Kitab Pedang Bayangan

"Ya'er... Rupanya kau sudah siuman. bagaimana, apakah kondisimu sudah pulih?" Tanya Zhen Long sambil berjalan mendekati Arya yang berada tepi sungai.

"Hmm kakek... tadinya aku mencari kakek, tapi kakek tidak ada. Oh iya kek, badanku sekarang sudah lumayan baikkan. maaf kek lagi-lagi aku pingsan." Arya menggaruk kepalanya canggung.

"Justru kakek sebenarnya bangga padamu, nak.. Karena kau telah berlatih dengan giat, maka kakek akan memberikan sesuatu padamu." Zhen Long mengusap lembut kepala cucu angkatnya itu.

Kemudian pria paruh baya tersebut memberikan sebuah kitab yang bernama Kitab Pedang Bayangan, serta memberikan sebuah pil yang berguna untuk meningkatkan Kultivasi ke tahap selanjutnya.

"Terimakasih kek..." Ucap Arya sambil membungkuk.

"Minumlah pil itu, nak!!!.. Setelah itu, kau lanjutkanlah latihanmu. Ingat, kau harus bisa mengontrol energimu agar tidak pingsan lagi seperti tadi. Seandainya kau pingsan karena kehabisan energi saat sedang bertarung, maka kau bisa binasa pada saat itu juga nak." Zhen Long memperingati sambil mencubit hidung Arya.

Arya hanya mengangguk dan segera meminum pil yang di berikan Zhen Long tersebut. Beberapa saat kemudian, dia merasakan gelombang energi yang begitu deras mengalir di dalam tubuhnya. Dengan cepat diapun merubah duduknya hingga bersila lalu berusaha menyerap energi itu secepatnya.

Sekitar 10 menit Arya menyerap energi tersebut, akhirnya dia merasakan energi itu mulai menipis dan Krraaakk.. terdengar sebuah bunyi yang berasal dari dalam tubuhnya.

Terlihat tubuh Arya memerah serta bergetar hebat selama beberapa saat, keringat dingin nampak mengucur deras membasahi tubuhnya. Arya berteriak dengan sangat keras sebab ia merasakan sakit yang teramat sangat.

Zhen Long yang berada di sampingnya terlihat tersenyum sambil terus memperhatikannya, "Selamat nak.. kau sekarang sudah menerobos ke tahap menengah tingkat 1." Ucap Zhen Long sesaat setelah Arya membuka mata.

Arya merasakan sensasi berbeda dari sebelumnya, dia merasa seluruh tubuhnya saat ini di penuhi energi dan jauh lebih bertenaga dari sebelumnya.

Memang jika seseorang naik tingkat kultivasi, apalagi menerobos ke tahap selanjutnya, maka badan orang tersebut akan jauh lebih kuat beberapa kali lipat.

"Ya'er, setelah ini kau berlatihlah menciptakan elemen... jika sudah selesai, mulailah kau berlatih jurus-jurus yang ada di dalam Kitab itu." Ucap Zhen Long sambil mencubit hidung Arya lalu beranjak pergi.

Arya kemudian kembali berlatih menciptakan elemen. Namun tidak seperti sebelumnya, saat ini dia sudah lebih mudah mengontrol Qi saat berusaha menciptakan elemen. Itu semua berkat hadiah yang di berikan Dewa Petir kepadanya. Berjam-jam dia berlatih, hingga tak terasa hari sudah menjelang malam.

Nampak saat ini Arya tengah duduk bersama Zhen Long sambil menyantap daging siluman sebagai menu makan malam mereka berdua.

Memang semenjak berlatih, semua yang di konsumsi Arya adalah sumberdaya. mulai dari daging siluman, buah-buahan, serta madu lebah giok. Semua itu berguna untuk memperkuat fisik dan menambah energi Qi miliknya.

Setelah menyelesaikan makan malam, Arya kemudian membuka Kitab Pedang Bayangan. dia berniat mempelajarinya terlebih dahulu untuk bisa memahami jurus yang akan di latihnya nanti.

Kitab Pedang Bayangan sendiri memiliki 4 jurus:

Pedang tanpa bayangan, Putaran Angin Naga, Tebasan Seribu Pedang. Dan Pemusnah Jiwa.

