Mata Tania terlihat sembab.
"Abis begadang..?" ledek Shafia.
"Kampreett..!" jawab Tania sambil menjitak kepalanya. Shafia tertawa. Jam pelajaran ekonomi.
"Hari ini kita ulangan harian.." ucap Pak Ichal begitu masuk kelas.
Mampuuss..!! Gerutu Tania dalam hati. Untung saja pak Ichal memberi waktu 10 menit untuk membaca kembali materi pelajaran. Sebisa mungkin Tania menjawab soal soal yang di berikan.
Untung saja cuma 1 jam pelajaran ekonomi, kalau tidak.. Sudah bisa di bayangkan apa yang terjadi. Tania sungguh tak dapat menahan kantuknya.
"Jangan sibuk cari duit aja ya non.. Sekolah juga penting.."
Suara yang tak asing terdengar di telinganya. Riuh suara teman temannya tertawa. Tania langsung tersentak.
"Ma..maaf pak..." ucap Tania
"Jam istirahat temui saya di ruangan guru.." ucap pak David.
Tania hanya menarik nafas. Bakal kena hukum nih.. Gumamnya dalam hati.
Tania melangkahkan kaki ke ruang guru menemui pak David. Beberapa mata guru memandangnya. Dia berusaha tak menghiraukan mereka.
"Nanti saja sepulang sekolah, saya masih sibuk.." ucap pak David saat Tania sampai di mejanya.
"Baik pak.."
Tania kembali ke kelasnya, merebahkan kepalanya di atas meja. Terdengar langkah kaki masuk di iringi tawa centil. Pasti Mia dan teman temannya.
"Kalau mau tidur di rumah aja.. Bukan sekolah.." sindir salah satu temannya.
Tania hanya mencibir kemudian bangkit dari duduknya.
"Bukan urusan kalian.." sahutnya sinis.
Dia pun menuju toilet untuk mencuci wajahnya. Masih ada waktu untuk dia ke kantin. Teh hangat di pesannya. Pandangan yang sangat tak bersahabat. Ada beberapa di antara mereka yang bisik bisik. Pasti menceritakan dirinya.
Jam pelajaran matematika setelah istirahat. Tania mencoba fokus sampai jam pelajaran terakhir. Lega rasanya. Dia merapikan buku bukunya dan memasukkan dalam tas.
"Mau di tunggu gak..?" tanya Shafia.
Tania menggeleng, "duluan aja..." jawab Tania.
Sebuah pesan masuk melalui handphonenya, "saya sudah pulang, temui saya di cafe Row jam 4". Pesan dari pak David. Tania langsung menuju tempat parkir dan menjalankan motornya pulang ke kost. Tanpa mengganti seragamnya, dia pun tertidur.
...****************...
Tania tersentak oleh suara dering handphonenya.
"Halloo.." jawabnya.
"Hai.. Saya sudah di jalan, kamu dimana..?". Tania langsung tersadar. Dia ada janji dengan pak David. Sudah jam setengah empat.
"Uhmm.. Maaf pak, saya ketiduran. Tadi abis minum obat.." Tania mencari alasan.
"Kalau saya yang ke rumah kamu aja gimana..?" tanya suara di sana.
Tania terkejut, gimana ini..bathinnya.
"Gak usah pak, biar kita ketemu di cafe aja.."
Tania langsung mandi dan segera menuju tempat yang di janjikan.
Tania langsung mencari pak David. Dia menemukan sosok itu dan menghampiri.
"Maaf pak terlambat.." ucap Tania.
"Duduk lah.." sahutnya.
Tania memandang gurunya itu. Sepertinya masih sangat muda. Keduanya terdiam.
"Emang kamu semalam kemana..?, kenapa ke sekolah dalam keadaan seperti itu..?" pak David buka suara.
"Saya pulang larut pak, ada pekerjaan. Closing brand kosmetik.." jawab Tania.
"Kenapa kamu harus kerja keras sampai segitunya?"
"Saya dari keluarga broken home pak, makanya harus kerja keras..".
"Orang tuamu..?" tanya pak David.
"Ayah gak tau dimana, ibu tinggal sama ayah tiri.." jawab Tania.
"Saya tidak melarang murid saya bekerja. Tapi harus bisa membagi waktu.."
Pak David membuka tasnya, "lihat... Hasil ulanganmu selalu dapat nilai C, gimana kamu mau naik kelas..".
Tania menarik nafas panjang. Padahal dia memang tidak suka pelajaran ekonomi.
"Kamu harus ulangan lagi..". Glek.. Di telan salivanya.
"Kapan pak saya harus ulangan lagi..?" tanya Tania.
"Nanti saya kabari jadwalnya.., tapi privat sama seperti anak anak yang lain.." jawab pak David.
Tania mengangguk.
...****************...
Ulangan macam apa itu..??, kenapa harus privacy..??, apa memang seperti ini..??. Aneh aneh aja peraturannya. Tania yang baru masuk di sekolah ini beberapa bulan, dan tak banyak mengenal kakak kelasnya. Lagi pula mereka juga terkesan cuek dan seperti tak mau bersahabat.
