Setelah menyerap energi mustika siluman, Arya membuka matanya dan berhasil menerobos ke tahap awal tingkat 5.
Tahapan Kultivasi:
Tahap awal 10 Tingkat.
Tahap menengah 10 Tingkat.
Tahap Pendekar 10 Tingkat.
Tahap Pendekar Panglima 10 Tingkat.
Tahap Pendekar Raja 10 Tingkat.
Tahap Pendekar Kaisar 10 Tingkat.
Tahap Pendekar Suci 10 Tingkat.
________
Kali ini Arya akan melanjutkan latihannya yang ke dua, yaitu mengangkat batu seberat 100 kg selama 6 jam.
Arya mulai berjalan mendekati sebuah batu. ia mulai mencoba mengangkat nya, namun berapakalipun ia mencoba, batu tersebut tidak kunjung berhasil terangkat.
Zhen Long tersenyum tipis saat melihat Arya yang nampak sangat berusaha keras mengangkat sebuah batu yang lebih besar dari tubuhnya sendiri. Karena tidak tega, pria paruh baya itupun berjalan mendekat.
"Ya'er untuk kali ini kakek akan membantumu, pusatkan tenagamu pada kedua telapak tangan serta kakimu. Tapi ingat... kau tidak boleh memakai Qi sedikitpun." Selesai berkata demikian, Zhen Long lalu mengangkat batu tersebut hanya menggunakan satu tangan dengan entengnya.
"Pasang kuda-kuda mu seperti ini, pusatkan tenagamu pada kedua tangan dan kakimu. Sekarang angkat kedua tanganmu ke atas." Ucap Zhen Long sambil mempraktekkan kuda-kuda. Setelah dirasa kuda-kuda Arya sudah benar, dia lalu meletakkan batu tersebut ke atas tangan kecil cucunya tersebut.
Arya awalnya merasakan tubuhnya sangat tertekan, karena bagaimanapun berat dari batu itu sendiri 5 kali lipat dari berat badannya saat ini.
Arya terus berusaha menjaga tenaga serta keseimbangan tubuhnya. Sebab bergerak sedikit saja batu itu pasti akan jatuh, bahkan bisa saja menimpa tubuh kecilnya.
Waktu terus berlalu menit demi menit terlewati. Semakin lama, Arya semakin tertekan dan kelelahan, hingga akhirnya dia mencoba fokus pada tenaganya dengan menutup matanya. Arya mulai membayangkan jika batu itu menjadi ringan, namun tentu saja batu itu masih terasa semakin berat.
Arya terus memfokuskan pikiran dan tenaganya, seiring berjalannya waktu sedikit demi sedikit batu berat tersebut sudah tidak lagi menjadi beban untuknya.
Entah sudah berapa lama waktu yang telah dia lewati, Arya hanya bisa bersabar menunggu sambil terus berusaha menahan berat batu yang di angkatnya. Sampai ketika terasa ada sebuah tepukan di pundaknya, yang seketika membuat matanya terbuka.
"Bagus nak, kau telah berhasil menyelesaikan latihan mu yang kedua." Zhen Long tersenyum bangga.
Entah kenapa senyuman Zhen Long itu membuat Arya melupakan rasa lelah dan justru kini dia semakin bersemangat.
Setelah latihan yang kedua, tanpa membuang waktu lagi Arya duduk di atas batu dan mulai menyerap energi Qi alam seperti malam sebelumnya.
______
Hari telah menjelang pagi, kicauan burung dan sapuan angin lembut membangunkan Arya dari meditasi. Seperti mendapatkan suntikan energi, rasa lelah dan kantuk yang sebelumnya ia rasakan kini lenyap begitu saja. Arya merasakan tubuhnya terasa lebih ringan seperti kapas serta jauh lebih bertenaga.
Arya kemudian menjejakkan kakinya ke tanah, bocah itu ingin membangunkan Zhen Long untuk memberitahukan jika dirinya telah menyelesaikan latihan. Namun segera diurungkannya, sebab ia merasa tidak enak hati saat melihat kakeknya tersebut sepertinya sedang kelelahan.
Diapun lantas membalikkan tubuhnya, berniat menuju ke sungai yang berada tidak jauh dari posisinya saat ini. Arya ingin membersihkan tubuhnya sebab selama beberapa hari belakangan tubuhnya memang belum bertemu air. Akan tetapi sebelum dirinya semakin menjauh, tiba-tiba suara Zhen Long terdengar dari belakang.
"Ya'er... kakek punya hadiah untukmu. kakek lupa seharusnya kakek memberikan ini lebih awal." Ucap Zhen Long sambil menyerahkan beberapa pakaian kepada Arya.
"Waaahh... terimakasih kek, akhirnya aku punya baju baru, hehe" Arya menerima beberapa pakaian tersebut dengan mata berbinar-binar dan senyuman lebar.
Arya sesaat memandangi pakaian yang di kenakannya saat ini telah banyak robekan disana-sini. Sekilas jika di lihat dari penampilan Arya saat ini, bocah itu tidak ubahnya seperti gelandangan ataupun pengemis kecil.
Arya kemudian mengambil satu pasang baju, dan memberikan sisanya kembali pada Zhen Long.
"Arya akan mandi dulu ya kek, setelah itu Arya akan kembali berlatih." ucap Arya begitu bersemangat, dia membungkukkan badan sebagai wujud rasa terimakasihnya kepada sang kakek. Setelah itu, dia kemudian membalikkan badan lalu berjalan menuju ke arah sungai.
Sesampainya di tepi sungai, Arya berhenti sejenak sambil mengamati air sungai dihadapannya.
"Waaahh... sungai ini benar-benar indah, airnya sangat jernih sekali." puji Arya dalam hati sambil mengamati ikan-ikan yang nampak sedang berenang di dalam sungai tersebut.
