Perpisahan Dengan Zhen Long

Selepas mengumpulkan Mustika Siluman dan beberapa sumberdaya. Arya kini sudah tiba di gubuk yang selama ini menjadi tempat tinggalnya. Di sana dia menjumpai kakeknya yang sedang melukis, memang kebiasaan Zhen Long adalah melukis untuk mengisi kekosongan hari-harinya. Terkadang Arya juga mengisi sela-sela kesibukan latihannya dengan belajar melukis.

"Kek... aku membawakan ayam hutan. Apa kakek sudah lapar?" Arya mengulurkan tangannya yang memegang 2 ekor ayam hutan.

"Nanti saja nak... kakek akan menyelesaikan lukisan ini dulu... kamu masak lah ayam itu dulu, setelah itu baru kita makan bersama." Zhen Long melihat Arya sekilas dan lalu kembali mengalihkan pandangannya pada lukisannya.

"Iya kek." Arya membalikan badan dan lalu memasak ayam hutan yang di bawanya tersebut.

Setelah selesai memasak, Arya kembali menemui Zhen Long untuk menyampaikan bahwa masakannya sudah matang. Namun kakeknya tersebut masih fokus pada lukisannya dan menyuruhnya untuk makan terlebih dahulu.

Mendengar hal itu, Arya justru berjalan menjauhi gubuk, dia berniat kembali berlatih dan tak lupa menyerap sumberdaya serta mustika siluman yang telah berhasil di dapatkannya. Setelah itu, barulah dia menuju sungai untuk membersihkan diri.

Arya memandangi bayangan dirinya di permukaan Air, dia melihat sosok pemuda yang gagah juga tampan. Meski dia baru berumur 14 tahun namun perawakannya terlihat seperti pemuda berumur 20 tahunan, itu karena selama pelatihannya yang secara otomatis telah membentuk tubuhnya menjadi lebih gagah dan berisi dibandingkan anak sebayanya.

"Huh... sampai kapan ya aku akan terus berada disini? Sebenarnya aku ingin melihat dunia luar, tapi aku juga tidak mungkin pergi diam-diam dan meninggalkan kakek sendirian di sini." gumam Arya dalam hati sambil melemparkan beberapa kerikil ke arah air sungai.

Setelah merenung beberapa saat, Arya beranjak kembali menuju gubuknya sebab hari memang sudah mulai petang.

Sesampainya di depan gubuk, dia sudah tidak mendapati Zhen Long yang sebelumnya masih asyik melukis disana.

"Apakah kakek sudah makan?" Tanya Arya sesaat setelah masuk ke dalam gubuk dan mendapati Zhen Long yang tengah duduk di dalam disana.

"Kakek belum makan nak... kakek sedang menunggumu pulang. Ya sudah, mari kita makan bersama." balas Zhen Long lalu mencubit hidung Arya seperti biasanya.

_________

Setelah selesai makan, Arya memberanikan diri untuk bertanya. "Kek... mengapa kita tidak akan pindah rumah saja? hidup bersama orang-orang di luar sana sepertinya itu akan menyenangkan." Arya menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah sang kakek.

Zhen Long menepuk pundak Arya dan lantas berkata. "Sudah ku duga, saat-saat seperti ini pasti akan terjadi... Kakek sudah menyiapkan segalanya nak, kakek juga sepertinya akan kembali ke tempat asal kakek di benua daratan tengah." Zhen Long mengalihkan pandangannya ke arah bintang di langit.

"Ya'er... kakek tak mungkin menahanmu berada disini selamanya. Kau sudah lama berlatih, kakek rasa sekarang kau telah menjadi pendekar yang hebat, memang sudah saatnya kau mencari pengalaman di dunia luar. Tapi ingat nak... diluar sana masih banyak orang-orang yang lebih hebat darimu. Selama disini kau selalu berlatih dengan para siluman yang ganas, tapi di luar sana mungkin kau akan menghadapi orang-orang hebat yang juga licik dan berpengaruh. Jadi ingat pesan kakek, jangan hanya mengandalkan kekuatan saja tapi gunakanlah juga hati dan pikiranmu untuk menjalani kehidupan diluar sana." Ucap Zhen Long dengan mengambil beberapa jeda.

