Bertemu Kembali

Sambil menunggu pesanannya datang. Arya saat ini masih menikmati pemandangan yang ada desa bunga matahari.

Tiba-tiba terdengar suara di dekatnya. Kemudian Arya menoleh ke arah sumber suara tersebut. Pemuda itu mendapati ada dua gadis yang sempat ditemuinya ketika berada di dalam hutan saat dirinya sedang menuju ke desa ini.

"Kita bertemu lagi tuan, bolehkah kami berdua bergabung dengan anda?" Tanya wanita itu sambil tersenyum ramah.

"Ternyata kalian lagi... Boleh saja, mari silahkan duduk." Arya balas tersenyum.

Kedua wanita itupun lalu duduk di depan Arya. setelah itu mereka memanggil pelayan kedai, untuk memesan beberapa makanan.

"Kalau boleh tau, nona-nona ini berasal darimana?" Tanya Arya membuka obrolan.

"Kami berdua sebenarnya adalah murid dari sekte bunga matahari yang ada di desa ini tuan.. kalau boleh juga kami tau, tuan sendiri berasal darimana?" Balas gadis tersebut.

Arya nampak sedang berfikir, untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Jelas saja Arya tidak mungkin menjawab yang sebenarnya, jika dirinya berasal dari hutan kematian.

Kemudian Arya pun bertanya kepada dewa petir melalui telepati "Dewa petir.. Aku harus menjawab apa?"

"Jawab saja dirimu dari kota Huanxi." balas Dewa petir.

"Tuan... tuan.. kenapa anda diam saja.?" Ucap gadis tadi sambil mengerutkan dahinya.

"Eh... Tidak.. tidak... Aku hanya sedang mengingat-ingat perkataan dari pelayan disini tadi,... kalau tidak salah tetua dari sekte kalian ada yang sedang sakit, Apakah itu benar?... Oh iya... aku berasal dari kota Huanxi." Arya beralasan.

"Emmm... Sepertinya anda adalah seorang pendekar?.. Memang benar yang dikatakan pelayan disini, tetua kami memang saat ini sedang sakit.. Dia sebenarnya adalah guru kami berdua. Kami keluar dari desa diberi tugas untuk mencari tumbuhan obat-obatan serta tabib untuk menyembuhkan guru kami." Gadis tersebut menjelaskan.

"Kalau dibolehkan, apakah aku boleh mencoba mengobati guru kalian?" Tanya Arya dengan senyuman ramah.

"Apakah kau seorang Alkemis? Jika bukan, sebaiknya jangan coba-coba... nanti yang ada kau malah memperburuk penyakit guru kami." Ucap gadis bercadar dengan nada sinis.

"Kau itu bagaimana sih, seharusnya kita berterimakasih pada orang yang mau membantu mengobati guru kita." Balas gadis lain yang berada disebelahnya.

"Kalau boleh kami tau siapa nama tuan?" Tanya gadis itu setelah mengalihkan pandangannya ke arah Arya.

"Namaku Arya Pamungkas. Kalau nama nona-nona sendiri?"

"Arya Pamungkas? Aku tidak pernah mendengar ada nama seperti itu. Kalau namaku Sun Yu, dan ini adik seperguruanku, namanya Liu Wei." Ucap gadis yang bernama Sun Yu sambil mengerutkan dahinya, lalu memperkenalkan nama mereka berdua.

"emmmmm itu... ya itu nama yang di berikan oleh guruku, sedangkan nama asliku Li Xian. Aku sendiri lebih suka dengan nama yang diberikan oleh guruku. Panggil saja aku Arya." Ucap Arya nampak sedikit canggung kemudian diakhiri sebuah senyuman.

Senyuman Arya tersebut mampu membuat mereka berdua tidak lagi memikirkan mengenai keanehan dari namanya. Beberapa saat kemudian, nampak terlihat beberapa pelayan sedang berjalan ke arah meja mereka sambil membawa makanan yang sudah mereka pesan.

