2 bulan pelatihan fisik Arya telah berlalu. Sekarang Arya sudah berumur genap 7 tahun. Pelatihan rutinnya pun sudah ditingkatkan sampai 5 kali lipat dari sebelumnya.
Kultivasi Arya saat ini, telah berada di tahap awal tingkat 10. Penguasaan dari Kitab Dewa Naga Emas, sudah mencapai tingkat langit dari setiap tahap jurus pertama Pernafasan Naga Emas. Tenaga dalamnya sendiri, kini sudah mencapai 90 lingkaran. Namun kualitas tulangnya masih berada di tulang macan putih.
______
Arya yang sudah bersiap-siap melakukan latihan rutinnya. tiba-tiba Zhen Long menghampirinya dan lalu menjelaskan.
"Ya'er... kakek rasa pondasi tubuhmu sekarang sudah lebih dari sempurna untuk bisa memulai mempelajari setiap jurus yang akan kakek ajarkan. Jadi mulai sekarang kau sudah tidak perlu lagi berlatih fisik, karena mulai sekarang kau akan kakek latih teknik-teknik beladiri." Zhen Long tersenyum ramah.
"Baiklah kek, kalau begitu ayo segera kita mulai saja latihannya kek." timpal Arya bersemangat.
Zhen Long hanya tersenyum dan mencubit hidung Arya, lalu berkata: ”Ya'er... sebelum berlatih jurus-jurus, kakek akan terlebih dulu mengajarkan teknik perubahan energi Qi menjadi elemen Api, Air, Kayu, dan Angin."
Karena hanya memang 4 elemen itu saja yang dikuasi oleh Zhen Long, jadi dia tidak bisa mengajarkan elemen-elemen lain yang di miliki Arya.
"Mulailah dengan memikirkan elemen apa yang ingin kau keluarkan, lalu cobalah mengalirkan Qi mu dan pusatkanlah ke kedua tanganmu, kontrol energi Qi mu lalu hempaskan energi itu keluar dari tanganmu." Zhen Long menjelaskan sambil mempraktekkannya.
Arya mencoba mempraktekkan nya, namun usahanya selalu saja gagal. Tentu saja hal itu tidak membuatnya menyerah begitu saja. Bocah itu terus mencoba dan mencoba, hingga akhirnya diapun berhasil menciptakan sebuah api kecil yang samar-samar terlihat di telapak tangannya.
Keberhasilan kecil itu membuat Arya semakin termotivasi, sampai-sampai dirinya kehabisan Qi dan akhirnya tumbang tidak sadarkan diri.
"Kau terlalu memaksakan diri, nak... Padahal seorang jenius sekalipun membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa menguasai perubahan energi. Perkembanganmu ini benar-benar melebihi perkiraanku...."
Zhen Long memasang senyuman, kemudian menghampiri Arya lalu menggendongnya menuju ke arah goa yang berada di dekat mereka.
"Istirahatlah dulu nak... kakek akan pergi dulu mencarikan sumberdaya untukmu." gumam Zhen Long dalam hati setelah membaringkan tubuh Arya.
Pria paruh baya itu menatap Arya beberapa saat sebelum dirinya melangkah keluar dari goa.
__________
(Di dalam alam bawah sadar)
Arya melihat seorang wanita cantik berumur sekitar 26'an tahun, nampak wanita itu sedang terbaring di atas ranjang. Dan di sebelahnya juga terdapat seorang wanita lagi yang terlihat sedang membantu persalinan wanita tersebut.
Ketika Arya sedang serius mengamati kejadian dihadapannya itu, tiba-tiba Dewa Petir muncul di sampingnya.
"Dialah ibu dari tubuh yang kau pakai." Kata Dewa Petir sambil menunjuk ke arah wanita yang sedang melahirkan tersebut.
Arya tidak mengindahkan perkataan dari Dewa Petir, perhatiannya masih terfokus melihat wajah wanita itu. Seorang wanita yang terlihat mirip dengan wajahnya saat ini. Beberapa saat kemudian, nampak seorang bayi laki-laki terlahir.
"Bayi itulah tubuh yang kau pakai saat ini, Arya." Kata Dewa Petir.
Mendengar tangisan seorang bayi, muncul seorang pria yang nampak berumur sekitar 30'an tahun masuk ke dalam ruangan tersebut dengan tergesa-gesa.
Pria itu menghampiri si bayi, lalu buru-buru mengendong bayi kecil tersebut. Nampak pria itu tersenyum bahagia dengan matanya yang berkaca-kaca, ia terus menimang-nimang si bayi tanpa memperdulikan lumuran darah yang masih menempel di tubuh si bayi tersebut.
"Xun'er... bolehkah aku memberikannya nama?" Tanya pria tersebut sambil menoleh ke arah wanita yang baru saja melahirkan.
Ibu dari si bayi hanya menganggukkan kepalanya pelan.
"Kalau begitu, kau akan ku beri nama.... Li Xian. Bagaimana... apakah kau suka dengan nama ini, Xun'er?" Kata pria tersebut sambil memandangi si bayi, lalu kemudian memandangi wanita yang berada disampingnya.
"Itu nama yang terdengar bagus." Balas wanita dari si bayi sambil tersenyum haru.
"Jadi namaku adalah Li Xian, lalu siapa nama kedua orangtuaku?" Arya menoleh kepada Dewa Petir.
"Benar.... itu adalah nama dari pemilik tubuhmu. kau lebih suka nama yang mana, Arya atau Li Xian? nama ayahmu adalah Li Hongyi, sementara ibumu sendiri bernama Nie Xun" Dewa Petir menjelaskan.
Arya hanya diam tidak membalas ucapan dari Dewa Petir. Saat ini dirinya hanya fokus mengamati kejadian demi kejadian yang di alami oleh tubuhnya di masalalu.
