Zhen Long mengajak Arya memasuki sebuah ruangan yang di penuhi berbagai tumbuh-tumbuhan dan di sana juga terdapat sebuah tungku besar. Setelah itu, pria paruh baya tersebut langsung menjelaskan mengenai nama-nama dari berbagai macam tanaman yang ada disana kepada Arya, Dia juga menjelaskan beberapa tahapan untuk menjadi seorang Alkemis.
"Ya'er... Tanaman-tanaman ini ada yang berguna untuk penyembuhan, meningkatkan Kultivasi dan sebagian lagi untuk mengobati racun... Apakah kau tertarik menjadi seorang Alkemis, Ya'er?"
Zhen Long menjelaskan khasiat dari tanaman-tanaman yang ada di ruangan itu. Tidak lupa dia juga bertanya apakah Arya bersedia belajar menjadi seorang Alkemis. Karena menurut Zhen Long belajar sesuatu harus ada ketertarikan, tanpa ketertarikan maka akan sia-sia bila mendalami ilmu karena terpaksa.
"Namaku Arya kek bukan Ya'er... mm, aku bersedia kek... Mungkin suatu saat nanti, ilmu ini akan berguna untuk mengobati kakek, kalau kakek sedang sakit atau orang lain yang membutuhkan pertolonganku kek.” jawab Arya sambil memperhatikan tumbuh-tumbuhan itu.
Zhen Long tersenyum atas persetujuan dari Arya. Dia kemudian menjelaskan. "Panggilan yang di akhiri 'Er itu adalah panggilan sayang atau untuk seseorang yang lebih muda... Kakek juga ingin mengangkatmu menjadi cucu angkat kakek.., apakah kau bersedia nak?"
Zhen Long lalu melanjutkan "Untuk menjadi seorang Alkemis, kau harus mempunyai elemen Api, Kayu dan kekuatan jiwa, supaya pil yang kau buat nanti hasilnya lebih sempurna... Sebentar kakek akan memeriksa elemen apa yang ada di tubuhmu nak." Ucap Zhen Long sambil meraih tangan Arya untuk melihat elemen apa yang di miliki bocah itu.
Ketika Zhen Long sedang mengecek elemen yang ada di dalam tubuh Arya, terlihat ekspresinya berubah-ubah selama proses pengecekan itu berlangsung.
Beberapa menit kemudian proses pengecekan itupun akhirnya selesai, namun nampak dari raut wajah Zhen Long yang terlihat begitu lesu.
"Kau mempunyai elemen api dan kayu nak, tetapi kau juga mempunyai elemen yang lain. yaitu tanah, air, angin, petir, logam, racun dan cahaya." Zhen Long menjelaskan namun dengan ekspresi yang terlihat muram.
"Aku mau kek menjadi cucu angkat kakek.... lagipula aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi." Arya menundukkan kepala, dia sedih teringat mendiang kedua orangtuanya.
Zhen Long lantas memeluk Arya. "Kakek juga sebatang kara nak, saat ini kakek juga sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi. Kakek sangat senang karena kau mau menemani kakek serta mau menjadi cucu angkat kakek. Nanti kakek akan mengajarimu beberapa hal tentang Alkemis dan Kultivasi."
Zhen Long kemudian mengambil beberapa tanaman, semua bahan obat-obatan yang berada di atas telapak tangannya itupun melayang dan akhirnya membentuk beberapa butir pil.
Arya yang menyaksikan kejadian itu, nampak begitu kagum sekaligus semakin termotivasi untuk secepatnya bisa melakukan hal yang sama seperti yang di tunjukkan kakek angkatnya tersebut.
"Kek.. kapan kakek akan mengajariku?" tanya Arya dengan ekspresi antusias, dia seolah tidak sabar lagi ingin segera belajar.
Zhen Long hanya tersenyum tipis sambil menatap Arya, dia lantas melanjutkan lagi kegiatannya.
Selesainya membuat pil, Zhen Long berjalan ke arah lemari yang ada di pojok ruangan tersebut. Terlihat pria paruh baya itu tengah mengambil beberapa buku yang ada di lemari tersebut.
"Ya'er... Pil ini untuk membuka Meridian mu supaya kau bisa berkultivasi. minumlah sehari dua kali... setelah semua Meridian mu terbuka nanti, kakek akan ajarkan padamu bagaimana cara berkultivasi.. dan ini adalah buku pengetahuan mengenai berbagai tanaman dan khasiatnya... kau pelajarilah dulu.!! Setelah saatnya nanti, kakek akan ajarkan padamu berbagai teknik cara pembuatan pil." Zhen Long menjelaskan sambil memberikan beberapa pil dan beberapa buku pada bocah kecil itu.