Setelah pesanan mereka sudah disuguhkan. Arya kemudian meminum guci arak yang dia pesan sebelumnya. Belum ada setengguk arak yang dia minum, dia tiba-tiba menyemburkan arak itu keluar dari mulutnya. Untung saja semburan tersebut tidak mengenai kedua wanita yang ada di hadapannya.

"Minuman apa ini? Katanya minuman terbaik di desa ini. Tapi rasanya sangat tidak enak, pahit dan panas sekali. Huuuuh..." gerutu Arya dalam hati sambil mendengus kesal.

Melihat kejadian tersebut, si pelayan yang tadi mengantarkan pesanan, bergegas menghampiri Arya. "Maaf tuan... Apakah araknya tidak enak, atau tuan ingin memesan minuman yang lain?" Tanya pelayan itu merasa bersalah.

"Tidak... Tidak... Aku tadi hanya tersedak saja karena terlalu terburu-buru meminumnya." Jawab Arya yang tidak ingin membuat si pelayan kedai itu merasa bersalah.

"Hahaha dasar bocah... Arak itu adalah minuman yang paling disukai oleh para pendekar dan juga para dewa... Kau malah memuntahkannya. Haha.." Ucap dewa petir sambil tertawa melalui telepati.

"Aku tidak suka dengan minuman ini... Kalau kau mau, minumlah saja." Balas Arya melalui telepati.

"Bodoh... Mana ada roh yang bisa minum.. Lagipula, di langit juga ada banyak arak yang jauh lebih enak daripada arak buatan manusia. Ngomong-ngomong soal arak, aku jadi haus... Sepertinya, aku akan kembali dulu ke langit, Daaaa..." Jawab Dewa petir.

"Hei tuan... Kenapa anda suka sekali melamun? Kalau anda tidak suka dengan araknya, biar arak itu buatku saja hehe..." Ucap Sun Yu sambil tertawa kecil.

"Oh silahkan... Aku lupa kalau aku tidak suka minuman semacam ini." Jawab Arya sambil memberikan guci yang berisi arak pada Sun Yu.

Setelah selesai menyantap makanan mereka masing-masing, Arya kemudian kembali bertanya kepada kedua gadis tersebut.

"Jadi apakah boleh aku mencoba mengobati guru kalian?"

Sun Yu mengangguk "Kami sangat berterimakasih pada tuan karena bersedia membantu guru kami. Seandainya tuan bisa menyembuhkan guru kami, maka sekte kami akan sangat berterimakasih dan memberikan hadiah buat anda tuan." Ucapnya sambil tersenyum.

"Jangan panggil aku tuan, panggil saja aku Arya atau Li Xian... terserah kalian saja, asal jangan memanggilku tuan." Kata Arya dan lalu beranjak berdiri berjalan mendekati meja kasir.

"Apakah ini cukup untuk membayar makanan kami?" Tanya Arya pada pria yang berada di meja kasir sambil memberikan 2 keping koin emas.

"Ini terlalu banyak tuan..., Begini saja, aku akan mengambil satu koin ini.. Mohon tuan tunggulah sebentar, kami akan mencarikan kembaliannya." Ucap pria itu terbata-bata.

"Simpan saja kembaliannya untukmu." Jawab Arya santai dengan menyunggingkan senyuman.

"Ada apa Arya?" Tanya Sun Yu sambil mendekati Arya dan hendak membayar pesanan mereka.

"Tak usah nona, tuan ini sudah membayar semua makanan kalian." Ucap penjaga kasir sambil melirik ke arah Arya.

"Terimakasih Arya, padahal kau tidak perlu repot-repot mentraktir kami. Kami bisa membayarnya sendiri." Ucap Liu Wei dengan nada datar.

"Ah anggap saja itu sebagai perkenalan kita." Balas Arya.

