Pemahaman Ilmu Berpedang

"Belum puas melihatnya? Apa kau ingin mencuri ilmu pedang bunga matahari?" Seru Liu Wei lantang, dia sudah mengenal aura dari sosok yang bersembunyi di balik semak-semak.

Arya menggaruk kepalanya sebelum muncul dari persembunyiannya. "Tunggu ini salah paham. Aku tidak bermaksud mencuri ilmu, aku..." Arya menjelaskan dirinya ingin berniat membersihkan badannya lalu ia mendengar suara orang berlatih, dirinya bersembunyi karena tidak ingin mengganggu latihan yang dilakukan Liu Wei.

"Kalau begitu kenapa kau tidak melanjutkan tujuanmu datang kesini. Apa yang sebenarnya kau inginkan, dan kenapa masih berada di sini?." Rutuk Liu Wei dengan nada dingin sambil menatap tajam kepada Arya.

"Ah tidak, karena aku sempat melihatmu bermain pedang, aku berpikir beberapa masukkan yang mungkin akan membantumu." Arya menggaruk hidungnya.

"Apa kau pikir cara berpedangmu masih lebih baik dariku? Baiklah aku akan menunjukkan padamu jurus siapa yang lebih hebat." Liu Wei langsung melesat menyerang Arya.

"Hei kenapa kau bersungguh-sungguh menyerangku, ini kan hanya latihan." Gerutu Arya sambil terus menghindari setiap serangan gadis itu.

"Sialan.. dia bisa dengan mudah menghindari setiap seranganku." Gumam Liu Wei dalam hati lalu mempercepat pergerakan pedangnya.

Arya berfikir inilah saatnya dia menjalankan rencana untuk membuka cadar gadis pemarah tersebut.

Sambil terus menghindar, Arya berusaha mencari celah untuk mengambil cadar yang terpasang di wajah Liu Wei.

Setelah berhasil merebut cadar milik Liu Wei, dia lalu tertawa sambil menatap wajah gadis itu yang kini nampak memerah dengan ekspresi muka marah.

"Kembalikan cadarku, atau ku bunuh kau." Liu Wei menggertakkan giginya, berniat menyerang Arya kembali.

"Eh... Tunggu dulu gadis pemarah. Aku sebenarnya bingung kenapa kau menutupi wajahmu, padahal kau itu memiliki paras yang cantik." Ujar Arya sambil mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda gadis itu.

Mendengar hal demikian, pipi Liu Wei langsung merona memerah. Itu bukan pertama kali bagi Liu Wei mendengar seorang pria mengatakan jika dirinya cantik. Namun karena yang mengatakan hal tersebut adalah Arya, maka seketika membuat hatinya menjadi berbunga-bunga. Sebenarnya Liu Wei sendiri menyukai Arya pada saat pertama kali mereka bertemu, namun entah kenapa dirinya tidak bisa bersikap manis kepada pria yang di sukainya tersebut.

"Hei kenapa kau malah diam...?" Suara Arya menyadarkan lamunan Liu Wei.

"Itulah alasan mengapa aku menutup wajahku, karena wajahku adalah kutukan bagiku, karena wajah ini pula kedua orang tuaku terbunuh."

"Semua pria sama saja, menilai wanita hanya dari parasnya." Liu Wei kembali menyerang dan meningkatkan kecepatan pedangnya.

15 menit berlalu, Arya masih terus menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh Liu Wei. Arya bahkan tidak membalas satupun serangan, justru pemuda itu malah terlihat seperti sedang bermain-main.

Mendapati serangannya sia-sia dan hanya menguras tenaganya, Liu Wei akhirnya berhenti dan menyarungkan kembali pedang miliknya.

"Kau menang." Liu Wei mengatur nafasnya yang memburu, dia sadar jika kemampuannya masih jauh di bawah Arya.