Arya melihat bagaimana dirinya di besarkan oleh kedua orangtuanya dengan penuh kasih sayang.
Menurut kebanyakan orang di dunia ini, Li Xian adalah orang yang cacat sebab ia tidak memiliki Dantian. Namun walau bagaimanpun kondisi Li Xian, kedua orangtuanya tetap tulus menyayanginya.
Sudah berbagai cara yang telah di usahakan oleh kedua orang tuanya untuk menyembuhkan Li Xian, namun semua usaha mereka tersebut, selalu saja tak membuahkan hasil.
Akhirnya Arya mengetahui, jika pemilik tubuh yang dipakainya saat ini sebelumnya tidak memiliki Dantian. Itu adalah kondisi tubuh yang langka, dimana di dunia kultivator ini hampir semua orang memiliki Dantian. Walaupun memang tidak semua orang bisa menggunakannya dengan baik, dan berhasil menjadi seorang pendekar atau kultivator.
Ayah dan ibunya Li Xian adalah anggota dari Sekte Lembah Petir, mereka berdua menjabat sebagai Tetua di Sekte tersebut.
Semasa Li Xian berada di lingkungan sekte lembah petir, dirinya selalu dikucilkan oleh anak-anak sebayanya. Walaupun di sekte tersebut terdapat banyak anak seumuran dengannya, namun hanya segelintir dari mereka yang mau berteman dengannya. Sebab mereka tidak ingin mempunyai teman yang lemah dan tidak berguna layaknya sampah. Sebab itulah Li Xian selalu mengurung diri di dalam rumahnya.
Kedua orang tuanya sebenarnya sangat marah mendapati anaknya di kucilkan di sekte tersebut. Merasa iba akan nasib anaknya, ayah dan ibunya Li Xian membawanya pergi dari Sekte lembah petir, dan berniat menyerahkan Li Xian untuk diasuh oleh kakeknya.
Namun dalam perjalanan mereka di sebuah hutan, mereka di hadang oleh puluhan pendekar.
Salah satu di antara puluhan pendekar tersebut adalah teman satu sektenya dulu. Orang tersebut keluar dari sekte Lembah Petir di karenakan dendam dan cemburu, sebab Nie Xun menolak cintanya dan lebih memilih menikah dengan Li Hongyi.
Demi menyelamatkan keluarganya, Li Hongyi menghadapi puluhan pendekar tersebut seorang diri lalu menyuruh istrinya membawa Li Xian kabur.
Selama berhari-hari dalam pelarian, tubuh Nie Xun telah mencapai batasnya. Nie Xun kemudian memilih memasuki hutan kematian untuk menghindari kejaran para pendekar. Namun sayangnya, para pendekar tersebut tetap mengejar mereka sampai akhirnya mereka terpojok di bibir jurang kematian.
Karena tidak ada pilihan lain, Nie Xun berusaha melindungi Li Xian dengan sekuat tenaganya. Namun karena di keroyok, ia pun kewalahan dan akhirnya Li Xian berhasil di tangkap, lalu di lemparkan ke dalam jurang kematian.
Melihat anaknya di lemparkan ke dalam jurang kematian, Nie Xun kehilangan semangat hidup dan akhirnya wanita itu memilih mengakhiri hidupnya dengan menusukkan pedangnya sendiri ke tubuhnya.
Potongan-potongan kejadian perjalanan masalalu tubuh Li Xian berakhir sampai disini.
"Lalu mengapa tubuh ini tidak hancur ketika terjatuh ke dalam jurang kematian?" Tanya Arya menatap Dewa petir.
"Sebelumnya tubuhmu memang sudah hancur. Aku di beri tugas untuk memulihkan tubuhmu, tapi tidak dengan nyawa dari pemilik tubuhmu ini....." jawab Dewa Petir menjelaskan, lalu melanjutkan perkataannya:
"Sekarang aku akan memberikan hadiah untukmu... dengan ini kau akan lebih mudah mengendalikan Qi serta tenaga dalammu. Dengan ini pula, pemahamanmu akan meningkat."
Selesai berkata demikian, Dewa Petir lalu meletakkan tangannya di atas kepala Arya. Perlahan muncul sebuah cahaya keemasan, bersamaan dengan itu pula kembalilah kesadaran Arya di dunia nyata.
Arya kemudian membuka matanya, entah kenapa dia merasa kepalanya lebih ringan dari sebelumnya. Pikirannya pun jauh lebih tenang dan jernih.
Dia lantas duduk bersila, berniat menggunakan jurus pertama Pernafasan Naga Emas, untuk mengisi kembali Qi dan tenaga dalamnya yang telah habis terkuras karena latihan sebelumnya.
Selesai memulihkan kondisi tubuhnya, Arya kemudian keluar dari goa menuju ke arah sungai. Ketika dirinya berada di tepi sungai, ia kembali merenungkan kejadian yang menimpa dirinya ketika masih berada di bumi dan kejadian yang terjadi pada tubuh Li Xian.
"Hmm... Li Xian ya, sebaiknya aku memakai nama Arya atau Li Xian?" Batin Arya sambil menatap ikan-ikan yang berenang di dasar sungai.
__________
Para reader yang Budiman gimana menurut kalian?
tokoh utamanya pakai nama Arya Pamungkas atau Li Xian?
Tulis di kolom komentar ya 🙏
Jangan lupa bantu like, vote kritik dan sarannya.
Semoga kalian menikmati alur cerita novel ini 👍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Muhammad Fathirfadly
zzzz
2024-07-09
0
Iwan Arema
Arya z thooorrr...Lbh k jawax
2024-04-07
3
Jumadi 0707
li xian lanjut mantap
2024-03-31
0