Kehidupan Baru

Setelah tersadar, Arya kemudian duduk sambil mengingat-ingat kejadian yang terjadi di alam jiwanya.

"Kitab Dewa Naga Emas?... Apakah itu hanya mimpi atau... ah tapi, itu seperti benar-benar kenyataan... tapi jika itu kenyataan, lalu dimana Kitab itu?" gumam Arya dalam hati yang kebingungan dengan apa yang dialaminya saat ini.

Arya kemudian kembali teringat perkataan Dewa Petir, jika dirinya saat ini bisa menggunakan bahasa yang berbeda dari tempat asalnya. "Aneh, apa maksud dari orang itu."

Setelah beberapa lama dia memikirkan terkait kejadian-kejadian aneh yang menimpanya, Arya kemudian berusaha bangkit berdiri untuk melihat dimana saat ini dirinya berada.

Dengan langkah tertatih karena memang badannya masih terasa lemas, dia berjalan perlahan sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.

Tak beberapa lama berjalan, dia pun sudah sampai di luar gubuk. hal yang pertama kali dia lihat adalah banyaknya tumbuh-tumbuhan aneh yang tidak pernah dia lihat selama ini. tumbuhan itu begitu luas bak layaknya kebun.

Arya yang penasaran, kemudian mendekat untuk mengamati tumbuh-tumbuhan itu. setelah dirasanya puas, diapun melangkahkan kakinya berjalan menyisir lokasinya saat ini.

Dia lantas baru teringat perkataan dari Zhen Long mengenai dirinya saat ini tengah berada di dasar jurang. Arya mendongakkan kepalanya, dan benar saja bahwa tempat dirinya berada saat ini memang adalah dasar jurang.

Sambil menatap ke atas, Arya memikirkan bagaimana bisa badannya tidak hancur saat tubuhnya terjatuh ke dalam jurang yang teramat sangat dalam ini.

Lamunannya terhenti ketika dia mendengar ada suara langkah kaki. Arya menengok ke tempat sumber suara itu, tak lama suara itu pun berganti suara seorang kakek yang menyapanya.

"Nak... kenapa kau malah keluar gubuk. Lebih baik kau istirahatlah dulu, agar kondisimu segera kembali prima." Zhen Long tersenyum ramah.

Arya mengerutkan dahi, dia baru menyadari jika Zhen Long menggunakan bahasa asing. Namun anehnya dia dapat memahaminya. "Apa benar orang yang ada di dalam mimpiku itu adalah Dewa dan semua yang di katakannya itu adalah kenyataan."

Mengetahui kata hati Arya, Dewa Petir hanya tersenyum dan menggelengkan kepala di dalam alam jiwa bocah kecil itu.

"Ah maaf kakek.. aku merasa bosan jika hanya tiduran terus kek.. aku hanya ingin melihat-lihat keluar saja...

Oh iya kek, aku melihat banyak tanaman-tanaman aneh. Itu tanaman apa kek?" Tanya Arya beberapakali mengambil jeda sambil menunjuk ke arah tanaman yang menurutnya aneh.

"Itu adalah bahan-bahan untuk meracik obat nak. Jika kau tertarik dengan ilmu pengobatan atau alkemis, nanti kakek akan ajarkan.. tapi sebelum itu bantu kakek mengolah dan memasak ayam hutan ini" Ucap Zhen Long sambil memperlihatkan dua ekor ayam hutan, lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah gubuk.

Mendengar perkataan dari Zhen Long, Arya menerka jika kakek tua itu adalah seorang Tabib. Dia sebenarnya ingin bertanya lebih lanjut, namun melihat Zhen Long sudah menjauh, terpaksa ia pun harus memendam rasa penasarannya itu karena bagaimanapun saat ini perutnya memang sedang sangat lapar.

Arya yang sudah menyusul Zhen Long kemudian segera menata kayu bakar.

Setelah kayu bakar sudah tersusun rapi, Zhen Long tiba-tiba mengeluarkan sebuah api dari tangannya. Tentu saja hal itu membuat Arya terkejut bukan main, layaknya seorang bocah diapun bertanya dengan polosnya.

"Kek.. kakek bisa sulap ya...? wah kakek hebat.. Apa kakek mau mengajariku sulap seperti yang kakek lakukan barusan?" Arya memasang wajah begitu antusias.

