"Ya'er... Rupanya kau sudah siuman. bagaimana, apakah kondisimu sudah pulih?" Tanya Zhen Long sambil berjalan mendekati Arya yang berada tepi sungai.
"Hmm kakek... tadinya aku mencari kakek, tapi kakek tidak ada. Oh iya kek, badanku sekarang sudah lumayan baikkan. maaf kek lagi-lagi aku pingsan." Arya menggaruk kepalanya canggung.
"Justru kakek sebenarnya bangga padamu, nak.. Karena kau telah berlatih dengan giat, maka kakek akan memberikan sesuatu padamu." Zhen Long mengusap lembut kepala cucu angkatnya itu.
Kemudian pria paruh baya tersebut memberikan sebuah kitab yang bernama Kitab Pedang Bayangan, serta memberikan sebuah pil yang berguna untuk meningkatkan Kultivasi ke tahap selanjutnya.
"Terimakasih kek..." Ucap Arya sambil membungkuk.
"Minumlah pil itu, nak!!!.. Setelah itu, kau lanjutkanlah latihanmu. Ingat, kau harus bisa mengontrol energimu agar tidak pingsan lagi seperti tadi. Seandainya kau pingsan karena kehabisan energi saat sedang bertarung, maka kau bisa binasa pada saat itu juga nak." Zhen Long memperingati sambil mencubit hidung Arya.
Arya hanya mengangguk dan segera meminum pil yang di berikan Zhen Long tersebut. Beberapa saat kemudian, dia merasakan gelombang energi yang begitu deras mengalir di dalam tubuhnya. Dengan cepat diapun merubah duduknya hingga bersila lalu berusaha menyerap energi itu secepatnya.
Sekitar 10 menit Arya menyerap energi tersebut, akhirnya dia merasakan energi itu mulai menipis dan Krraaakk.. terdengar sebuah bunyi yang berasal dari dalam tubuhnya.
Terlihat tubuh Arya memerah serta bergetar hebat selama beberapa saat, keringat dingin nampak mengucur deras membasahi tubuhnya. Arya berteriak dengan sangat keras sebab ia merasakan sakit yang teramat sangat.
Zhen Long yang berada di sampingnya terlihat tersenyum sambil terus memperhatikannya, "Selamat nak.. kau sekarang sudah menerobos ke tahap menengah tingkat 1." Ucap Zhen Long sesaat setelah Arya membuka mata.
Arya merasakan sensasi berbeda dari sebelumnya, dia merasa seluruh tubuhnya saat ini di penuhi energi dan jauh lebih bertenaga dari sebelumnya.
Memang jika seseorang naik tingkat kultivasi, apalagi menerobos ke tahap selanjutnya, maka badan orang tersebut akan jauh lebih kuat beberapa kali lipat.
"Ya'er, setelah ini kau berlatihlah menciptakan elemen... jika sudah selesai, mulailah kau berlatih jurus-jurus yang ada di dalam Kitab itu." Ucap Zhen Long sambil mencubit hidung Arya lalu beranjak pergi.
Arya kemudian kembali berlatih menciptakan elemen. Namun tidak seperti sebelumnya, saat ini dia sudah lebih mudah mengontrol Qi saat berusaha menciptakan elemen. Itu semua berkat hadiah yang di berikan Dewa Petir kepadanya. Berjam-jam dia berlatih, hingga tak terasa hari sudah menjelang malam.
Nampak saat ini Arya tengah duduk bersama Zhen Long sambil menyantap daging siluman sebagai menu makan malam mereka berdua.
Memang semenjak berlatih, semua yang di konsumsi Arya adalah sumberdaya. mulai dari daging siluman, buah-buahan, serta madu lebah giok. Semua itu berguna untuk memperkuat fisik dan menambah energi Qi miliknya.
Setelah menyelesaikan makan malam, Arya kemudian membuka Kitab Pedang Bayangan. dia berniat mempelajarinya terlebih dahulu untuk bisa memahami jurus yang akan di latihnya nanti.
Kitab Pedang Bayangan sendiri memiliki 4 jurus:
Pedang tanpa bayangan, Putaran Angin Naga, Tebasan Seribu Pedang. Dan Pemusnah Jiwa.
