Asal Muasal Cincin Ruang Semesta

Malam itu setelah kepergian Zhen Long, Arya melesat ke arah tempat dimana dia biasanya berlatih. Pemuda itu berniat menghabiskan waktu dengan berlatih supaya kesedihannya sedikit berkurang.

Berjam-jam diapun berlatih hingga malam mulai menjelang pagi. Kemudian Arya memutuskan untuk masuk ke dalam alam jiwanya, sebab dia berpikir akan jauh lebih efesien jika dirinya berlatih di dalam sana sebab memang waktu di alam jiwa beberapa kali lebih lambat dari dunia nyata.

Arya melanjutkan pelatihannya di alam jiwanya, sudah beberapa kali dia gagal menguasai jurus-jurus yang sedang ingin dia pelajari. Itu semua di sebabkan fikirannya saat ini sedang tidak bisa fokus, pemuda itu masih dibayang-bayangi kesedihan akan perpisahannya dengan sang kakek.

Karena merasa pelatihannya kali ini tidak membuahkan hasil, Arya akhirnya menghentikan latihannya dan memanggil Dewa Petir.

"Ada apa kau memanggilku, bocah?" Ketus Dewa Petir dengan muka masam.

"Temani aku, aku sedang kesepian hehe.." balas Arya sambil tertawa kecil.

"Seenak saja kau memanggilku, padahal aku sedang ada urusan di langit. Tapi ya sudah, karena aku sudah berada disini. Aku akan menemanimu" ucap Dewa Petir terlihat agak jengkel.

"Apakah kau mempunyai teman di langit?" Tanya Arya memasang wajah polos.

"Tentu saja, aku punya banyak teman di sana. Aku juga mempunyai anak dan istri tau, maka dari itu aku tirak bisa selalu ada di sampingmu... namun walau begitu, aku selalu mengawasi mu di atas sana."

"Oh... Bagaimana jika kau memperkenalkan teman-temanmu itu padaku. Biar aku bisa mempunyai banyak teman. hehe.." ujar Arya sambil tertawa.

"Para Dewa, tidak bisa seenaknya turun ke alam manusia. kau carilah teman di alammu sendiri." Jawab Dewa Petir sambil mengerutkan dahinya.

"Tapi aku tak mengenal siapapun orang yang ada di dunia ini." Arya menundukkan kepalanya. Dia lalu melanjutkan "oh iya... bagaimana caranya agar aku bisa memasukkan semua pohon sumberdaya dan tanaman-tanaman obat ke cincin ruang semesta?"

"Kau hanya perlu memikirkan barang ataupun benda yang ingin kau masukkan ke dalam cincinmu itu, lalu setelahnya arahkanlah cincinmu itu ke benda tersebut" ujar Dewa Petir menjelaskan.

"Jika hanya seperti itu, aku juga sudah tau. Maksudnya apakah pohon-pohon itu bisa hidup di dalam cincin ruang semesta milikku." Tandas Arya yang tidak puas atas jawaban dari Dewa Petir.

"Tentu saja bisa, cincin ruang semesta adalah pusaka langit. Beberapa batu seperti itu tersebar di berbagai planet di alam semesta ini, tapi setiap planet hanya terdapat paling banyak 3 cincin seperti itu. Sementara planet ini sendiri hanya terdapat 2 cincin saja.. hal inilah yang menjadi alasan mengapa kakekmu selalu di kejar-kejar para pendekar. makanya, dia menyuruhmu untuk menyembunyikan keberadaan cincin itu dari siapapun." Jawab Dewa Petir panjang lebar.

Arya hanya terdiam, dia nampak sedang berpikir kalau kakeknya saja sampai melarikan diri, bagaimana dengan nasibnya jika sampai para pendekar itu mengejarnya.

"Tentu saja kau akan di kejar para pendekar jika mereka sampai melihat ataupun mengetahui jika kau memiliki cincin itu." Ucap Dewa Petir.

"Haaaaahhh... Kau bisa membaca pikiranku?” Tanya Arya dengan wajah kebingungan.

"Tentu saja bodoh, bukankah beberapakali aku sudah pernah membaca pikiranmu. Oh iya... Sepertinya di dalam cincin ruang semesta milikmu juga terdapat sebuah cincin ruang biasa, yang juga mempunyai fungsi untuk menyimpan barang-barang. Sekarang kembalilah ke alam duniamu, kita akan membahasnya lagi di sana." Setelah mengatakan demikian, Dewa Petir lalu menghilang dari hadapan Arya.

