Memulai Petualangan

Malam sudah semakin larut ketika Arya telah keluar dari hutan kematian.

Seperti pesan dari Zhen Long, sekarang Arya telah menekan tingkat kultivasinya dari Pendekar Raja tingkat 2, yang sebelumnya dia telah menyerap 1 mustika raja siluman ketika sebelum pergi meninggalkan lembah jurang kematian, ke tahap awal tingkat 6.

Arya kini sedang kebingungan harus memulai perjalanannya untuk pergi kemana. akhirnya dia memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu, karena sejak dari kemarin dia memang belum tidur.

Jika seseorang semakin tinggi tingkat Kultivasinya, maka tubuhnya akan bisa menahan rasa kantuk dan lapar selama berhari-hari dengan menggunakan energi Qi miliknya.

Di atas sebuah pohon, Arya sedang menatap keindahan cahaya rembulan. Dia kembali mengingat-ingat masalalunya dari bumi, hingga perjalanan hidupnya yang tidak pernah terlintas dalam pikirannya akan menjadi seorang pendekar.

"Mungkin aku harus pergi ke sekte lembah petir... mungkin disana masih terdapat teman-teman dari orangtua tubuh ini." Gumam Arya dalam hati.

Akhirnya dia memutuskan untuk melepaskan semua beban pikiran rumitnya dan menyerahkan semuanya pada takdir. Arya mulai merebahkan tubuhnya di atas sebuah dahan pohon yang cukup besar.

______

Hari sudah menjelang pagi saat Arya terbangun karena terjatuh dari atas pohon.

"Aduh... Sial*n kenapa aku bisa terjatuh." Umpat Arya sambil membersihkan pakaiannya dari debu.

"Hahaha.... Kenapa kau tidur diatas pohon seperti monyet Haaaah? Bukankah kau memiliki banyak harta untuk bisa menyewa sebuah penginapan." Dewa Petir tertawa sambil menunjuk ke arah Arya sebab telah berhasil mengerjainya.

"Dasar Dewa bodoh... Kau lihat sendiri di hutan mana ada penginapan." balas Arya yang memperlihatkan wajah jengkel karena perlakuan dari Dewa Petir.

"Bodoh katamu!!!.." bentak Dewa petir yang mendadak muncul di samping Arya dan melayangkan sebuah pukulan.

"Aaaaaggrr.." Pekik Arya dengan tubuh meluncur deras menghantam pohon.

"Bukannya meminta maaf karena telah menjatuhkan ku, kau malah memukulku... Dasar dewa sialan..." Umpat Arya sambil memegangi perutnya.

"Hahaha... Iya iya.. aku minta maaf, karena telah menjahilimu. sebenarnya aku sedang suntuk berada di langit, makanya aku datang menemuimu." Ucap Dewa Petir dengan wajah datar.

"Mendatangiku hanya untuk menjahiliku, bukankah tugasmu itu adalah membimbing dan menjagaku. Kau malah memukulku. Aku minta kompensasi atas perbuatanmu ini." Ketus Arya yang nampak kesal sambil berdiri.

"Kompensasi katamu, enak saja... Aku memukulmu karena memang kau pantas menerimanya, sebab kau telah berkata tak sopan kepada Dewa yang agung ini." Ucap Dewa Petir sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri dengan angkuh.

"Aku akan melaporkanmu pada Kaisar surga, karena kau tidak menjalankan tugasmu dengan baik. Kaisar surga...." Teriak Arya dengan lantang menyebut Kaisar surga.

Seketika Dewa Petir ambruk ke tanah, Arya juga penasaran kenapa Dewa Petir bisa seperti itu.

Arya lalu mendekati dewa petir sambil menjulurkan lidahnya. "Bagaimana apakah kau mau memberikan kompensasi kepadaku.?" Ucap Arya dengan wajah meledek.

"I... iya baiklah... Memangnya kau mau apa? Tapi lepaskan aku dulu" Ujar Dewa petir sambil meringis kesakitan.