"Jadi apa maksud dari perkataan kakek?" Arya mengerutkan keningnya.

"Ya'er... kakek akan mengijinkanmu mencari pengalaman diluar sana... tapi, kakek tidak bisa ikut bersamamu nak. Disini adalah benua daratan timur, sementara tempat asal kakek bukanlah disini. Sudah lama kakek mengembara, mungkin saatnya kakek akan kembali ke benua daratan tengah." Kata Zhen Long sambil berusaha menyembunyikan kesedihannya.

"Jadi maksud kakek kita akan berpisah? aku tidak mau kek... aku akan ikut kemanapun kakek akan pergi. kakek tau sendiri, aku sudah tidak mempunyai siapapun lagi, hanya kakek yang aku punya saat ini." Arya tertunduk lesu sambil mengepalkan kedua tangannya serta meneteskan air mata.

"Kakek sudah tua nak, makanya kakek memilih menyendiri dan memutuskan diri dari dunia luar" Ucap Zhen Long lalu menceritakan masa lalunya.

__________

Dulu sewaktu Zhen Long masih kecil, dia tumbuh dan besar di desa yang bernama Shanxi. Desa itu juga biasa disebut dengan nama, desa kabut. Karena memang lokasi desa tersebut berada di bawah lereng gunung, sehingga sering tertutupi kabut. Dan juga disana terdapat sebuah sekte yang bernama, Sekte Kabut Kesunyian.

Sekte Kabut Kesunyian sendiri adalah sebuah sekte aliran putih. Sekte tersebut begitu bersahabat hidup rukun dan damai membaur dengan para penduduk desa.

Suatu ketika, Sekte Kabut Kesunyian di serang oleh kelompok Sekte Tengkorak Iblis. Sebuah Sekte yang berasal dari aliran hitam.

Pertarungan yang terjadi antara dua kubu sekte tersebut, menyebabkan para penduduk terkena imbasnya. Karena pertarungan tersebut, Zhen Long kecil sendiri juga kehilangan semua saudara serta kedua orangtuanya.

Saat itu Zhen Long sedang tertidur di kamarnya, dia mendengar suara riuh dari arah luar. Karena penasaran, diapun bangkit dan lalu beranjak keluar dari kamarnya.

Setelah dirinya berada di luar kamar, alangkah terkejutnya saat ia mendapati kenyataan bahwa kedua orangtuanya telah tergeletak tak bernyawa, dengan kondisi bersimbah darah. Dan di hadapannya sendiri masih berdiri sesosok pria yang telah membunuh kedua orangtuanya.

Zhen Long yang sudah tidak perduli dengan apapun termasuk keselamatannya sendiri, segera berlari mendekati kedua orangtuanya. Kemudian dirinya menangis sejadi-jadinya, sebelum tubuhnya di angkat oleh orang yang telah membunuh kedua orangtuanya.

Beruntung pada saat itu Zhen Long di selamatkan seorang pendekar dari Sekte Pedang Naga Api. Orang tersebut lah yang pada akhirnya menjadi guru Zhen Long dan mengajaknya tinggal di Sekte Pedang Naga Api.

Saat ia hidup dan tinggal di Sekte Pedang Naga Api, Zhen Long di didik hingga dia akhirnya tumbuh menjadi pendekar jenius yang hebat. Niatnya untuk menciptakan kedamaian dan menumpas kejahatan memotivasi dirinya untuk giat dalam berlatih. sampai akhirnya dia memilih mengembara, disitulah dia banyak mendapati pengalaman hidup dan mati melawan kejahatan.

