Keinginan Liu Wei

_________

Setelah 2 jam latihan bersama serta memberikan arahan untuk Liu Wei. Arya kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan gadis tersebut.

"Tunggu... Mau kemana kau?" Liu Wei setengah berlari mengejar Arya.

"Aku mau mandi, memangnya ada apa?" balas Arya singkat sambil terus melangkah maju tanpa menoleh kepada gadis tersebut.

"Aku ikut..." Ucap Liu Wei yang sudah berada di samping Arya sambil mengatur nafasnya.

"Baiklah, ayo." Ucap Arya singkat dan lalu menghentikan langkahnya melihat Liu Wei sekilas. Kemudian kembali melanjutkan langkahnya.

"Dasar bocah mesum, kau ingin mandi berduaan bersama gadis? Benar-benar bocah yang pintar mengambil kesempatan.." Dewa Petir menjitak kepala Arya sampai tersungkur ke tanah.

"Aduuuuhhh... Apa salahku?" Pekik Arya setengah berteriak. Dia melotot karena geram pada perlakuan Dewa petir sambil mengusap-usap kepalanya.

"Aku tak melakukan apa-apa, kau terjatuh sendiri bukan karena perbuatanku." Liu Wei menggaruk kepalanya sambil menatap heran kepada Arya yang tersungkur di tanah.

"Dewa sialan..." Arya menggerutu dalam hati sambil berdiri dengan masih terus mengelus-elus kepalanya.

"Apa kau bilang.... Mau aku pukul lagi?" Hardik Dewa petir dengan tangan terkepal bersiap melayangkan pukulan kembali.

"Kaisar Surga..." Teriak Arya melalui telepati. Tak berselang lama, seketika tubuh Dewa Petir roboh ke tanah sambil berteriak kesakitan.

"Rasakan itu... Selamat menikmati penderitaanmu, Dewa sialan." Arya menjulurkan lidahnya ke arah dewa petir, lalu melenggang pergi ke arah air terjun.

Melihat Arya menjulurkan lidahnya ke arah lain. Liu Wei mengalihkan pandangannya ke tempat padangan pemuda itu tertuju. "Apa pemuda ini sudah tidak waras ataukah ada sesuatu yang salah dengannya? Sayang sekali tampan-tampan tapi gila." Gumam Liu Wei dalam hati menatap Arya keheranan.

Setelah tiba di air terjun, Arya langsung membuka bajunya tapi tidak dengan pakaian yang menutupi bagian bawahnya. Pemuda itu dengan bersemangat melompat terjun ke genangan air yang berada di bawah air terjun tersebut.

Melihat tubuh Arya yang berotot membuat pipi Liu Wei kembali memerah. Dia tertegun beberapa detik sebelum menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

"Ooooiiii... Ada apa denganmu? Bukankah kau kesini juga ingin mandi? Ayo lah melompat sekarang! Airnya begitu segar tau." Seru Arya bersemangat sambil bermain air.

Setelah beberapa saat mendengar ucapan Arya, Liu Wei akhirnya menyusul melompat ke dalam air. Gadis itu terjun ke dalam air dengan pakaian yang masih menempel lengkap ditubuhnya.

Melihat Liu Wei sudah melompat ke dalam air. Arya dengan jahilnya mencipratkan air ke arah wajah gadis itu. Karena merasa tidak terima, akhirnya Liu Wei pun juga membalas Arya dengan cara yang sama. Dan mereka berdua malah asyik main ciprat-cipratan air.

Karena kesal sebab kupingnya kemasukan air, Arya menggunakan jurus elemen airnya. pemuda itu menciptakan seekor naga dari air terjun berniat untuk menakut-nakuti Liu Wei. Namun bukannya takut, justru Liu Wei malah begitu antusias melihat naga air yang melayang di atas mereka tersebut.

"Bisakah kau mengajariku melakukan hal itu?" Ucap Liu Wei dengan tatapan penuh harap sambil menunjuk ke arah naga air yang berada di atas mereka.

"Haahhh padahal aku ingin menghajarmu dengan naga ini, karena kau telah membuat telingaku kemasukan air, tapi melihat wajahmu seperti itu aku jadi tidak tega." Arya menggeleng dan lantas mencoba mengeluarkan air di dalam telinganya.

