Selepas mengobati tetua Yang Zi, Arya dan ketiga orang lainnya keluar dari ruangan tersebut. Mereka meninggalkan tetua Yang Zi sendiri agar dia bisa kembali beristirahat, karena bagaimanapun tetua Yang Zi baru saja sembuh dan butuh beberapa waktu untuk memulihkan kondisinya supaya kembali prima.
"Terimakasih anak muda.. oh iya, namamu Arya bukan. Sebagai wujud dari rasa terimakasih, kami akan memberikanmu hadiah sebagai imbalan atas jasamu karena telah berhasil mengobati tetua Yang Zi" Kata tetua Hong Duan sesaat setelah mereka keluar dari ruangan.
"Tidak perlu sungkan tetua, aku melakukan semua ini bukan untuk mendapatkan imbalan ataupun hadiah. Dan sepertinya setelah tetua Yang Zi benar-benar pulih, aku akan segera pergi dari sekte ini untuk melanjutkan perjalanan." Balas Arya.
"Tapi setidaknya biarkan kami membalas perbuatan baikmu. Tinggallah disini untuk sementara waktu." tetua Hong Duan berusaha membujuk.
"Benar yang dikatakan oleh tetua, karena bagaimanapun kau sekarang adalah tamu kami sekaligus orang yang telah berjasa menyembuhkan guruku. Biarkan kami membalas kebaikanmu." Sun Yu menimpali.
"Baiklah.. lagipula aku tidak terlalu terburu-buru." Arya merasa harus menghargai penawaran tersebut.
Mendengar persetujuan dari Arya, tetua Hong Duan nampak tersenyum penuh arti. "Liu Wei... antarkan Arya ke kamarnya. sementara kau Sun Yu ikutlah denganku."
"Ta...tapi tetua." Liu Wei nampak ingin protes.
"Kenapa.. apakah kau keberatan Liu Wei?" tetua Hong Duan menaikkan sebelah alisnya.
"Ti...tidak tetua." Liu Wei mengepalkan tangannya dan menundukkan kepala.
"Bagus... Setelah kau mengantarkan Arya ke kamarnya, temani lah dia untuk melihat-lihat sekte kita." Setelah mengatakan demikian tetua Hong Duan pamit pergi.
"Wei'Er, jaga sikapmu serta perlakukan Arya dengan baik. Karena bagaimanapun dia adalah tamu kita apalagi dia juga telah berjasa menyembuhkan guru kita." Bisik Sun Yu pada telinga kiri Liu Wei.
Sebenarnya Arya dapat mendengar dengan jelas suara bisikkan yang keluar dari mulut Sun Yu tersebut, namun pemuda itu bersikap seolah tidak mendengar.
Diam-diam Arya sedang merencanakan sesuatu pada Liu Wei, pemuda itu merasa perlu memberi pelajaran pada gadis itu, sebab beberapa waktu yang lalu wanita itu selalu bersikap sinis dan dingin kepadanya.
Setelah Sun Yu pamit dan beranjak pergi, Liu Wei juga melangkah pergi meninggalkan Arya seakan tidak pernah menganggap pemuda itu ada.
"Hei kenapa kau meninggalkanku...." Seru Arya lalu melangkah cepat menyusul gadis itu.
Liu Wei tidak menanggapi ucapan Arya, dia terus melangkahkan kakinya di sepanjang koridor tanpa menoleh. Selama perjalanan itu, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka berdua.
"Lihat saja nanti, aku akan membalas perbuatanmu ini gadis aneh..." Gerutu Arya dalam hati karena merasa begitu kesal atas sikap yang ditunjukkan Liu Wei.
Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka berdua sudah sampai di sebuah ruangan yang agak jauh dari pusat sekte.
"Itu adalah kamarmu untuk beberapa waktu, semoga kau betah tinggal disana." Kata Liu Wei dengan nada datar, lalu berbalik melangkah meninggalkan Arya.
Arya sendiri hanya menatap kepergian Liu Wei tanpa mengucapkan satu katapun. "Ada apa sebenarnya dengan gadis itu?" Gumam Arya dalam hati lalu masuk ke dalam ruangan yang di sediakan untuknya.
Ruangan itu nampak sangat tidak terurus, seperti terbengkalai karena mungkin sudah terlalu lama tidak terpakai.
"Haaa... Haaaa... Haaajjiihhh... Tempat ini begitu banyak debu, apa benar ini ruangan untuk para tamu?"
Arya kemudian mengibaskan tangan menggunakan jurus dari elemen anginnya untuk menyingkirkan semua debu yang berada di ruangan tersebut.
Setelah ruangan itu bersih, Arya lalu berjalan ke arah tempat tidur dan mulai membaringkan badannya di atas ranjang.
______
#Di tempat lain.
Tetua Hong Duan mengajak Sun Yu ke ruangannya. Ia melakukan hal itu sebab ingin menanyakan banyak hal mengenai Arya.