"Bagaimana aku tau cara melepaskanmu, lagipula yang membuatmu seperti ini bukanlah aku." Balas Arya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Arya mengusap-usap dagunya nampak sedang berfikir lalu akhirnya berkata. "Lepaskan!!"

Entah kenapa, akhirnya Dewa petir terlepas dan bisa bergerak kembali. "Bagaimana kau tau cara melepaskanku, katamu tadi kau tidak tau caranya.?" Dewa Petir menahan rasa jengkelnya.

"Aku hanya mencobanya saja." Ucap Arya seperti terkesan tidak perduli.

"Eh iya... Kau tau desa terdekat dari sini? Dan untuk kompensasi, aku akan minta kepadamu suatu saat nanti." Ucap Arya sambil melihat ke sekelilingnya.

"Kau jalan saja lurus ke arah Utara, di balik gunung itu ada sebuah desa." Jawab Dewa petir sambil menunjuk ke arah gunung.

Setelah mendengar hal itu, tanpa basa-basi Arya melangkahkan kakinya untuk melanjutkan perjalanannya ke arah yang di tunjukkan oleh dewa petir. Dia berjalan santai sambil menikmati suasana pagi.

Selama 2 jam lebih perjalanan, namun selama itu pula dia tidak melihat adanya kehidupan manusia. Karena penasaran masih berapa jauh lagi untuk sampai ke pemukiman warga, diapun melompat naik ke atas pohon untuk menggunakan teknik Indera Naga Emas.

"Akhirnya aku dapat melihat ada manusia lain." Arya tersenyum sambil terus mengamati dua orang wanita yang berada sekitar 700 meter dari tempat dirinya berada.

Arya kemudian melanjutkan perjalanannya dengan melompat dari pohon ke pohon menggunakan ilmu meringankan tubuhnya.

Setelah jarak dengan kedua wanita itu sudah dekat, Arya kemudian melompat turun ke hadapan dua wanita itu.

Melihat ada pemuda yang menghadangnya, kedua wanita itupun langsung mengambil posisi siaga.

"Maaf nona, kenapa nona-nona bertingkah seperti itu... Aku hanya ingin bertanya mengenai desa terdekat dari sini. Maaf.. jika aku telah mengganggu perjalanan kalian." Ucap Arya sesopan mungkin dan di akhiri dengan senyuman bersahaja.

"Benarkah kau tidak ada niatan jahat kepada kami? Lalu kenapa caramu ini seperti seorang perampok." Balas wanita yang memakai cadar.

Arya hanya menanggapi pertanyaan itu dengan senyuman.

"Manis sekali senyuman pria tampan itu" gumam wanita yang satunya dalam hati. Lalu dia melanjutkan "Jadi tuan seorang pengembara? Jika tuan ingin pergi ke desa terdekat, tuan tinggal lurus saja. Sekitar 3 jam tuan akan sampai disana. Tapi kalau tuan tidak keberatan, tuan bisa bergabung bersama kami. Kami juga sebenarnya sedang menuju ke sana."

"Kakak jangan mengajak pemuda ini bergabung bersama kita... Kita tidak tau, apakah pemuda ini penjahat atau bukan." Tandas wanita bercadar sambil menarik lengan temannya.

"Ah kau ini, tak usah terlalu khawatir... jika dia penjahat, kita bisa menghabisinya bersama-sama. Lagipula mana ada penjahat setampan dan sesopan ini." Bisik wanita yang satunya.

"Terimakasih atas petunjuknya, kalian tidak usah repot-repot menemaniku, aku bisa pergi kesana sendiri." Arya membungkukkan badan lalu melangkah pergi.

Setelah Arya jauh dari pandangan. Wanita itu berkata "Wei'er, gara-gara kau, pria tampan itu tak mau ikut bersama kita... Ku harap disana aku bisa bertemu dengannya lagi."

______

Di depan pintu masuk sebuah desa, terlihat seorang pemuda yang sedang berjalan masuk ke dalam desa tersebut. Pemuda itu tidak lain adalah Arya. Dia berjalan santai sambil memandangi keadaan desa itu yang nampak ramai oleh para pedagang dan para pendekar yang terlihat membawa senjata yang terselip di punggung.