Arya pun lalu memusatkan pikirannya untuk kembali ke dunianya. Sesaat setelah membuka mata, ternyata Dewa Petir sudah berada di sampingnya.

"Keluarkanlah cincin ruang yang ada di dalam cincin ruang semesta di tanganmu." Ucap Dewa Petir sambil menunjuk cincin di tangan Arya.

Kemudian Arya mengibaskan tangannya. sesaat setelah itu, benar saja, sebuah cincin sudah berada di telapak tangannya. Karena bingung Arya pun bertanya; "Lalu apa maksudnya dengan semua ini?"

"Kau lepaskan saja cincin ruang semesta milikmu, dan gantilah dengan cincin ruang biasa itu. Sebelum itu keluarkanlah dulu semua harta yang ada di dalam cincin ruang semesta." Dewa Petir memberi arahan.

Meski bingung Arya hanya bisa menuruti perkataan dari Dewa Petir. pemuda itu lalu mengibaskan kembali tangannya, yang seketika itu pula muncullah beberapa gunungan koin emas, perak dan perunggu. Juga terdapat pula beberapa batu, pusaka, senjata serta kitab-kitab kuno.

"Wah ternyata kakekmu kaya juga, kenapa dia tidak menggunakan semua hartanya itu untuk membuat sebuah istana dan mencari banyak istri. Dia justru malah lebih memilih menyendiri... memangnya apa enaknya hidup membujang, benar-benar bodoh. Hahaha" Dewa petir tertawa kecil.

"Lalu, selanjutnya aku harus bagaimana?" Tanya Arya memasang wajah bingung.

"Tentu saja kau gunakanlah semua harta itu untuk mencari banyak istri." Tandas Dewa Petir memasang wajah serius.

"Haaaaahhh... Aku tidak mengerti apa maksudmu" Arya menggaruk kepalanya dengan wajah bingung.

"Dasar bocah bodoh... Masukkanlah kembali semua harta itu ke dalam cincin ruang yang satunya. Lalu lepaskan cincin ruang semesta di tanganmu, setelah itu teteskanlah darahmu ke telapak tanganmu dan bentuklah sebuah formasi... Jika sudah, ucapkanlah mantra yang akan ku ajarkan padamu."

Setelah selesai menjelaskan, Dewa Petir lalu memberikan sebuah mantra dan teknik formasi kepada Arya.

Arya pun lalu menuruti semua arahan dari Dewa Petir tersebut. Setelah dia memasukan kembali semua gunungan harta di hadapannya, pemuda itu kemudian menggenggam cincin ruang semesta di telapak tangan kanannya. Barulah setelah itu dia menggambar sebuah formasi dengan cairan darahnya pada telapak tangannya, lalu dia mengucapkan mantra yang telah di ajarkan oleh Dewa Petir.

Beberapa saat setelah Arya mengucapkan mantra. Telapak tangannya yang memegang cincin ruang semesta mulai mengeluarkan cahaya kebiruan. Perlahan cahaya itupun memudar, terlihat kini telapak tangan kanannya tergambar sebuah ukiran tatoo.

"Sekarang cincin itu telah menyatu dengan tubuhmu, kau tidak perlu khawatir lagi. Kau bisa menciptakan dunia kecil di ruang dimensi milikmu... dan satu lagi, kau bisa membuka portal dimensi ruang milikmu dengan mantra yang telah aku ajarkan kepadamu." Dewa petir menjelaskan.

"Apa maksud dari semua ini? dan kenapa aku bisa memiliki dimensi sendiri?” Tanya Arya mengerutkan dahinya kebingungan.

"Sebenarnya cincin ruang semesta adalah batu ruang dan waktu. Sedangkan cincin atau apapun batu yang bisa menyimpan beberapa barang, hanyalah sebuah batu ruang tanpa adanya hukum waktu didalamnya. Sebab itulah batu ruang tidak bisa digunakan untuk memasukkan benda hidup, karena disana tidak ada hukum waktu."

"Sebelumnya cincin ruang semesta adalah sebuah batu meteor yang super besar yang bernama batu dimensi. karena batu itu mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk memanipulasi ruang dan waktu, bahkan bisa menghidupkan orang yang sudah mati dan juga memberikan keabadian.