Beberapa saat Arya masih mematung, bocah itu begitu menikmati suasana pagi dan keindahan ikan-ikan yang ada di dalam air sungai tersebut. Setelah beberapa saat, pandangan bocah itu teralihkan saat melihat bayangan sendiri yang nampak dari pantulan permukaan air sungai.
Sangking terkejutnya, Arya sampai tersentak mundur dan hampir saja terjengkang saat mendapati sosok dirinya sendiri dari permukaan air.
"Loh kenapa wajahku berubah?" Pekik Arya sambil meraba-raba bagian wajahnya dengan ekspresi tidak percaya.
Walaupun wajahnya saat ini terlihat jauh lebih tampan dari sebelumnya, namun bukan hal itu yang menjadi pusat perhatiannya saat ini.
"Ternyata bukan hanya duniaku saja yang berubah, tapi tubuhku juga ternyata telah berubah. Lalu sebenarnya siapa pemilik asli dari tubuh ini? apakah ini adalah tubuhku yang baru ataukah tubuh milik orang lain?" batin Arya dengan memasang wajah bingung.
Cukup lama dia larut dalam kebingungan, sampai beberapa saat kemudian Arya baru tersadar jika dirinya harus cepat-cepat menyelesaikan mandinya, sebab pastinya Zhen Long sedang menunggunya.
Tanpa membuang-buang waktu lagi, Arya langsung melompat menceburkan tubuhnya ke dalam air, sampai-sampai dia lupa membuka pakaiannya terlebih dahulu.
Sejuknya air sungai membuat dirinya sejenak melepaskan segala kebingungan yang mengganggu pikirannya selama ini.
Terlihat Arya begitu senang saat bermain air, ia sangat menikmati kegiatannya mengejar beberapa ekor ikan yang berenang di dekatnya. Sampai ketika dia dikagetkan oleh sebuah suara yang cukup keras.
"Ya'er... sampai kapan kau akan terus bermain-main air..." Seru Zhen Long dengan mengalirkan Qi pada gelombang suaranya.
Sesaat sebelum Zhen Long menyusul Arya.
Zhen Long yang baru selesai mencarikan beberapa sumber daya buah-buahan, dirinya kebingungan saat tidak mendapati Arya di sana. Pria paruh baya itupun lantas pergi menuju sungai, berharap jika cucu angkatnya itu masih berada disana.
Dan benar saja sesampainya di sana, dia mendapati Arya sedang asyik bermain air dengan ekspresi wajahnya yang terlihat begitu bahagia.
Sebenarnya Zhen Long tidak tega menegur cucu angkatnya itu dengan intonasi suara yang terkesan marah. Namun dia harus tegas dalam mendidik Arya, sebab kenyataannya dunia ini memang begitu keras dan kejam pada yang lemah. Untuk itulah Zhen Long ingin membuat Arya menjadi pendekar hebat agar nantinya dia bisa menjaga diri dan tidak tertindas.
Zhen Long ingin menanamkan nilai-nilai kedisplinan kepada Arya, agar cucu angkatnya tersebut tidak menyia-nyiakan waktunya dalam berlatih.
"Maafkan aku kek... Aku sudah lama tidak mandi... jadinya tadi aku begitu senang sampai-sampai aku lupa jika kakek sedang menungguku." Arya menundukkan kepalanya, terlihat pundak bocah itu naik turun seperti sedang menangis.
Arya kemudian memakai pakaian barunya, terlihat bocah itu masih tidak berani menatap wajah sang kakek. Bocah itu terus menundukkan kepalanya sambil menatap tanah di bawah kakinya.
Melihat hal itu, Zhen Long lalu berlutut, mengusap rambut serta menyeka air mata yang mengalir di kedua pipi cucunya itu.
"Ya'er... kakek tidak bermaksud memarahimu. kakek hanya ingin kau secepatnya menjadi pendekar yang kuat. Kakek sudah terlalu tua nak, mungkin waktu kakek tidak akan lama lagi..." Kata Zhen Long sambil menatap wajah cucu angkatnya tersebut. Ada perasaan sedih saat menatap kesedihan dari wajah Arya, sebab ia sudah menganggap bocah itu seperti cucu kandungnya sendiri.
"Ingatlah nak, sebagai seorang pria apalagi seorang pendekar, kau tidak boleh cengeng... Kau harus menjadi kuat untuk bisa menjaga dirimu sendiri dan membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan." Lanjut pria paruh baya itu sambil mencubit hidung Arya dan kemudian memeluknya. Setelah beberapa saat, Zhen Long lalu menggandeng Arya kembali ke tempat biasanya bocah itu berlatih.
_______
Setelah memakan sumberdaya buah-buahan yang di berikan Zhen Long, kini Arya merasakan kembali energi yang meledak-ledak di dalam tubuhnya, namun tidak separah saat pertama kali dia mengkonsumsinya.
Karena sudah mengetahui cara menyerap energi yang terkandung dalam buah sumberdaya, Arya segera duduk bersila dan lalu memfokuskan energi tersebut masuk ke dalam Dantian nya.
Beberapa saat kemudian, Arya membuka mata dan lantas menemui Zhen Long. Dia berniat meminta izin melanjutkan latihannya mengelilingi hutan sebanyak 10 kali, karena memang itulah jadwal rutin latihannya setiap hari.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Akira
naah ini yg di tunggu" biar makin jelas tiap kenaikan kekuatan mc nya 👍👍👍
2024-03-14
1
Harman LokeST
kuuaaaaaaaaaaattkkaaaannnnnnn teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssss teekaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaddmuuuuu Arya
2024-02-28
0
Harman LokeST
foooooikkkuuuuuuuuuosssssssss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssss Arya
2024-01-31
0