"Sulap?.. Sulap itu apa nak?" Zhen Long mengerutkan dahi karena dibuat bingung. Sebab memang baru kali ini dia mendengar kata-kata sulap, yang memang terdengar asing di telinganya.

"Sulap itu semacam sihir kek..." Jawab Arya dengan wajah polos.

"Oh sihir... bukan nak, ini bukan sihir. Memang ada beberapa jenis sihir yang bisa menciptakan api... Namun yang kakek lakukan tadi, itu adalah sebuah teknik perubahan energi, memadatkan Qi dan merubahnya menjadi elemen api" Zhen Long menjelaskan sambil mengelus-elus rambut Arya.

"Apa itu Qi kek? aku tidak pernah mendengarnya." Arya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ia semakin di buat bingung dengan segala hal yang di alaminya.

"Qi itu adalah semacam energi alam yang di bisa di serap menjadi tenaga atupun kekuatan untuk tubuh kita. Setiap manusia mempunyai elemen di dalam tubuhnya, biasanya satu sampai dua elemen, paling banyak mereka yang jenius memiliki 3 elemen.

Oh... iya nak, kau belum memberitahukan siapa namamu?" Zhen Long menjelaskan kemudian bertanya mengenai indentitas Arya yang duduk di sebelahnya.

"Aku masih tidak paham kek, apa itu Qi dan elemen... Oh iya kek.. namaku Arya Pamungkas."

Arya memasang wajah kebingungan, sebab ia benar-benar tidak mengerti maksud dari penjelasan Zhen Long tersebut.

"Arya Pamungkas...? em... selama kakek hidup, kakek tidak pernah mendengar ada nama yang seperti itu, nak? Lalu darimana asalmu?" Zhen Long menatap Arya penuh selidik.

"Aku berasal dari desa Rejosari kek, desa kecil yang ada di kabupaten Demak Bintoro kek."

Arya mengatakan asal usulnya yang sebenarnya, sebab ia mengira bahwa dirinya saat ini masih berada di bumi.

"Rejosari? Demak Bintoro? Dimana itu nak?... Selama kakek mengembara ratusan tahun di dunia ini, kakek tidak pernah mendengar adanya nama daerah seperti itu."

Zhen Long mengerutkan dahi, entah mengapa dirinya merasa bahwa bocah kecil disampingnya ini bukan berasal dari dunia yang selama ini ia tempati.

Sebelum Arya menjawab pertanyaan itu, dia lantas baru teringat bahwa dirinya saat ini sudah tidak lagi berada di Bumi, melainkan sudah berpindah kehidupan di dunia yang bernama Werkurius.

Arya ingin menjawab dengan jujur, jika dirinya bukanlah berasal dari dunia ini, melainkan dari belahan dunia yang berbeda, yaitu Bumi.

Namun sebelum dia bisa mengatakan hal yang sebenarnya, tiba-tiba dia dikejutkan dengan kemunculan Dewa petir yang mendadak muncul di sampingnya. Karena begitu kaget, Arya sampai tersentak melompat dari duduknya dan tersungkur kebelakang.

"Eh, ada apa nak?" Zhen Long juga sama terkejutnya namun bukan terkejut karena melihat Dewa Petir.

Karena bagaimanapun, pria paruh baya itu tidak bisa melihat wujud Roh dari seorang Dewa. Melainkan yang membuatnya terkejut, sebab Arya tiba-tiba melompat seperti kaget saat melihat setan.

Dewa Petir kemudian berkata. "Jangan beritahukan siapapun mengenai asal usulmu dan keberadaanku di sampingmu, sebab hal itu akan membuatmu celaka dan yang lebih parah kau akan di buru banyak orang di dunia ini."

Arya ingin menjawab perkataan dari Dewa Petir, namun saat dirinya ingin bertanya, mulutnya tiba-tiba tidak bisa terbuka seakan ada sesuatu yang membuat syarafnya tidak berfungsi.

Dewa Petir kembali berkata, namun kali ini melalui telepati. "Bicaralah melalui pikiranmu, kita bisa berkomunikasi melalui pikiran... jangan berbicara denganku melalui mulut, apalagi ada orang lain yang melihatnya, nanti kau bisa di anggap gila sebab terlihat sedang berbicara sendiri... Saat ini wujudku hanyalah roh, tidak akan ada yang bisa melihat wujud Roh dewa, selain para Dewa sendiri."