Tania masuk ke sebuah swalayan, mengambil troli dan mulai memilih kebutuhannya. Perasaannya tidak enak, seperti ada yang membuntutinya. Aahh.. Bodo amat.. Fikirnya. Dia mengantri di kasir.
"Udah kayak emak emak ya.." suara di belakangnya.
Tania langsung menoleh, "pak David..??" Tania terkejut dan heran.
Ngapain juga nih orang. Dia pun mulai mengeluarkan barang barangnya dan kasir mulai menghitung. Tania membayarnya, dan langsung pergi.
"Aku fikir kamu becanda tentang kehidupanmu..." tiba tiba pak David sudah ada di sebelahnya.
Tania mencoba tersenyum walau masih sedikit dongkol.
"Maaf pak.. Saya buru buru.." Tania mencoba menghindar. Dia langsung menuju dimana motornya terparkir.
"Guru gila.." gumamnya.
...****************...
Tania menyusun barang barangnya. Dia mulai membersihkan ruangan kostnya. Terdengar suara pintu di ketuk. Tanpa fikir panjang Tania langsung membuka pintu. Dia terkejut, sosok itu tersenyum..
"Bapak ngapain..?" tanya Tania masih memegang alat pelnya.
"Cuma mau mampir aja.." sahutnya tanpa bersalah.
"Maaf pak, lantainya masih basah..".
"Saya masih bisa nunggu sampai kering.." sahutnya. Rese amat nih guru bathinnya.
"Silahkan pak.." ucap Tania tak berapa lama sambil meletakkan minuman botol.
"Kamu di sini sendiri..?" Tania mengangguk.
"Berani juga ya..".
Tania mulai kesal, tapi tak mungkin mengusirnya. Dia juga mulai merasa risih ketika pak David perlahan mendekatinya.
"Tentang ulangan kamu, saya beri kamu pilihan. Ulangan susulan sampai kamu dapat nilai minimal B atau..." tatapan pak David mulai aneh.
"Atau apa...?" tanya Tania.
Senyumnya mengisyaratkan sesuatu.
"Masa kamu gak ngerti maksud saya.." ucapnya sambil mengelus pipi Tania.
Tania sontak menjauh, "maaf pak.. Maksud bapak apa ya..?" Tania menjadi takut.
"Kamu gak ngerti atau pura pura gak ngerti.." ucapnya kembali mendekati Tania.
"Santai aja.. Cuma kita yang tau.." bisiknya, "dan saya jamin nilai kamu akan bagus sampai kenaikan kelas.."
Kenapa selalu ada di pilihan yang suliitt...!! Gerutu Tania. Pelajaran ekonomi adalah kelemahannya. Tapi jangan tanya tentang pelajaran matematika, atau fisika dan kimia. Semua sanggup di hadapinya sesulit apa pun.
Tania memandang wajah pak David. Tangannya perlahan mengelus paha Tania dari balik dasternya.
"Gimana..?" tanya pak David lembut.
Tania hanya diam.
"Saya ulangan aja pak.." sahutnya.
"Uuhhmm.. Kamu yakin..?".
Pak David seolah tau dimana pelajaran yang tak mampu di kuasainya. Tania mengangguk pelan.
"Ok.. Besok kamu ulangan remedial di perpustakaan setelah pulang sekolah. Tapi kalau nilai kamu tetap C, kamu dalam bahaya.." ucapnya sambil tersenyum.
Shiitt..!! Maki Tania dalam hati. Pak David pun beranjak meninggalkan Tania. Tania hanya bisa menarik nafas panjang.
Pak David termasuk guru idola di sekolahnya. Banyak murid perempuan yang mengaguminya, termasuk Shafia. Selain rupawan, dia juga terlihat pintar dan mempunyai tubuh yang bagus. Tania memijit keningnya. Dunia ini sudah membuatnya gilaaa...
...****************...
"Ya tuhaaannn....!!!" Tania menepuk keningnya.
"Mampuuss akuu...!!! Pekiknya ketika dia melihat jadwal di dinding kamarnya. Besok ada jadwal pemotretan untuk sebuah produk minuman kesehatan. Di waktu yang sama dia juga harus ulangan remedial ekonomi.
Tania mencoba mencari jalan keluar. Dia langsung mengambil handphonenya.
"Maaf pak, saya lupa besok ada jadwal pemotretan. Kira kira bisa gak ulangan susulannya lusa..".
Tania mengirim pesan pada pak David. Ada rasa ragu dalam hatinya.
Handphonenya berdering, "ya pak.." jawab Tania.
"Sepulang kamu pemotretan kita ulangan.." jawab suara di sana, dan langsung terputus. Tania hanya pasrah mendengar jawaban itu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Su Santi
guru anjing begitu mah geram aku
2024-12-14
1
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kenapa tania selalu dipertemukan dengan manusia2 seperti ini? kasihan
2024-10-04
1
Jamayah Tambi
sudah lambat pak.Bapak ini sengaja ambil peluang atas kelemahan muridnya.Sepatutnya melindungi tp ternyata /Sob//Sob//Sob/
2024-08-16
2