Arya kemudian berjalan mendekati Liu Wei. Setelah jarak mereka dekat, dia meminta Liu Wei untuk meminjamkan pedang miliknya. Namun yang di dapatkan pemuda itu malah sebaliknya. Liu Wei justru tiba-tiba melayangkan sebuah pukulan ke tubuhnya.

"Rasakan itu... itu adalah hadiah karena kau telah membuatku marah. Kembalikan cadarku." Bentak Liu Wei namun dengan nada pelan.

"Kau tidak perlu menyembunyikan wajahmu lagi, aku sudah melihatnya. Dalam hidup, kamu harus melupakan apa yang telah pergi, hargai apa yang masih dimiliki, dan menanti apa yang akan menghampiri." Arya bangkit lalu kembali mendekat dan meraih pedang yang di genggam Liu Wei.

"Cara memegang pedangmu hanya akan membuat pergerakanmu kaku dan menguras tenagamu. Jangan hanya mengandalkan mata saat bertarung, hati juga harus terlibat didalamnya. Keahlian sebenarnya bukan seperti api yang membara, jika tidak memiliki ketenangan maka pedang akan menjadi tumpul. Berlatih dengan seribu pedang sekalipun tak akan bisa mengalahkan seseorang yang berlatih dengan pedang dihatinya." Ucap Arya sambil memperagakan jurus pedang yang di miliki Liu Wei.

Penjelasan tersebut membuat Liu Wei diam-diam kagum pada pemuda itu, sampai ia tidak sadar jika Arya dapat memperagakan jurus pedang miliknya.

Arya menghentikan gerakan pedangnya, lalu berjalan mendekati Liu Wei dan kemudian menepuk pundak gadis tersebut. "Pegang pedangmu seperti ini, pegangan pedang seperti ini lebih cocok dengan jurus pedang yang kau miliki. Apa kau sudah paham?" Ucap Arya sambil memperlihatkan kepada Liu Wei cara memegang pedang, setelah itu memberikan kembali pedang tersebut kepada pemiliknya.

"Kalau begitu lanjutkanlah latihanmu, aku tak akan mengganggumu. Aku akan pergi untuk membersihkan diri." Arya melangkahkan kakinya berniat meninggalkan tempat tersebut.

"Tunggu.. tunggu sebentar, aku butuh bimbingan darimu. Karena aku merasa, kau lebih mengerti soal seni berpedang. Aku harus lebih kuat agar bisa memenangkan kompetisi turnamen yang akan di adakan 5 hari lagi." Liu Wei tidak berani menatap wajah Arya, karena merasa bersalah dan tidak enak hati sebab selama ini ia selalu bersikap tidak baik pada pemuda tersebut.

"Hmmmm... Kenapa kau berubah menjadi lembut seperti ini? Ah... Yasudah, aku akan menemanimu dan memberikan sedikit pengarahan dalam latihanmu." Arya mendekatkan wajahnya ke wajah Liu Wei.

"A...aaa.. apa yang ingin kau lakukan?" Pelik Liu Wei tersentak dan lalu mengalihkan wajahnya untuk menutupi rona merah di pipinya karena malu.

"Hahaha... kenapa wajahmu tiba-tiba memerah? apakah kau sedang demam?" Arya lalu meletakkan telapak tangannya ke dahi gadis itu.

"Singkirkan tangan kotormu dariku!" Liu Wei menepis tangan Arya. tanpa disadarinya, dia telah melayangkan tamparan ke wajah pemuda itu.

"Apakah seperti ini caramu membalas kebaikanku yang telah bersedia mengajarimu." Arya mengelus pipinya yang memerah sebab terkena tamparan tersebut.

Liu Wei yang merasa bersalah karena tanpa sengaja telah melayangkan tamparan. Dia kemudian mendekat dan mengelus pipi Arya yang terlihat memerah bekas cap telapak tangannya. Tetapi tanpa di sengaja tatapan mereka bertemu, pada saat itu pula Liu Wei merasakan ada getaran di hatinya. tanpa sadar gadis itu menutup matanya dan mendekatkan wajahnya kepada Arya.

