Setelah berjalan selama beberapa saat, akhirnya mereka bertiga sudah sampai di depan gerbang masuk Sekte Bunga Matahari.
"Selamat datang kembali senior Sun. Maaf kalau boleh junior tahu siapa pemuda yang bersama senior itu." Tanya salah satu penjaga gerbang tersebut.
"Ini adalah teman baru kami, dia ingin mencoba membantu menyembuhkan tetua Yang Zi. Apakah dia boleh masuk bersama kami?" Jelas Sun Yu.
"Tentu saja senior, silahkan masuk" ujar penjaga gerbang tersebut dan lalu memerintahkan rekannya untuk membukakan gerbang.
Sun Yu kemudian mengajak Arya masuk ke bangunan gedung utama, tempat dimana para tetua sektenya tinggal. mereka berniat memperkenalkan pemuda itu pada para tetuanya, namun karena tidak ada seorangpun tetua disana, mereka lantas mengantarkan Arya ke ruangan tetua Yang Zi yang sedang terbaring sakit.
"Salam hormat junior, tetua Hong Duan." Ucap serempak Sun Yu dan Liu Wei membungkukkan badan.
"Apakah kalian sudah membawakan tanaman yang dibutuhkan? Dan siapa pemuda ini?" Tanya tetua Hong Duan sambil menatap Arya dengan rasa penasaran.
"Bahan-bahan yang di butuhkan sudah kami bawa tetua. Dan ini adalah teman baru kami, dia ingin mencoba membantu mengobati guru kami, tetua." Ucap Sun Yu menjelaskan.
"Apa benar kau memiliki kemampuan dalam pengobatan?" tetua Hong Duan mengerutkan dahi menatap Arya.
Hong Duan tidak percaya jika Arya adalah seorang Alkemis, melihat usianya yang masih terbilang muda. Apalagi seorang Alkemis biasanya adalah seorang wanita.
"Sedikit banyak aku pernah belajar ilmu Alkemis, senior. Izinkan aku mencoba untuk mengobatinya." Arya sedikit membungkuk memberi hormat.
Meski masih sedikit ragu, tetua Hong Duan lalu mengantarkan Arya memasuki ruangan dimana tetua Yang Zi di rawat.
Selepas memasuki ruangan perawatan tetua Yang Zi, Arya melihat diatas sebuah ranjang diruang itu terdapat seorang wanita berumur sekitar 30 tahunan sedang terbaring disana.
"Anak muda, Silahkan... kau bisa langsung mengobatinya." Ucap tetua Hong Duan.
Arya mengangguk pelan, dan lalu berjalan mendekati wanita yang sedang terbaring tersebut. Pemuda itu kemudian meraih pergelangan tangan tetua Yang Zi, untuk mengecek denyut nadi dan mencari tahu sakit apa yang tengah di derita tetua tersebut.
Setelah beberapa menit memeriksa, Arya akhirnya membuka suara. "Apakah sebelum ini tetua Yang Zi pernah terkena racun perusak syaraf, dan akhir-akhir ini dirinya juga pernah mengalami petarungan?" Tanya Arya sambil menengok ke arah tetua Hong Duan.
"Bagaimana kau bisa mengetahui jika dia pernah terkena racun perusak syaraf? bukankah dia sudah sembuh dari racun itu... Emmmm, 5 bulan yang lalu tetua dia memang pernah bertarung melawan seseorang dari sekte teratai merah." tetua Hong Duan menunjukkan ekspresi terkejut memandangi Arya dengan seksama.
"Kalau aku tidak salah, tetua Yang Zi terkena racun ini 6 tahun yang lalu, dan selama itu pula tetua Yang Zi belum meminum penawar dari racun tersebut. Jika di lihat dari beberapa titik syarafnya, tetua Yang Zi selama ini menekan efek dari racun perusak syarat dengan obat-obatan serta energi Qi miliknya. Namun karena pertarungannya, dia menderita kerusakan pada beberapa Meridian nya. hasilnya dia tidak bisa lagi menekan efek racun di tubuhnya, karena energinya terhambat akibat beberapa Meridian nya yang rusak." Arya menjelaskan panjang lebar.
"Jadi selama ini dia menyembunyikan keadaannya yang masih terkena racun perusak syaraf? Apakah kau bisa mengobatinya?" Tanya tetua Hong Duan sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Aku akan berusaha sebisaku tetua. Apakah kalian mempunyai tanaman bunga Lotus es matahari? Aku membutuhkannya untuk membuat penawar racun perusak syarat. mengenai cidera Meridian nya, aku sudah mempunyai beberapa pil untuk menyembuhkannya."
"Kebetulan sekali di sekte kami memiliki tanaman tersebut, aku akan mengambilnya sebentar." Kata tetua Hong Duan lalu bergegas melangkah keluar.
Arya kemudian mengeluarkan beberapa pil serta tanaman obat-obatan dari cincin ruang miliknya. Pemuda itu lalu meminta bantuan Sun Yu untuk mendudukkan tetua Yang Zi serta meminumkan pil yang diberikannya untuk tetua tersebut.
Setelah itu, Arya meletakkan kedua telapak tangannya pada punggung tetua Yang Zi, untuk membantu mempercepat penyerapan pil serta mengalirkan energi kehidupan dari elemen kayu miliknya ke tubuh wanita tersebut.
Beberapa saat kemudian tetua Yang Zi mulai bisa membuka mata. Tetapi Arya masih terus mengalirkan energinya ke tubuh tetua Yang Zi agar menekan penyebaran racun perusak syaraf untuk sementara waktu.