"Bagaimana kau bisa bertemu dengannya, Yu'er?" Tanya tetua Hong Duan sesaat setelah Sun Yu duduk di ruangan tersebut.
"Maksud tetua pemuda yang bernama Arya?" Sun Yu diam sesaat untuk memastikan. "Kami bertemu dengannya di hutan saat pemuda itu bertanya mengenai arah ke desa terdekat, tetua."
"Apa kalian tidak merasa jika ada yang aneh dengan pemuda itu? dari namanya saja sudah kelihatan jika dia sepertinya bukan berasal dari daratan ini." Terka tetua Hong Duan sambil mengelus dagunya.
"Kata pemuda itu, dia bernama Li Xian tetua dan nama Arya sendiri adalah pemberian dari gurunya." Jelas Sun Yu.
"Itulah yang aku maksud Yu'er.. Lalu kenapa gurunya memberinya nama yang seperti itu, nama yang tidak pernah terdengar ada di daratan ini." Hong Duan masih mengelus-elus dagunya.
"Lalu apa maksud tetua?" Sun Yu mengerutkan dahinya.
"Kalau dugaanku tidak salah, sepertinya pemuda itu bukan berasal dari daratan ini, atau setidaknya gurunya lah yang bukan dari daratan ini." Hong Duan mengetuk-ngetuk meja dengan jari jemarinya.
"Mungkin saja pemuda itu memang bukan berasal dari daratan ini. Tapi aku masih belum paham arah dari pembicaraan ini tetua." Sahut Sun Yu yang penasaran.
Mereka diam sesaat, sebelum tetua Hong Duan mulai berbicara "Sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan, yang terpenting pemuda itu sepertinya bukanlah orang jahat. Perlakukanlah pemuda itu dengan baik, karena bagaimanapun dia telah menyelamatkan nyawa tetua Yang Zi. Aku akan memberimu tugas, Yu'er.. kau carilah informasi mengenai apapun tentang dirinya, apakah pemuda itu adalah murid dari sebuah sekte atau bukan. Aku memiliki sebuah rencana untuk menjadikan pemuda itu sebagai anggota sekte kita. Tapi aku tidak yakin jika pemuda itu akan bersedia bergabung dengan kita, karena bagaimanapun sekte kita adalah sekte kecil. jadi untuk itu, usahakanlah membujuknya agar dia mau bergabung menjadi anggota kita. Aku yakin pemuda itu akan sangat berguna bagi sekte kecil kita ini."
"Tapi tetua, dia sebelumnya pernah membahas mengenai sebuah Sekte yang bernama Sekte Lembah Petir. Dan dia juga sempat menanyakan dimana keberadaan sekte tersebut. Apa mungkin pemuda itu ada hubungannya dengan Sekte Lembah Petir, Tetua?" Ucap Sun Yu.
"Sekte lembah petir? ada hubungan apa dia dengan Sekte itu.?" Hong Duan mengetuk meja dengan jarinya, lalu melanjutkan. "Untuk sekarang, kita usahakan saja pemuda itu berada di Sekte kita lebih lama. Kita harus bisa membuat pemuda itu mau mengajari anggota kita tentang ilmu pengobatan atau setidaknya buat dia mau mengobati anggota kita yang terluka."
Setelah pembicaraan itu, tetua Hong Duan menyuruh Sun Yu mengawasi dan mencari informasi apapun mengenai Arya.
_________
#Kembali ke tempat Arya.
Karena tidak bisa tidur, Arya lantas keluar berniat melihat-lihat sekitaran tempat dirinya berada.
Pemuda itu melangkahkan kakinya ke sumber suara air terjun. Sebenarnya Arya ingin membersihkan badannya, tapi sesaat kemudian pemuda itu mendengar seperti ada suara pedang menebas angin. Karena penasaran dia lalu mendekati sumber suara itu, pemuda itu mendapati ada seorang gadis yang sedang berlatih seorang diri di sana. Gadis itu sendiri tidak lain adalah Liu Wei.
Karena yang dilihatnya adalah seorang gadis pemarah, Arya mengurungkan niatnya untuk menampakan diri. Pemuda itu hanya mengamati gerakan demi gerakan jurus berpedang yang sedang gadis itu peragakan.
Liu Wei nampak bergerak gesit meloncat dan menebaskan pedangnya. Setelah beberapa saat berlatih, gadis itu tiba-tiba menghentikan latihannya dan mengacungkan pedangnya ke arah di mana Arya bersembunyi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Iwan Arema
😂😂😂😂😂
2024-04-15
1
Harman LokeST
foooooikkkuuuuuuuuuosssssssss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssss Li Tian untuk meningkatkan kultivasimu yang lebih tinggi lagi
2024-02-28
0
Harman LokeST
next
2024-01-31
1