Bab 11

Satu persatu mimpi Tania mulai terwujud. Sebuah rumah kecil kini di milikinya.

"Untuk beli mobil kayaknya aku cancel dulu.." ucap Tania sambil mengangkat kardus berisi buku bukunya ke dalam mobil Shafia.

"Santai aja.., kan masih ada motor untuk transportasi..."

Shafia kembali memberi semangat sahabatnya.

"Iya sih.. Nabung lagi aja kayaknya.." Tania menimpali. Shafia mengangguk

"Ya iya lah.. Kalau gak nabung gimana bisa terkumpul uangnya..??"

Setelah selesai, mereka menuju ke suatu tempat. Sebuah komplek perumahan yang baru di bangun. Tania memilih rumah di dekat pintu masuk komplek. Para pembelinya rata rata eksekutif muda.

"Kayaknya asik ya di sini.." ucap Shafia

"Ada influencer juga yang beli rumah di sini. Tapi udah di renovasi rumahnya.." sahut Tania.

"Yang penting punya rumah.." ucap Shafia.

Mereka pun masuk, secara bergantian membawa barang barang Tania.

"Taruh di sini aja dulu.., abis ini aku mau beli perlengkapan rumah.." ucap Tania.

"Mau aku bantu..?" Shafia menawarkan diri.

"Terserah, ini kan weekend. Kamu gak ada acara..?, biasanya dugem sampe pagi.."

Shafia tertawa, "off dulu dugemnyaa..".

Tania hanya mengangkat bahunya. Satu persatu ruangan kosong itu terisi. Tania membeli peralatan yang serba minimalis.

"Biar gak kelihatan sumpek.." ucap Tania

Shafia mengangguk. Handphone Tania berbunyi. Dia melirik ke arah Shafia.

"Bentar ya.., boss telepon.."

"Ya sayang.. Iya di rumah baru, uhmm... Ada shafia.." jawab Tania dengan suara pelan.

Percakapannya terputus.

"Kangeen sayang.." sebuah pesan masuk dari David.

"Tapi ada Shafia.." balas Tania.

Dia pun mencari alasan agar Shafia segera pulang.

"Sha.. Aku ada meeting mendadak, maaf ya.." Tania mengeluarkan jurus dengan alasan pekerjaan.

"Ya udah gak apa apa.., kerjaan kamu lebih penting kan.." sahut Shafia.

"Makasih udah bantu, kayaknya aku harus siap siap..".

Shafia pun mengangguk. Kemudian pamit

Tania menarik nafas, "maaf Sha.. " bisiknya.

Dia pun segera membereskan beberapa barang yang masih berantakan. Kemudian menyapu rumahnya agar terlihat lebih bersih. Sofa mini sudah tertata di ruang tamu kecilnya dan meja makan kecil di dekat dapur.

Tania segera mandi. Dia ingin terlihat lebih segar di depan David. Daster di bawah lutut di pakainya setelah selesai mandi. Tak lama pintu pun di ketuk. Tania berlari kecil menuju pintu.

"Hai..." sapanya.

David tersenyum.

"Masuk lah.."

David memperhatikan setiap sisi rumah itu.

"Selera kamu bagus juga ya.."

Tania hanya tersenyum.

"Aku buatkan minum.."

David memandang Tania yang berjalan ke dapur. Dia pun mengikutinya, kemudian duduk di meja makan. Tania menghampiri sambil membawa minuman dan makanan ringan.

"Kamu hebat.. " puji David.

"Biasa aja.." jawab Tania.

Tatapan itu selalu membuat Tania salah tingkah. David tertawa kecil melihat Tania yang salah tingkah.

"Kenapa ketawa..?".

David masih terus tertawa, "makin cinta aku sama kamu.." bisik David.

"Uhmm.. Pasti ada maunya.."

David tak menjawab, tatap matanya semakin dalam.

"Jangan liatin gitu terus.., aku gak suka.."

Tania mencoba agar tatap mata itu mengalihkan pandangannya.

"Yakin gak suka..?".

Tania menunduk, menahan malunya. Jemari David mengelus pipinya yang merona. Membuat Tania terpaksa mengangkat kepalanya.

"Aku mencintaimu.." ucap David.

"Aku gak pantas untukmu.." jawab Tania.

David mendekat dan memeluknya.

"Buang mimpi buruk masa lalumu.." bisik David, "kamu harus bangkit, ada aku untukmu.."

Sejuk terasa dalam hati Tania mendengar kata kata itu.

"Hang out yuukk.." ucap David.

Tania ingin menolak, tapi apa yang harus di jadikan alasan..??.

"Uuhmm.. Aku capek hari ini, di rumah aja ya.." pinta Tania.

"Ok..." jawab David.

Tania tersenyum, "makasih.." ucapnya.

Tania merasa sangat beruntung memiliki David. Benar benar beruntung. David yang sangat perhatian padanya, David yang selalu ada untuknya tanpa di minta. Sepertinya David juga tulus mencintainya apa adanya.

Tania memandang David yang duduk di sampingnya.

"Kenapa..?" tanya David.

Tania menggeleng, "gak apa apa..".

David balik memandang Tania, bola mata keduanya beradu.

"Makasih.." ucap Tania pelan.

"Untuk apa..?"

"Untuk semuanya..." sahut Tania pelan sambil menjatuhkan kepalanya di bahu David.

Rasa nyaman berada di dekat David yang tak pernah di rasakan Tania sebelumnya. Mungkin David adalah cinta pertama bagi Tania. Cinta pertama yang akan di rawatnya agar tetap tumbuh dan bertahan dalam hati

Terpopuler

Comments

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

semoga David baik guru lajang kan ya?

2024-10-04

0

Novie Achadini

Novie Achadini

david single kah.

2024-08-31

1

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Tania tak tanta ke.Pak David sudah beristeri atau tidak.

2024-08-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!