Mereka bertiga akhirnya melanjutkan perjalanan bersama. dalam perjalanan itu Arya banyak bertanya mengenai kehidupan desa bunga matahari.

"Apakah kalian tau dimana letak Sekte lembah petir?" tanya Arya kepada kedua gadis tersebut.

"Sekte lembah petir?... aku pernah mendengarnya. tapi kami tidak tahu dimana lokasi sekte itu berada, karena kami memang tidak izinkan keluar jauh dari sekte kami." jawab Sun Yu.

"Jadi begitu ya." ucap Arya pelan.

"Nanti kau tanyakan saja pada tetua kami, mereka pasti tau dimana letak sekte lembah petir yang kau cari." ucap Liu Wei dengan nada sinis.

"Kenapa kelihatannya kau tidak suka denganku, apa aku pernah berbuat salah padamu?" Arya mengerutkan dahinya.

"Maafkan atas sikap adik seperguruanku ini Arya. dia memang seperti itu, tapi sebenarnya dia adalah gadis yang baik." ucap Sun Yu dengan menunjukkan sikap bersalah.

Arya tak membalas ucapan Sun Yu, dia hanya memandangi wajah Liu Wei yang tertutup cadarnya. Dalam hati, Arya merasa penasaran kenapa gadis itu menutupi wajahnya dengan cadar. Padahal jika di lihat dari matanya, sepertinya gadis bercadar itu memiliki paras yang cantik.

Mereka masih melanjutkan perjalanannya dengan perbincangan ringan, sementara Liu Wei sendiri lebih banyak diam.

Terpopuler

Comments

Iwan Arema

Iwan Arema

🤔🤔

2024-04-14

1

Akira

Akira

saya lebih srek dan suka nama nya Li Xian, karena mc sudah menempati tubuh baru, tapi seperti nama arya bakal tetep di pakai