Selama dalam pengembaraan, Zhen Long mendapatkan banyak guru baru. Dirinya belajar berbagai macam seni beladiri dan juga ilmu Alkemis. Pada pengembaraannya tersebut, dia juga tak sengaja mendapatkan beberapa kitab kuno dan juga senjata pusaka yang dicari banyak orang.

Dikarenakan memiliki beberapa kitab kuno dan juga benda pusaka, Zhen Long pun selalu di kejar oleh banyak pendekar.

Setelah mempelajari beberapa kitab kuno tersebut serta dapat menggunakan beberapa pusaka yang di milikinya. Zhen Long selalu bisa menang atau meloloskan diri dari kejaran para pendekar yang selalu mengincarnya.

Dalam pelariannya, sampailah Zhen Long di benua daratan timur. Melalui sebuah petunjuk dari mimpinya, dia di tuntun menuju ke dasar jurang lembah kematian untuk menunggu kedatangan seseorang yang di kabarkan akan membawa perdamaian.

Karena terlalu lama menunggu dan hidup seorang diri di dasar lembah jurang kematian, ia sempat beberapakali berniat memusnahkan semua kitab dan benda pusaka yang di milikinya. Namun ketika ia ingin melakukannya, selalu saja ada sebuah bisikan yang mencegahnya serta menyuruhnya untuk tetap sabar menunggu.

Penantiannya akhirnya terbayar, saat dirinya menemukan Arya kecil yang terjatuh dari jurang kematian. Namun harapannya tersebut sempat kembali sirna, setelah beberapa saat memeriksa tubuh Arya yang ternyata sudah tak bernyawa. Saat keputusasaan hampir menguasai dirinya, harapannya kembali tumbuh setelah mendapati ternyata Arya masih bisa bertahan hidup.

Saat itulah api semangat dan harapannya yang telah lama redup mulai berkobar kembali. Dan iapun bertekad mewariskan semua yang di milikinya pada Arya agar anak itu nantinya akan penerus cita-cita nya untuk membawa perdamaian di dunia ini.

****

Setelah menceritakan masalalunya, Zhen Long kemudian menjelaskan. Pusaka yang paling di cari oleh para pendekar yang memburunya tidak lain adalah cincin ruang semesta, beberapa kitab kuno dan pusaka-pusaka lain yang ada di dalam cincin ruang semesta tersebut.

"Ya'er... kakek telah mewariskan segala ilmu dan benda pusaka yang kakek punya padamu. Walaupun saat ini kau masih belum bisa mempelajari kitab-kitab kuno itu, serta belum sepenuhnya menguasai dengan sempurna semua jurus yang kakek ajarkan... Namun kakek yakin, kau pasti bisa menjaga diri ketika berada di luar sana. Ingatlah.. Kau harus terus berlatih di luar sana, dan jangan pernah merasa puas dengan apa yang kau capai saat ini... Teruslah berkembang nak, karena di luar sana masih banyak pendekar-pendekar yang jauh lebih hebat darimu... Benua daratan timur ini sendiri adalah daratan terlemah diantara 4 daratan lainnya... Ingatlah selalu pesan yang kakek sampaikan kepadamu ini nak... dan lanjutkanlah cita-cita pria tua ini." Zhen Long berkata dengan mengambil beberapa jeda, diapun kemudian mencubit hidung Arya dan lalu melanjutkan.

"Sebelum keluar dari jurang kematian.. Kau harus mengambil semua sumberdaya dan tanaman obat-obatan yang ada disini, masukanlah semuanya ke dalam cincin ruang semesta milikmu. Itu semua pasti suatu saat akan berguna untukmu. Jika sudah berada di luar sana, kau harus menekan kultivasimu ke tahap dibawah Kultivasi aslimu... Sebab di luar sana banyak orang yang serakah dan terlalu ambisi akan kekuasaan, mereka memburu para pendekar-pendekar hebat yang tidak memiliki ikatan dengan kelompok lain untuk di paksa menjadi bagian anggota mereka. Dan satu lagi nak... Kau harus selalu menyembunyikan keberadaan cincin ruang semesta dari orang lain, agar dirimu nanti tidak di kejar-kejar para pendekar seperti yang pernah di alami kakekmu ini." Kata Zhen Long panjang lebar sambil menatap ke arah langit malam.

