Tania merebahkan tubuhnya. Tawaran pak Edward sangat menggiurkan. Tapi apa yang harus di lakukan pada lelaki itu..?, dia belum pernah tidur dengan laki laki manapun sebelumnya. Tania dilema dengan fikirannya.
Dia mencari referensi dari beberapa film dewasa. Apa yang harus di lakukannya untuk bisa memuaskan bule itu di ranjang. Dia memperhatikan dengan baik baik. Namun tubuhnya bereaksi saat dia menyaksikan adegan dalam film itu.
Demi uang 1M, di bulatkan tekadnya menemui bule itu. Toh hanya satu kali saja tidur dengannya, gumam Tania. Dia pun menghubungi pak Edward. Dan mereka akan bertemu malam ini
...****************...
Di sebuah lobby hotel bintang lima, Tania mendekati pria bule itu.
"Hai.." sapanya.
Pak Edward yang sedang duduk santai menyambutnya.
"Pilihan yang tepat kan..?".
Tania hanya tersenyum. Pak Edward menggandeng tangannya saat menuju lift.
Lift terbuka dan hanya ada mereka berdua. Pak Edward kembali menggandeng tangannya saat keluar dari lift dan menuju sebuah kamar.
"Silahkan cantik.." ucap pak Edward dengan sopan. Membuat hati Tania sedikit tenang
"Mau minum..?" tawar pak Edward.
Tania menggeleng, "nanti saya ambil sendiri.." sahutnya
Tania yang terlihat tegang. Pria bule itu menuang minuman dalam gelas. Kemudian meminta Tania duduk di sebelahnya.
Tangan pria itu merangkul Tania.
"Kamu sudah yakin akan melakukan ini..?" bisiknya di telinga Tania.
Tania mengangguk. Jemari pria itu menyentuh leher Tania dengan lembut, membuat Tania bergidik.
"Sepertinya kamu benar benar polos..".
Pria itu membuka pakaiannya, dan hanya mengenakan boxer. Tubuhnya yang kekar dan dadanya yang bidang dengan sedikit bulu halus di dadanya.
"Pakai saja ini.." pria itu memberikan sesuatu pada Tania.
Sebuah baju tidur Satin dengan aksen renda di dada. Tania menerimanya. Dia ke kamar mandi mengganti pakaiannya. Pria bule itu tersenyum saat melihat Tania
"You look so hot.." ucapnya
Sebuah obrolan ringan, sambil sesekali jemari bule itu menyentuhnya. Tania menjadi nyaman, dia terlihat lebih menyenangkan saat ini.
"Aku merasa sangat beruntung hari ini..?" ucapnya. Tania merasa heran.
"Kenapa..?" tanya Tania.
Bule itu mengangkat bahu. Tania tertawa melihat tingkahnya.
"Aku merasa tidak tega untuk menidurimu, tapi di mataku kau begitu menggoda.." ucapnya sambil membelai rambut Tania.
Tania kembali memandangnya dengan seribu tanda tanya.
"Aku tidak akan menyakitimu.." bisiknya sambil mencium bibir Tania dengan lembut.
Tania mencoba membalasnya.
"Santai saja.." ucap pria itu lagi.
Seperti guru yang memberi praktek pada muridnya, pria itu dengan sabar menuntun Tania. Tania mendesah ketika tangan pria itu menyentuh dadanya.
"Bagus sekali, aku suka.."
Tania tersipu, dan membiarkan setiap sentuhan pria itu di tubuhnya. Sentuhan yang lembut membuat Tania perlahan menikmatinya, sesekali dia menggigit bibirnya menahan desah kenikmatan. Perlahan tapi pasti, pria itu menikmati setiap sisi tubuh Tania.
"Aaahhh...." berkali kali Tania mendesah.
"Kita akan menikmati malam ini sayang..." bisik bule itu.
Bagai sepasang kekasih yang telah lama merajut benang benang asmara. Tania merasa tak ada beban saat tubuh mereka menyatu.
Pujian kembali terlontar dari bibir pria itu saat miliknya berhasil memenuhi seluruh ruang milik Tania.
"Kau benar benar luar biasa.."
Walau menahan sakit, Tania tetap menikmati saat tubuh kekar itu menggerakkan tubuhnya. Nafas mereka saling memburu, Tania pun tak lagi sungkan memberikan ciumannya.
"Aaaahhhhh.... Aaahhhh...." Tania menjerit kecil saat dia merasakan sesuatu yang terasa sangat nikmat.
Tubuhnya meregang, nafas nya semakin tak beraturan. Pria itu beberapa kali menghentakkan tubuhnya, kemudian mempercepat gerakannya.
Tania kembali menjerit karena gerakan itu, sampai akhirnya...
"Oohhhh... Oouugghhh...." pria itu mendesah hebat dan Tania merasakan sesuatu yang hangat di atas perutnya.
"Ooohh... My God.." ucap pria itu.
Dia pun merebahkan tubuhnya di samping Tania. Pria itu tertawa kecil.
"Kau luar biasa sayang.. Belum pernah aku bercinta senikmat ini.." bisik bule itu sambil mengecup pipi Tania yang bersemu merah.
Perlahan Tania bangkit, membersihkan dirinya. Dia kembali merebahkan tubuhnya. Perlakuan yang sangat berbeda di bandingkan dengan bajingan yang dulu memperkosanya.
"Aku akan menepati ucapanku.." ucap pria itu sambil beranjak dari atas ranjang.
"Berapa nomor rekeningmu..?" sahutnya sambil memegang handphonenya. Tania menyebutkan beberapa angka.
"Ok...". Sebuah notifikasi berbunyi di handphone Tania. Dia membacanya. Benar benar angka yang luar biasa ucap Tania dalam hati.
"Ok.. Tugas mu sudah selesai.." ucap pria itu. Tania pun memakai pakaiannya.
"Terima kasih " ucap Tania. Pria itu tersenyum, sesaat kemudian mencium bibir Tania.
"Ciuman terakhir untuk malam yang luar biasa ini..". Tania mengangguk.
"Aku akan mengantarmu sampai lobby.."
"See you baby.." ucap pria itu sambil melambaikan tangannya.
Tania membalas dengan senyuman manisnya. Malam ini pertama kalinya dia menjadi, 'pelacur'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😭😭😭😭😭😭😭
2024-10-03
0
Jamayah Tambi
Masih anak2./Sob//Sob//Sob/
2024-08-16
1