"Hei apa yang kau lakukan!" Arya sedikit meninggikan suaranya sambil memukul kepala Liu Wei pelan.

"Eh... Ma... Maa.. Maaf aku tidak bermaksud..." Liu Wei menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu berlari menjauh.

"Hei gadis bodoh... Kau mau pergi kemana. Katanya kau ingin berlatih."

Teriakan Arya tersebut membuat Liu Wei berhenti berlari.

Setelah Liu Wei kembali mendekat, Arya kemudian bertanya dengan memasang muka polos. "Sebenarnya saat mendekatkan wajahmu padaku, apa yang ingin kau lakukan?"

"Ah ti..tidak... aku hanya tidak sengaja." Liu Wei menunduk sambil menggaruk kepalanya canggung.

"Yasudah cepatlah berlatih, badanku sudah lengket sekali dan ingin secepatnya merasakan sejuknya air.." Arya lalu mengeluarkan pedang dengan kualitas yang sama dengan pedang milik Liu Wei dari cincin ruang miliknya.

_________

Terpopuler

Comments

Iwan Arema

Iwan Arema

😊😊😊🥰🥰🥰

2024-04-15

0

Akira

Akira

naah gw setuju dgn kata" yg di buat otor ini dari mc nya, jadi harus nya otor juga bs membuat mc melupakan masa lalu nya dan menerima apa yg di jalani untuk mc dgn identitas baru nya sebagai Li Xian tanpa ada nama arya lagi, lagi, jd jgn bisa berucap tapi tdk bs menyesuaikan atau menerapkan nya 😁