"Jadi bagaimana, apakah kau mau mengajariku?" Liu Wei mendekat kepada Arya lalu dia memegangi lengan pemuda tersebut.

Arya menghela nafas pelan. "Kau itu banyak maunya"

Arya kemudian meletakkan telapak tangannya ke telapak tangan gadis itu, ia melakukan hal itu untuk melihat elemen apa yang ada pada tubuh gadis tersebut.

"Hmmm... kau bisa mempelajari nya, karena kau memiliki elemen air dan petir. Nanti aku akan menuliskan beberapa jurus elemen air untukmu."

Arya kemudian melompat ke atas tebing menggunakan ilmu meringankan tubuh. pemuda itu lalu mengeringkan pakaiannya dengan mengontrol energi elemen api agar tidak sampai membakar pakaiannya.

Melihat segala hal yang dilakukan oleh Arya, perlahan Liu Wei semakin kagum pada pemuda tersebut. Entah perasaan apa yang dirasakan oleh gadis itu pada Arya saat ini. Entah itu hanya perasaan kagum atau ada perasaan yang lain yang Liu Wei sendiri tidak tahu apa itu.

"Hei lepaskan aku bocah tengik." Teriak Dewa Petir melalui telepati.

Sebenarnya memang dari tadi Arya mendengar teriakan itu berulang kali, namun pemuda itu tidak menghiraukannya, sebab dia berniat ingin memberi sedikit pelajaran untuk Dewa sialan itu.

"Ayolah naik, mau sampai kapan kau akan bengong terus seperti itu di dalam air. Hari sudah mulai gelap, kita harus segera kembali." Ucap Arya setengah berteriak kepada Liu Wei.

Liu Wei yang tersadar dari lamunannya. Ia lalu lekas-lekas melompat ke atas.

Melihat Liu Wei yang masih basah kuyup, Arya lalu berinsiatif mengalirkan energi elemen apinya ke arah badan gadis tersebut untuk mengeringkan pakaiannya.

"Apa yang kau lakukan, apa kau ingin membakarku?" Liu Wei melompat mundur mengambil jarak dari Arya.

"Apa yang kau pikirkan. Aku tidak suka makan manusia panggang, lebih enak juga ayam panggang. Ngomong-ngomong, aku malah menjadi lapar hehehe..." Arya tertawa pelan.

Liu Wei mengerutkan dahi, dia nampak sedikit ketakutan. "Pemuda gila." gumamnya pelan.

"Diamlah.. aku akan mengeringkan tubuhmu" Arya kembali menghampiri Liu Wei untuk mengeringkan tubuh gadis tersebut.

Selepas mengeringkan tubuh dan pakaian, mereka berdua kemudian meninggalkan lokasi air terjun, dan berjalan kembali pulang ke sekte.

Setibanya di depan kamar Arya.

"Kapan kau akan mengajariku membuat naga air seperti yang kau lakukan tadi?" Tanya Liu Wei dengan ekspresi penuh harap.

"Sabarlah dulu..., Aku saja belum menuliskan jurus-jurus itu. Nanti kalau sudah selesai, aku pasti akan memberikan jurus itu padamu." Ucap Arya sambil menggeleng pelan.

"Hehehe... maafkan aku sebelumnya, sebenarnya kamar yang kau tempati ini sudah lama tak terpakai. Dan sebenarnya tetua menyuruhku mengantarkanmu ke kamar tamu yang berada di gedung utama Sekte." Liu Wei menggaruk kepalanya dengan memasang senyuman tidak berdosa.

"Haaaaahhh... Berarti kau hanya mengerjai ku. Tapi ya sudah, aku juga lebih suka tinggal di tempat ini, karena tempat ini lebih tenang dan sepi. Sekarang kembalilah." Arya lalu melangkah masuk ke dalam kamarnya.

"Tunggu... nanti kalau tetua mencarimu, aku harus berkata apa?" Tanya Liu Wei berlari mendekati Arya.

"Itu kan masalahmu, kau sendiri yang memberikanku tempat ini. Katakan saja aku lebih suka tinggal disini." Ucap Arya sambil menutup pintu kamarnya.

Arya berjalan ke arah ranjang. Dia membetulkan duduknya hingga bersila. "Aku harus terus berlatih, seperti yang dipesankan oleh kakek." Arya lalu berniat masuk ke alam jiwanya.