Sampailah pemuda itu di depan sebuah kedai. Arya lalu memutuskan untuk mampir terlebih dulu di kedai tersebut, karena memang dirinya saat ini belum tahu langkah apa yang akan dilakukannya selanjutnya.

Kedai makan itu sendiri nampak lumayan ramai. Arya kemudian berjalan masuk dan memilih tempat duduk yang berada paling ujung yang terlihat masih kosong. Ditempat itu Arya bisa menikmati hembusan angin yang sejuk dan ladang luas khas daerah lereng pegunungan.

Tak lama setelah itu, terlihat seorang wanita menghampiri meja dimana Arya berada. "Tuan, anda ingin memesan makanan apa?

"Disini menyediakan makanan apa saja?" Tanya Arya.

(Hening)

"Nona?" Panggil Arya sedikit meninggikan suaranya karena melihat si pelayan tersebut diam mematung.

"Eh di... disini Ada ayam bakar, ikan bakar, daging sapi, sop dan sayur-sayuran tuan." Ucap si pelayan tersebut menjelaskan dengan terbata-bata, si pelayan itu nampak gugup sekaligus malu.

"Oh kalau begitu, aku pesan ikan bakar saja dan... apakah disini juga tersedia nasi?" Tanya Arya kembali.

"Ada tuan, apakah tuan ingin memesan sebuah arak? kedai ini menyediakan arak terbaik yang ada di desa ini." Ujar si pelayan.

"Arak?" Sekilas Arya mengingat minuman sang kakek. "Baiklah bawakan juga minuman itu"

"Kalau begitu saya pamit dulu, tuan."

"Eh.. tunggu dulu, aku ingin bertanya... Apa nama dari desa ini? Dan lalu kenapa banyak pendekar di sekitar sini?." Arya menghentikan si pelayan yang berniat pamit undur diri.

"Desa ini bernama desa bunga matahari tuan... disini memang banyak pendekar, karena di desa ini juga terdapat sekte yang bernama sekte bunga matahari. Serta banyak juga pendekar dari luar yang sekedar singgah ke desa ini tuan..." si pelayan tersebut menjelaskan.

"Lalu dimanakah lokasi sekte itu berada?"

"Tuan terus saja ke arah timur, sekte itu berada di ujung sana... Jika tuan ingin masuk ke sana, tuan harus mempunyai lencana atau setidaknya tanda pengenal.." si pelayan tersebut menjelaskan sambil menunjuk ke arah lokasi sekte bunga matahari.

"Oh.. jadi tanpa lencana dan tanda pengenal, aku tidak bisa masuk ke sana. Hmmm... baiklah, terimakasih untuk informasinya." Arya tersenyum kepada si pelayan.

"Sebenarnya bisa saja masuk ke sana tanpa lencana dan tanda pengenal.. Namun itu hanya berlaku untuk para tabib ataupun alkemis. Karena yang aku dengar, ada salah satu tetua sekte disana yang sedang sakit. Jadi mereka menerima siapa saja yang bisa menyembuhkan penyakit tetua itu."

Arya mengangguk. "Anggap saja ini sebagai bayaran untuk informasi yang kau berikan." Ucapnya sambil menyodorkan satu keping emas kepada si pelayan.

"I...ini terlalu banyak tuan. Aku tidak bisa menerimanya." Kata si pelayan nampak gugup dengan tangan gemetaran.

"Terlalu banyak??" Arya mengusap dagunya nampak sedang berfikir.

"Ya iyalah... itu terlalu banyak, 1 keping emas sama dengan 1000 keping perak, dan 1 keping perak sama dengan 1000 keping perunggu... Dengan satu keping emas itu, dia bisa mencukupi hidupnya selama berbulan-bulan ke depan." Dewa Petir tiba-tiba berkata melalui telepati.

"Tuan... tuan..." Ucap si pelayan sambil melambaikan tangannya ke arah Arya.