Setelah itu, mereka berdua lalu berbincang-bincang mengenai banyak hal. Tepat tengah malam, Zhen Long lalu menjelaskan bahwa dirinya malam ini akan kembali ke benua daratan tengah.

"Ya'er... Jadilah pendekar yang hebat dan juga baik... Ingatlah, kekuatan bukan segalanya untuk membuat hidupmu bahagia... Wujudkanlah cita-cita kakekmu ini, untuk menciptakan kedamaian... Setelah kau dapat menciptakan kedamaian di benua daratan timur ini, temuilah aku di Sekte Pedang Naga Api yang ada di benua daratan tengah...

Sampai jumpa Ya'er, jaga dirimu baik-baik.... Semoga takdir akan mempertemukan kita kembali." Ucap Zhen Long lalu memeluk Arya. Setelah di rasa puas memeluk cucu angkatnya tersebut, Zhen Long kembali mencubit hidung Arya untuk yang terakhir kalinya.

Beberapa saat kemudian Zhen Long lalu melesat terbang dengan kecepatan tinggi, meninggalkan Arya yang tengah mematung serta menangisi perpisahan yang terjadi di antara mereka.

Setelah beberapa lama, akhirnya Arya tersadar. Kemudian diapun berteriak sekencang-kencangnya.

"Kakek... Aku pasti akan selalu mengingat semua pesan kakek.. Sampai jumpa kembali... aku sayang kakek..."