Tapi sebelum ia masuk ke alam jiwanya, dia teringat akan Dewa Petir. "Kenapa suara Dewa Petir tidak terdengar lagi?" Lalu dia melanjutkan "Lepaskan Dewa Petir!"

Beberapa menit menunggu, Dewa Petir tidak kunjung muncul. Arya ingin kembali menemui Dewa Petir di tempat sebelumnya. Tapi segera diurungkannya, sebab dia berfikir bagaimanapun dewa petir itu hanyalah roh. Tak mungkin kenapa-napa.

Arya kembali bersiap memasuki alam jiwanya, namun lagi-lagi belum lama dia menutup mata, pemuda itu di kejutkan oleh ketukan pintu yang disertai suara seseorang yang memanggil dirinya. Dengan malas Arya lantas membuka mata dan berjalan membukakan pintu ruangannya.

"Ada apa lagi? aku belum selesai menuliskan jurus-jurus elemen air untukmu. Kenapa kau datang kesini?" Kata Arya dengan wajah datar.

"Aku hanya ingin membawakanmu makanan, tadi ku dengar di air terjun kau berkata jika kau lapar." Liu Wei tersenyum manis.

Arya lalu mengulurkan tangannya untuk mengambil makanan yang di bawa oleh Liu Wei.

"Tunggu dulu, biarkan aku masuk dan makan bersama denganmu. Aku juga lapar. Hehe" Liu Wei tertawa ringan.

"Baiklah, silahkan masuk, aku juga lebih suka makan bersama daripada sendirian." Arya memberi jalan pada Liu Wei untuk masuk ke ruangannya.

Setelah memasuki ruangan, Liu Wei nampak mengamati seluruh sudut ruangan tersebut "Ternyata selain pandai bermain pedang, kau juga rajin membersihkan ruangan ini."

"Itu semua karena ulahmu, aku tidak mungkin bisa tidur ditempat yang banyak debu... Eeeeh.." Arya melompat kaget melihat kemunculan Dewa petir yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya.

"Ada apa Arya?" Liu Wei mengamati sekeliling tempat Arya berdiri.

"Kadal buntung!! kenapa kau tega sekali padaku... Huhuhu" Dewa Petir terlihat lemas dan memasang muka sedih.

"Maafkan aku, tadi aku lupa jika dirimu masih berada disana." Ucap Arya merasa bersalah.

"Oh jadi karena gadis ini kau sampai melupakan aku?... Setelah kau tadi mandi bersamanya sekarang kau malah sekamar dengannya. Memang dasar kau bocah mesum." Dewa Petir kembali bersiap memukul Arya.

"Kaisar La..." Ucap Arya yang di potong.

"Tu...tunggu... Aku tidak akan memukulmu lagi. Tapi aku mau izin untuk kembali ke langit." Dewa Petir lalu menghilang dari pandangan.

"Hei Arya... Aryaaaa... Heeeeiii" Liu Wei melambai-lambaikan tangannya di depan muka Arya.

"Maafkan aku.. aku terlalu lapar jadi kehilangan fokusku. Ayo mari kita makan." Arya lalu berjalan ke meja dan memakan makanan yang dibawa Liu Wei dengan lahapnya.

Terpopuler

Comments

Iwan Arema

Iwan Arema

🤣🤣🤣😂😂😂

2024-04-15

1

Harman LokeST

Harman LokeST

Arya pura pura lapar

2024-01-31

2

Arjy Cool

Arjy Cool

Luarrbiasaaaaakkkk....
Mantaaaaaapppp.....
Jooooooooooooooooooooooozzzzz..
Gandhooooooooooooooooooozzzzz..
Mbledhoooooooooooooooooozzzzz..

