Malam ini hujan sangat deras. Besok mamanya akan kembali. Padahal dia sangat menikmati hidupnya. Kenapa mama harus cepat pulang..??.
Rumahnya telah bersih, tak ada lagi puntung rokok berserakan dimana mana. Atau terkadang kondom bekas yang terselip di bawah kasur mamanya.
Tania baru saja mengunci pintu. Tiba tiba suara pintu di ketuk. Tania membuka kaca jendela nakonya. Terlihat seorang laki laki dengan gaya parlente sedang berdiri di teras rumahnya yang sempit.
"Maaf om.. Mama sedang tidak ada.." ucap Tania.
"Boleh aku masuk sebentar, aku pingin pipis..".
Tania langsung membuka pintu.
"Silahkan om.., kamar mandi ada di belakang.."
Laki laki itu langsung masuk ke kamar mandi. Sementara Tania tetap menunggu di ruang tamu.
"Mengapa lama sekali..?" Tania menguap.
Dia sudah merasa ngantuk. Dia berjalan ke belakang perlahan. Terdengar suara air dari keran. Pintu kamar mandi terkunci. Tania ragu ragu ingin mengetuk pintu kamar mandi. Tapi kantuknya makin tak tertahan.
"Om.." panggil Tania.
Suara kunci kamar mandi terbuka, laki laki itu keluar membiarkan air keran terus mengalir. Tania berharap laki laki itu cepat pergi.
"Boleh minta air hangat..?".
Tania mengangguk. Dia mengambil gelas. Namun merasakan sesuatu yang aneh di belakang punggungnya. Jantung Tania berdetak kencang. Dia merasa sangat risih.
"Maaf om.."
Tania mencoba menjauh. Tapi laki laki itu semakin merapatkan tubuhnya. Terasa hembusan nafasnya di telinga Tania.
"Kamu cantik juga.." bisik laki laki itu.
Tania semakin ketakutan. Dia meronta ketika tangan laki laki itu memeluk tubuhnya sambil terus menciumnya dengan paksa.
"Jangaann oomm.. Lepaassss...!!!".
"Sebentar saja sayaang..."
Tania menginjak kaki laki laki itu hingga pelukannya terlepas. Tani mencoba berlari. Namun tangan laki laki itu meraih dasternya membuatnya robek.
"Aaahh...!!" Tania menjerit.
Laki laki itu seperti kerasukan setan. Tania mencoba menutup pahanya. Dia mencoba keluar rumah, namun langkahnya terhenti ketika laki laki itu dengan cepat menutup pintu rumahnya.
Tania semakin ketakutan. Dia berlari menuju kamarnya. Laki laki itu tertawa melihat Tania ketakutan. Di lorong rumah yang sempit, Tania terjebak. Dia menangis memohon,
"Jangan om..!!!".
Lelaki itu tak memperdulikan tangisannya. Di dekap mulut Tania agar tak bersuara. Tania terus meronta dengan segala kekuatannya.
"Tenang lah sayang, kita nikmati malam ini.." ucap laki laki itu.
Di tutup mulut Tania dengan robekan dasternya. Tania terus mencoba menjauh, dia pun tak henti hentinya menangis. Berharap laki laki itu iba padanya. Namun harapannya sia sia.
Tania menjerit dan meronta ketika bajingan itu menindih tubuhnya.
"Apa kau menyukainya..?"
Tania menggeleng. Laki laki itu memandang Tania dengan tatapan rakus.
"Tenang lah.. Nikmati saja.." ucap laki laki itu.
Jeritan Tania tenggelam dalam derasnya suara hujan. Dia hanya bisa pasrah.
Tania menangis menahan rasa sakit. Laki laki itu memandang Tania. Namun Tania tak mau memandang wajah bajingan itu. Dia hanya bisa menangis.
"Aku akan membayarmu lebih untuk kenikmatan malam ini..".
Laki laki itu tersenyum puas setelah dia melampiaskan nafsunya. Lalu dia ke kamar mandi. Tak berapa lama, dia keluar dan meletakkan segepok uang dari dalam tasnya di samping tubuh Tania
"Mungkin ini cukup untuk keperawananmu yang telah aku nikmati..".
Lelaki itu membuka ikatan kain di mulutnya dan mencium bibir Tania sebelum pergi. Senyuman puas di lemparkan ke arah Tania saat lelaki itu menutup pintu.
Tatap mata Tania kosong. Dunianya terasa hancur. Perih terasa di pangkal pahanya. Badannya pun sakit semua. Airmatanya terus mengalir. Perlahan dia bangkit dengan sisa tenaga yang ada.
Tertatih dia berjalan mengunci pintu rumahnya. Dia duduk meringkuk sambil meremas rambutnya. Ini mimpi terburuk dalam hidupnya yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Perlahan dia membersihkan tubuhnya dari bekas sentuhan laki laki itu. Air yang menyentuh tubuhnya seolah tak mampu menghilangkan jejak sentuhan bajingan itu.
Air matanya bercampur dengan rasa sakit yang menusuk relung hatinya. Dia menangis sejadi jadinya. Dia teriak sekuat tenaga. Hingga dadanya terasa sesak.
Dia merasa dirinya bagaikan sampah yang tak berharga. Dia kehilangan segalanya di usianya yang masih sangat belia. Apa yang harus di katakan pada mamanya..?. Fikiran Tania kacau.
Setelah berpakaian Tania membersihkan tempat dimana bajingan itu menghancurkan hidupnya. Robekan dasternya di kumpulkan dalam plastik. Dia melihat tumpukan uang itu dan menimangnya.
"Dua ratus juta untuk harga sebuah keperawanan.." desisnya.
Tiba tiba dia tersenyum sinis menatap uang itu,
"Baiklah.. Jika ini maumu..".
Di lupakan dengan cepat peristiwa tadi.
"Ini bukan inginku, tapi akan ku penuhi apa maumu..".
Tania memasukkan uang itu kedalam sebuah kantong plastik tebal, dan menyimpannya di antara tumpukan bajunya. Dia merebahkan tubuhnya dan terlelap dalam riuh suara hujan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Sindy Sintia
Tania oon orang asing di ijinin masuk
2025-02-15
0
martina melati
gk boleh... dsini bukan toilet umum. kalo mau pipis sono... ke indomaret ato alfamart ada aedia wc gratis
2024-11-09
0
martina melati
ngundang hidung belang masuk nih....
2024-11-09
0