______

7 Tahun sudah berlalu.

Kini Arya sudah berumur 14 tahun. Selama dalam kurun waktu 7 tahun tersebut, Arya terus berlatih Kitab Dewa Naga Emas, Kitab Pedang Bayangan, jurus tangan kosong dan kitab beladiri lainnya. Tidak lupa dia juga berlatih ilmu Alkemis, kini dia sudah bisa menciptakan beberapa jenis pil. Sekarang dia sudah mencapai Alkemis tingkat 5.

Saat ini kultivasi Arya sudah berada di tahap Pendekar Panglima tingkat 7, tenaga dalamnya sudah mencapai 500 lingkaran. kualitas tulangnya sendiri sudah mencapai tulang harimau buas. mengenai jurus Kitab Dewa Naga Emas, Arya sudah berhasil mempelajarinya sampai ke tingkat bumi jurus ke 6.

Di atas rimbunnya pepohonan, nampak Arya sedang terbang sambil mengamati situasi di bawahnya. Dia berniat mencari beberapa sumberdaya dan mustika siluman. Semenjak telah menguasai ilmu beladiri Zhen Long memang menyuruhnya mencari sumberdaya sendiri, itu semua di lakukan demi mengasah kemampuan Arya.

Arya kini memang sudah bisa terbang, namun ia terbang bukan menggunakan jurus Naga Emas Angkasa, melainkan dengan jurus pengendalian elemen angin yang di pelajarinya dari Zhen Long.

Arya beberapa tahun ini selalu berlatih tanding dengan para siluman yang diburunya. Kadang di beberapa kesempatan dia di buat kewalahan, namun pada saat itu pula Zhen Long selalu datang membantu cucunya itu.

Beberapa saat kemudian, Arya lantas turun saat menemukan sebuah pohon buah apel perak yang di carinya. Namun terlihat di sekitar pohon sumberdaya itu, terdapat seekor siluman yang sepertinya adalah penjaga pohon tersebut. Memang setiap buah yang mengandung energi Qi, pasti di jaga oleh para siluman.

Melihat siluman tersebut, Arya nampak menyeringai karena memang dia juga sedang mengincar mustika dari siluman tersebut. Dia segera melesat dengan cepat mengarah ke lokasi siluman Serigala yang menjaga pohon sumberdaya tersebut. Pemuda langsung berniat melancarkan serangan.

Meski Arya sudah menyamarkan auranya agar tidak terdeteksi, namun nyatanya siluman serigala tersebut masih dapat merasakan kehadirannya melalui indra penciumannya. Merasakan adanya ancaman, siluman serigala itupun langsung membuat perisai pertahanan.

TRAAAAANGGGG....

Suara benturan terdengar nyaring antara pedang pusaka bumi milik Arya beradu dengan energi pelindung siluman serigala tersebut. Benturan itupun menimbulkan gelombang energi yang menggugurkan daun-daun pepohonan di sekitar mereka.

Arya menyeringai tipis seolah terkesan, karena siluman tersebut berhasil menangkis serangannya.

Tidak ingin membuang-buang waktu, Arya segera mengalirkan Qi ke pedang pusaka bumi miliknya. Pedang itu bernama Pedang Pusaran Angin. Perlahan pedang pemuda itupun nampak di selimuti kobaran api.

Jurus Pedang Bayangan - Pedang tanpa Bayangan tingkat 3.

Sebuah gelombang energi tercipta saat Arya melesatkan tebasan ke arah siluman serigala tersebut.

Dinding energi dari siluman itupun hancur berkeping-keping. Namun sebelum serangan tersebut mengenai sasaran, siluman serigala itupun reflek menghindar dengan melompat ke arah samping kanan.

Sementara itu, energi yang tercipta dari serangan Arya masih terus melesat membelah beberapa pohon, yang seketika membuat pohon-pohon itupun bertumbangan.

Setelah melancarkan jurus pertamanya, Arya melompat dan melesat cepat menyerang siluman serigala tersebut dari sisi atas. Siluman serigala yang kehilangan fokusnya tidak sempat menghindar, dan hanya bisa bertahan dengan menangkis serangan itu dengan cakarnya.

Nampak saat ini pedang milik Arya beradu dengan cakar siluman serigala tersebut. Beberapa detik kemudian, cakar siluman serigala itu pun terpotong sebab tidak mampu menahan ketajaman dari Pedang Pusaran Angin.

Siluman serigala langsung menyerang balik dengan menggunakan cakar kirinya. Namun Arya tidak mencoba menghindar, sebab ia berniat ingin mengetes daya tahan dari teknik perisai es miliknya.