"Oh jadi begitu... Lalu aku harus menjawab apa mengenai pertanyaan kakek barusan?” Tanya Arya melalui telepati.

"Kau hanya perlu menjawab jika dirimu berasal dari kekaisaran Ming..." jawab Dewa Petir.

"Hei nak... kenapa kau malah melamun?" Zhen Long nampak semakin curiga dengan gelagat tubuh Arya.

Arya yang baru tersadar, lantas menjawab sesuai apa yang di usulkan oleh Dewa Petir. Ia menjawab jika dirinya berasal dari kekaisaran Ming. Dan mengenai nama desa yang di sebutkannya barusan, itu semua di sebabkan dirinya masih terbawa mimpi. Arya menjelaskan jika pada saat ia sedang tidak sadarkan diri, dirinya bermimpi jika saat itu dia seperti hidup di sebuah desa yang bernama Rejosari.

"Oh jadi begitu... Nanti kakek akan buatkan obat untukmu, agar kau secepatnya pulih.

Aku sebenarnya ingin mengajarimu ilmu pengobatan, namun apakah kau bersedia menjadi seorang Alkemis, nak?"

Zhen Long memang dari awal memiliki niat untuk mengangkat Arya sebagai muridnya, karena ia berfikir ini adalah saat yang tepat baginya untuk mengangkat seorang murid. Sebab selama ini ia selalu menghabiskan waktunya meningkatkan kultivasi dan ilmu Alkemis, tanpa sedikitpun terlintas di pikirannya untuk mengangkat seorang murid sebagai penerusnya.

"Alkemis itu apa kek? Arya tidak mengerti kek" Arya kembali di buat kebingungan, dia mengekspresikan kebingungannya dengan mengusap-usap tengkuknya.

"Kakek akan menjelaskannya nanti... sekarang lebih baik kita makan dulu, karena kebanyakan mengobrol nanti ayamnya bisa gosong, haha" Sambil terkekeh Zhen Long kemudian menyodorkan satu ekor ayam panggang kepada Arya.

Setelah mereka selesai makan, Zhen Long kemudian mengajak Arya ke sebuah ruangan yang ada di sebelah gubuk, ruangan itu di khususkan untuk pembuatan obat.

____________

Untuk para pembaca yang bingung kenapa Arya langsung bisa bahasa yang di pakai di dunia barunya..

jawabannya adalah karena yang di pindahkan ke dunia lain hanyalah Roh Arya saja, sedangkan tubuh yang di pakai Arya adalah tubuh manusia yang memang berasal dari dunia tersebut.

Terlebih Dewa Petir sebelum memindahkan Arya, dia sempat menyentuh kening Arya untuk membuat Arya paham akan bahasa yang di pakai di dunia tersebut.

Sekarang saya harap tidak ada lagi yang bertanya mengenai hal ini kembali ya. 👍

Terpopuler

Comments

spooky836

spooky836

jadi tubuh orng tu xde fikiran yea. xe otak macam thor juga. kenapa dia xtau. patut isikanlah otak kat mc sebb dh tukar alam lain masuk dunia lain apa bodoh thor atau otak thor memang xde mkan di babi.