Terpopuler

Comments

Iwan Arema

Iwan Arema

😭😭😭😭😭😭😭

2024-04-07

1

Harman LokeST

Harman LokeST

maaaaaaaaaaaaannnnnnnnnntttaaaaaaaaaaaaaaaaaaaapppppppppppp

2024-02-28

0

Deki Marsoni

Deki Marsoni

mantap cucu ku👍

2024-02-26

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Berpindah Dimensi
2 Kehidupan Baru
3 Belajar Alkemis
4 Latihan Fisik 1
5 Latihan Fisik 2
6 Latihan Fisik 3
7 Latihan Fisik 4
8 Masa lalu Tubuh Arya
9 Kitab Pedang Bayangan
10 Perpisahan Dengan Zhen Long
11 Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12 Selamat Tinggal Jurang Kematian
13 Memulai Petualangan
14 Bertemu Kembali
15 Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16 Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17 Pemahaman Ilmu Berpedang
18 Keinginan Liu Wei
19 Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20 Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21 Turnamen Pendekar Muda
22 Turnamen Pendekar Muda 2
23 Turmanen Pendekar Muda 3
24 Turnamen Pendekar Muda 4
25 Turmanen Pendekar Muda 5
26 Final Turnamen Pendekar Muda
27 Hasil Turmanen Pendekar Muda
28 Menjual Pil Giok Suci
29 Masalalu Liu Wei
30 Perpisahan
31 Pria Tua Misterius
32 Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33 Tupai Pertapa
34 Diatas Pendekar Suci
35 Terungkap Segalanya
36 Kejar Kejaran
37 Kerajaan Siluman Tupai
38 Memindahkan Sebuah Kerajaan
39 Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40 Kabut Ilusi
41 Penjaga Kabut Ilusi
42 Raja Obat
43 Menuju Pertarungan
44 Menjadi Pengawal Pangeran
45 Pertama Kalinya Membunuh
46 Kecerobohan Dewa Petir
47 Aura Jiwa Shenren
48 Bertemu Kaisar Surga
49 Mengobati Penduduk Desa
50 Siluman Penghuni Sungai
51 Si Kembar Haus Darah
52 Tangisan Desa Fushun
53 Kembalinya Dewa Petir
54 Cairan Pusaran Waktu
55 Menundukkan Harimau Putih
56 Roh Pusaka
57 Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58 Dimana Hantu
59 Keterpaksaan Tindakan Walikota
60 Teknik Penghisap Dimensi
61 Keputusan Arya
62 Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63 Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64 Mengarang Cerita
65 Racun Tengkorak Iblis
66 Menyebarkan Informasi
67 Pengintai
68 Tiba Di Kerajaan Goading
69 Mengobati Sang Raja
70 Duri Dalam Daging
71 Pertunjukan Yang Menarik
72 Bertarung Melawan Tiga Tetua
73 Persaingan
74 Kekecewaan
75 Bocah Kecil Penjual Permen
76 Tiga Bersaudara
77 Memberikan Kenang-kenangan
78 Raja Para Dewa
79 Jurus Berpindah Dimensi
80 Meninggalkan Istana Goading
81 Pasar
82 Kertas Sihir
83 Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84 Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85 Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86 Hancurnya Markas Pemberontak
87 Acara Pemakaman
88 Perpisahan Tanpa Kata
89 Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90 Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91 Melawan Para Perampok
92 Si Tubuh Besi
93 Asosiasi Lotus Perak
94 Kembalinya Sekte Lembah Petir
95 Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96 Mengajukan Kerjasama
97 Membuka Toko
98 Toko Obat Xian
99 Keputusan Shi Yuan Jie
100 Membeli Senjata
101 Membuat Pil Awet Muda
102 Toko Di Buka Kembali
103 Permainan Catur
104 Mencapai Kesepakatan
105 Pesta Peresmian
106 Teman Lama
107 Menutup Toko
108 Para Penghadang
109 Pemuja Iblis
110 Pertarungan Berakhir
111 Penyelidikan
112 Persaingan Dua Gadis
113 Hasil Penyelidikan
114 Kontrak Ikatan Pusaka
115 Melawan Roh Pusaka
116 Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117 Masalalu Roh Pusaka
118 Jurus Perubahan Wujud
119 Kekesalan Liu Wei
120 Kedai Din Thai Fung
121 Menjalin Aliansi
122 Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123 Acara Lelang
124 Pembukaan Lelang
125 Siluman Griffin
126 Pusaka Kipas Naga Angin
127 Burung Phoenix Petir
128 Kericuhan Acara Lelang
129 Siasat Shi Yuan Jie
130 Putri Kerajaan Guangzhou
131 Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132 Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133 Melelang Pil Giok Suci