Buuuuulkk...

Perisai es itupun berhasil menahan cakaran Siluman serigala tersebut.

Tidak ingin membiarkan buruannya itu melarikan diri, Arya lantas menciptakan beberapa akar berniat melilit tubuh siluman serigala tersebut.

Setelah siluman serigala itu terlilit dan tidak bisa bergerak. Tanpa basa-basi, Arya langsung menebas leher siluman tersebut hingga kepalanya terpisah.

Arya kemudian mengambil mustika dari siluman serigala yang berhasil dikalahkannya itu. Setelahnya, dia lantas mengambil beberapa buah apel perak yang sudah siap di panen.

Dirasanya sudah cukup, Arya kembali melanjutkan pencariannya. Belum jauh pemuda itu meninggalkan lokasi pertarungan sebelumnya, tiba-tiba dirinya di serang oleh tiga siluman serigala lainnya dari arah samping.

Dengan sigap pemuda itupun reflek menyilangkan pedangnya ke depan dada. Arya terseret mundur beberapa meter setelah menahan serangan tersebut.

Tiga siluman serigala itupun langsung mengepung Arya dari tiga arah. Dari tiga siluman serigala itu, satu diantaranya berwarna putih dengan ekor berwarna merah menyala.

Baru saja Arya menahan serangan dan terseret mundur, ketiga siluman serigala itupun kembali melancarkan serangan secara brutal, seakan mereka ingin membalas dendam atas kematian temannya yang tewas terbunuh oleh pemuda itu.

Pertarungan satu lawan tiga itupun tidak terelakkan. Meski begitu Arya terlihat sanggup mengimbangi ketiga siluman tersebut, walaupun 2 diantaranya siluman itu berada di tahap Pendekar Panglima tingkat 7, dan 1 siluman serigala yang berbulu putih berada di tahap Pendekar Raja tingkat 3.

Memang tingkat kultivasi bisa menjadi penentu hasil pertarungan, namun teknik beladiri, kecerdasan serta pengalaman bertarung juga patut di perhitungkan.

Arya sendiri pernah bertarung hidup dan mati melawan siluman Rubah yang berada di tahap Pendekar Kaisar tingkat 2. Dan hampir saja mati ketika bertarung melawan siluman Harimau yang berada di tahap Pendekar Kaisar tingkat 4. Saat itu dirinya berhasil selamat sebab di bantu oleh Zhen Long.

Kembali ke pertarungan. Arya terlihat menciptakan akar-akar dari teknik elemen kayu, untuk mempersulit pergerakan para siluman yang menyerangnya secara bersamaan.

Setelah beberapa saat berjibaku, akhirnya satu dari ketiga siluman serigala itupun berhasil terlilit. Ketika melihat celah, Arya langsung melesat menggunakan elemen angin menuju ke siluman serigala yang sudah terlilit tersebut. Selanjutnya, ia lantas menggunakan Jurus Pedang Tanpa Bayangan tingkat 3 dan berhasil membunuh salah satu dari siluman serigala tersebut.

Melihat kejadian itu, 2 siluman serigala yang tersisa nampak begitu murka. Dengan buasnya mereka menyerang secara membabi buta tanpa memberi jeda untuk sekedar membiarkan pemuda itu dapat mengambil nafas. Arya yang sudah lama berlatih menahan nafas di dalam air selama berjam-jam, tentu saja tidak kesulitan menghadapi semua serangan tersebut.

Siluman serigala putih nampak bersiap menyerang dengan menggunakan energi elemen angin. Sesaat kemudian, terciptalah energi angin berbentuk puluhan pedang yang transparan melesat cepat ke arah Arya yang masih fokus bertarung melawan siluman yang satunya.

Arya yang merasakan adanya energi kuat sedang menargetkan dirinya, lantas dengan sigap menciptakan sebuah pelindung dari elemen air yang telah di padatkan menjadi es.

BOOOOOMMMM

Kedua energi itupun berbenturan, menimbulkan sebuah gelombang kejut serta rentetan ledakan di sekitaran lokasi mereka bertarung.

Saat itu juga Arya langsung melompat mundur untuk mengambil jarak. Kemudian ia diam-diam menggunakan elemen kayu mengincar siluman serigala yang ada di dekatnya. Karena kehilangan fokus, siluman serigala itupun terlilit oleh elemen kayu tersebut.

