Selepas mengumpulkan Mustika Siluman dan beberapa sumberdaya. Arya kini sudah tiba di gubuk yang selama ini menjadi tempat tinggalnya. Di sana dia menjumpai kakeknya yang sedang melukis, memang kebiasaan Zhen Long adalah melukis untuk mengisi kekosongan hari-harinya. Terkadang Arya juga mengisi sela-sela kesibukan latihannya dengan belajar melukis.
"Kek... aku membawakan ayam hutan. Apa kakek sudah lapar?" Arya mengulurkan tangannya yang memegang 2 ekor ayam hutan.
"Nanti saja nak... kakek akan menyelesaikan lukisan ini dulu... kamu masak lah ayam itu dulu, setelah itu baru kita makan bersama." Zhen Long melihat Arya sekilas dan lalu kembali mengalihkan pandangannya pada lukisannya.
"Iya kek." Arya membalikan badan dan lalu memasak ayam hutan yang di bawanya tersebut.
Setelah selesai memasak, Arya kembali menemui Zhen Long untuk menyampaikan bahwa masakannya sudah matang. Namun kakeknya tersebut masih fokus pada lukisannya dan menyuruhnya untuk makan terlebih dahulu.
Mendengar hal itu, Arya justru berjalan menjauhi gubuk, dia berniat kembali berlatih dan tak lupa menyerap sumberdaya serta mustika siluman yang telah berhasil di dapatkannya. Setelah itu, barulah dia menuju sungai untuk membersihkan diri.
Arya memandangi bayangan dirinya di permukaan Air, dia melihat sosok pemuda yang gagah juga tampan. Meski dia baru berumur 14 tahun namun perawakannya terlihat seperti pemuda berumur 20 tahunan, itu karena selama pelatihannya yang secara otomatis telah membentuk tubuhnya menjadi lebih gagah dan berisi dibandingkan anak sebayanya.
"Huh... sampai kapan ya aku akan terus berada disini? Sebenarnya aku ingin melihat dunia luar, tapi aku juga tidak mungkin pergi diam-diam dan meninggalkan kakek sendirian di sini." gumam Arya dalam hati sambil melemparkan beberapa kerikil ke arah air sungai.
Setelah merenung beberapa saat, Arya beranjak kembali menuju gubuknya sebab hari memang sudah mulai petang.
Sesampainya di depan gubuk, dia sudah tidak mendapati Zhen Long yang sebelumnya masih asyik melukis disana.
"Apakah kakek sudah makan?" Tanya Arya sesaat setelah masuk ke dalam gubuk dan mendapati Zhen Long yang tengah duduk di dalam disana.
"Kakek belum makan nak... kakek sedang menunggumu pulang. Ya sudah, mari kita makan bersama." balas Zhen Long lalu mencubit hidung Arya seperti biasanya.
_________
Setelah selesai makan, Arya memberanikan diri untuk bertanya. "Kek... mengapa kita tidak akan pindah rumah saja? hidup bersama orang-orang di luar sana sepertinya itu akan menyenangkan." Arya menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah sang kakek.
Zhen Long menepuk pundak Arya dan lantas berkata. "Sudah ku duga, saat-saat seperti ini pasti akan terjadi... Kakek sudah menyiapkan segalanya nak, kakek juga sepertinya akan kembali ke tempat asal kakek di benua daratan tengah." Zhen Long mengalihkan pandangannya ke arah bintang di langit.
"Ya'er... kakek tak mungkin menahanmu berada disini selamanya. Kau sudah lama berlatih, kakek rasa sekarang kau telah menjadi pendekar yang hebat, memang sudah saatnya kau mencari pengalaman di dunia luar. Tapi ingat nak... diluar sana masih banyak orang-orang yang lebih hebat darimu. Selama disini kau selalu berlatih dengan para siluman yang ganas, tapi di luar sana mungkin kau akan menghadapi orang-orang hebat yang juga licik dan berpengaruh. Jadi ingat pesan kakek, jangan hanya mengandalkan kekuatan saja tapi gunakanlah juga hati dan pikiranmu untuk menjalani kehidupan diluar sana." Ucap Zhen Long dengan mengambil beberapa jeda.
"Jadi apa maksud dari perkataan kakek?" Arya mengerutkan keningnya.
"Ya'er... kakek akan mengijinkanmu mencari pengalaman diluar sana... tapi, kakek tidak bisa ikut bersamamu nak. Disini adalah benua daratan timur, sementara tempat asal kakek bukanlah disini. Sudah lama kakek mengembara, mungkin saatnya kakek akan kembali ke benua daratan tengah." Kata Zhen Long sambil berusaha menyembunyikan kesedihannya.