2023-12-11

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Berpindah Dimensi
2 Kehidupan Baru
3 Belajar Alkemis
4 Latihan Fisik 1
5 Latihan Fisik 2
6 Latihan Fisik 3
7 Latihan Fisik 4
8 Masa lalu Tubuh Arya
9 Kitab Pedang Bayangan
10 Perpisahan Dengan Zhen Long
11 Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12 Selamat Tinggal Jurang Kematian
13 Memulai Petualangan
14 Bertemu Kembali
15 Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16 Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17 Pemahaman Ilmu Berpedang
18 Keinginan Liu Wei
19 Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20 Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21 Turnamen Pendekar Muda
22 Turnamen Pendekar Muda 2
23 Turmanen Pendekar Muda 3
24 Turnamen Pendekar Muda 4
25 Turmanen Pendekar Muda 5
26 Final Turnamen Pendekar Muda
27 Hasil Turmanen Pendekar Muda
28 Menjual Pil Giok Suci
29 Masalalu Liu Wei
30 Perpisahan
31 Pria Tua Misterius
32 Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33 Tupai Pertapa
34 Diatas Pendekar Suci
35 Terungkap Segalanya
36 Kejar Kejaran
37 Kerajaan Siluman Tupai
38 Memindahkan Sebuah Kerajaan
39 Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40 Kabut Ilusi
41 Penjaga Kabut Ilusi
42 Raja Obat
43 Menuju Pertarungan
44 Menjadi Pengawal Pangeran
45 Pertama Kalinya Membunuh
46 Kecerobohan Dewa Petir
47 Aura Jiwa Shenren
48 Bertemu Kaisar Surga
49 Mengobati Penduduk Desa
50 Siluman Penghuni Sungai
51 Si Kembar Haus Darah
52 Tangisan Desa Fushun
53 Kembalinya Dewa Petir
54 Cairan Pusaran Waktu
55 Menundukkan Harimau Putih
56 Roh Pusaka
57 Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58 Dimana Hantu
59 Keterpaksaan Tindakan Walikota
60 Teknik Penghisap Dimensi
61 Keputusan Arya
62 Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63 Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64 Mengarang Cerita
65 Racun Tengkorak Iblis
66 Menyebarkan Informasi
67 Pengintai
68 Tiba Di Kerajaan Goading
69 Mengobati Sang Raja
70 Duri Dalam Daging
71 Pertunjukan Yang Menarik
72 Bertarung Melawan Tiga Tetua
73 Persaingan
74 Kekecewaan
75 Bocah Kecil Penjual Permen
76 Tiga Bersaudara
77 Memberikan Kenang-kenangan
78 Raja Para Dewa
79 Jurus Berpindah Dimensi
80 Meninggalkan Istana Goading
81 Pasar
82 Kertas Sihir
83 Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84 Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85 Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86 Hancurnya Markas Pemberontak
87 Acara Pemakaman
88 Perpisahan Tanpa Kata
89 Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90 Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91 Melawan Para Perampok
92 Si Tubuh Besi
93 Asosiasi Lotus Perak
94 Kembalinya Sekte Lembah Petir
95 Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96 Mengajukan Kerjasama
97 Membuka Toko
98 Toko Obat Xian
99 Keputusan Shi Yuan Jie
100 Membeli Senjata
101 Membuat Pil Awet Muda
102 Toko Di Buka Kembali
103 Permainan Catur
104 Mencapai Kesepakatan
105 Pesta Peresmian
106 Teman Lama
107 Menutup Toko
108 Para Penghadang
109 Pemuja Iblis
110 Pertarungan Berakhir
111 Penyelidikan
112 Persaingan Dua Gadis
113 Hasil Penyelidikan
114 Kontrak Ikatan Pusaka
115 Melawan Roh Pusaka
116 Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117 Masalalu Roh Pusaka
118 Jurus Perubahan Wujud
119 Kekesalan Liu Wei
120 Kedai Din Thai Fung
121 Menjalin Aliansi
122 Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123 Acara Lelang
124 Pembukaan Lelang
125 Siluman Griffin
126 Pusaka Kipas Naga Angin
127 Burung Phoenix Petir
128 Kericuhan Acara Lelang
129 Siasat Shi Yuan Jie
130 Putri Kerajaan Guangzhou
131 Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132 Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133 Melelang Pil Giok Suci
134 Permintaan Maaf
135 Acara Lelang Berakhir