2024-03-15

1

Harman LokeST

Harman LokeST

Li Tian banyak bertanya tentang desa bunga matahari

2024-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Berpindah Dimensi
2 Kehidupan Baru
3 Belajar Alkemis
4 Latihan Fisik 1
5 Latihan Fisik 2
6 Latihan Fisik 3
7 Latihan Fisik 4
8 Masa lalu Tubuh Arya
9 Kitab Pedang Bayangan
10 Perpisahan Dengan Zhen Long
11 Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12 Selamat Tinggal Jurang Kematian
13 Memulai Petualangan
14 Bertemu Kembali
15 Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16 Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17 Pemahaman Ilmu Berpedang
18 Keinginan Liu Wei
19 Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20 Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21 Turnamen Pendekar Muda
22 Turnamen Pendekar Muda 2
23 Turmanen Pendekar Muda 3
24 Turnamen Pendekar Muda 4
25 Turmanen Pendekar Muda 5
26 Final Turnamen Pendekar Muda
27 Hasil Turmanen Pendekar Muda
28 Menjual Pil Giok Suci
29 Masalalu Liu Wei
30 Perpisahan
31 Pria Tua Misterius
32 Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33 Tupai Pertapa
34 Diatas Pendekar Suci
35 Terungkap Segalanya
36 Kejar Kejaran
37 Kerajaan Siluman Tupai
38 Memindahkan Sebuah Kerajaan
39 Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40 Kabut Ilusi
41 Penjaga Kabut Ilusi
42 Raja Obat
43 Menuju Pertarungan
44 Menjadi Pengawal Pangeran
45 Pertama Kalinya Membunuh
46 Kecerobohan Dewa Petir
47 Aura Jiwa Shenren
48 Bertemu Kaisar Surga
49 Mengobati Penduduk Desa
50 Siluman Penghuni Sungai
51 Si Kembar Haus Darah
52 Tangisan Desa Fushun
53 Kembalinya Dewa Petir
54 Cairan Pusaran Waktu
55 Menundukkan Harimau Putih
56 Roh Pusaka
57 Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58 Dimana Hantu
59 Keterpaksaan Tindakan Walikota
60 Teknik Penghisap Dimensi
61 Keputusan Arya
62 Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63 Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64 Mengarang Cerita
65 Racun Tengkorak Iblis
66 Menyebarkan Informasi
67 Pengintai
68 Tiba Di Kerajaan Goading
69 Mengobati Sang Raja
70 Duri Dalam Daging
71 Pertunjukan Yang Menarik
72 Bertarung Melawan Tiga Tetua
73 Persaingan
74 Kekecewaan
75 Bocah Kecil Penjual Permen
76 Tiga Bersaudara
77 Memberikan Kenang-kenangan
78 Raja Para Dewa
79 Jurus Berpindah Dimensi
80 Meninggalkan Istana Goading
81 Pasar
82 Kertas Sihir
83 Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84 Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85 Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86 Hancurnya Markas Pemberontak
87 Acara Pemakaman
88 Perpisahan Tanpa Kata
89 Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90 Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91 Melawan Para Perampok
92 Si Tubuh Besi
93 Asosiasi Lotus Perak
94 Kembalinya Sekte Lembah Petir
95 Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96 Mengajukan Kerjasama
97 Membuka Toko
98 Toko Obat Xian
99 Keputusan Shi Yuan Jie
100 Membeli Senjata
101 Membuat Pil Awet Muda
102 Toko Di Buka Kembali
103 Permainan Catur
104 Mencapai Kesepakatan
105 Pesta Peresmian
106 Teman Lama
107 Menutup Toko
108 Para Penghadang
109 Pemuja Iblis
110 Pertarungan Berakhir
111 Penyelidikan
112 Persaingan Dua Gadis
113 Hasil Penyelidikan
114 Kontrak Ikatan Pusaka
115 Melawan Roh Pusaka
116 Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117 Masalalu Roh Pusaka
118 Jurus Perubahan Wujud
119 Kekesalan Liu Wei
120 Kedai Din Thai Fung
121 Menjalin Aliansi
122 Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123 Acara Lelang
124 Pembukaan Lelang
125 Siluman Griffin
126 Pusaka Kipas Naga Angin
127 Burung Phoenix Petir
128 Kericuhan Acara Lelang
129 Siasat Shi Yuan Jie
130 Putri Kerajaan Guangzhou
131 Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132 Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133 Melelang Pil Giok Suci
134 Permintaan Maaf
135 Acara Lelang Berakhir