2025-01-11

0

Wildan Mubarok

Wildan Mubarok

rejosari belobookkk🔥🔥🔥

2024-05-10

0

Joe Sing2

Joe Sing2

baru mulai baca ..
dan liat namanya adalah arya ..
langsung gw block nih novel 😂

bye bye author bego tolol

2024-04-22

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Berpindah Dimensi
2 Kehidupan Baru
3 Belajar Alkemis
4 Latihan Fisik 1
5 Latihan Fisik 2
6 Latihan Fisik 3
7 Latihan Fisik 4
8 Masa lalu Tubuh Arya
9 Kitab Pedang Bayangan
10 Perpisahan Dengan Zhen Long
11 Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12 Selamat Tinggal Jurang Kematian
13 Memulai Petualangan
14 Bertemu Kembali
15 Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16 Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17 Pemahaman Ilmu Berpedang
18 Keinginan Liu Wei
19 Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20 Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21 Turnamen Pendekar Muda
22 Turnamen Pendekar Muda 2
23 Turmanen Pendekar Muda 3
24 Turnamen Pendekar Muda 4
25 Turmanen Pendekar Muda 5
26 Final Turnamen Pendekar Muda
27 Hasil Turmanen Pendekar Muda
28 Menjual Pil Giok Suci
29 Masalalu Liu Wei
30 Perpisahan
31 Pria Tua Misterius
32 Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33 Tupai Pertapa
34 Diatas Pendekar Suci
35 Terungkap Segalanya
36 Kejar Kejaran
37 Kerajaan Siluman Tupai
38 Memindahkan Sebuah Kerajaan
39 Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40 Kabut Ilusi
41 Penjaga Kabut Ilusi
42 Raja Obat
43 Menuju Pertarungan
44 Menjadi Pengawal Pangeran
45 Pertama Kalinya Membunuh
46 Kecerobohan Dewa Petir
47 Aura Jiwa Shenren
48 Bertemu Kaisar Surga
49 Mengobati Penduduk Desa
50 Siluman Penghuni Sungai
51 Si Kembar Haus Darah
52 Tangisan Desa Fushun
53 Kembalinya Dewa Petir
54 Cairan Pusaran Waktu
55 Menundukkan Harimau Putih
56 Roh Pusaka
57 Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58 Dimana Hantu
59 Keterpaksaan Tindakan Walikota
60 Teknik Penghisap Dimensi
61 Keputusan Arya
62 Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63 Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64 Mengarang Cerita
65 Racun Tengkorak Iblis
66 Menyebarkan Informasi
67 Pengintai
68 Tiba Di Kerajaan Goading
69 Mengobati Sang Raja
70 Duri Dalam Daging
71 Pertunjukan Yang Menarik
72 Bertarung Melawan Tiga Tetua
73 Persaingan
74 Kekecewaan
75 Bocah Kecil Penjual Permen
76 Tiga Bersaudara
77 Memberikan Kenang-kenangan
78 Raja Para Dewa
79 Jurus Berpindah Dimensi
80 Meninggalkan Istana Goading
81 Pasar
82 Kertas Sihir
83 Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84 Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85 Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86 Hancurnya Markas Pemberontak
87 Acara Pemakaman
88 Perpisahan Tanpa Kata
89 Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90 Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91 Melawan Para Perampok
92 Si Tubuh Besi
93 Asosiasi Lotus Perak
94 Kembalinya Sekte Lembah Petir
95 Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96 Mengajukan Kerjasama
97 Membuka Toko
98 Toko Obat Xian
99 Keputusan Shi Yuan Jie
100 Membeli Senjata
101 Membuat Pil Awet Muda
102 Toko Di Buka Kembali
103 Permainan Catur
104 Mencapai Kesepakatan
105 Pesta Peresmian
106 Teman Lama
107 Menutup Toko
108 Para Penghadang
109 Pemuja Iblis
110 Pertarungan Berakhir
111 Penyelidikan
112 Persaingan Dua Gadis
113 Hasil Penyelidikan
114 Kontrak Ikatan Pusaka
115 Melawan Roh Pusaka
116 Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117 Masalalu Roh Pusaka
118 Jurus Perubahan Wujud
119 Kekesalan Liu Wei
120 Kedai Din Thai Fung
121 Menjalin Aliansi
122 Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123 Acara Lelang
124 Pembukaan Lelang
125 Siluman Griffin
126 Pusaka Kipas Naga Angin
127 Burung Phoenix Petir
128 Kericuhan Acara Lelang
129 Siasat Shi Yuan Jie
130 Putri Kerajaan Guangzhou
131 Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132 Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133 Melelang Pil Giok Suci