______
7 Tahun sudah berlalu.
Kini Arya sudah berumur 14 tahun. Selama dalam kurun waktu 7 tahun tersebut, Arya terus berlatih Kitab Dewa Naga Emas, Kitab Pedang Bayangan, jurus tangan kosong dan kitab beladiri lainnya. Tidak lupa dia juga berlatih ilmu Alkemis, kini dia sudah bisa menciptakan beberapa jenis pil. Sekarang dia sudah mencapai Alkemis tingkat 5.
Saat ini kultivasi Arya sudah berada di tahap Pendekar Panglima tingkat 7, tenaga dalamnya sudah mencapai 500 lingkaran. kualitas tulangnya sendiri sudah mencapai tulang harimau buas. mengenai jurus Kitab Dewa Naga Emas, Arya sudah berhasil mempelajarinya sampai ke tingkat bumi jurus ke 6.
Di atas rimbunnya pepohonan, nampak Arya sedang terbang sambil mengamati situasi di bawahnya. Dia berniat mencari beberapa sumberdaya dan mustika siluman. Semenjak telah menguasai ilmu beladiri Zhen Long memang menyuruhnya mencari sumberdaya sendiri, itu semua di lakukan demi mengasah kemampuan Arya.
Arya kini memang sudah bisa terbang, namun ia terbang bukan menggunakan jurus Naga Emas Angkasa, melainkan dengan jurus pengendalian elemen angin yang di pelajarinya dari Zhen Long.
Arya beberapa tahun ini selalu berlatih tanding dengan para siluman yang diburunya. Kadang di beberapa kesempatan dia di buat kewalahan, namun pada saat itu pula Zhen Long selalu datang membantu cucunya itu.
Beberapa saat kemudian, Arya lantas turun saat menemukan sebuah pohon buah apel perak yang di carinya. Namun terlihat di sekitar pohon sumberdaya itu, terdapat seekor siluman yang sepertinya adalah penjaga pohon tersebut. Memang setiap buah yang mengandung energi Qi, pasti di jaga oleh para siluman.
Melihat siluman tersebut, Arya nampak menyeringai karena memang dia juga sedang mengincar mustika dari siluman tersebut. Dia segera melesat dengan cepat mengarah ke lokasi siluman Serigala yang menjaga pohon sumberdaya tersebut. Pemuda langsung berniat melancarkan serangan.
Meski Arya sudah menyamarkan auranya agar tidak terdeteksi, namun nyatanya siluman serigala tersebut masih dapat merasakan kehadirannya melalui indra penciumannya. Merasakan adanya ancaman, siluman serigala itupun langsung membuat perisai pertahanan.
TRAAAAANGGGG....
Suara benturan terdengar nyaring antara pedang pusaka bumi milik Arya beradu dengan energi pelindung siluman serigala tersebut. Benturan itupun menimbulkan gelombang energi yang menggugurkan daun-daun pepohonan di sekitar mereka.
Arya menyeringai tipis seolah terkesan, karena siluman tersebut berhasil menangkis serangannya.
Tidak ingin membuang-buang waktu, Arya segera mengalirkan Qi ke pedang pusaka bumi miliknya. Pedang itu bernama Pedang Pusaran Angin. Perlahan pedang pemuda itupun nampak di selimuti kobaran api.
Jurus Pedang Bayangan - Pedang tanpa Bayangan tingkat 3.
Sebuah gelombang energi tercipta saat Arya melesatkan tebasan ke arah siluman serigala tersebut.
Dinding energi dari siluman itupun hancur berkeping-keping. Namun sebelum serangan tersebut mengenai sasaran, siluman serigala itupun reflek menghindar dengan melompat ke arah samping kanan.
Sementara itu, energi yang tercipta dari serangan Arya masih terus melesat membelah beberapa pohon, yang seketika membuat pohon-pohon itupun bertumbangan.
Setelah melancarkan jurus pertamanya, Arya melompat dan melesat cepat menyerang siluman serigala tersebut dari sisi atas. Siluman serigala yang kehilangan fokusnya tidak sempat menghindar, dan hanya bisa bertahan dengan menangkis serangan itu dengan cakarnya.
Nampak saat ini pedang milik Arya beradu dengan cakar siluman serigala tersebut. Beberapa detik kemudian, cakar siluman serigala itu pun terpotong sebab tidak mampu menahan ketajaman dari Pedang Pusaran Angin.