"Oh... Tidak apa-apa, anggap saja itu sebagai hadiah untuk informasi yang telah kau berikan. Sudahlah tak usah dipikirkan, cepat siapkan saja pesananku, aku sudah lapar." Kata Arya beralasan.

"Terimakasih tuan muda dermawan... Mohon untuk menunggu sebentar pesanan anda." Ucap si pelayan sambil membungkukkan lalu undur diri.

Setelah itu, Arya mengalihkan pandangannya. Menikmati keindahan alam di lereng gunung tersebut.

"Jadi, di Sekte itu ada seorang tetua yang sedang sakit.. hmm, mungkin ini saatnya keahlianku bisa berguna bagi orang lain." Pikir Arya sambil menikmati hamparan ladang yang ada di seberang kedai dirinya berada.

________

Mohon di pahami, boleh berkomentar tapi tetap gunakanlah etika.

Siapapun yang berkomentar kasar, mencaci ataupun menghina, maka maafkan author jika bertindak tegas dengan nge-BLOK orang yang terkait.

Terpopuler

Comments

spooky836

spooky836

blok pun xpe. etika atau adap mana ada jual

2025-01-12

0

Muhammad Fathirfadly

Muhammad Fathirfadly

zasukayumanisara

2024-07-10

0

Durian Anget

Durian Anget

ada dua primata nih yang kepanasan

2024-05-21

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Berpindah Dimensi
2 Kehidupan Baru
3 Belajar Alkemis
4 Latihan Fisik 1
5 Latihan Fisik 2
6 Latihan Fisik 3
7 Latihan Fisik 4
8 Masa lalu Tubuh Arya
9 Kitab Pedang Bayangan
10 Perpisahan Dengan Zhen Long
11 Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12 Selamat Tinggal Jurang Kematian
13 Memulai Petualangan
14 Bertemu Kembali
15 Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16 Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17 Pemahaman Ilmu Berpedang
18 Keinginan Liu Wei
19 Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20 Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21 Turnamen Pendekar Muda
22 Turnamen Pendekar Muda 2
23 Turmanen Pendekar Muda 3
24 Turnamen Pendekar Muda 4
25 Turmanen Pendekar Muda 5
26 Final Turnamen Pendekar Muda
27 Hasil Turmanen Pendekar Muda
28 Menjual Pil Giok Suci
29 Masalalu Liu Wei
30 Perpisahan
31 Pria Tua Misterius
32 Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33 Tupai Pertapa
34 Diatas Pendekar Suci
35 Terungkap Segalanya
36 Kejar Kejaran
37 Kerajaan Siluman Tupai
38 Memindahkan Sebuah Kerajaan
39 Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40 Kabut Ilusi
41 Penjaga Kabut Ilusi
42 Raja Obat
43 Menuju Pertarungan
44 Menjadi Pengawal Pangeran
45 Pertama Kalinya Membunuh
46 Kecerobohan Dewa Petir
47 Aura Jiwa Shenren
48 Bertemu Kaisar Surga
49 Mengobati Penduduk Desa
50 Siluman Penghuni Sungai
51 Si Kembar Haus Darah
52 Tangisan Desa Fushun
53 Kembalinya Dewa Petir
54 Cairan Pusaran Waktu
55 Menundukkan Harimau Putih
56 Roh Pusaka
57 Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58 Dimana Hantu
59 Keterpaksaan Tindakan Walikota
60 Teknik Penghisap Dimensi
61 Keputusan Arya
62 Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63 Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64 Mengarang Cerita
65 Racun Tengkorak Iblis
66 Menyebarkan Informasi
67 Pengintai
68 Tiba Di Kerajaan Goading