134 Permintaan Maaf
135 Acara Lelang Berakhir
136 Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137 Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138 Arya Vs Jenderal Yu Lang
139 Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140 Duel Berakhir
141 Dugaan Huashan
142 Menyusun Rencana
143 Penculikan
144 Sisi Lain Panglima Chong Quon
145 Menyambut Anggota Baru
146 Teknik Pedang Terbang
147 Pertempuran
148 Melumpuhkan Kultivasi
149 Perjodohan
150 Melatih Keseimbangan
151 Masalalu An Lushan
152 Menyampaikan Berita Baik
153 Dendam Yang Membara.
154 Kebimbangan Patriark Tao Lian
155 Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156 Persetujuan
157 Semakin Yakin
158 Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159 Menemukan Tempat Persembunyian
160 Energi Kegelapan
161 Ritual Anggota Baru
162 Hutan Gelap
163 Sekelompok Siluman Singa
164 Serangan Susulan
165 Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166 Bertemu Naga
167 Lembah Naga
168 Tiga Darah Berbeda
169 Kebebasan Yang Mengejutkan
170 Melawan Para Siluman Naga
171 Menghadapi Penyusup
172 Menghadapi Penyusup II
173 Pulau Kehidupan
174 Tamu Tidak Di Undang
175 Penyucian Hati
176 Sisi Gelap I
177 Sisi Gelap II
178 Teknik Pengendalian Darah
179 Taichi
180 Duel Naga Vs Harimau
181 Arya Vs Chaizu I
182 Arya Vs Chaizu II
183 Arya Vs Chaizu III
184 Arya Vs Chaizu IV
185 Keluar Dari Hutan Hei'an
186 Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187 Sahabat Baru
188 Pencari Pusaka Langit.
189 Penculikan Bayi
190 Mengejar Penculik
191 Pendekar Suci Turun Tangan
192 Penculikan Putri Kaisar
193 Kecerdikan Han Jifan
194 Arya Vs Huashan
195 Pil Serat Gairah
196 Kemarahan Sang Putri
197 Menyampaikan Permasalahan
198 Keputusan Sang Putri
199 Seruling Cahaya Malam
200 Pesan Dari Bangsa Iblis
201 Hujan Meteor
202 Kemunculan Tengkorak Di Langit
203 Kota Mati
204 Tantangan Yang Tidak Sepadan
205 Pengendalian Pikiran
206 Keluar Demi Membalaskan Dendam
207 Perubahan Sikap Arya
208 Sebuah Tamparan Telak
209 Episode Terakhir
210 Pengumuman
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Awal Mula Berpindah Dimensi
2
Kehidupan Baru
3
Belajar Alkemis
4
Latihan Fisik 1
5
Latihan Fisik 2
6
Latihan Fisik 3
7
Latihan Fisik 4
8
Masa lalu Tubuh Arya
9
Kitab Pedang Bayangan
10
Perpisahan Dengan Zhen Long
11
Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12
Selamat Tinggal Jurang Kematian
13
Memulai Petualangan
14
Bertemu Kembali
15
Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16
Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17
Pemahaman Ilmu Berpedang
18
Keinginan Liu Wei
19
Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20
Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21
Turnamen Pendekar Muda
22
Turnamen Pendekar Muda 2
23
Turmanen Pendekar Muda 3
24
Turnamen Pendekar Muda 4
25
Turmanen Pendekar Muda 5
26
Final Turnamen Pendekar Muda
27
Hasil Turmanen Pendekar Muda
28
Menjual Pil Giok Suci
29
Masalalu Liu Wei
30
Perpisahan
31
Pria Tua Misterius
32
Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33
Tupai Pertapa
34
Diatas Pendekar Suci
35
Terungkap Segalanya
36
Kejar Kejaran
37
Kerajaan Siluman Tupai
38
Memindahkan Sebuah Kerajaan
39
Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40
Kabut Ilusi
41
Penjaga Kabut Ilusi
42
Raja Obat
43
Menuju Pertarungan
44
Menjadi Pengawal Pangeran
45
Pertama Kalinya Membunuh
46
Kecerobohan Dewa Petir
47
Aura Jiwa Shenren
48
Bertemu Kaisar Surga
49
Mengobati Penduduk Desa
50
Siluman Penghuni Sungai
51
Si Kembar Haus Darah
52
Tangisan Desa Fushun
53
Kembalinya Dewa Petir
54
Cairan Pusaran Waktu
55
Menundukkan Harimau Putih
56
Roh Pusaka
57
Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58
Dimana Hantu
59
Keterpaksaan Tindakan Walikota
60
Teknik Penghisap Dimensi
61
Keputusan Arya
62
Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63
Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64
Mengarang Cerita
65
Racun Tengkorak Iblis