Siluman serigala putih terus melancarkan serangan jarak jauh berusaha melepaskan temannya, dan di karenakan kalah dalam tahap kultivasi, pelindung es itupun hancur terkena serangan bertubi-tubi.

Dan energi angin dari serangan serigala tersebut masih melesat cepat menargetkan Arya.

Melihat hal itu, Arya langsung menarik siluman serigala yang terlilit elemen kayunya dan di jadikan sebagai tameng untuk menahan serangan energi yang masih melesat ke arahnya.

"Aaaaauuuuu....." Siluman serigala yang di jadikan tameng itupun melolong keras sebelum akhirnya tewas terkena serangan energi dari temannya sendiri.

"Hahaha... ternyata sikap buasmu itu tidak pandang bulu... teman sendiri saja, tega kau bunuh." ejek Arya berusaha memprovokasi siluman serigala putih yang tersisa.

Seakan memahami ucapan Arya, siluman serigala putih itupun mengeluarkan aura energi berwarna putih yang perlahan menyelimuti seluruh tubuhnya. Dan seketika itu pula matanya berubah menjadi merah menyala. Siluman itupun juga mengeluarkan aura kematian yang membuat Arya kesulitan bernafas.

Arya kemudian menggunakan Aura Raja Naga Emas. Nampak teknik itu tidak hanya mampu menetralkan aura tersebut, tapi Aura Raja Naga Emas juga mampu membuat siluman serigala putih itu tidak bisa bergerak, seolah menjadi patung.

Dengan santai Arya melangkahkan kaki mendekati siluman serigala putih tersebut. Terlihat mata merah menyala serta aura putih yang menyelimuti tubuh siluman itupun perlahan memudar, berganti dengan beberapa suara lolongan seperti mengisyaratkan agar pemuda itu tidak mendekat.

Dengan tatapan tajam, Arya menciptakan elemen air yang mulai bergerak menyelimuti seluruh tubuh siluman serigala putih. Arya berniat membekukannya.

Jurus Pedang Bayangan - Putaran Angin Naga tingkat 1

Arya mengangkat pedangnya tinggi ke atas, seketika muncul energi berbentuk seekor Naga transparan. Pemuda itu kemudian membuat sebuah gerakan menebas ke arah siluman serigala putih tersebut. Sebuah energi yang berbentuk Naga itupun menciptakan gelombang badai angin yang melesat cepat ke arah siluman serigala putih tersebut.

Dalam satu tarikan nafas, energi itupun dengan telak mengenai siluman serigala putih. Seketika itu pula, siluman itupun tewas mengenaskan, dengan kondisi tubuh hancur tercerai-berai menjadi puluhan potongan.

Arya kemudian mendekati potongan-potongan tubuh dari siluman itu, nampak dia seperti sedang mencari sesuatu.

"Untung saja, mustika siluman ini tidak hancur." Gumam Arya pelan.

Karena terlalu bersemangat sampai-sampai dia melupakan tujuannya untuk mengumpulkan mustika siluman.

Setelah mengambil semua mustika yang ada di tubuh siluman-siluman yang lainnya, dan mengumpulkan buah-buahan sumberdaya secukupnya. Arya kemudian terbang meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke gubuk yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

__________

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1441H

Hidup adalah timbal balik, Apa yang kamu berikan akan kembali, apa yang kamu tanam akan tumbuh dan apa yang kamu korbankan akan berbuah pahala.

Selamat berkorban dan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 2020. serta tidak lupa mohon maaf lahir dan batin

Terpopuler

Comments

Akira

Akira

keren nih 👍👍👍

2024-03-14

1

Harman LokeST

Harman LokeST

seeeerriiiiiiuuuuuuuuuuuuuuuuuuussssss teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus Arya

