Bab 13

"Mohon maaf.. Siapa keluarga korban..?" suara seorang suster. Lelaki bertubuh tegap itu berdiri.

"Saya suster..." jawabnya lantang.

"Bisa ikut ke ruangan dokter..?" lelaki itu pun mengikutinya.

Seorang dokter duduk di belakang meja, "ini hasil pemeriksaan sementara..".

Lelaki itu mengambil kertas yang di sodorkan. Keduanya saling menatap.

"Abimanyu...?" ucap sang dokter.

"Bimo...?". Keduanya berpelukan dan saling menanyakan kabar.

"Gimana hasilnya?, ada luka serius..?" tanya Abimanyu.

Dokter Bimo menggeleng.

"Tapi sepertinya dia trauma berat..".

"Apa bisa di sembuhkan..?" tanya Abimanyu lagi.

"Sepertinya bisa, tapi dia butuh psikiater. Kalau kamu tidak keberatan kami bisa memberi rekomendasinya..".

"Lakukan yang terbaik dokter.." sahut Abimanyu.

Abimanyu adalah seorang arsitek muda berbakat. Tubuhnya yang tinggi tegap, kulit coklat, hidung mancung dan alis tebal. Di saat yang sama dia merasakan sakit yang sama seperti yang di rasakan Tania malam itu

Sedangkan Bimo adalah dokter muda yang juga mempunyai reputasi baik. Mereka teman satu SMU, namun terpisah saat mengambil kuliah di tempat yang berbeda

Abimanyu kembali ke ruang perawatan. Di pandang wajah Tania yang masih belum sadarkan diri.

"Kita senasib Tania, kuatkan dirimu.." gumamnya dari balik kaca

...****************...

"Eeh.. Udah tau belum..?!?!, temen lu kecelakaan.." ucap Cindy di depan Shafia.

Shafia tak menggubrisnya, bikin bete aja pagi pagi gerutunya dalam hati.

"Selamat pagi..." ucap kepala sekolah bersama pak David.

"Pagi ini saya ingin memberitahukan kepada kalian, bahwa mulai hari ini pak David tidak akan lagi mengajar di sini, dan pagi ini beliau akan pamit undur diri kepada kalian semua..".

Shafia terkejut, pak David mengundurkan diri dan Tania hari ini gak masuk..

Shafia memutar otaknya, ada sesuatu.. Ucapnya dalam hati.

"Oh iya... Ada kabar buruk dari teman kalian, semalam dia mengalami kecelakaan, mungkin pengaruh alkohol saat berkendara.." ucap kepala sekolah.

Shafia semakin terkejut, bukan kah semalam acara tunangan pak David dengan Evelyn..?? Shafia menatap pak David dengan tajam. Ah.. Tapi percuma saja, buaya ini pasti akan mengelak.

Jam istirahat dia mencari informasi dimana Tania di rawat.

"Aku akan menjengukmu Tania.." desisnya.

Ada rasa sedih dan kecewa, andai Tania mau mendengarkannya, mungkin tak akan terjadi peristiwa ini

...****************...

Mata Shafia berkaca kaca melihat Tania yang terbaring masih belum sadar. Infus di tangannya dan alat pembantu pernafasan.

"Eheemmm..".

Shafia kaget, dan langsung membalikkan tubuhnya.

"Maaf.. Kamu siapa..?" tanya Abimanyu.

Shafia memandang Abimanyu dari atas sampai kaki.

"Saya Shafia, teman Tania..".

Shafia mengulurkan tangannya.

"Abimanyu.." jawabnya.

Shafia tersadar, Abimanyu...??, dia mencoba mengingat sesuatu.

Seorang suster keluar ruangan.

"Keluarga bu Tania silahkan masuk..".

Abimanyu langsung masuk mendahului Shafia. Shafia masih terperangah, kok bisa...??. Dia hanya melihat dari luar. Di lihatnya Tania mulai siuman, lalu menjerit histeris.

"Pergiiii kau bajingaaann...!!!!!!, pergiiii....!!!!"

Shafia terlihat panik. Para suster mencoba menenangkan begitu juga Abimanyu. Namun Tania semakin menjerit. Dia melempar barang di dekatnya ke arah Abimanyu.