66
Menyebarkan Informasi
67
Pengintai
68
Tiba Di Kerajaan Goading
69
Mengobati Sang Raja
70
Duri Dalam Daging
71
Pertunjukan Yang Menarik
72
Bertarung Melawan Tiga Tetua
73
Persaingan
74
Kekecewaan
75
Bocah Kecil Penjual Permen
76
Tiga Bersaudara
77
Memberikan Kenang-kenangan
78
Raja Para Dewa
79
Jurus Berpindah Dimensi
80
Meninggalkan Istana Goading
81
Pasar
82
Kertas Sihir
83
Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84
Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85
Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86
Hancurnya Markas Pemberontak
87
Acara Pemakaman
88
Perpisahan Tanpa Kata
89
Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90
Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91
Melawan Para Perampok
92
Si Tubuh Besi
93
Asosiasi Lotus Perak
94
Kembalinya Sekte Lembah Petir
95
Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96
Mengajukan Kerjasama
97
Membuka Toko
98
Toko Obat Xian
99
Keputusan Shi Yuan Jie
100
Membeli Senjata
101
Membuat Pil Awet Muda
102
Toko Di Buka Kembali
103
Permainan Catur
104
Mencapai Kesepakatan
105
Pesta Peresmian
106
Teman Lama
107
Menutup Toko
108
Para Penghadang
109
Pemuja Iblis
110
Pertarungan Berakhir
111
Penyelidikan
112
Persaingan Dua Gadis
113
Hasil Penyelidikan
114
Kontrak Ikatan Pusaka
115
Melawan Roh Pusaka
116
Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117
Masalalu Roh Pusaka
118
Jurus Perubahan Wujud
119
Kekesalan Liu Wei
120
Kedai Din Thai Fung
121
Menjalin Aliansi
122
Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123
Acara Lelang
124
Pembukaan Lelang
125
Siluman Griffin
126
Pusaka Kipas Naga Angin
127
Burung Phoenix Petir
128
Kericuhan Acara Lelang
129
Siasat Shi Yuan Jie
130
Putri Kerajaan Guangzhou
131
Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132
Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133
Melelang Pil Giok Suci
134
Permintaan Maaf
135
Acara Lelang Berakhir
136
Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137
Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138
Arya Vs Jenderal Yu Lang
139
Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140
Duel Berakhir
141
Dugaan Huashan
142
Menyusun Rencana
143
Penculikan
144
Sisi Lain Panglima Chong Quon
145
Menyambut Anggota Baru
146
Teknik Pedang Terbang
147
Pertempuran
148
Melumpuhkan Kultivasi
149
Perjodohan
150
Melatih Keseimbangan
151
Masalalu An Lushan
152
Menyampaikan Berita Baik
153
Dendam Yang Membara.
154
Kebimbangan Patriark Tao Lian
155
Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156
Persetujuan
157
Semakin Yakin
158
Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159
Menemukan Tempat Persembunyian
160
Energi Kegelapan
161
Ritual Anggota Baru
162
Hutan Gelap
163
Sekelompok Siluman Singa
164
Serangan Susulan
165
Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166
Bertemu Naga
167
Lembah Naga
168
Tiga Darah Berbeda
169
Kebebasan Yang Mengejutkan
170
Melawan Para Siluman Naga
171
Menghadapi Penyusup
172
Menghadapi Penyusup II
173
Pulau Kehidupan
174
Tamu Tidak Di Undang
175
Penyucian Hati
176
Sisi Gelap I
177
Sisi Gelap II
178
Teknik Pengendalian Darah
179
Taichi
180
Duel Naga Vs Harimau
181
Arya Vs Chaizu I
182
Arya Vs Chaizu II
183
Arya Vs Chaizu III
184
Arya Vs Chaizu IV
185
Keluar Dari Hutan Hei'an
186
Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187
Sahabat Baru
188
Pencari Pusaka Langit.
189
Penculikan Bayi
190
Mengejar Penculik
191
Pendekar Suci Turun Tangan
192
Penculikan Putri Kaisar
193
Kecerdikan Han Jifan
194
Arya Vs Huashan
195
Pil Serat Gairah
196
Kemarahan Sang Putri
197
Menyampaikan Permasalahan
198
Keputusan Sang Putri
199
Seruling Cahaya Malam
200
Pesan Dari Bangsa Iblis
201
Hujan Meteor
202
Kemunculan Tengkorak Di Langit
203
Kota Mati
204
Tantangan Yang Tidak Sepadan
205
Pengendalian Pikiran
206
Keluar Demi Membalaskan Dendam
207
Perubahan Sikap Arya
208
Sebuah Tamparan Telak
209
Episode Terakhir
210
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!