2024-02-28

0

xiao ciee

xiao ciee

selagi bertarung nama tehnik blom terucap satu pun ,yang ada penjelasan aja

2024-02-11

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Berpindah Dimensi
2 Kehidupan Baru
3 Belajar Alkemis
4 Latihan Fisik 1
5 Latihan Fisik 2
6 Latihan Fisik 3
7 Latihan Fisik 4
8 Masa lalu Tubuh Arya
9 Kitab Pedang Bayangan
10 Perpisahan Dengan Zhen Long
11 Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12 Selamat Tinggal Jurang Kematian
13 Memulai Petualangan
14 Bertemu Kembali
15 Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16 Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17 Pemahaman Ilmu Berpedang
18 Keinginan Liu Wei
19 Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20 Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21 Turnamen Pendekar Muda
22 Turnamen Pendekar Muda 2
23 Turmanen Pendekar Muda 3
24 Turnamen Pendekar Muda 4
25 Turmanen Pendekar Muda 5
26 Final Turnamen Pendekar Muda
27 Hasil Turmanen Pendekar Muda
28 Menjual Pil Giok Suci
29 Masalalu Liu Wei
30 Perpisahan
31 Pria Tua Misterius
32 Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33 Tupai Pertapa
34 Diatas Pendekar Suci
35 Terungkap Segalanya
36 Kejar Kejaran
37 Kerajaan Siluman Tupai
38 Memindahkan Sebuah Kerajaan
39 Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40 Kabut Ilusi
41 Penjaga Kabut Ilusi
42 Raja Obat
43 Menuju Pertarungan
44 Menjadi Pengawal Pangeran
45 Pertama Kalinya Membunuh
46 Kecerobohan Dewa Petir
47 Aura Jiwa Shenren
48 Bertemu Kaisar Surga
49 Mengobati Penduduk Desa
50 Siluman Penghuni Sungai
51 Si Kembar Haus Darah
52 Tangisan Desa Fushun
53 Kembalinya Dewa Petir
54 Cairan Pusaran Waktu
55 Menundukkan Harimau Putih
56 Roh Pusaka
57 Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58 Dimana Hantu
59 Keterpaksaan Tindakan Walikota
60 Teknik Penghisap Dimensi
61 Keputusan Arya
62 Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63 Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64 Mengarang Cerita
65 Racun Tengkorak Iblis
66 Menyebarkan Informasi
67 Pengintai
68 Tiba Di Kerajaan Goading
69 Mengobati Sang Raja
70 Duri Dalam Daging
71 Pertunjukan Yang Menarik
72 Bertarung Melawan Tiga Tetua
73 Persaingan
74 Kekecewaan
75 Bocah Kecil Penjual Permen
76 Tiga Bersaudara
77 Memberikan Kenang-kenangan
78 Raja Para Dewa
79 Jurus Berpindah Dimensi
80 Meninggalkan Istana Goading
81 Pasar
82 Kertas Sihir
83 Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84 Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85 Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86 Hancurnya Markas Pemberontak
87 Acara Pemakaman
88 Perpisahan Tanpa Kata
89 Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90 Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91 Melawan Para Perampok
92 Si Tubuh Besi
93 Asosiasi Lotus Perak
94 Kembalinya Sekte Lembah Petir
95 Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96 Mengajukan Kerjasama
97 Membuka Toko
98 Toko Obat Xian
99 Keputusan Shi Yuan Jie
100 Membeli Senjata
101 Membuat Pil Awet Muda
102 Toko Di Buka Kembali
103 Permainan Catur
104 Mencapai Kesepakatan
105 Pesta Peresmian
106 Teman Lama
107 Menutup Toko
108 Para Penghadang
109 Pemuja Iblis
110 Pertarungan Berakhir
111 Penyelidikan
112 Persaingan Dua Gadis
113 Hasil Penyelidikan
114 Kontrak Ikatan Pusaka
115 Melawan Roh Pusaka
116 Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117 Masalalu Roh Pusaka
118 Jurus Perubahan Wujud
119 Kekesalan Liu Wei
120 Kedai Din Thai Fung
121 Menjalin Aliansi
122 Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123 Acara Lelang
124 Pembukaan Lelang
125 Siluman Griffin
126 Pusaka Kipas Naga Angin
127 Burung Phoenix Petir
128 Kericuhan Acara Lelang
129 Siasat Shi Yuan Jie
130 Putri Kerajaan Guangzhou
131 Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132 Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133 Melelang Pil Giok Suci
134 Permintaan Maaf
135 Acara Lelang Berakhir
