Setelah tersadar, Arya kemudian duduk sambil mengingat-ingat kejadian yang terjadi di alam jiwanya.
"Kitab Dewa Naga Emas?... Apakah itu hanya mimpi atau... ah tapi, itu seperti benar-benar kenyataan... tapi jika itu kenyataan, lalu dimana Kitab itu?" gumam Arya dalam hati yang kebingungan dengan apa yang dialaminya saat ini.
Arya kemudian kembali teringat perkataan Dewa Petir, jika dirinya saat ini bisa menggunakan bahasa yang berbeda dari tempat asalnya. "Aneh, apa maksud dari orang itu."
Setelah beberapa lama dia memikirkan terkait kejadian-kejadian aneh yang menimpanya, Arya kemudian berusaha bangkit berdiri untuk melihat dimana saat ini dirinya berada.
Dengan langkah tertatih karena memang badannya masih terasa lemas, dia berjalan perlahan sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.
Tak beberapa lama berjalan, dia pun sudah sampai di luar gubuk. hal yang pertama kali dia lihat adalah banyaknya tumbuh-tumbuhan aneh yang tidak pernah dia lihat selama ini. tumbuhan itu begitu luas bak layaknya kebun.
Arya yang penasaran, kemudian mendekat untuk mengamati tumbuh-tumbuhan itu. setelah dirasanya puas, diapun melangkahkan kakinya berjalan menyisir lokasinya saat ini.
Dia lantas baru teringat perkataan dari Zhen Long mengenai dirinya saat ini tengah berada di dasar jurang. Arya mendongakkan kepalanya, dan benar saja bahwa tempat dirinya berada saat ini memang adalah dasar jurang.
Sambil menatap ke atas, Arya memikirkan bagaimana bisa badannya tidak hancur saat tubuhnya terjatuh ke dalam jurang yang teramat sangat dalam ini.
Lamunannya terhenti ketika dia mendengar ada suara langkah kaki. Arya menengok ke tempat sumber suara itu, tak lama suara itu pun berganti suara seorang kakek yang menyapanya.
"Nak... kenapa kau malah keluar gubuk. Lebih baik kau istirahatlah dulu, agar kondisimu segera kembali prima." Zhen Long tersenyum ramah.
Arya mengerutkan dahi, dia baru menyadari jika Zhen Long menggunakan bahasa asing. Namun anehnya dia dapat memahaminya. "Apa benar orang yang ada di dalam mimpiku itu adalah Dewa dan semua yang di katakannya itu adalah kenyataan."
Mengetahui kata hati Arya, Dewa Petir hanya tersenyum dan menggelengkan kepala di dalam alam jiwa bocah kecil itu.
"Ah maaf kakek.. aku merasa bosan jika hanya tiduran terus kek.. aku hanya ingin melihat-lihat keluar saja...
Oh iya kek, aku melihat banyak tanaman-tanaman aneh. Itu tanaman apa kek?" Tanya Arya beberapakali mengambil jeda sambil menunjuk ke arah tanaman yang menurutnya aneh.
"Itu adalah bahan-bahan untuk meracik obat nak. Jika kau tertarik dengan ilmu pengobatan atau alkemis, nanti kakek akan ajarkan.. tapi sebelum itu bantu kakek mengolah dan memasak ayam hutan ini" Ucap Zhen Long sambil memperlihatkan dua ekor ayam hutan, lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah gubuk.
Mendengar perkataan dari Zhen Long, Arya menerka jika kakek tua itu adalah seorang Tabib. Dia sebenarnya ingin bertanya lebih lanjut, namun melihat Zhen Long sudah menjauh, terpaksa ia pun harus memendam rasa penasarannya itu karena bagaimanapun saat ini perutnya memang sedang sangat lapar.
Arya yang sudah menyusul Zhen Long kemudian segera menata kayu bakar.
Setelah kayu bakar sudah tersusun rapi, Zhen Long tiba-tiba mengeluarkan sebuah api dari tangannya. Tentu saja hal itu membuat Arya terkejut bukan main, layaknya seorang bocah diapun bertanya dengan polosnya.