Shafia menangis melihat Tania. Dokter Bimo dan suster tergopoh menuju kamar Tania. Semua mencoba memegang Tania yang bergerak dan terus menjerit histeris. Perlahan dia kembali tenang ketika dokter menyuntikkan sesuatu ke tubuhnya.

Air mata Shafia terus mengalir, isak tangisnya tak terhenti. Tania yang malang, cinta pertamanya menjadi petaka. Tania yang lugu dan polos, di khianati oleh cinta semu seorang bajingan.

Bimo dan Abimanyu keluar ruangan

"Besok dokter Clara baru bisa melihat pasien, hari ini beliau baru sampai.." ucap Bimo.

Abimanyu hanya mengangguk. Shafia hanya mendengarkan saja. Bimo pun kembali ke ruangannya.

"Maaf om Abi, kalau om lelah, biar Shafia aja yang jaga Tania. Kayaknya om butuh istirahat.." ucap Shafia.

Abimanyu menarik nafas.

"Baiklah, kalau ada apa apa, hubungi saya ya.." ucapnya sambil memberikan kartu namanya.

Shafia mengangguk. Langkah gontai Abimanyu meninggalkan Shafia menelusuri lorong rumah sakit ini. Seorang suster mengizinkan Shafia masuk di dalam ruangan perawatan. Tania yang malang, airmata Shafia kembali tumpah.

Shafia merasakan gerakan jemari Tania. Dia langsung mengangkat wajahnya. Mata Tania terbuka perlahan. Shafia tersenyum melihat sahabatnya sudah siuman.

"Tan..." panggilnya pelan.

Tania hanya menatapnya dengan pandangan kosong. Di palingkan kembali wajahnya.

Shafia hanya mengelus dada. Di pandang wajah Tania. Matanya kembali basah, bulir bening itu pun mengalir di ujung matanya. Shafia mengusap dengan ujung jemarinya. Tiba tiba Tania melotot,

"Pergi kauuu...!!! Pergiiiii....!!!" dia kembali teriak.

Suster yang berjaga langsung menghampiri. Mencoba menenangkan Tania yang kembali berontak. Shafia sangat shock melihat kondisi Tania. Se-depresi ini kah Tania..??. Apa yang membuatnya seperti ini..??, gumamnya dalam hati.

"Maaf mbak, sebaiknya mbak di luar dulu..." ucap seorang suster.

Shafia pun keluar. Dia hanya bisa memandang Tania dari luar di antara kaca jendela. Shafia setia menunggu Tania. Hanya Tania sahabat yang paling mengerti dia.

"Kamu belum pulang..?" suara Abimanyu tiba tiba hadir di antara lamunannya.

Shafia menggeleng.

"Pulanglah.. Ini sudah malam..".

Shafia melirik jam di dinding. Sudah jam 8 lewat. Dengan berat hati Shafia meninggalkan ruangan itu.

"Titip Tania ya om...". Abimanyu mengangguk.

Abimanyu mendekati seorang suster, menanyakan kondisi Tania. Belum ada perubahan, sepertinya Tania benar benar terguncang jiwanya. Di usianya yang masih 17 tahun sudah mengalami hal seperti ini. Abimanyu tak habis fikir.

"Masih di sini..?" tanya Bimo sambil menepuk pundaknya.

Abimanyu tersenyum. Obrolan mereka terhenti ketika melihat Tania kembali menangis dan menjerit histeris. Mereka membantu suster yang mencoba menenangkan Tania.

"Apa kau bajingaaann....!!!!, pergi...!!! Pergiiii....!!!" teriak Tania.

"Aku cuma pelacuuurr...!!!, untuk apa kau di sinii....!?!?!? Pergiiiii....!!!!" teriak Tania histeris.

Hampir semua yang melewati ruangan itu melihatnya. Dia pun menjadi pusat perhatian dengan teriakannya.

"Sampai kapan dia harus di beri obat penenang Bim..?" tanya Abimanyu sedikit khawatir.

"Mungkin sampai dokter Clara datang.., hanya ini yang bisa kita lakukan untuk menenangkannya..".

Abimanyu berfikir, jika di biarkan terlalu lama Tania bisa gila..

Terpopuler

Comments

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

tania. semoga David mendapatkan karmanya.

2024-10-05

0

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Aduh.kesian kamu Tania.Baru 17 tahun sudah begini nasibmu.Semoga kamu bisa temui bahagia kamu sendiri bersama org yg tepat.

2024-08-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!