Siluman serigala langsung menyerang balik dengan menggunakan cakar kirinya. Namun Arya tidak mencoba menghindar, sebab ia berniat ingin mengetes daya tahan dari teknik perisai es miliknya.
Buuuuulkk...
Perisai es itupun berhasil menahan cakaran Siluman serigala tersebut.
Tidak ingin membiarkan buruannya itu melarikan diri, Arya lantas menciptakan beberapa akar berniat melilit tubuh siluman serigala tersebut.
Setelah siluman serigala itu terlilit dan tidak bisa bergerak. Tanpa basa-basi, Arya langsung menebas leher siluman tersebut hingga kepalanya terpisah.
Arya kemudian mengambil mustika dari siluman serigala yang berhasil dikalahkannya itu. Setelahnya, dia lantas mengambil beberapa buah apel perak yang sudah siap di panen.
Dirasanya sudah cukup, Arya kembali melanjutkan pencariannya. Belum jauh pemuda itu meninggalkan lokasi pertarungan sebelumnya, tiba-tiba dirinya di serang oleh tiga siluman serigala lainnya dari arah samping.
Dengan sigap pemuda itupun reflek menyilangkan pedangnya ke depan dada. Arya terseret mundur beberapa meter setelah menahan serangan tersebut.
Tiga siluman serigala itupun langsung mengepung Arya dari tiga arah. Dari tiga siluman serigala itu, satu diantaranya berwarna putih dengan ekor berwarna merah menyala.
Baru saja Arya menahan serangan dan terseret mundur, ketiga siluman serigala itupun kembali melancarkan serangan secara brutal, seakan mereka ingin membalas dendam atas kematian temannya yang tewas terbunuh oleh pemuda itu.
Pertarungan satu lawan tiga itupun tidak terelakkan. Meski begitu Arya terlihat sanggup mengimbangi ketiga siluman tersebut, walaupun 2 diantaranya siluman itu berada di tahap Pendekar Panglima tingkat 7, dan 1 siluman serigala yang berbulu putih berada di tahap Pendekar Raja tingkat 3.
Memang tingkat kultivasi bisa menjadi penentu hasil pertarungan, namun teknik beladiri, kecerdasan serta pengalaman bertarung juga patut di perhitungkan.
Arya sendiri pernah bertarung hidup dan mati melawan siluman Rubah yang berada di tahap Pendekar Kaisar tingkat 2. Dan hampir saja mati ketika bertarung melawan siluman Harimau yang berada di tahap Pendekar Kaisar tingkat 4. Saat itu dirinya berhasil selamat sebab di bantu oleh Zhen Long.
Kembali ke pertarungan. Arya terlihat menciptakan akar-akar dari teknik elemen kayu, untuk mempersulit pergerakan para siluman yang menyerangnya secara bersamaan.
Setelah beberapa saat berjibaku, akhirnya satu dari ketiga siluman serigala itupun berhasil terlilit. Ketika melihat celah, Arya langsung melesat menggunakan elemen angin menuju ke siluman serigala yang sudah terlilit tersebut. Selanjutnya, ia lantas menggunakan Jurus Pedang Tanpa Bayangan tingkat 3 dan berhasil membunuh salah satu dari siluman serigala tersebut.
Melihat kejadian itu, 2 siluman serigala yang tersisa nampak begitu murka. Dengan buasnya mereka menyerang secara membabi buta tanpa memberi jeda untuk sekedar membiarkan pemuda itu dapat mengambil nafas. Arya yang sudah lama berlatih menahan nafas di dalam air selama berjam-jam, tentu saja tidak kesulitan menghadapi semua serangan tersebut.
Siluman serigala putih nampak bersiap menyerang dengan menggunakan energi elemen angin. Sesaat kemudian, terciptalah energi angin berbentuk puluhan pedang yang transparan melesat cepat ke arah Arya yang masih fokus bertarung melawan siluman yang satunya.
Arya yang merasakan adanya energi kuat sedang menargetkan dirinya, lantas dengan sigap menciptakan sebuah pelindung dari elemen air yang telah di padatkan menjadi es.