Maka dari itulah, batu tersebut menjadi incaran para Iblis dan para Dewa yang terobsesi pada kekuatan dan kekuasaan. Sang Maha Kuasa lalu memutuskan untuk memecah batu tersebut menjadi ratusan juta kepingan batu. 70 batu diantaranya adalah inti dari batu itu, dan planet ini menyebutnya sebagai batu ruang semesta. Jika di tempat yang lain, batu ini mempunyai sebutan yang lain pula. sementara ratusan juta pecahan batu lainnya di sebut batu ruang. Semua pecahan batu dimensi tersebut tersebar ke puluhan ribu planet di alam semesta. Apa sekarang kau sudah paham, bocah?" Dewa Petir menjelaskan panjang lebar mengenai asal mula batu ruang semesta.

"Iya aku paham" balas Arya singkat.

"Setelah aku menjelaskan panjang lebar seperti itu, kau hanya menjawabku begitu saja. Huh dasar bocah tengik,.. sekarang kau praktekan saja apa yang sebelumnya telah aku jelaskan. Masukkan semua tanaman obat-obatan milik kakekmu itu ke dalam ruang dimensi milikmu. Oh iya... Pecahan Batu dimensi milikmu mempunyai ukuran waktu 1/30, yang artinya satu hari di dunia nyata sama dengan 30 hari di dalam dimensimu... Semua itu pasti sangatlah berguna bagi pertumbuhan semua sumberdayamu, agar bisa berkembang dengan lebih cepat." Ucap Dewa Petir lagi-lagi menjelaskan panjang lebar.

"Iya iya... aku sudah paham,.. tapi, apakah kau tidak capek menjelaskan panjang lebar seperti itu? Kau seperti sedang mendongeng saja. Aku malah jadi mengantuk mendengarkan semua ocehanmu itu." Ucap Arya sambil menguap.

"Kadal buntung, bukannya berterimakasih atau apa. kau malah mengabaikan ku... Informasi dari seorang Dewa itu sangat langka dan mahal tau... Jika kau mengantuk, kenapa kau semalaman tidak tidur bodoh... malah menyuruhku datang untuk menemanimu" Hardik Dewa Petir dengan memasang wajah kesal.

"Hehehe... Maaf, maaf... Dasar Dewa cerewet... Sudah lah, jika bicara terus seperti ini, lalu kapan aku memulai prakteknya."

"Ya sudah kalau begitu, kau praktekan saja sana sendiri. Aku akan kembali ke langit." Setelah mengatakan demikian, Dewa petir lalu berubah menjadi Kilauan cahaya dan menghilang seolah lenyap seperti setan.

"Dasar dewa crewet, tukang ngambek" gerutu Arya pelan setelah Dewa Petir menghilang.

"Apa yang kau bilang barusan... bocah?" Bentak Dewa Petir melalui telepati sebab tidak terima di ejek seperti itu.

"Eh tidak.. tidak.. Oh.. Iya.. maafkan aku dewa crewet.." balas Arya melalui telepati sambil terkekeh pelan.

_____________

Terpopuler

Comments

Iwan Arema

Iwan Arema

🤣😂🤣😂🤣😂

2024-04-07

2

Harman LokeST

Harman LokeST

seperti orang pintar saja Arya ini pada bodoh sekali tidak di penjelasan justru penjelasan itu ia tidak hargai

2024-02-28

2

Harman LokeST

Harman LokeST

Arya bila seorang dewa menjelaskan tolong di perhatikan dengan seksama jangan suka membantah