134 Permintaan Maaf
135 Acara Lelang Berakhir
136 Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137 Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138 Arya Vs Jenderal Yu Lang
139 Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140 Duel Berakhir
141 Dugaan Huashan
142 Menyusun Rencana
143 Penculikan
144 Sisi Lain Panglima Chong Quon
145 Menyambut Anggota Baru
146 Teknik Pedang Terbang
147 Pertempuran
148 Melumpuhkan Kultivasi
149 Perjodohan
150 Melatih Keseimbangan
151 Masalalu An Lushan
152 Menyampaikan Berita Baik
153 Dendam Yang Membara.
154 Kebimbangan Patriark Tao Lian
155 Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156 Persetujuan
157 Semakin Yakin
158 Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159 Menemukan Tempat Persembunyian
160 Energi Kegelapan
161 Ritual Anggota Baru
162 Hutan Gelap
163 Sekelompok Siluman Singa
164 Serangan Susulan
165 Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166 Bertemu Naga
167 Lembah Naga
168 Tiga Darah Berbeda
169 Kebebasan Yang Mengejutkan
170 Melawan Para Siluman Naga
171 Menghadapi Penyusup
172 Menghadapi Penyusup II
173 Pulau Kehidupan
174 Tamu Tidak Di Undang
175 Penyucian Hati
176 Sisi Gelap I
177 Sisi Gelap II
178 Teknik Pengendalian Darah
179 Taichi
180 Duel Naga Vs Harimau
181 Arya Vs Chaizu I
182 Arya Vs Chaizu II
183 Arya Vs Chaizu III
184 Arya Vs Chaizu IV
185 Keluar Dari Hutan Hei'an
186 Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187 Sahabat Baru
188 Pencari Pusaka Langit.
189 Penculikan Bayi
190 Mengejar Penculik
191 Pendekar Suci Turun Tangan
192 Penculikan Putri Kaisar
193 Kecerdikan Han Jifan
194 Arya Vs Huashan
195 Pil Serat Gairah
196 Kemarahan Sang Putri
197 Menyampaikan Permasalahan
198 Keputusan Sang Putri
199 Seruling Cahaya Malam
200 Pesan Dari Bangsa Iblis
201 Hujan Meteor
202 Kemunculan Tengkorak Di Langit
203 Kota Mati
204 Tantangan Yang Tidak Sepadan
205 Pengendalian Pikiran
206 Keluar Demi Membalaskan Dendam
207 Perubahan Sikap Arya
208 Sebuah Tamparan Telak
209 Episode Terakhir
210 Pengumuman
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Awal Mula Berpindah Dimensi
2
Kehidupan Baru
3
Belajar Alkemis
4
Latihan Fisik 1
5
Latihan Fisik 2
6
Latihan Fisik 3
7
Latihan Fisik 4
8
Masa lalu Tubuh Arya
9
Kitab Pedang Bayangan
10
Perpisahan Dengan Zhen Long
11
Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12
Selamat Tinggal Jurang Kematian
13
Memulai Petualangan
14
Bertemu Kembali
15
Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16
Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17
Pemahaman Ilmu Berpedang
18
Keinginan Liu Wei
19
Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20
Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21
Turnamen Pendekar Muda
22
Turnamen Pendekar Muda 2
23
Turmanen Pendekar Muda 3
24
Turnamen Pendekar Muda 4
25
Turmanen Pendekar Muda 5
26
Final Turnamen Pendekar Muda
27
Hasil Turmanen Pendekar Muda
28
Menjual Pil Giok Suci
29
Masalalu Liu Wei
30
Perpisahan
31
Pria Tua Misterius
32
Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33
Tupai Pertapa
34
Diatas Pendekar Suci
35
Terungkap Segalanya
36
Kejar Kejaran
37
Kerajaan Siluman Tupai
38
Memindahkan Sebuah Kerajaan
39
Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40
Kabut Ilusi
41
Penjaga Kabut Ilusi
42
Raja Obat
43
Menuju Pertarungan
44
Menjadi Pengawal Pangeran
45
Pertama Kalinya Membunuh
46
Kecerobohan Dewa Petir
47
Aura Jiwa Shenren
48
Bertemu Kaisar Surga
49
Mengobati Penduduk Desa
50
Siluman Penghuni Sungai
51
Si Kembar Haus Darah
52
Tangisan Desa Fushun
53
Kembalinya Dewa Petir
54
Cairan Pusaran Waktu
55
Menundukkan Harimau Putih
56
Roh Pusaka
57
Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58
Dimana Hantu
59
Keterpaksaan Tindakan Walikota
60
Teknik Penghisap Dimensi
61
Keputusan Arya
62
Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63
Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64
Mengarang Cerita
65
Racun Tengkorak Iblis