"Kek.. kakek bisa sulap ya...? wah kakek hebat.. Apa kakek mau mengajariku sulap seperti yang kakek lakukan barusan?" Arya memasang wajah begitu antusias.
"Sulap?.. Sulap itu apa nak?" Zhen Long mengerutkan dahi karena dibuat bingung. Sebab memang baru kali ini dia mendengar kata-kata sulap, yang memang terdengar asing di telinganya.
"Sulap itu semacam sihir kek..." Jawab Arya dengan wajah polos.
"Oh sihir... bukan nak, ini bukan sihir. Memang ada beberapa jenis sihir yang bisa menciptakan api... Namun yang kakek lakukan tadi, itu adalah sebuah teknik perubahan energi, memadatkan Qi dan merubahnya menjadi elemen api" Zhen Long menjelaskan sambil mengelus-elus rambut Arya.
"Apa itu Qi kek? aku tidak pernah mendengarnya." Arya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ia semakin di buat bingung dengan segala hal yang di alaminya.
"Qi itu adalah semacam energi alam yang di bisa di serap menjadi tenaga atupun kekuatan untuk tubuh kita. Setiap manusia mempunyai elemen di dalam tubuhnya, biasanya satu sampai dua elemen, paling banyak mereka yang jenius memiliki 3 elemen.
Oh... iya nak, kau belum memberitahukan siapa namamu?" Zhen Long menjelaskan kemudian bertanya mengenai indentitas Arya yang duduk di sebelahnya.
"Aku masih tidak paham kek, apa itu Qi dan elemen... Oh iya kek.. namaku Arya Pamungkas."
Arya memasang wajah kebingungan, sebab ia benar-benar tidak mengerti maksud dari penjelasan Zhen Long tersebut.
"Arya Pamungkas...? em... selama kakek hidup, kakek tidak pernah mendengar ada nama yang seperti itu, nak? Lalu darimana asalmu?" Zhen Long menatap Arya penuh selidik.
"Aku berasal dari desa Rejosari kek, desa kecil yang ada di kabupaten Demak Bintoro kek."
Arya mengatakan asal usulnya yang sebenarnya, sebab ia mengira bahwa dirinya saat ini masih berada di bumi.
"Rejosari? Demak Bintoro? Dimana itu nak?... Selama kakek mengembara ratusan tahun di dunia ini, kakek tidak pernah mendengar adanya nama daerah seperti itu."
Zhen Long mengerutkan dahi, entah mengapa dirinya merasa bahwa bocah kecil disampingnya ini bukan berasal dari dunia yang selama ini ia tempati.
Sebelum Arya menjawab pertanyaan itu, dia lantas baru teringat bahwa dirinya saat ini sudah tidak lagi berada di Bumi, melainkan sudah berpindah kehidupan di dunia yang bernama Werkurius.
Arya ingin menjawab dengan jujur, jika dirinya bukanlah berasal dari dunia ini, melainkan dari belahan dunia yang berbeda, yaitu Bumi.
Namun sebelum dia bisa mengatakan hal yang sebenarnya, tiba-tiba dia dikejutkan dengan kemunculan Dewa petir yang mendadak muncul di sampingnya. Karena begitu kaget, Arya sampai tersentak melompat dari duduknya dan tersungkur kebelakang.
"Eh, ada apa nak?" Zhen Long juga sama terkejutnya namun bukan terkejut karena melihat Dewa Petir.
Karena bagaimanapun, pria paruh baya itu tidak bisa melihat wujud Roh dari seorang Dewa. Melainkan yang membuatnya terkejut, sebab Arya tiba-tiba melompat seperti kaget saat melihat setan.
Dewa Petir kemudian berkata. "Jangan beritahukan siapapun mengenai asal usulmu dan keberadaanku di sampingmu, sebab hal itu akan membuatmu celaka dan yang lebih parah kau akan di buru banyak orang di dunia ini."