2024-03-15

1

Harman LokeST

Harman LokeST

kreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnn

2024-01-31

2

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Berpindah Dimensi
2 Kehidupan Baru
3 Belajar Alkemis
4 Latihan Fisik 1
5 Latihan Fisik 2
6 Latihan Fisik 3
7 Latihan Fisik 4
8 Masa lalu Tubuh Arya
9 Kitab Pedang Bayangan
10 Perpisahan Dengan Zhen Long
11 Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12 Selamat Tinggal Jurang Kematian
13 Memulai Petualangan
14 Bertemu Kembali
15 Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16 Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17 Pemahaman Ilmu Berpedang
18 Keinginan Liu Wei
19 Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20 Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21 Turnamen Pendekar Muda
22 Turnamen Pendekar Muda 2
23 Turmanen Pendekar Muda 3
24 Turnamen Pendekar Muda 4
25 Turmanen Pendekar Muda 5
26 Final Turnamen Pendekar Muda
27 Hasil Turmanen Pendekar Muda
28 Menjual Pil Giok Suci
29 Masalalu Liu Wei
30 Perpisahan
31 Pria Tua Misterius
32 Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33 Tupai Pertapa
34 Diatas Pendekar Suci
35 Terungkap Segalanya
36 Kejar Kejaran
37 Kerajaan Siluman Tupai
38 Memindahkan Sebuah Kerajaan
39 Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40 Kabut Ilusi
41 Penjaga Kabut Ilusi
42 Raja Obat
43 Menuju Pertarungan
44 Menjadi Pengawal Pangeran
45 Pertama Kalinya Membunuh
46 Kecerobohan Dewa Petir
47 Aura Jiwa Shenren
48 Bertemu Kaisar Surga
49 Mengobati Penduduk Desa
50 Siluman Penghuni Sungai
51 Si Kembar Haus Darah
52 Tangisan Desa Fushun
53 Kembalinya Dewa Petir
54 Cairan Pusaran Waktu
55 Menundukkan Harimau Putih
56 Roh Pusaka
57 Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58 Dimana Hantu
59 Keterpaksaan Tindakan Walikota
60 Teknik Penghisap Dimensi
61 Keputusan Arya
62 Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63 Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64 Mengarang Cerita
65 Racun Tengkorak Iblis
66 Menyebarkan Informasi
67 Pengintai
68 Tiba Di Kerajaan Goading
69 Mengobati Sang Raja
70 Duri Dalam Daging
71 Pertunjukan Yang Menarik
72 Bertarung Melawan Tiga Tetua
73 Persaingan
74 Kekecewaan
75 Bocah Kecil Penjual Permen
76 Tiga Bersaudara
77 Memberikan Kenang-kenangan
78 Raja Para Dewa
79 Jurus Berpindah Dimensi
80 Meninggalkan Istana Goading
81 Pasar
82 Kertas Sihir
83 Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84 Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85 Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86 Hancurnya Markas Pemberontak
87 Acara Pemakaman
88 Perpisahan Tanpa Kata
89 Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90 Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91 Melawan Para Perampok
92 Si Tubuh Besi
93 Asosiasi Lotus Perak
94 Kembalinya Sekte Lembah Petir
95 Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96 Mengajukan Kerjasama
97 Membuka Toko
98 Toko Obat Xian
99 Keputusan Shi Yuan Jie
100 Membeli Senjata
101 Membuat Pil Awet Muda
102 Toko Di Buka Kembali
103 Permainan Catur
104 Mencapai Kesepakatan
105 Pesta Peresmian
106 Teman Lama
107 Menutup Toko
108 Para Penghadang
109 Pemuja Iblis
110 Pertarungan Berakhir
111 Penyelidikan
112 Persaingan Dua Gadis
113 Hasil Penyelidikan
114 Kontrak Ikatan Pusaka
115 Melawan Roh Pusaka
116 Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117 Masalalu Roh Pusaka
118 Jurus Perubahan Wujud
119 Kekesalan Liu Wei
120 Kedai Din Thai Fung
121 Menjalin Aliansi
122 Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123 Acara Lelang
124 Pembukaan Lelang
125 Siluman Griffin
126 Pusaka Kipas Naga Angin
127 Burung Phoenix Petir
128 Kericuhan Acara Lelang
129 Siasat Shi Yuan Jie
130 Putri Kerajaan Guangzhou
131 Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132 Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133 Melelang Pil Giok Suci
134 Permintaan Maaf
135 Acara Lelang Berakhir