"Ini bunga Lotus es matahari...." Ucap tetua Hong Duan yang terpotong karena terkejut mendapati tetua Yang Zi telah siuman.
Arya lalu bangkit dari posisinya dan mengambil Bunga Lotus es matahari yang berada di tangan tetua Hong Duan. Setelah bunga tersebut berada di tangannya, Arya lantas bersiap membuat pil penawar racun perusak syaraf.
Bunga Lotus es matahari, rumput ilusi dan daun bambu sengkala.
Arya menaruh semua bahan-bahan tersebut di atas telapak tangan kirinya, perlahan bahan-bahan itu pun melayang beberapa senti di udara.
Terlihat energi yang berwarna hijau menyelimuti bahan-bahan tersebut, kemudian setelah itu Arya mengeluarkan api dari tangan kanannya dan mengarahkannya pada bahan-bahan yang berada di tangan kirinya. Setelah beberapa menit, akhirnya bahan-bahan itupun melebur menjadi satu, membentuk 3 butir pil yang memancarkan aura kehidupan yang pekat.
Semua orang yang berada di ruangan itupun termasuk tetua Yang Zi yang baru siuman di buat terkejut ketika melihat cara Arya meracik Pil dengan teknik yang begitu memukau bahkan tanpa menggunakan sebuah tungku.
Bagaimanapun seorang Alkemis tingkat 4 sekalipun akan kesulitan untuk membuat pil tanpa adanya tungku. Begitu pikir mereka semua. Namun tidak dengan Arya karena dia sudah mencapai Alkemis tingkat 5, di tambah lagi dia juga sudah mempelajari banyak teknik dari kitab pengobatan surgawi. jadi hal seperti itu mudah saja baginya.
Setelah pil penawar racun perusak syaraf berhasil di buat, Arya nampak tersenyum senang dan berjalan ke arah tetua Yang Zi.
"Silahkan tetua meminumnya, 1 pil ini untuk satu hari. Dan jika dalam waktu 3 hari kedepan, tetua belum juga sembuh, aku akan membuatkan pil penawar ini lagi." Ucap Arya sambil menyerahkan 3 pil penawar racun perusak syaraf kepada tetua Yang Zi.
"Terimakasih anak muda, kalau boleh tau siapa nama anda?" Tanya tetua Yang Zi sambil menatap Arya penuh arti.
"Namaku Arya atau Li Xian, tetua bisa memanggilku Arya saja, karena aku lebih suka dengan nama itu." Arya tersenyum ramah.
Walaupun sedikit heran dengan nama tersebut, Tetua Yang Zi memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Dia lantas meminum pil yang di terimanya dari Arya.
Beberapa saat kemudian pil itupun mulai bekerja, tubuh tetua Yang Zi mulai menegang kemudian kejang-kejang serta beberapa kali ia sampai memuntahkan darah berwarna kehitaman.
Semua orang yang berada di sana yaitu tetua Hong Duan, Sun Yu dan Liu Wei menatap tajam ke arah Arya. Ada rasa cemas serta ada pula tekanan intimidasi dari tatapan mereka bertiga. Namun Arya membalas tatapan mereka tersebut dengan tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya pelan.
Dikarenakan cemas dan penasaran, akhirnya tetua Hong Duan angkat bicara. "Apa yang terjadi padanya? Jika terjadi apa-apa pada tetua Yang Zi, maka kau harus menerima akibatnya." Kata tetua Hong Duan mengancam.
"Itu adalah tanda jika efek dari pil penawar itu mulai bekerja, senior. Yang terjadi pada tubuh tetua Yang Zi adalah proses pembersihan racun dari tubuhnya, lihat lah hasilnya sebentar lagi. Tetua tidaak usah terlalu khawatir berlebihan, aku sangat yakin dengan pil penawar buatanku." Ucap Arya santai dengan senyuman yang masih tersungging di bibirnya.
Arya tersenyum bukan karena menikmati penderitaan dari tetua Yang Zi, akan tetapi dia tersenyum karena merasa senang akhirnya bisa membantu orang yang membutuhkan pertolongan.
Melihat Arya yang masih nampak tenang sambil memasang senyuman, ketiga orang yang berada di ruangan tersebut pun mulai sedikit bisa tenang.
Beberapa saat menunggu, akhirnya tetua Yang Zi mulai berhenti kejang-kejang serta berhenti memuntahkan darah kehitaman. Tetua Yang Zi pun sudah bisa membuka matanya, kemudian mulai bangkit duduk dan mencoba menggerakkan tubuhnya.
"Terimakasih Arya... Saat ini aku sudah merasa sembuh seperti sedia kala. Badanku juga sudah lebih bertenaga dari sebelumnya. Sekali lagi terimakasih." tetua Yang Zi menundukkan kepalanya sebagai tanda terimakasih kepada Arya.
"Tidak perlu terlalu sungkan tetua, sebagai orang yang memiliki sedikit pengetahuan mengenai pengobatan, sudah seharusnya aku membantu orang-orang yang membutuhkan." Kata Arya sambil membalas menundukkan kepala.
______________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Iwan Arema
wow😱😱👍🏼👍🏼
2024-04-15
1
Harman LokeST
pada akhirnya Li Tian berhasil mengobati tetua sekte bunga matahari ☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
2024-02-28
1
Deki Marsoni
betul Arya, namamu tetap menjadi identitas sebagai pendekar sakti nusantara, selalu junjung tinggi kebenaran, dan jgn pernah menjadi arogan👍👍👍👍👍
2024-02-26
2