66
Menyebarkan Informasi
67
Pengintai
68
Tiba Di Kerajaan Goading
69
Mengobati Sang Raja
70
Duri Dalam Daging
71
Pertunjukan Yang Menarik
72
Bertarung Melawan Tiga Tetua
73
Persaingan
74
Kekecewaan
75
Bocah Kecil Penjual Permen
76
Tiga Bersaudara
77
Memberikan Kenang-kenangan
78
Raja Para Dewa
79
Jurus Berpindah Dimensi
80
Meninggalkan Istana Goading
81
Pasar
82
Kertas Sihir
83
Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84
Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85
Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86
Hancurnya Markas Pemberontak
87
Acara Pemakaman
88
Perpisahan Tanpa Kata
89
Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90
Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91
Melawan Para Perampok
92
Si Tubuh Besi
93
Asosiasi Lotus Perak
94
Kembalinya Sekte Lembah Petir
95
Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96
Mengajukan Kerjasama
97
Membuka Toko
98
Toko Obat Xian
99
Keputusan Shi Yuan Jie
100
Membeli Senjata
101
Membuat Pil Awet Muda
102
Toko Di Buka Kembali
103
Permainan Catur
104
Mencapai Kesepakatan
105
Pesta Peresmian
106
Teman Lama
107
Menutup Toko
108
Para Penghadang
109
Pemuja Iblis
110
Pertarungan Berakhir
111
Penyelidikan
112
Persaingan Dua Gadis
113
Hasil Penyelidikan
114
Kontrak Ikatan Pusaka
115
Melawan Roh Pusaka
116
Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117
Masalalu Roh Pusaka
118
Jurus Perubahan Wujud
119
Kekesalan Liu Wei
120
Kedai Din Thai Fung
121
Menjalin Aliansi
122
Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123
Acara Lelang
124
Pembukaan Lelang
125
Siluman Griffin
126
Pusaka Kipas Naga Angin
127
Burung Phoenix Petir
128
Kericuhan Acara Lelang
129
Siasat Shi Yuan Jie
130
Putri Kerajaan Guangzhou
131
Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132
Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133
Melelang Pil Giok Suci
134
Permintaan Maaf
135
Acara Lelang Berakhir
136
Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137
Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138
Arya Vs Jenderal Yu Lang
139
Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140
Duel Berakhir
141
Dugaan Huashan
142
Menyusun Rencana
143
Penculikan
144
Sisi Lain Panglima Chong Quon
145
Menyambut Anggota Baru
146
Teknik Pedang Terbang
147
Pertempuran
148
Melumpuhkan Kultivasi
149
Perjodohan
150
Melatih Keseimbangan
151
Masalalu An Lushan
152
Menyampaikan Berita Baik
153
Dendam Yang Membara.
154
Kebimbangan Patriark Tao Lian
155
Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156
Persetujuan
157
Semakin Yakin
158
Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159
Menemukan Tempat Persembunyian
160
Energi Kegelapan
161
Ritual Anggota Baru
162
Hutan Gelap
163
Sekelompok Siluman Singa
164
Serangan Susulan
165
Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166
Bertemu Naga
167
Lembah Naga
168
Tiga Darah Berbeda
169
Kebebasan Yang Mengejutkan
170
Melawan Para Siluman Naga
171
Menghadapi Penyusup
172
Menghadapi Penyusup II
173
Pulau Kehidupan
174
Tamu Tidak Di Undang
175
Penyucian Hati
176
Sisi Gelap I
177
Sisi Gelap II
178
Teknik Pengendalian Darah
179
Taichi
180
Duel Naga Vs Harimau
181
Arya Vs Chaizu I
182
Arya Vs Chaizu II
183
Arya Vs Chaizu III
184
Arya Vs Chaizu IV
185
Keluar Dari Hutan Hei'an
186
Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187
Sahabat Baru
188
Pencari Pusaka Langit.
189
Penculikan Bayi
190
Mengejar Penculik
191
Pendekar Suci Turun Tangan
192
Penculikan Putri Kaisar
193
Kecerdikan Han Jifan
194
Arya Vs Huashan
195
Pil Serat Gairah
196
Kemarahan Sang Putri
197
Menyampaikan Permasalahan
198
Keputusan Sang Putri
199
Seruling Cahaya Malam
200
Pesan Dari Bangsa Iblis
201
Hujan Meteor
202
Kemunculan Tengkorak Di Langit
203
Kota Mati
204
Tantangan Yang Tidak Sepadan
205
Pengendalian Pikiran
206
Keluar Demi Membalaskan Dendam
207
Perubahan Sikap Arya
208
Sebuah Tamparan Telak
209
Episode Terakhir
210
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!