69 Mengobati Sang Raja
70 Duri Dalam Daging
71 Pertunjukan Yang Menarik
72 Bertarung Melawan Tiga Tetua
73 Persaingan
74 Kekecewaan
75 Bocah Kecil Penjual Permen
76 Tiga Bersaudara
77 Memberikan Kenang-kenangan
78 Raja Para Dewa
79 Jurus Berpindah Dimensi
80 Meninggalkan Istana Goading
81 Pasar
82 Kertas Sihir
83 Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84 Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85 Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86 Hancurnya Markas Pemberontak
87 Acara Pemakaman
88 Perpisahan Tanpa Kata
89 Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90 Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91 Melawan Para Perampok
92 Si Tubuh Besi
93 Asosiasi Lotus Perak
94 Kembalinya Sekte Lembah Petir
95 Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96 Mengajukan Kerjasama
97 Membuka Toko
98 Toko Obat Xian
99 Keputusan Shi Yuan Jie
100 Membeli Senjata
101 Membuat Pil Awet Muda
102 Toko Di Buka Kembali
103 Permainan Catur
104 Mencapai Kesepakatan
105 Pesta Peresmian
106 Teman Lama
107 Menutup Toko
108 Para Penghadang
109 Pemuja Iblis
110 Pertarungan Berakhir
111 Penyelidikan
112 Persaingan Dua Gadis
113 Hasil Penyelidikan
114 Kontrak Ikatan Pusaka
115 Melawan Roh Pusaka
116 Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117 Masalalu Roh Pusaka
118 Jurus Perubahan Wujud
119 Kekesalan Liu Wei
120 Kedai Din Thai Fung
121 Menjalin Aliansi
122 Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123 Acara Lelang
124 Pembukaan Lelang
125 Siluman Griffin
126 Pusaka Kipas Naga Angin
127 Burung Phoenix Petir
128 Kericuhan Acara Lelang
129 Siasat Shi Yuan Jie
130 Putri Kerajaan Guangzhou
131 Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132 Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133 Melelang Pil Giok Suci
134 Permintaan Maaf
135 Acara Lelang Berakhir
136 Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137 Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138 Arya Vs Jenderal Yu Lang
139 Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140 Duel Berakhir
141 Dugaan Huashan
142 Menyusun Rencana
143 Penculikan
144 Sisi Lain Panglima Chong Quon
145 Menyambut Anggota Baru
146 Teknik Pedang Terbang
147 Pertempuran
148 Melumpuhkan Kultivasi
149 Perjodohan
150 Melatih Keseimbangan
151 Masalalu An Lushan
152 Menyampaikan Berita Baik
153 Dendam Yang Membara.
154 Kebimbangan Patriark Tao Lian
155 Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156 Persetujuan
157 Semakin Yakin
158 Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159 Menemukan Tempat Persembunyian
160 Energi Kegelapan
161 Ritual Anggota Baru
162 Hutan Gelap
163 Sekelompok Siluman Singa
164 Serangan Susulan
165 Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166 Bertemu Naga
167 Lembah Naga
168 Tiga Darah Berbeda
169 Kebebasan Yang Mengejutkan
170 Melawan Para Siluman Naga
171 Menghadapi Penyusup
172 Menghadapi Penyusup II
173 Pulau Kehidupan
174 Tamu Tidak Di Undang
175 Penyucian Hati
176 Sisi Gelap I
177 Sisi Gelap II
178 Teknik Pengendalian Darah
179 Taichi
