutan.
Dirasa cukup kayu bakar yang di kumpulkan, mereka pun kembali ke tempat semula. Karena tempat itulah yang lebih aman, lebih sedikit siluman yang berkeliaran. Merekapun kemudian membuat api unggun di depan goa sebagai penerangan.
"Ya'er, duduklah di atas batu itu."
Tanpa bertanya, Arya langsung menurut. Diapun berjalan dan duduk di permukaan batu yang tingginya sepinggang orang dewasa.
"Sekarang tutuplah matamu, pusatkan pikiranmu pada energi yang ada di sekelilingmu. Jika kau sudah bisa merasakan dan melihat energi itu, maka selanjutnya seraplah energi itu masuk ke dalam tubuhmu, alirkan energi tersebut ke dalam Dantian yang berada di antara perut dan dadamu. Tapi ingatlah... serap secukupnya. jika di rasa tubuhmu sudah tidak mampu lagi, segera hentikan!!"
Arya mengangguk seolah sudah paham, dia segera melakukan hal yang intruksikan kakeknya tersebut. Diapun menutup matanya lalu mulai berusaha memusatkan pikirannya untuk dapat merasakan energi di sekitarnya.
Butuh waktu cukup lama, hingga akhirnya dengan mata yang masih terpejam, Arya akhirnya bisa melihat di sekelilingnya terdapat bola-bola energi berwarna warni begitu indah seperti kunang-kunang bergerak kesana-kemari.
Ketika sedang larut dalam kekaguman, Arya lantas teringat pesan dari kakeknya yang menyuruhnya untuk menyerap energi tersebut. Sejenak diapun mencari cara agar energi tersebut dapat dia serap, hingga akhirnya diapun berhasil dengan menarik energi tersebut melalui kekuatan pikirannya.
_________
Sesaat setelah Arya menutup matanya, Zhen Long lantas membuat pagar energi untuk melindungi cucu angkatnya itu dari ancaman para siluman.
Setelah itu, Zhen Long melesat memasuki hutan, berniat mencari buah-buahan sumberdaya dan mustika siluman yang berguna untuk meningkatkan Kultivasi cucu angkatnya itu.
Cukup lama Zhen Long pergi, dan terlihat kembali dengan membawa wortel pelangi, jamur muda giok, apel perak, zaitun langit, anggur suci dan 10 mustika siluman.
Melihat Arya telah berhasil menyerap energi alam, Zhen Long nampak terkejut dan tidak lama diapun lalu memutuskan rebahan di samping batu yang di gunakan sebagai tempat meditasi cucunya itu. Beberapa saat Zhen Long pun tertidur dengan senyuman yang menunjukkan kepuasan di bibir keriputnya.
______
Ketika Arya membuka mata, terasa semilir angin yang menyejukkan menerpa tubuhnya, badannya kini di basahi oleh embun. Burung-burung terdengar mulai berkicauan menyambut matahari yang mulai menyapa datangnya pagi.
"Loh sudah pagi? perasaan baru sebentar aku berlatih." gumam Arya lalu pandangannya tertuju pada Zhen Long yang tertidur di dekatnya.
Mendengar hal itu, Zhen Long terbangun. "Ternyata kau sudah bangun, nak... bagaimana, apakah kau sudah berhasil atau justru kau malah ketiduran?" tanya Zhen Long sambil meregangkan tubuhnya.
"Tentu saja aku berhasil kek... kan aku sudah bilang, jika aku tidak akan mengecewakan kakek." Arya tersenyum lebar.
"Baguslah nak... sekarang kau sarapanlah dulu, kakek sudah membawakan buah-buahan yang berguna untuk meningkatkan Kultivasi mu.” Zhen Long melemparkan beberapa buah ke arah Arya.
Tanpa basa-basi Arya langsung memakan buah tersebut dengan begitu lahapnya, sampai dimana badannya terasa terbakar, wajahnya memerah dan otot-ototnya mulai nampak menegang. Arya ingin bertanya mengenai hal itu pada Zhen Long, namun ia tidak kuasa membuka mulut sebab kini ia sedang berusaha menahan rasa sakit yang begitu menyiksa.
"Makanya nak, makan itu pelan-pelan, jangan rakus seperti binatang yang kelaparan. Kan kakek sudah memberitahukanmu, jika buah itu bukanlah buah biasa.... Sekarang cepat kau alirkan energi itu ke pusat yang berada di dantianmu." Zhen Long dengan buru-buru menyentuh punggung Arya untuk membantu menstabilkan kondisi cucunya itu.
"Untung saja badanmu tidak meledak nak, Kau tidak seharusnya makan terlalu banyak sumber daya yang kaya akan energi Qi. Untungnya 9 dantian di tubuhmu itu dapat menyerap banyak Qi, jika tidak mungkin saja tubuhmu saat ini akan lumpuh." ucap Zhen Long sambil mengatur nafasnya.
"Maafkan aku kek.. aku tidak tahu jika buah itu mengandung banyak energi Qi." Arya memasang ekspresi menyesal, dia merasa tidak enak hati telah membuat kakeknya itu khawatir.
"Ya sudah... Sekarang istirahatlah sejenak, sesudah itu kau mulailah berlatih membentuk pondasi fisikmu. Kau harus berlari mengelilingi hutan ini sebanyak 10 kali. Setelah itu, angkatlah batu itu selama 6 jam. Setelah semuanya selesai, barulah kau bisa makan dan melanjutkan menyerap energi Qi alam seperti yang kau lakukan tadi malam."
Sebelum memulai latihannya, Zhen Long menyentuh kepala Arya, mengerahkan salah satu tekniknya agar tubuh cucunya itu tersamarkan dari para siluman penghuni lembah jurang kematian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Durian Anget
macam dualitas
2024-05-20
0
KAGE UZUZURA
tuh ges, makan pelan-pelan nanti keselek meninggal, kau pusing dewa Indra juga pusing wkwk
2024-03-26
2
KAGE UZUZURA
Sedikit info buat yang gak tau, semu itu semacam kata yang menggambarkan tidak nyata. salah koreksi
2024-03-26
0