Zhen Long tidak ingin menyinggung terkait elemen yang ada di dalam tubuh Arya, sebab pria paruh baya itu berfikir cucu angkatnya itu masih terlalu kecil untuk bisa memahami hal-hal yang terlalu rumit diusia dini.
Baru kali ini Zhen Long menemukan seseorang yang mempunyai 9 elemen. Ia sendiri saja yang di juluki sang jenius hanya memiliki 4 elemen. Dalam hatinya, dia bersyukur sekaligus mencemaskan cucu angkatnya itu. karena bagaimanapun mempunyai banyak elemen adalah sebuah anugerah juga musibah.
Tidak pernah ada dalam sejarah dunia ini, seseorang memiliki 9 elemen. Mempunyai 9 elemen memang dapat membuat orang tersebut menjadi pendekar yang hebat, sebab bisa mengendalikan semua elemen-elemen yang dia punya. Akan tetapi semakin banyak elemen, juga akan memperlambat peningkatan Kultivasi nya nanti. Itu semua disebabkan karena ia harus membagi energi Qi ke semua Dantian elemen tersebut.
Keistimewaan yang dimiliki Arya saat ini juga akan sangat beresiko baginya. Kemungkinan terbesar dia akan diburu oleh banyak orang untuk di paksa menjadi murid ataupun sekutu. Bahkan akan di bunuh jika dia menolaknya, sebab kehadirannya akan di anggap sebagai bahaya yang akan mengancam kepentingan beberapa kelompok tertentu.
Setelah menjelaskan semuanya, Zhen Long kemudian menyuruh Arya untuk beristirahat serta meminum obat yang telah di berikannya.
Beberapa saat berlalu Zhen Long kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan gubuk yang selama ini menjadi tempat tinggalnya. Pria paruh baya itu berniat pergi ke kota untuk membeli beberapa baju, karena ia merasa iba melihat baju yang dikenakan Arya sudah tidak layak di pakai, karena terdapat banyak robekan sebab terjatuh dari jurang kematian.
____________
Arya terlihat duduk di dalam kamarnya, bocah kecil itu berniat meminum obat yang di berikan oleh sang kakek.
Setelah beberapa menit meminum obat tersebut, Arya mulai merasakan adanya sebuah energi yang meledak-ledak di dalam tubuhnya. Dia sampai mengeluarkan keringat dingin dengan wajah yang memerah, serta urat-uratnya yang nampak menonjol menandakan efek dari pil tersebut mulai bekerja.
Arya hanya bisa pasrah tidak berdaya, dan memutuskan untuk berbaring di ranjang. Dia akhirnya tidak lagi mencoba menolak energi tersebut, sebab semakin dirinya menolaknya, justru energi itu malah semakin membuatnya kesakitan.
Arya sempat berprasangka buruk jika Zhen Long ingin meracuninya, namun pemikiran tersebut segera di buangnya jauh-jauh. Karena bagaimanapun Zhen Long lah yang telah menyelamatkan hidupnya. Jadi ia berfikir, sangat mustahil kakek angkatnya itu tega meracuninya.
Setelah sejam berlalu, tubuh Arya kian membaik, bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya. Nampak dirinya saat ini lebih bertenaga, dan wajahnya yang sebelumnya terlihat begitu pucat sekarang mulai berseri kembali.
Arya berusaha bangkit, dan yang di rasakannya pertama kali adalah badannya jauh lebih ringan dari sebelumnya. dia tidak pernah merasakan sensasi seperti ini sebelumnya, bahkan saat dirinya masih hidup di planet Bumi.
____________
#DisisiLain
Zhen Long yang sudah keluar dari gubuk, dia menoleh ke belakang beberapa saat. setelah dirasanya cukup jauh dari gubuk, lantas diapun menghentakkan kakinya dan terbang melesat dengan cepat menuju ke atas jurang kematian.
Pria paruh baya itu berjalan sambil mengenakan Caping (penutup kepala) demi menyembunyikan identitasnya. Setelah memasuki hutan, dia langsung berlari dengan cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Beberapa jam dalam perjalanan, Zhen Long akhirnya sampai di sebuah kota yang bernama Huanxi, sebuah kota yang cukup ramai di padati para pedagang serta para pengunjung.
"Setelah sekian lama aku meninggalkan dunia luar, sepertinya kota ini sudah membaik." gumam Zhen Long dalam hati sambil menikmati suasana di kota tersebut.
Zhen Long berjalan menghampiri toko yang menjual pakaian untuk membeli apa yang dia perlukan. Namun baru beberapa menit dia memilih-milih barang, terlihat seorang pria berpostur tinggi berbadan tegap menghampiri pemilik lapak tersebut.