180 Duel Naga Vs Harimau
181 Arya Vs Chaizu I
182 Arya Vs Chaizu II
183 Arya Vs Chaizu III
184 Arya Vs Chaizu IV
185 Keluar Dari Hutan Hei'an
186 Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187 Sahabat Baru
188 Pencari Pusaka Langit.
189 Penculikan Bayi
190 Mengejar Penculik
191 Pendekar Suci Turun Tangan
192 Penculikan Putri Kaisar
193 Kecerdikan Han Jifan
194 Arya Vs Huashan
195 Pil Serat Gairah
196 Kemarahan Sang Putri
197 Menyampaikan Permasalahan
198 Keputusan Sang Putri
199 Seruling Cahaya Malam
200 Pesan Dari Bangsa Iblis
201 Hujan Meteor
202 Kemunculan Tengkorak Di Langit
203 Kota Mati
204 Tantangan Yang Tidak Sepadan
205 Pengendalian Pikiran
206 Keluar Demi Membalaskan Dendam
207 Perubahan Sikap Arya
208 Sebuah Tamparan Telak
209 Episode Terakhir
210 Pengumuman
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Awal Mula Berpindah Dimensi
2
Kehidupan Baru
3
Belajar Alkemis
4
Latihan Fisik 1
5
Latihan Fisik 2
6
Latihan Fisik 3
7
Latihan Fisik 4
8
Masa lalu Tubuh Arya
9
Kitab Pedang Bayangan
10
Perpisahan Dengan Zhen Long
11
Asal Muasal Cincin Ruang Semesta
12
Selamat Tinggal Jurang Kematian
13
Memulai Petualangan
14
Bertemu Kembali
15
Mengobati Tetua Sekte Bunga Matahari
16
Rencana Tetua Sekte Bunga Matahari
17
Pemahaman Ilmu Berpedang
18
Keinginan Liu Wei
19
Kedatangan Sekte Pedang Teratai
20
Meningkatkan Kultivasi Para Murid
21
Turnamen Pendekar Muda
22
Turnamen Pendekar Muda 2
23
Turmanen Pendekar Muda 3
24
Turnamen Pendekar Muda 4
25
Turmanen Pendekar Muda 5
26
Final Turnamen Pendekar Muda
27
Hasil Turmanen Pendekar Muda
28
Menjual Pil Giok Suci
29
Masalalu Liu Wei
30
Perpisahan
31
Pria Tua Misterius
32
Niat Baik Yang Dilandasi Kejahatan
33
Tupai Pertapa
34
Diatas Pendekar Suci
35
Terungkap Segalanya
36
Kejar Kejaran
37
Kerajaan Siluman Tupai
38
Memindahkan Sebuah Kerajaan
39
Menjadi Pemimpin Siluman Tupai
40
Kabut Ilusi
41
Penjaga Kabut Ilusi
42
Raja Obat
43
Menuju Pertarungan
44
Menjadi Pengawal Pangeran
45
Pertama Kalinya Membunuh
46
Kecerobohan Dewa Petir
47
Aura Jiwa Shenren
48
Bertemu Kaisar Surga
49
Mengobati Penduduk Desa
50
Siluman Penghuni Sungai
51
Si Kembar Haus Darah
52
Tangisan Desa Fushun
53
Kembalinya Dewa Petir
54
Cairan Pusaran Waktu
55
Menundukkan Harimau Putih
56
Roh Pusaka
57
Penculikan Pangeran Lin Yon Jun
58
Dimana Hantu
59
Keterpaksaan Tindakan Walikota
60
Teknik Penghisap Dimensi
61
Keputusan Arya
62
Arya Vs Patriark Kim Taiqing
63
Hancurnya Sekte Pedang Berduri
64
Mengarang Cerita
65
Racun Tengkorak Iblis
66
Menyebarkan Informasi
67
Pengintai
68
Tiba Di Kerajaan Goading
69
Mengobati Sang Raja
70
Duri Dalam Daging
71
Pertunjukan Yang Menarik
72
Bertarung Melawan Tiga Tetua
73
Persaingan
74
Kekecewaan
75
Bocah Kecil Penjual Permen
76
Tiga Bersaudara
77
Memberikan Kenang-kenangan
78
Raja Para Dewa
79
Jurus Berpindah Dimensi
80
Meninggalkan Istana Goading
81
Pasar
82
Kertas Sihir
83
Membuka Meridian Ketiga Bersaudara
84
Menangkap Pemberontak Dalam Istana
85
Penyerangan Ke Markas Pemberontak
86
Hancurnya Markas Pemberontak
87
Acara Pemakaman
88
Perpisahan Tanpa Kata
89