"Jadi maksud kakek kita akan berpisah? aku tidak mau kek... aku akan ikut kemanapun kakek akan pergi. kakek tau sendiri, aku sudah tidak mempunyai siapapun lagi, hanya kakek yang aku punya saat ini." Arya tertunduk lesu sambil mengepalkan kedua tangannya serta meneteskan air mata.
"Kakek sudah tua nak, makanya kakek memilih menyendiri dan memutuskan diri dari dunia luar" Ucap Zhen Long lalu menceritakan masa lalunya.
__________
Dulu sewaktu Zhen Long masih kecil, dia tumbuh dan besar di desa yang bernama Shanxi. Desa itu juga biasa disebut dengan nama, desa kabut. Karena memang lokasi desa tersebut berada di bawah lereng gunung, sehingga sering tertutupi kabut. Dan juga disana terdapat sebuah sekte yang bernama, Sekte Kabut Kesunyian.
Sekte Kabut Kesunyian sendiri adalah sebuah sekte aliran putih. Sekte tersebut begitu bersahabat hidup rukun dan damai membaur dengan para penduduk desa.
Suatu ketika, Sekte Kabut Kesunyian di serang oleh kelompok Sekte Tengkorak Iblis. Sebuah Sekte yang berasal dari aliran hitam.
Pertarungan yang terjadi antara dua kubu sekte tersebut, menyebabkan para penduduk terkena imbasnya. Karena pertarungan tersebut, Zhen Long kecil sendiri juga kehilangan semua saudara serta kedua orangtuanya.
Saat itu Zhen Long sedang tertidur di kamarnya, dia mendengar suara riuh dari arah luar. Karena penasaran, diapun bangkit dan lalu beranjak keluar dari kamarnya.
Setelah dirinya berada di luar kamar, alangkah terkejutnya saat ia mendapati kenyataan bahwa kedua orangtuanya telah tergeletak tak bernyawa, dengan kondisi bersimbah darah. Dan di hadapannya sendiri masih berdiri sesosok pria yang telah membunuh kedua orangtuanya.
Zhen Long yang sudah tidak perduli dengan apapun termasuk keselamatannya sendiri, segera berlari mendekati kedua orangtuanya. Kemudian dirinya menangis sejadi-jadinya, sebelum tubuhnya di angkat oleh orang yang telah membunuh kedua orangtuanya.
Beruntung pada saat itu Zhen Long di selamatkan seorang pendekar dari Sekte Pedang Naga Api. Orang tersebut lah yang pada akhirnya menjadi guru Zhen Long dan mengajaknya tinggal di Sekte Pedang Naga Api.
Saat ia hidup dan tinggal di Sekte Pedang Naga Api, Zhen Long di didik hingga dia akhirnya tumbuh menjadi pendekar jenius yang hebat. Niatnya untuk menciptakan kedamaian dan menumpas kejahatan memotivasi dirinya untuk giat dalam berlatih. sampai akhirnya dia memilih mengembara, disitulah dia banyak mendapati pengalaman hidup dan mati melawan kejahatan.
Selama dalam pengembaraan, Zhen Long mendapatkan banyak guru baru. Dirinya belajar berbagai macam seni beladiri dan juga ilmu Alkemis. Pada pengembaraannya tersebut, dia juga tak sengaja mendapatkan beberapa kitab kuno dan juga senjata pusaka yang dicari banyak orang.
Dikarenakan memiliki beberapa kitab kuno dan juga benda pusaka, Zhen Long pun selalu di kejar oleh banyak pendekar.
Setelah mempelajari beberapa kitab kuno tersebut serta dapat menggunakan beberapa pusaka yang di milikinya. Zhen Long selalu bisa menang atau meloloskan diri dari kejaran para pendekar yang selalu mengincarnya.
Dalam pelariannya, sampailah Zhen Long di benua daratan timur. Melalui sebuah petunjuk dari mimpinya, dia di tuntun menuju ke dasar jurang lembah kematian untuk menunggu kedatangan seseorang yang di kabarkan akan membawa perdamaian.
Karena terlalu lama menunggu dan hidup seorang diri di dasar lembah jurang kematian, ia sempat beberapakali berniat memusnahkan semua kitab dan benda pusaka yang di milikinya. Namun ketika ia ingin melakukannya, selalu saja ada sebuah bisikan yang mencegahnya serta menyuruhnya untuk tetap sabar menunggu.