136 Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137 Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138 Arya Vs Jenderal Yu Lang
139 Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140 Duel Berakhir
141 Dugaan Huashan
142 Menyusun Rencana
143 Penculikan
144 Sisi Lain Panglima Chong Quon
145 Menyambut Anggota Baru
146 Teknik Pedang Terbang
147 Pertempuran
148 Melumpuhkan Kultivasi
149 Perjodohan
150 Melatih Keseimbangan
151 Masalalu An Lushan
152 Menyampaikan Berita Baik
153 Dendam Yang Membara.
154 Kebimbangan Patriark Tao Lian
155 Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156 Persetujuan
157 Semakin Yakin
158 Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159 Menemukan Tempat Persembunyian
160 Energi Kegelapan
161 Ritual Anggota Baru
162 Hutan Gelap
163 Sekelompok Siluman Singa
164 Serangan Susulan
165 Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166 Bertemu Naga
167 Lembah Naga
168 Tiga Darah Berbeda
169 Kebebasan Yang Mengejutkan
170 Melawan Para Siluman Naga
171 Menghadapi Penyusup
172 Menghadapi Penyusup II
173 Pulau Kehidupan
174 Tamu Tidak Di Undang
175 Penyucian Hati
176 Sisi Gelap I
177 Sisi Gelap II
178 Teknik Pengendalian Darah
179 Taichi
180 Duel Naga Vs Harimau
181 Arya Vs Chaizu I
182 Arya Vs Chaizu II
183 Arya Vs Chaizu III
184 Arya Vs Chaizu IV
185 Keluar Dari Hutan Hei'an
186 Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187 Sahabat Baru
188 Pencari Pusaka Langit.
189 Penculikan Bayi
190 Mengejar Penculik
191 Pendekar Suci Turun Tangan
192 Penculikan Putri Kaisar
193 Kecerdikan Han Jifan
194 Arya Vs Huashan
195 Pil Serat Gairah
196 Kemarahan Sang Putri
197 Menyampaikan Permasalahan
198 Keputusan Sang Putri
199 Seruling Cahaya Malam
200 Pesan Dari Bangsa Iblis
201 Hujan Meteor
202 Kemunculan Tengkorak Di Langit
203 Kota Mati
204 Tantangan Yang Tidak Sepadan
205 Pengendalian Pikiran
206 Keluar Demi Membalaskan Dendam
207 Perubahan Sikap Arya
208 Sebuah Tamparan Telak
209 Episode Terakhir
210 Pengumuman
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Awal Mula Berpindah Dimensi
2
Kehidupan Baru
3
Belajar Alkemis
4
Latihan Fisik 1
5
Latihan Fisik 2
6
Latihan Fisik 3
7
Latihan Fisik 4
8
Masa lalu Tubuh Arya
9
Kitab Pedang Bayangan
10
Perpisahan Dengan Zhen Long
11
Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12
Selamat Tinggal Jurang Kematian
13
Memulai Petualangan
14
Bertemu Kembali
15
Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16
Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17
Pemahaman Ilmu Berpedang
18
Keinginan Liu Wei
19
Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20
Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21
Turnamen Pendekar Muda
22
Turnamen Pendekar Muda 2
23
Turmanen Pendekar Muda 3
24
Turnamen Pendekar Muda 4
25
Turmanen Pendekar Muda 5
26
Final Turnamen Pendekar Muda
27
Hasil Turmanen Pendekar Muda
28
Menjual Pil Giok Suci
29
Masalalu Liu Wei
30
Perpisahan
31
Pria Tua Misterius
32
Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33
Tupai Pertapa
34
Diatas Pendekar Suci
35
Terungkap Segalanya
36
Kejar Kejaran
37
Kerajaan Siluman Tupai
38
Memindahkan Sebuah Kerajaan
39
Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40
Kabut Ilusi
41
Penjaga Kabut Ilusi
42
Raja Obat
43
Menuju Pertarungan
44
Menjadi Pengawal Pangeran
45
Pertama Kalinya Membunuh
46
Kecerobohan Dewa Petir
47
Aura Jiwa Shenren
48
Bertemu Kaisar Surga
49
Mengobati Penduduk Desa
50
Siluman Penghuni Sungai
51
Si Kembar Haus Darah
52
Tangisan Desa Fushun
53
Kembalinya Dewa Petir
54
Cairan Pusaran Waktu
55
Menundukkan Harimau Putih
56
Roh Pusaka
57
Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58
Dimana Hantu
59
Keterpaksaan Tindakan Walikota
60
Teknik Penghisap Dimensi
61
Keputusan Arya
62
Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63
Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64
Mengarang Cerita
65
Racun Tengkorak Iblis
66
Menyebarkan Informasi
67