BOOOOOMMMM
Kedua energi itupun berbenturan, menimbulkan sebuah gelombang kejut serta rentetan ledakan di sekitaran lokasi mereka bertarung.
Saat itu juga Arya langsung melompat mundur untuk mengambil jarak. Kemudian ia diam-diam menggunakan elemen kayu mengincar siluman serigala yang ada di dekatnya. Karena kehilangan fokus, siluman serigala itupun terlilit oleh elemen kayu tersebut.
Siluman serigala putih terus melancarkan serangan jarak jauh berusaha melepaskan temannya, dan di karenakan kalah dalam tahap kultivasi, pelindung es itupun hancur terkena serangan bertubi-tubi.
Dan energi angin dari serangan serigala tersebut masih melesat cepat menargetkan Arya.
Melihat hal itu, Arya langsung menarik siluman serigala yang terlilit elemen kayunya dan di jadikan sebagai tameng untuk menahan serangan energi yang masih melesat ke arahnya.
"Aaaaauuuuu....." Siluman serigala yang di jadikan tameng itupun melolong keras sebelum akhirnya tewas terkena serangan energi dari temannya sendiri.
"Hahaha... ternyata sikap buasmu itu tidak pandang bulu... teman sendiri saja, tega kau bunuh." ejek Arya berusaha memprovokasi siluman serigala putih yang tersisa.
Seakan memahami ucapan Arya, siluman serigala putih itupun mengeluarkan aura energi berwarna putih yang perlahan menyelimuti seluruh tubuhnya. Dan seketika itu pula matanya berubah menjadi merah menyala. Siluman itupun juga mengeluarkan aura kematian yang membuat Arya kesulitan bernafas.
Arya kemudian menggunakan Aura Raja Naga Emas. Nampak teknik itu tidak hanya mampu menetralkan aura tersebut, tapi Aura Raja Naga Emas juga mampu membuat siluman serigala putih itu tidak bisa bergerak, seolah menjadi patung.
Dengan santai Arya melangkahkan kaki mendekati siluman serigala putih tersebut. Terlihat mata merah menyala serta aura putih yang menyelimuti tubuh siluman itupun perlahan memudar, berganti dengan beberapa suara lolongan seperti mengisyaratkan agar pemuda itu tidak mendekat.
Dengan tatapan tajam, Arya menciptakan elemen air yang mulai bergerak menyelimuti seluruh tubuh siluman serigala putih. Arya berniat membekukannya.
Jurus Pedang Bayangan - Putaran Angin Naga tingkat 1
Arya mengangkat pedangnya tinggi ke atas, seketika muncul energi berbentuk seekor Naga transparan. Pemuda itu kemudian membuat sebuah gerakan menebas ke arah siluman serigala putih tersebut. Sebuah energi yang berbentuk Naga itupun menciptakan gelombang badai angin yang melesat cepat ke arah siluman serigala putih tersebut.
Dalam satu tarikan nafas, energi itupun dengan telak mengenai siluman serigala putih. Seketika itu pula, siluman itupun tewas mengenaskan, dengan kondisi tubuh hancur tercerai-berai menjadi puluhan potongan.
Arya kemudian mendekati potongan-potongan tubuh dari siluman itu, nampak dia seperti sedang mencari sesuatu.
"Untung saja, mustika siluman ini tidak hancur." Gumam Arya pelan.
Karena terlalu bersemangat sampai-sampai dia melupakan tujuannya untuk mengumpulkan mustika siluman.
Setelah mengambil semua mustika yang ada di tubuh siluman-siluman yang lainnya, dan mengumpulkan buah-buahan sumberdaya secukupnya. Arya kemudian terbang meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke gubuk yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.
__________
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1441H
Hidup adalah timbal balik, Apa yang kamu berikan akan kembali, apa yang kamu tanam akan tumbuh dan apa yang kamu korbankan akan berbuah pahala.
Selamat berkorban dan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 2020. serta tidak lupa mohon maaf lahir dan batin
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Akira
keren nih 👍👍👍
2024-03-14
1
Harman LokeST
seeeerriiiiiiuuuuuuuuuuuuuuuuuuussssss teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus Arya
2024-02-28
0
xiao ciee
selagi bertarung nama tehnik blom terucap satu pun ,yang ada penjelasan aja
2024-02-11
1