136 Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137 Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138 Arya Vs Jenderal Yu Lang
139 Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140 Duel Berakhir
141 Dugaan Huashan
142 Menyusun Rencana
143 Penculikan
144 Sisi Lain Panglima Chong Quon
145 Menyambut Anggota Baru
146 Teknik Pedang Terbang
147 Pertempuran
148 Melumpuhkan Kultivasi
149 Perjodohan
150 Melatih Keseimbangan
151 Masalalu An Lushan
152 Menyampaikan Berita Baik
153 Dendam Yang Membara.
154 Kebimbangan Patriark Tao Lian
155 Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156 Persetujuan
157 Semakin Yakin
158 Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159 Menemukan Tempat Persembunyian
160 Energi Kegelapan
161 Ritual Anggota Baru
162 Hutan Gelap
163 Sekelompok Siluman Singa
164 Serangan Susulan
165 Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166 Bertemu Naga
167 Lembah Naga
168 Tiga Darah Berbeda
169 Kebebasan Yang Mengejutkan
170 Melawan Para Siluman Naga
171 Menghadapi Penyusup
172 Menghadapi Penyusup II
173 Pulau Kehidupan
174 Tamu Tidak Di Undang
175 Penyucian Hati
176 Sisi Gelap I
177 Sisi Gelap II
178 Teknik Pengendalian Darah
179 Taichi
180 Duel Naga Vs Harimau
181 Arya Vs Chaizu I
182 Arya Vs Chaizu II
183 Arya Vs Chaizu III
184 Arya Vs Chaizu IV
185 Keluar Dari Hutan Hei'an
186 Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187 Sahabat Baru
188 Pencari Pusaka Langit.
189 Penculikan Bayi
190 Mengejar Penculik
191 Pendekar Suci Turun Tangan
192 Penculikan Putri Kaisar
193 Kecerdikan Han Jifan
194 Arya Vs Huashan
195 Pil Serat Gairah
196 Kemarahan Sang Putri
197 Menyampaikan Permasalahan
198 Keputusan Sang Putri
199 Seruling Cahaya Malam
200 Pesan Dari Bangsa Iblis
201 Hujan Meteor
202 Kemunculan Tengkorak Di Langit
203 Kota Mati
204 Tantangan Yang Tidak Sepadan
205 Pengendalian Pikiran
206 Keluar Demi Membalaskan Dendam
207 Perubahan Sikap Arya
208 Sebuah Tamparan Telak
209 Episode Terakhir
210 Pengumuman
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Awal Mula Berpindah Dimensi
2
Kehidupan Baru
3
Belajar Alkemis
4
Latihan Fisik 1
5
Latihan Fisik 2
6
Latihan Fisik 3
7
Latihan Fisik 4
8
Masa lalu Tubuh Arya
9
Kitab Pedang Bayangan
10
Perpisahan Dengan Zhen Long
11
Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12
Selamat Tinggal Jurang Kematian
13
Memulai Petualangan
14
Bertemu Kembali
15
Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16
Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17
Pemahaman Ilmu Berpedang
18
Keinginan Liu Wei
19
Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20
Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21
Turnamen Pendekar Muda
22
Turnamen Pendekar Muda 2
23
Turmanen Pendekar Muda 3
24
Turnamen Pendekar Muda 4
25
Turmanen Pendekar Muda 5
26
Final Turnamen Pendekar Muda
27
Hasil Turmanen Pendekar Muda
28
Menjual Pil Giok Suci
29
Masalalu Liu Wei
30
Perpisahan
31
Pria Tua Misterius
32
Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33
Tupai Pertapa
34
Diatas Pendekar Suci
35
Terungkap Segalanya
36
Kejar Kejaran
37
Kerajaan Siluman Tupai
38
Memindahkan Sebuah Kerajaan
39
Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40
Kabut Ilusi
41
Penjaga Kabut Ilusi
42
Raja Obat
43
Menuju Pertarungan
44
Menjadi Pengawal Pangeran
45
Pertama Kalinya Membunuh
46
Kecerobohan Dewa Petir
47
Aura Jiwa Shenren
48
Bertemu Kaisar Surga
49
Mengobati Penduduk Desa
50
Siluman Penghuni Sungai
51
Si Kembar Haus Darah
52
Tangisan Desa Fushun
53
Kembalinya Dewa Petir
54
Cairan Pusaran Waktu
55
Menundukkan Harimau Putih
56
Roh Pusaka
57
Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58
Dimana Hantu
59
Keterpaksaan Tindakan Walikota
60
Teknik Penghisap Dimensi
61
Keputusan Arya
62
Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63
Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64
Mengarang Cerita
65
Racun Tengkorak Iblis
66
Menyebarkan Informasi
67
Pengintai
68
Tiba Di Kerajaan Goading