Penobatan Pangeran Lin Yon Jun
90
Kekuatan Pendekar Kekaisaran Tang
91
Melawan Para Perampok
92
Si Tubuh Besi
93
Asosiasi Lotus Perak
94
Kembalinya Sekte Lembah Petir
95
Sekte Pelarian Dari Kekaisaran Tang
96
Mengajukan Kerjasama
97
Membuka Toko
98
Toko Obat Xian
99
Keputusan Shi Yuan Jie
100
Membeli Senjata
101
Membuat Pil Awet Muda
102
Toko Di Buka Kembali
103
Permainan Catur
104
Mencapai Kesepakatan
105
Pesta Peresmian
106
Teman Lama
107
Menutup Toko
108
Para Penghadang
109
Pemuja Iblis
110
Pertarungan Berakhir
111
Penyelidikan
112
Persaingan Dua Gadis
113
Hasil Penyelidikan
114
Kontrak Ikatan Pusaka
115
Melawan Roh Pusaka
116
Keberhasilan Melakukan Kontrak Pusaka
117
Masalalu Roh Pusaka
118
Jurus Perubahan Wujud
119
Kekesalan Liu Wei
120
Kedai Din Thai Fung
121
Menjalin Aliansi
122
Bergabung Dengan Aliansi Pendekar Surgawi
123
Acara Lelang
124
Pembukaan Lelang
125
Siluman Griffin
126
Pusaka Kipas Naga Angin
127
Burung Phoenix Petir
128
Kericuhan Acara Lelang
129
Siasat Shi Yuan Jie
130
Putri Kerajaan Guangzhou
131
Pusaka Tombak Pembunuh Naga
132
Melelang Penawar Racun Perusak Syaraf
133
Melelang Pil Giok Suci
134
Permintaan Maaf
135
Acara Lelang Berakhir
136
Keributan Di Pintu Gerbang Istana
137
Memenuhi Undangan Raja Thai Yen
138
Arya Vs Jenderal Yu Lang
139
Arya Vs Jenderal Yu Lang ll
140
Duel Berakhir
141
Dugaan Huashan
142
Menyusun Rencana
143
Penculikan
144
Sisi Lain Panglima Chong Quon
145
Menyambut Anggota Baru
146
Teknik Pedang Terbang
147
Pertempuran
148
Melumpuhkan Kultivasi
149
Perjodohan
150
Melatih Keseimbangan
151
Masalalu An Lushan
152
Menyampaikan Berita Baik
153
Dendam Yang Membara.
154
Kebimbangan Patriark Tao Lian
155
Mendatangi Sekte Pedang Teratai
156
Persetujuan
157
Semakin Yakin
158
Kekecewaan Sekte Tapak Iblis
159
Menemukan Tempat Persembunyian
160
Energi Kegelapan
161
Ritual Anggota Baru
162
Hutan Gelap
163
Sekelompok Siluman Singa
164
Serangan Susulan
165
Cerita Dibalik Hutan Hei'an
166
Bertemu Naga
167
Lembah Naga
168
Tiga Darah Berbeda
169
Kebebasan Yang Mengejutkan
170
Melawan Para Siluman Naga
171
Menghadapi Penyusup
172
Menghadapi Penyusup II
173
Pulau Kehidupan
174
Tamu Tidak Di Undang
175
Penyucian Hati
176
Sisi Gelap I
177
Sisi Gelap II
178
Teknik Pengendalian Darah
179
Taichi
180
Duel Naga Vs Harimau
181
Arya Vs Chaizu I
182
Arya Vs Chaizu II
183
Arya Vs Chaizu III
184
Arya Vs Chaizu IV
185
Keluar Dari Hutan Hei'an
186
Latihan Pertama Di Sekte Lembah Petir
187
Sahabat Baru
188
Pencari Pusaka Langit.
189
Penculikan Bayi
190
Mengejar Penculik
191
Pendekar Suci Turun Tangan
192
Penculikan Putri Kaisar
193
Kecerdikan Han Jifan
194
Arya Vs Huashan
195
Pil Serat Gairah
196
Kemarahan Sang Putri
197
Menyampaikan Permasalahan
198
Keputusan Sang Putri
199
Seruling Cahaya Malam
200
Pesan Dari Bangsa Iblis
201
Hujan Meteor
202
Kemunculan Tengkorak Di Langit
203
Kota Mati
204
Tantangan Yang Tidak Sepadan
205
Pengendalian Pikiran
206
Keluar Demi Membalaskan Dendam
207
Perubahan Sikap Arya
208
Sebuah Tamparan Telak
209
Episode Terakhir
210
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!