Arya ingin menjawab perkataan dari Dewa Petir, namun saat dirinya ingin bertanya, mulutnya tiba-tiba tidak bisa terbuka seakan ada sesuatu yang membuat syarafnya tidak berfungsi.
Dewa Petir kembali berkata, namun kali ini melalui telepati. "Bicaralah melalui pikiranmu, kita bisa berkomunikasi melalui pikiran... jangan berbicara denganku melalui mulut, apalagi ada orang lain yang melihatnya, nanti kau bisa di anggap gila sebab terlihat sedang berbicara sendiri... Saat ini wujudku hanyalah roh, tidak akan ada yang bisa melihat wujud Roh dewa, selain para Dewa sendiri."
"Oh jadi begitu... Lalu aku harus menjawab apa mengenai pertanyaan kakek barusan?” Tanya Arya melalui telepati.
"Kau hanya perlu menjawab jika dirimu berasal dari kekaisaran Ming..." jawab Dewa Petir.
"Hei nak... kenapa kau malah melamun?" Zhen Long nampak semakin curiga dengan gelagat tubuh Arya.
Arya yang baru tersadar, lantas menjawab sesuai apa yang di usulkan oleh Dewa Petir. Ia menjawab jika dirinya berasal dari kekaisaran Ming. Dan mengenai nama desa yang di sebutkannya barusan, itu semua di sebabkan dirinya masih terbawa mimpi. Arya menjelaskan jika pada saat ia sedang tidak sadarkan diri, dirinya bermimpi jika saat itu dia seperti hidup di sebuah desa yang bernama Rejosari.
"Oh jadi begitu... Nanti kakek akan buatkan obat untukmu, agar kau secepatnya pulih.
Aku sebenarnya ingin mengajarimu ilmu pengobatan, namun apakah kau bersedia menjadi seorang Alkemis, nak?"
Zhen Long memang dari awal memiliki niat untuk mengangkat Arya sebagai muridnya, karena ia berfikir ini adalah saat yang tepat baginya untuk mengangkat seorang murid. Sebab selama ini ia selalu menghabiskan waktunya meningkatkan kultivasi dan ilmu Alkemis, tanpa sedikitpun terlintas di pikirannya untuk mengangkat seorang murid sebagai penerusnya.
"Alkemis itu apa kek? Arya tidak mengerti kek" Arya kembali di buat kebingungan, dia mengekspresikan kebingungannya dengan mengusap-usap tengkuknya.
"Kakek akan menjelaskannya nanti... sekarang lebih baik kita makan dulu, karena kebanyakan mengobrol nanti ayamnya bisa gosong, haha" Sambil terkekeh Zhen Long kemudian menyodorkan satu ekor ayam panggang kepada Arya.
Setelah mereka selesai makan, Zhen Long kemudian mengajak Arya ke sebuah ruangan yang ada di sebelah gubuk, ruangan itu di khususkan untuk pembuatan obat.
____________
Untuk para pembaca yang bingung kenapa Arya langsung bisa bahasa yang di pakai di dunia barunya..
jawabannya adalah karena yang di pindahkan ke dunia lain hanyalah Roh Arya saja, sedangkan tubuh yang di pakai Arya adalah tubuh manusia yang memang berasal dari dunia tersebut.
Terlebih Dewa Petir sebelum memindahkan Arya, dia sempat menyentuh kening Arya untuk membuat Arya paham akan bahasa yang di pakai di dunia tersebut.
Sekarang saya harap tidak ada lagi yang bertanya mengenai hal ini kembali ya. 👍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
spooky836
jadi tubuh orng tu xde fikiran yea. xe otak macam thor juga. kenapa dia xtau. patut isikanlah otak kat mc sebb dh tukar alam lain masuk dunia lain apa bodoh thor atau otak thor memang xde mkan di babi.
2025-01-11
0
Wildan Mubarok
rejosari belobookkk🔥🔥🔥
2024-05-10
0
Joe Sing2
baru mulai baca ..
dan liat namanya adalah arya ..
langsung gw block nih novel 😂
bye bye author bego tolol
2024-04-22
1