136 Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137 Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138 Arya Vs Jenderal Yu Lang
139 Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140 Duel Berakhir
141 Dugaan Huashan
142 Menyusun Rencana
143 Penculikan
144 Sisi Lain Panglima Chong Quon
145 Menyambut Anggota Baru
146 Teknik Pedang Terbang
147 Pertempuran
148 Melumpuhkan Kultivasi
149 Perjodohan
150 Melatih Keseimbangan
151 Masalalu An Lushan
152 Menyampaikan Berita Baik
153 Dendam Yang Membara.
154 Kebimbangan Patriark Tao Lian
155 Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156 Persetujuan
157 Semakin Yakin
158 Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159 Menemukan Tempat Persembunyian
160 Energi Kegelapan
161 Ritual Anggota Baru
162 Hutan Gelap
163 Sekelompok Siluman Singa
164 Serangan Susulan
165 Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166 Bertemu Naga
167 Lembah Naga
168 Tiga Darah Berbeda
169 Kebebasan Yang Mengejutkan
170 Melawan Para Siluman Naga
171 Menghadapi Penyusup
172 Menghadapi Penyusup II
173 Pulau Kehidupan
174 Tamu Tidak Di Undang
175 Penyucian Hati
176 Sisi Gelap I
177 Sisi Gelap II
178 Teknik Pengendalian Darah
179 Taichi
180 Duel Naga Vs Harimau
181 Arya Vs Chaizu I
182 Arya Vs Chaizu II
183 Arya Vs Chaizu III
184 Arya Vs Chaizu IV
185 Keluar Dari Hutan Hei'an
186 Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187 Sahabat Baru
188 Pencari Pusaka Langit.
189 Penculikan Bayi
190 Mengejar Penculik
191 Pendekar Suci Turun Tangan
192 Penculikan Putri Kaisar
193 Kecerdikan Han Jifan
194 Arya Vs Huashan
195 Pil Serat Gairah
196 Kemarahan Sang Putri
197 Menyampaikan Permasalahan
198 Keputusan Sang Putri
199 Seruling Cahaya Malam
200 Pesan Dari Bangsa Iblis
201 Hujan Meteor
202 Kemunculan Tengkorak Di Langit
203 Kota Mati
204 Tantangan Yang Tidak Sepadan
205 Pengendalian Pikiran
206 Keluar Demi Membalaskan Dendam
207 Perubahan Sikap Arya
208 Sebuah Tamparan Telak
209 Episode Terakhir
210 Pengumuman
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Awal Mula Berpindah Dimensi
2
Kehidupan Baru
3
Belajar Alkemis
4
Latihan Fisik 1
5
Latihan Fisik 2
6
Latihan Fisik 3
7
Latihan Fisik 4
8
Masa lalu Tubuh Arya
9
Kitab Pedang Bayangan
10
Perpisahan Dengan Zhen Long
11
Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12
Selamat Tinggal Jurang Kematian
13
Memulai Petualangan
14
Bertemu Kembali
15
Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16
Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17
Pemahaman Ilmu Berpedang
18
Keinginan Liu Wei
19
Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20
Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21
Turnamen Pendekar Muda
22
Turnamen Pendekar Muda 2
23
Turmanen Pendekar Muda 3
24
Turnamen Pendekar Muda 4
25
Turmanen Pendekar Muda 5
26
Final Turnamen Pendekar Muda
27
Hasil Turmanen Pendekar Muda
28
Menjual Pil Giok Suci
29
Masalalu Liu Wei
30
Perpisahan
31
Pria Tua Misterius
32
Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33
Tupai Pertapa
34
Diatas Pendekar Suci
35
Terungkap Segalanya
36
Kejar Kejaran
37
Kerajaan Siluman Tupai
38
Memindahkan Sebuah Kerajaan
39
Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40
Kabut Ilusi
41
Penjaga Kabut Ilusi
42
Raja Obat
43
Menuju Pertarungan
44
Menjadi Pengawal Pangeran
45
Pertama Kalinya Membunuh
46
Kecerobohan Dewa Petir
47
Aura Jiwa Shenren
48
Bertemu Kaisar Surga
49
Mengobati Penduduk Desa
50
Siluman Penghuni Sungai
51
Si Kembar Haus Darah
52
Tangisan Desa Fushun
53
Kembalinya Dewa Petir
54
Cairan Pusaran Waktu
55
Menundukkan Harimau Putih
56
Roh Pusaka
57
Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58
Dimana Hantu
59
Keterpaksaan Tindakan Walikota
60
Teknik Penghisap Dimensi
61
Keputusan Arya
62
Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63
Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64
Mengarang Cerita
65
Racun Tengkorak Iblis
66
Menyebarkan Informasi
67