69
Mengobati Sang Raja
70
Duri Dalam Daging
71
Pertunjukan Yang Menarik
72
Bertarung Melawan Tiga Tetua
73
Persaingan
74
Kekecewaan
75
Bocah Kecil Penjual Permen
76
Tiga Bersaudara
77
Memberikan Kenang-kenangan
78
Raja Para Dewa
79
Jurus Berpindah Dimensi
80
Meninggalkan Istana Goading
81
Pasar
82
Kertas Sihir
83
Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84
Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85
Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86
Hancurnya Markas Pemberontak
87
Acara Pemakaman
88
Perpisahan Tanpa Kata
89
Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90
Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91
Melawan Para Perampok
92
Si Tubuh Besi
93
Asosiasi Lotus Perak
94
Kembalinya Sekte Lembah Petir
95
Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96
Mengajukan Kerjasama
97
Membuka Toko
98
Toko Obat Xian
99
Keputusan Shi Yuan Jie
100
Membeli Senjata
101
Membuat Pil Awet Muda
102
Toko Di Buka Kembali
103
Permainan Catur
104
Mencapai Kesepakatan
105
Pesta Peresmian
106
Teman Lama
107
Menutup Toko
108
Para Penghadang
109
Pemuja Iblis
110
Pertarungan Berakhir
111
Penyelidikan
112
Persaingan Dua Gadis
113
Hasil Penyelidikan
114
Kontrak Ikatan Pusaka
115
Melawan Roh Pusaka
116
Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117
Masalalu Roh Pusaka
118
Jurus Perubahan Wujud
119
Kekesalan Liu Wei
120
Kedai Din Thai Fung
121
Menjalin Aliansi
122
Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123
Acara Lelang
124
Pembukaan Lelang
125
Siluman Griffin
126
Pusaka Kipas Naga Angin
127
Burung Phoenix Petir
128
Kericuhan Acara Lelang
129
Siasat Shi Yuan Jie
130
Putri Kerajaan Guangzhou
131
Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132
Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133
Melelang Pil Giok Suci
134
Permintaan Maaf
135
Acara Lelang Berakhir
136
Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137
Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138
Arya Vs Jenderal Yu Lang
139
Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140
Duel Berakhir
141
Dugaan Huashan
142
Menyusun Rencana
143
Penculikan
144
Sisi Lain Panglima Chong Quon
145
Menyambut Anggota Baru
146
Teknik Pedang Terbang
147
Pertempuran
148
Melumpuhkan Kultivasi
149
Perjodohan
150
Melatih Keseimbangan
151
Masalalu An Lushan
152
Menyampaikan Berita Baik
153
Dendam Yang Membara.
154
Kebimbangan Patriark Tao Lian
155
Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156
Persetujuan
157
Semakin Yakin
158
Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159
Menemukan Tempat Persembunyian
160
Energi Kegelapan
161
Ritual Anggota Baru
162
Hutan Gelap
163
Sekelompok Siluman Singa
164
Serangan Susulan
165
Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166
Bertemu Naga
167
Lembah Naga
168
Tiga Darah Berbeda
169
Kebebasan Yang Mengejutkan
170
Melawan Para Siluman Naga
171
Menghadapi Penyusup
172
Menghadapi Penyusup II
173
Pulau Kehidupan
174
Tamu Tidak Di Undang
175
Penyucian Hati
176
Sisi Gelap I
177
Sisi Gelap II
178
Teknik Pengendalian Darah
179
Taichi
180
Duel Naga Vs Harimau
181
Arya Vs Chaizu I
182
Arya Vs Chaizu II
183
Arya Vs Chaizu III
184
Arya Vs Chaizu IV
185
Keluar Dari Hutan Hei'an
186
Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187
Sahabat Baru
188
Pencari Pusaka Langit.
189
Penculikan Bayi
190
Mengejar Penculik
191
Pendekar Suci Turun Tangan
192
Penculikan Putri Kaisar
193
Kecerdikan Han Jifan
194
Arya Vs Huashan
195
Pil Serat Gairah
196
Kemarahan Sang Putri
197
Menyampaikan Permasalahan
198
Keputusan Sang Putri
199
Seruling Cahaya Malam
200
Pesan Dari Bangsa Iblis
201
Hujan Meteor
202
Kemunculan Tengkorak Di Langit
203
Kota Mati
204
Tantangan Yang Tidak Sepadan
205
Pengendalian Pikiran
206
Keluar Demi Membalaskan Dendam
207
Perubahan Sikap Arya
208
Sebuah Tamparan Telak
209
Episode Terakhir
210
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!