136 Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137 Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138 Arya Vs Jenderal Yu Lang
139 Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140 Duel Berakhir
141 Dugaan Huashan
142 Menyusun Rencana
143 Penculikan
144 Sisi Lain Panglima Chong Quon
145 Menyambut Anggota Baru
146 Teknik Pedang Terbang
147 Pertempuran
148 Melumpuhkan Kultivasi
149 Perjodohan
150 Melatih Keseimbangan
151 Masalalu An Lushan
152 Menyampaikan Berita Baik
153 Dendam Yang Membara.
154 Kebimbangan Patriark Tao Lian
155 Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156 Persetujuan
157 Semakin Yakin
158 Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159 Menemukan Tempat Persembunyian
160 Energi Kegelapan
161 Ritual Anggota Baru
162 Hutan Gelap
163 Sekelompok Siluman Singa
164 Serangan Susulan
165 Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166 Bertemu Naga
167 Lembah Naga
168 Tiga Darah Berbeda
169 Kebebasan Yang Mengejutkan
170 Melawan Para Siluman Naga
171 Menghadapi Penyusup
172 Menghadapi Penyusup II
173 Pulau Kehidupan
174 Tamu Tidak Di Undang
175 Penyucian Hati
176 Sisi Gelap I
177 Sisi Gelap II
178 Teknik Pengendalian Darah
179 Taichi
180 Duel Naga Vs Harimau
181 Arya Vs Chaizu I
182 Arya Vs Chaizu II
183 Arya Vs Chaizu III
184 Arya Vs Chaizu IV
185 Keluar Dari Hutan Hei'an
186 Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187 Sahabat Baru
188 Pencari Pusaka Langit.
189 Penculikan Bayi
190 Mengejar Penculik
191 Pendekar Suci Turun Tangan
192 Penculikan Putri Kaisar
193 Kecerdikan Han Jifan
194 Arya Vs Huashan
195 Pil Serat Gairah
196 Kemarahan Sang Putri
197 Menyampaikan Permasalahan
198 Keputusan Sang Putri
199 Seruling Cahaya Malam
200 Pesan Dari Bangsa Iblis
201 Hujan Meteor
202 Kemunculan Tengkorak Di Langit
203 Kota Mati
204 Tantangan Yang Tidak Sepadan
205 Pengendalian Pikiran
206 Keluar Demi Membalaskan Dendam
207 Perubahan Sikap Arya
208 Sebuah Tamparan Telak
209 Episode Terakhir
210 Pengumuman
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Awal Mula Berpindah Dimensi
2
Kehidupan Baru
3
Belajar Alkemis
4
Latihan Fisik 1
5
Latihan Fisik 2
6
Latihan Fisik 3
7
Latihan Fisik 4
8
Masa lalu Tubuh Arya
9
Kitab Pedang Bayangan
10
Perpisahan Dengan Zhen Long
11
Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12
Selamat Tinggal Jurang Kematian
13
Memulai Petualangan
14
Bertemu Kembali
15
Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16
Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17
Pemahaman Ilmu Berpedang
18
Keinginan Liu Wei
19
Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20
Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21
Turnamen Pendekar Muda
22
Turnamen Pendekar Muda 2
23
Turmanen Pendekar Muda 3
24
Turnamen Pendekar Muda 4
25
Turmanen Pendekar Muda 5
26
Final Turnamen Pendekar Muda
27
Hasil Turmanen Pendekar Muda
28
Menjual Pil Giok Suci
29
Masalalu Liu Wei
30
Perpisahan
31
Pria Tua Misterius
32
Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33
Tupai Pertapa
34
Diatas Pendekar Suci
35
Terungkap Segalanya
36
Kejar Kejaran
37
Kerajaan Siluman Tupai
38
Memindahkan Sebuah Kerajaan
39
Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40
Kabut Ilusi
41
Penjaga Kabut Ilusi
42
Raja Obat
43
Menuju Pertarungan
44
Menjadi Pengawal Pangeran
45
Pertama Kalinya Membunuh
46
Kecerobohan Dewa Petir
47
Aura Jiwa Shenren
48
Bertemu Kaisar Surga
49
Mengobati Penduduk Desa
50
Siluman Penghuni Sungai
51
Si Kembar Haus Darah
52
Tangisan Desa Fushun
53
Kembalinya Dewa Petir
54
Cairan Pusaran Waktu
55
Menundukkan Harimau Putih
56
Roh Pusaka
57
Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58
Dimana Hantu
59
Keterpaksaan Tindakan Walikota
60
Teknik Penghisap Dimensi
61
Keputusan Arya
62
Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63
Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64
Mengarang Cerita
65
Racun Tengkorak Iblis
66
Menyebarkan Informasi
67
Pengintai