2024-01-31

4

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Berpindah Dimensi
2 Kehidupan Baru
3 Belajar Alkemis
4 Latihan Fisik 1
5 Latihan Fisik 2
6 Latihan Fisik 3
7 Latihan Fisik 4
8 Masa lalu Tubuh Arya
9 Kitab Pedang Bayangan
10 Perpisahan Dengan Zhen Long
11 Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12 Selamat Tinggal Jurang Kematian
13 Memulai Petualangan
14 Bertemu Kembali
15 Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16 Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17 Pemahaman Ilmu Berpedang
18 Keinginan Liu Wei
19 Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20 Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21 Turnamen Pendekar Muda
22 Turnamen Pendekar Muda 2
23 Turmanen Pendekar Muda 3
24 Turnamen Pendekar Muda 4
25 Turmanen Pendekar Muda 5
26 Final Turnamen Pendekar Muda
27 Hasil Turmanen Pendekar Muda
28 Menjual Pil Giok Suci
29 Masalalu Liu Wei
30 Perpisahan
31 Pria Tua Misterius
32 Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33 Tupai Pertapa
34 Diatas Pendekar Suci
35 Terungkap Segalanya
36 Kejar Kejaran
37 Kerajaan Siluman Tupai
38 Memindahkan Sebuah Kerajaan
39 Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40 Kabut Ilusi
41 Penjaga Kabut Ilusi
42 Raja Obat
43 Menuju Pertarungan
44 Menjadi Pengawal Pangeran
45 Pertama Kalinya Membunuh
46 Kecerobohan Dewa Petir
47 Aura Jiwa Shenren
48 Bertemu Kaisar Surga
49 Mengobati Penduduk Desa
50 Siluman Penghuni Sungai
51 Si Kembar Haus Darah
52 Tangisan Desa Fushun
53 Kembalinya Dewa Petir
54 Cairan Pusaran Waktu
55 Menundukkan Harimau Putih
56 Roh Pusaka
57 Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58 Dimana Hantu
59 Keterpaksaan Tindakan Walikota
60 Teknik Penghisap Dimensi
61 Keputusan Arya
62 Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63 Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64 Mengarang Cerita
65 Racun Tengkorak Iblis
66 Menyebarkan Informasi
67 Pengintai
68 Tiba Di Kerajaan Goading
69 Mengobati Sang Raja
70 Duri Dalam Daging
71 Pertunjukan Yang Menarik
72 Bertarung Melawan Tiga Tetua
73 Persaingan
74 Kekecewaan
75 Bocah Kecil Penjual Permen
76 Tiga Bersaudara
77 Memberikan Kenang-kenangan
78 Raja Para Dewa
79 Jurus Berpindah Dimensi
80 Meninggalkan Istana Goading
81 Pasar
82 Kertas Sihir
83 Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84 Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85 Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86 Hancurnya Markas Pemberontak
87 Acara Pemakaman
88 Perpisahan Tanpa Kata
89 Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90 Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91 Melawan Para Perampok
92 Si Tubuh Besi
93 Asosiasi Lotus Perak
94 Kembalinya Sekte Lembah Petir
95 Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96 Mengajukan Kerjasama
97 Membuka Toko
98 Toko Obat Xian
99 Keputusan Shi Yuan Jie
100 Membeli Senjata
101 Membuat Pil Awet Muda
102 Toko Di Buka Kembali
103 Permainan Catur
104 Mencapai Kesepakatan
105 Pesta Peresmian
106 Teman Lama
107 Menutup Toko
108 Para Penghadang
109 Pemuja Iblis
110 Pertarungan Berakhir
111 Penyelidikan
112 Persaingan Dua Gadis
113 Hasil Penyelidikan
114 Kontrak Ikatan Pusaka
115 Melawan Roh Pusaka
116 Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117 Masalalu Roh Pusaka
118 Jurus Perubahan Wujud
119 Kekesalan Liu Wei
120 Kedai Din Thai Fung
121 Menjalin Aliansi
122 Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123 Acara Lelang
124 Pembukaan Lelang
125 Siluman Griffin
126 Pusaka Kipas Naga Angin
127 Burung Phoenix Petir
128 Kericuhan Acara Lelang
129 Siasat Shi Yuan Jie
130 Putri Kerajaan Guangzhou
131 Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132 Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133 Melelang Pil Giok Suci
134 Permintaan Maaf
135 Acara Lelang Berakhir