Pengintai
68
Tiba Di Kerajaan Goading
69
Mengobati Sang Raja
70
Duri Dalam Daging
71
Pertunjukan Yang Menarik
72
Bertarung Melawan Tiga Tetua
73
Persaingan
74
Kekecewaan
75
Bocah Kecil Penjual Permen
76
Tiga Bersaudara
77
Memberikan Kenang-kenangan
78
Raja Para Dewa
79
Jurus Berpindah Dimensi
80
Meninggalkan Istana Goading
81
Pasar
82
Kertas Sihir
83
Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84
Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85
Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86
Hancurnya Markas Pemberontak
87
Acara Pemakaman
88
Perpisahan Tanpa Kata
89
Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90
Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91
Melawan Para Perampok
92
Si Tubuh Besi
93
Asosiasi Lotus Perak
94
Kembalinya Sekte Lembah Petir
95
Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96
Mengajukan Kerjasama
97
Membuka Toko
98
Toko Obat Xian
99
Keputusan Shi Yuan Jie
100
Membeli Senjata
101
Membuat Pil Awet Muda
102
Toko Di Buka Kembali
103
Permainan Catur
104
Mencapai Kesepakatan
105
Pesta Peresmian
106
Teman Lama
107
Menutup Toko
108
Para Penghadang
109
Pemuja Iblis
110
Pertarungan Berakhir
111
Penyelidikan
112
Persaingan Dua Gadis
113
Hasil Penyelidikan
114
Kontrak Ikatan Pusaka
115
Melawan Roh Pusaka
116
Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117
Masalalu Roh Pusaka
118
Jurus Perubahan Wujud
119
Kekesalan Liu Wei
120
Kedai Din Thai Fung
121
Menjalin Aliansi
122
Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123
Acara Lelang
124
Pembukaan Lelang
125
Siluman Griffin
126
Pusaka Kipas Naga Angin
127
Burung Phoenix Petir
128
Kericuhan Acara Lelang
129
Siasat Shi Yuan Jie
130
Putri Kerajaan Guangzhou
131
Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132
Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133
Melelang Pil Giok Suci
134
Permintaan Maaf
135
Acara Lelang Berakhir
136
Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137
Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138
Arya Vs Jenderal Yu Lang
139
Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140
Duel Berakhir
141
Dugaan Huashan
142
Menyusun Rencana
143
Penculikan
144
Sisi Lain Panglima Chong Quon
145
Menyambut Anggota Baru
146
Teknik Pedang Terbang
147
Pertempuran
148
Melumpuhkan Kultivasi
149
Perjodohan
150
Melatih Keseimbangan
151
Masalalu An Lushan
152
Menyampaikan Berita Baik
153
Dendam Yang Membara.
154
Kebimbangan Patriark Tao Lian
155
Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156
Persetujuan
157
Semakin Yakin
158
Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159
Menemukan Tempat Persembunyian
160
Energi Kegelapan
161
Ritual Anggota Baru
162
Hutan Gelap
163
Sekelompok Siluman Singa
164
Serangan Susulan
165
Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166
Bertemu Naga
167
Lembah Naga
168
Tiga Darah Berbeda
169
Kebebasan Yang Mengejutkan
170
Melawan Para Siluman Naga
171
Menghadapi Penyusup
172
Menghadapi Penyusup II
173
Pulau Kehidupan
174
Tamu Tidak Di Undang
175
Penyucian Hati
176
Sisi Gelap I
177
Sisi Gelap II
178
Teknik Pengendalian Darah
179
Taichi
180
Duel Naga Vs Harimau
181
Arya Vs Chaizu I
182
Arya Vs Chaizu II
183
Arya Vs Chaizu III
184
Arya Vs Chaizu IV
185
Keluar Dari Hutan Hei'an
186
Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187
Sahabat Baru
188
Pencari Pusaka Langit.
189
Penculikan Bayi
190
Mengejar Penculik
191
Pendekar Suci Turun Tangan
192
Penculikan Putri Kaisar
193
Kecerdikan Han Jifan
194
Arya Vs Huashan
195
Pil Serat Gairah
196
Kemarahan Sang Putri
197
Menyampaikan Permasalahan
198
Keputusan Sang Putri
199
Seruling Cahaya Malam
200
Pesan Dari Bangsa Iblis
201
Hujan Meteor
202
Kemunculan Tengkorak Di Langit
203
Kota Mati
204
Tantangan Yang Tidak Sepadan
205
Pengendalian Pikiran
206
Keluar Demi Membalaskan Dendam
207
Perubahan Sikap Arya
208
Sebuah Tamparan Telak
209
Episode Terakhir
210
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!