68
Tiba Di Kerajaan Goading
69
Mengobati Sang Raja
70
Duri Dalam Daging
71
Pertunjukan Yang Menarik
72
Bertarung Melawan Tiga Tetua
73
Persaingan
74
Kekecewaan
75
Bocah Kecil Penjual Permen
76
Tiga Bersaudara
77
Memberikan Kenang-kenangan
78
Raja Para Dewa
79
Jurus Berpindah Dimensi
80
Meninggalkan Istana Goading
81
Pasar
82
Kertas Sihir
83
Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84
Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85
Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86
Hancurnya Markas Pemberontak
87
Acara Pemakaman
88
Perpisahan Tanpa Kata
89
Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90
Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91
Melawan Para Perampok
92
Si Tubuh Besi
93
Asosiasi Lotus Perak
94
Kembalinya Sekte Lembah Petir
95
Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96
Mengajukan Kerjasama
97
Membuka Toko
98
Toko Obat Xian
99
Keputusan Shi Yuan Jie
100
Membeli Senjata
101
Membuat Pil Awet Muda
102
Toko Di Buka Kembali
103
Permainan Catur
104
Mencapai Kesepakatan
105
Pesta Peresmian
106
Teman Lama
107
Menutup Toko
108
Para Penghadang
109
Pemuja Iblis
110
Pertarungan Berakhir
111
Penyelidikan
112
Persaingan Dua Gadis
113
Hasil Penyelidikan
114
Kontrak Ikatan Pusaka
115
Melawan Roh Pusaka
116
Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117
Masalalu Roh Pusaka
118
Jurus Perubahan Wujud
119
Kekesalan Liu Wei
120
Kedai Din Thai Fung
121
Menjalin Aliansi
122
Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123
Acara Lelang
124
Pembukaan Lelang
125
Siluman Griffin
126
Pusaka Kipas Naga Angin
127
Burung Phoenix Petir
128
Kericuhan Acara Lelang
129
Siasat Shi Yuan Jie
130
Putri Kerajaan Guangzhou
131
Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132
Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133
Melelang Pil Giok Suci
134
Permintaan Maaf
135
Acara Lelang Berakhir
136
Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137
Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138
Arya Vs Jenderal Yu Lang
139
Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140
Duel Berakhir
141
Dugaan Huashan
142
Menyusun Rencana
143
Penculikan
144
Sisi Lain Panglima Chong Quon
145
Menyambut Anggota Baru
146
Teknik Pedang Terbang
147
Pertempuran
148
Melumpuhkan Kultivasi
149
Perjodohan
150
Melatih Keseimbangan
151
Masalalu An Lushan
152
Menyampaikan Berita Baik
153
Dendam Yang Membara.
154
Kebimbangan Patriark Tao Lian
155
Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156
Persetujuan
157
Semakin Yakin
158
Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159
Menemukan Tempat Persembunyian
160
Energi Kegelapan
161
Ritual Anggota Baru
162
Hutan Gelap
163
Sekelompok Siluman Singa
164
Serangan Susulan
165
Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166
Bertemu Naga
167
Lembah Naga
168
Tiga Darah Berbeda
169
Kebebasan Yang Mengejutkan
170
Melawan Para Siluman Naga
171
Menghadapi Penyusup
172
Menghadapi Penyusup II
173
Pulau Kehidupan
174
Tamu Tidak Di Undang
175
Penyucian Hati
176
Sisi Gelap I
177
Sisi Gelap II
178
Teknik Pengendalian Darah
179
Taichi
180
Duel Naga Vs Harimau
181
Arya Vs Chaizu I
182
Arya Vs Chaizu II
183
Arya Vs Chaizu III
184
Arya Vs Chaizu IV
185
Keluar Dari Hutan Hei'an
186
Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187
Sahabat Baru
188
Pencari Pusaka Langit.
189
Penculikan Bayi
190
Mengejar Penculik
191
Pendekar Suci Turun Tangan
192
Penculikan Putri Kaisar
193
Kecerdikan Han Jifan
194
Arya Vs Huashan
195
Pil Serat Gairah
196
Kemarahan Sang Putri
197
Menyampaikan Permasalahan
198
Keputusan Sang Putri
199
Seruling Cahaya Malam
200
Pesan Dari Bangsa Iblis
201
Hujan Meteor
202
Kemunculan Tengkorak Di Langit
203
Kota Mati
204
Tantangan Yang Tidak Sepadan
205
Pengendalian Pikiran
206
Keluar Demi Membalaskan Dendam
207
Perubahan Sikap Arya
208
Sebuah Tamparan Telak
209
Episode Terakhir
210
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!