Pengintai
68
Tiba Di Kerajaan Goading
69
Mengobati Sang Raja
70
Duri Dalam Daging
71
Pertunjukan Yang Menarik
72
Bertarung Melawan Tiga Tetua
73
Persaingan
74
Kekecewaan
75
Bocah Kecil Penjual Permen
76
Tiga Bersaudara
77
Memberikan Kenang-kenangan
78
Raja Para Dewa
79
Jurus Berpindah Dimensi
80
Meninggalkan Istana Goading
81
Pasar
82
Kertas Sihir
83
Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84
Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85
Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86
Hancurnya Markas Pemberontak
87
Acara Pemakaman
88
Perpisahan Tanpa Kata
89
Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90
Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91
Melawan Para Perampok
92
Si Tubuh Besi
93
Asosiasi Lotus Perak
94
Kembalinya Sekte Lembah Petir
95
Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96
Mengajukan Kerjasama
97
Membuka Toko
98
Toko Obat Xian
99
Keputusan Shi Yuan Jie
100
Membeli Senjata
101
Membuat Pil Awet Muda
102
Toko Di Buka Kembali
103
Permainan Catur
104
Mencapai Kesepakatan
105
Pesta Peresmian
106
Teman Lama
107
Menutup Toko
108
Para Penghadang
109
Pemuja Iblis
110
Pertarungan Berakhir
111
Penyelidikan
112
Persaingan Dua Gadis
113
Hasil Penyelidikan
114
Kontrak Ikatan Pusaka
115
Melawan Roh Pusaka
116
Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117
Masalalu Roh Pusaka
118
Jurus Perubahan Wujud
119
Kekesalan Liu Wei
120
Kedai Din Thai Fung
121
Menjalin Aliansi
122
Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123
Acara Lelang
124
Pembukaan Lelang
125
Siluman Griffin
126
Pusaka Kipas Naga Angin
127
Burung Phoenix Petir
128
Kericuhan Acara Lelang
129
Siasat Shi Yuan Jie
130
Putri Kerajaan Guangzhou
131
Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132
Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133
Melelang Pil Giok Suci
134
Permintaan Maaf
135
Acara Lelang Berakhir
136
Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137
Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138
Arya Vs Jenderal Yu Lang
139
Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140
Duel Berakhir
141
Dugaan Huashan
142
Menyusun Rencana
143
Penculikan
144
Sisi Lain Panglima Chong Quon
145
Menyambut Anggota Baru
146
Teknik Pedang Terbang
147
Pertempuran
148
Melumpuhkan Kultivasi
149
Perjodohan
150
Melatih Keseimbangan
151
Masalalu An Lushan
152
Menyampaikan Berita Baik
153
Dendam Yang Membara.
154
Kebimbangan Patriark Tao Lian
155
Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156
Persetujuan
157
Semakin Yakin
158
Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159
Menemukan Tempat Persembunyian
160
Energi Kegelapan
161
Ritual Anggota Baru
162
Hutan Gelap
163
Sekelompok Siluman Singa
164
Serangan Susulan
165
Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166
Bertemu Naga
167
Lembah Naga
168
Tiga Darah Berbeda
169
Kebebasan Yang Mengejutkan
170
Melawan Para Siluman Naga
171
Menghadapi Penyusup
172
Menghadapi Penyusup II
173
Pulau Kehidupan
174
Tamu Tidak Di Undang
175
Penyucian Hati
176
Sisi Gelap I
177
Sisi Gelap II
178
Teknik Pengendalian Darah
179
Taichi
180
Duel Naga Vs Harimau
181
Arya Vs Chaizu I
182
Arya Vs Chaizu II
183
Arya Vs Chaizu III
184
Arya Vs Chaizu IV
185
Keluar Dari Hutan Hei'an
186
Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187
Sahabat Baru
188
Pencari Pusaka Langit.
189
Penculikan Bayi
190
Mengejar Penculik
191
Pendekar Suci Turun Tangan
192
Penculikan Putri Kaisar
193
Kecerdikan Han Jifan
194
Arya Vs Huashan
195
Pil Serat Gairah
196
Kemarahan Sang Putri
197
Menyampaikan Permasalahan
198
Keputusan Sang Putri
199
Seruling Cahaya Malam
200
Pesan Dari Bangsa Iblis
201
Hujan Meteor
202
Kemunculan Tengkorak Di Langit
203
Kota Mati
204
Tantangan Yang Tidak Sepadan
205
Pengendalian Pikiran
206
Keluar Demi Membalaskan Dendam
207
Perubahan Sikap Arya
208
Sebuah Tamparan Telak
209
Episode Terakhir
210
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!