Penantiannya akhirnya terbayar, saat dirinya menemukan Arya kecil yang terjatuh dari jurang kematian. Namun harapannya tersebut sempat kembali sirna, setelah beberapa saat memeriksa tubuh Arya yang ternyata sudah tak bernyawa. Saat keputusasaan hampir menguasai dirinya, harapannya kembali tumbuh setelah mendapati ternyata Arya masih bisa bertahan hidup.
Saat itulah api semangat dan harapannya yang telah lama redup mulai berkobar kembali. Dan iapun bertekad mewariskan semua yang di milikinya pada Arya agar anak itu nantinya akan penerus cita-cita nya untuk membawa perdamaian di dunia ini.
****
Setelah menceritakan masalalunya, Zhen Long kemudian menjelaskan. Pusaka yang paling di cari oleh para pendekar yang memburunya tidak lain adalah cincin ruang semesta, beberapa kitab kuno dan pusaka-pusaka lain yang ada di dalam cincin ruang semesta tersebut.
"Ya'er... kakek telah mewariskan segala ilmu dan benda pusaka yang kakek punya padamu. Walaupun saat ini kau masih belum bisa mempelajari kitab-kitab kuno itu, serta belum sepenuhnya menguasai dengan sempurna semua jurus yang kakek ajarkan... Namun kakek yakin, kau pasti bisa menjaga diri ketika berada di luar sana. Ingatlah.. Kau harus terus berlatih di luar sana, dan jangan pernah merasa puas dengan apa yang kau capai saat ini... Teruslah berkembang nak, karena di luar sana masih banyak pendekar-pendekar yang jauh lebih hebat darimu... Benua daratan timur ini sendiri adalah daratan terlemah diantara 4 daratan lainnya... Ingatlah selalu pesan yang kakek sampaikan kepadamu ini nak... dan lanjutkanlah cita-cita pria tua ini." Zhen Long berkata dengan mengambil beberapa jeda, diapun kemudian mencubit hidung Arya dan lalu melanjutkan.
"Sebelum keluar dari jurang kematian.. Kau harus mengambil semua sumberdaya dan tanaman obat-obatan yang ada disini, masukanlah semuanya ke dalam cincin ruang semesta milikmu. Itu semua pasti suatu saat akan berguna untukmu. Jika sudah berada di luar sana, kau harus menekan kultivasimu ke tahap dibawah Kultivasi aslimu... Sebab di luar sana banyak orang yang serakah dan terlalu ambisi akan kekuasaan, mereka memburu para pendekar-pendekar hebat yang tidak memiliki ikatan dengan kelompok lain untuk di paksa menjadi bagian anggota mereka. Dan satu lagi nak... Kau harus selalu menyembunyikan keberadaan cincin ruang semesta dari orang lain, agar dirimu nanti tidak di kejar-kejar para pendekar seperti yang pernah di alami kakekmu ini." Kata Zhen Long panjang lebar sambil menatap ke arah langit malam.
Setelah itu, mereka berdua lalu berbincang-bincang mengenai banyak hal. Tepat tengah malam, Zhen Long lalu menjelaskan bahwa dirinya malam ini akan kembali ke benua daratan tengah.
"Ya'er... Jadilah pendekar yang hebat dan juga baik... Ingatlah, kekuatan bukan segalanya untuk membuat hidupmu bahagia... Wujudkanlah cita-cita kakekmu ini, untuk menciptakan kedamaian... Setelah kau dapat menciptakan kedamaian di benua daratan timur ini, temuilah aku di Sekte Pedang Naga Api yang ada di benua daratan tengah...
Sampai jumpa Ya'er, jaga dirimu baik-baik.... Semoga takdir akan mempertemukan kita kembali." Ucap Zhen Long lalu memeluk Arya. Setelah di rasa puas memeluk cucu angkatnya tersebut, Zhen Long kembali mencubit hidung Arya untuk yang terakhir kalinya.
Beberapa saat kemudian Zhen Long lalu melesat terbang dengan kecepatan tinggi, meninggalkan Arya yang tengah mematung serta menangisi perpisahan yang terjadi di antara mereka.
Setelah beberapa lama, akhirnya Arya tersadar. Kemudian diapun berteriak sekencang-kencangnya.
"Kakek... Aku pasti akan selalu mengingat semua pesan kakek.. Sampai jumpa kembali... aku sayang kakek..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Iwan Arema
😭😭😭😭😭😭😭
2024-04-07
1
Harman LokeST
maaaaaaaaaaaaannnnnnnnnntttaaaaaaaaaaaaaaaaaaaapppppppppppp
2024-02-28
0
Deki Marsoni
mantap cucu ku👍
2024-02-26
1