136 Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137 Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138 Arya Vs Jenderal Yu Lang
139 Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140 Duel Berakhir
141 Dugaan Huashan
142 Menyusun Rencana
143 Penculikan
144 Sisi Lain Panglima Chong Quon
145 Menyambut Anggota Baru
146 Teknik Pedang Terbang
147 Pertempuran
148 Melumpuhkan Kultivasi
149 Perjodohan
150 Melatih Keseimbangan
151 Masalalu An Lushan
152 Menyampaikan Berita Baik
153 Dendam Yang Membara.
154 Kebimbangan Patriark Tao Lian
155 Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156 Persetujuan
157 Semakin Yakin
158 Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159 Menemukan Tempat Persembunyian
160 Energi Kegelapan
161 Ritual Anggota Baru
162 Hutan Gelap
163 Sekelompok Siluman Singa
164 Serangan Susulan
165 Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166 Bertemu Naga
167 Lembah Naga
168 Tiga Darah Berbeda
169 Kebebasan Yang Mengejutkan
170 Melawan Para Siluman Naga
171 Menghadapi Penyusup
172 Menghadapi Penyusup II
173 Pulau Kehidupan
174 Tamu Tidak Di Undang
175 Penyucian Hati
176 Sisi Gelap I
177 Sisi Gelap II
178 Teknik Pengendalian Darah
179 Taichi
180 Duel Naga Vs Harimau
181 Arya Vs Chaizu I
182 Arya Vs Chaizu II
183 Arya Vs Chaizu III
184 Arya Vs Chaizu IV
185 Keluar Dari Hutan Hei'an
186 Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187 Sahabat Baru
188 Pencari Pusaka Langit.
189 Penculikan Bayi
190 Mengejar Penculik
191 Pendekar Suci Turun Tangan
192 Penculikan Putri Kaisar
193 Kecerdikan Han Jifan
194 Arya Vs Huashan
195 Pil Serat Gairah
196 Kemarahan Sang Putri
197 Menyampaikan Permasalahan
198 Keputusan Sang Putri
199 Seruling Cahaya Malam
200 Pesan Dari Bangsa Iblis
201 Hujan Meteor
202 Kemunculan Tengkorak Di Langit
203 Kota Mati
204 Tantangan Yang Tidak Sepadan
205 Pengendalian Pikiran
206 Keluar Demi Membalaskan Dendam
207 Perubahan Sikap Arya
208 Sebuah Tamparan Telak
209 Episode Terakhir
210 Pengumuman
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Awal Mula Berpindah Dimensi
2
Kehidupan Baru
3
Belajar Alkemis
4
Latihan Fisik 1
5
Latihan Fisik 2
6
Latihan Fisik 3
7
Latihan Fisik 4
8
Masa lalu Tubuh Arya
9
Kitab Pedang Bayangan
10
Perpisahan Dengan Zhen Long
11
Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12
Selamat Tinggal Jurang Kematian
13
Memulai Petualangan
14
Bertemu Kembali
15
Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16
Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17
Pemahaman Ilmu Berpedang
18
Keinginan Liu Wei
19
Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20
Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21
Turnamen Pendekar Muda
22
Turnamen Pendekar Muda 2
23
Turmanen Pendekar Muda 3
24
Turnamen Pendekar Muda 4
25
Turmanen Pendekar Muda 5
26
Final Turnamen Pendekar Muda
27
Hasil Turmanen Pendekar Muda
28
Menjual Pil Giok Suci
29
Masalalu Liu Wei
30
Perpisahan
31
Pria Tua Misterius
32
Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33
Tupai Pertapa
34
Diatas Pendekar Suci
35
Terungkap Segalanya
36
Kejar Kejaran
37
Kerajaan Siluman Tupai
38
Memindahkan Sebuah Kerajaan
39
Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40
Kabut Ilusi
41
Penjaga Kabut Ilusi
42
Raja Obat
43
Menuju Pertarungan
44
Menjadi Pengawal Pangeran
45
Pertama Kalinya Membunuh
46
Kecerobohan Dewa Petir
47
Aura Jiwa Shenren
48
Bertemu Kaisar Surga
49
Mengobati Penduduk Desa
50
Siluman Penghuni Sungai
51
Si Kembar Haus Darah
52
Tangisan Desa Fushun
53
Kembalinya Dewa Petir
54
Cairan Pusaran Waktu
55
Menundukkan Harimau Putih
56
Roh Pusaka
57
Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58
Dimana Hantu
59
Keterpaksaan Tindakan Walikota
60
Teknik Penghisap Dimensi
61
Keputusan Arya
62
Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63
Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64
Mengarang Cerita
65
Racun Tengkorak Iblis
66
Menyebarkan Informasi
67
Pengintai
68
Tiba Di Kerajaan Goading