Orang itu melirik Zhen Long sekilas, lalu menatap pemilik lapak. "Mana uang keamanannya!"
"Tu.. tuan... kan 2 minggu yang lalu aku sudah membayar uang kemananan? Bukannya pajak keamanan sebulan sekali tuan." Pemilik toko itu gemetaran sambil menunduk lemas.
"Aku tidak perduli dengan sebulan sekali, sekarang yang aku butuhkan adalah uangmu.... cepat berikan!!! atau ku hancurkan semua barang-barangmu ini". Bentak pria arogan itu sambil mencengkram leher pemilik toko baju tersebut.
"I...iini Tuan, mohon jangan rusak barang-barang daganganku, Tuan." Karena ketakutan pemilik toko itupun hanya bisa pasrah menyerahkan beberapa koin perunggu, daripada barangnya di rusak.
"Bagus..."
Setelah mendapatkan apa yang di inginkan, pria arogan tersebut melepaskan cengkraman tangannya sambil menatap beberapa koin perunggu ditangannya. Kemudian pria itupun beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut dengan tertawa terbahak-bahak.
"Hmmmm... sepertinya dunia masih belum berubah.." gumam Zhen Long dalam hati sambil menggeleng pelan.
Selesai membeli barang-barang keperluannya, Zhen Long kemudian melangkah pergi menuju ke suatu tempat yang sepi. Ia melakukan hal tersebut, sebab ingin memasukan barang-barang yang telah di belinya tadi ke dalam cincin ruang semesta miliknya.
Sesudah memasukkan semuanya, Zhen Long kemudian pergi ke sebuah kedai.
Zhen Long menyuruh pelayan kedai tersebut untuk membungkus beberapa makanan, serta tidak lupa ia juga memesan beberapa guci arak sebagai persediaan dirinya menghabiskan waktunya di jurang kematian.
Sambil menunggu pesanannya datang, Zhen Long mendengarkan perbincangan dari para pengunjung lainnya yang tengah membahas tentang beberapa masalah terkait kota ini.
Dari pembicaraan tersebut, Zhen Long mendapatkan informasi tentang penyerangan beberapa kelompok sekte aliran hitam pada sekte aliran putih. Serta informasi mengenai beberapa bandit yang melakukan perampokan di sekitaran wilayah hutan di kota ini.
"Ini sudah bukan lagi urusanku, aku sudah memutuskan untuk mundur dari dunia luar. Sebaiknya aku segera mendidik Arya, agar anak itu bisa menjadi penerusku menciptakan kedamaian di dunia ini." Gumam Zhen Long dalam hati.
Pelayan pun akhirnya berjalan membawakan semua pesanannya, Zhen Long lantas membayarnya dengan menyerahkan beberapa koin perak.
Pria paruh baya itupun bergegas melangkahkan kakinya menuju gerbang kota Huanxi. Setelah di rasanya cukup jauh dari kota, Zhen Long kemudian mengumpulkan barang-barang yang tadi di belinya dari kedai lalu memasukannya ke dalam cincin ruang semesta.
Setelah semuanya beres, Zhen Long kemudian melesat cepat ke dalam hutan menggunakan ilmu meringankan tubuh.
"Aku harus cepat mendidik Arya, aku yakin anak itu akan menjadi kultivator yang hebat suatu saat nanti." Gumam Zhen Long saat telah sampai di dasar jurang kematian, pria paruh baya itu menatap gubuk yang sekarang menjadi tempat tinggalnya bersama cucu angkatnya, Arya.
______________
Buat kalian yang baru membaca novel dengan genre Wuxia (Dunia Persilatan) atau Xianxia (Perjalanan Keabadian). kalian baca dulu setidaknya 10-15 chapter agar bisa memahami alur ceritanya.
Selamat Membaca..
Dan selamat menikmati tulisanku yang masih banyak kekurangan ini. hehe 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
spooky836
otak kosong
2025-01-11
0
KAGE UZUZURA
Happy! Happy! happy!
2024-03-26
0
Akira
ya jgn salahkan sang kakek nya donk, karena penjelasan dari dewa petir gantung, tdk menjelaskan ttg latar belakang mc, hanya sebatas asal nya saja dari wilayah kekaisaran Ming tapi tdk dgn nama dan ingatan pemilik tubuh tsb dan mc juga tdk diberikan memori ttg itu,, jadi lebih tepat nya otor yg membuat jadi aneh dan membingungkan, pd hal cerita sudah bagus dan nyaman di baca 😁
2024-03-14
2