69
Mengobati Sang Raja
70
Duri Dalam Daging
71
Pertunjukan Yang Menarik
72
Bertarung Melawan Tiga Tetua
73
Persaingan
74
Kekecewaan
75
Bocah Kecil Penjual Permen
76
Tiga Bersaudara
77
Memberikan Kenang-kenangan
78
Raja Para Dewa
79
Jurus Berpindah Dimensi
80
Meninggalkan Istana Goading
81
Pasar
82
Kertas Sihir
83
Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84
Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85
Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86
Hancurnya Markas Pemberontak
87
Acara Pemakaman
88
Perpisahan Tanpa Kata
89
Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90
Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91
Melawan Para Perampok
92
Si Tubuh Besi
93
Asosiasi Lotus Perak
94
Kembalinya Sekte Lembah Petir
95
Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96
Mengajukan Kerjasama
97
Membuka Toko
98
Toko Obat Xian
99
Keputusan Shi Yuan Jie
100
Membeli Senjata
101
Membuat Pil Awet Muda
102
Toko Di Buka Kembali
103
Permainan Catur
104
Mencapai Kesepakatan
105
Pesta Peresmian
106
Teman Lama
107
Menutup Toko
108
Para Penghadang
109
Pemuja Iblis
110
Pertarungan Berakhir
111
Penyelidikan
112
Persaingan Dua Gadis
113
Hasil Penyelidikan
114
Kontrak Ikatan Pusaka
115
Melawan Roh Pusaka
116
Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117
Masalalu Roh Pusaka
118
Jurus Perubahan Wujud
119
Kekesalan Liu Wei
120
Kedai Din Thai Fung
121
Menjalin Aliansi
122
Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123
Acara Lelang
124
Pembukaan Lelang
125
Siluman Griffin
126
Pusaka Kipas Naga Angin
127
Burung Phoenix Petir
128
Kericuhan Acara Lelang
129
Siasat Shi Yuan Jie
130
Putri Kerajaan Guangzhou
131
Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132
Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133
Melelang Pil Giok Suci
134
Permintaan Maaf
135
Acara Lelang Berakhir
136
Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137
Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138
Arya Vs Jenderal Yu Lang
139
Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140
Duel Berakhir
141
Dugaan Huashan
142
Menyusun Rencana
143
Penculikan
144
Sisi Lain Panglima Chong Quon
145
Menyambut Anggota Baru
146
Teknik Pedang Terbang
147
Pertempuran
148
Melumpuhkan Kultivasi
149
Perjodohan
150
Melatih Keseimbangan
151
Masalalu An Lushan
152
Menyampaikan Berita Baik
153
Dendam Yang Membara.
154
Kebimbangan Patriark Tao Lian
155
Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156
Persetujuan
157
Semakin Yakin
158
Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159
Menemukan Tempat Persembunyian
160
Energi Kegelapan
161
Ritual Anggota Baru
162
Hutan Gelap
163
Sekelompok Siluman Singa
164
Serangan Susulan
165
Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166
Bertemu Naga
167
Lembah Naga
168
Tiga Darah Berbeda
169
Kebebasan Yang Mengejutkan
170
Melawan Para Siluman Naga
171
Menghadapi Penyusup
172
Menghadapi Penyusup II
173
Pulau Kehidupan
174
Tamu Tidak Di Undang
175
Penyucian Hati
176
Sisi Gelap I
177
Sisi Gelap II
178
Teknik Pengendalian Darah
179
Taichi
180
Duel Naga Vs Harimau
181
Arya Vs Chaizu I
182
Arya Vs Chaizu II
183
Arya Vs Chaizu III
184
Arya Vs Chaizu IV
185
Keluar Dari Hutan Hei'an
186
Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187
Sahabat Baru
188
Pencari Pusaka Langit.
189
Penculikan Bayi
190
Mengejar Penculik
191
Pendekar Suci Turun Tangan
192
Penculikan Putri Kaisar
193
Kecerdikan Han Jifan
194
Arya Vs Huashan
195
Pil Serat Gairah
196
Kemarahan Sang Putri
197
Menyampaikan Permasalahan
198
Keputusan Sang Putri
199
Seruling Cahaya Malam
200
Pesan Dari Bangsa Iblis
201
Hujan Meteor
202
Kemunculan Tengkorak Di Langit
203
Kota Mati
204
Tantangan Yang Tidak Sepadan
205
Pengendalian Pikiran
206
Keluar Demi Membalaskan Dendam
207
Perubahan Sikap Arya
208
Sebuah Tamparan Telak
209
Episode Terakhir
210
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!