Bab 20

Pagi pagi sekali Tania dan Shafia sudah bangun. Mereka bergegas mandi dan mulai make up untuk acara wisuda pagi ini. Mereka berdandan secantik mungkin.

Setelan kebaya brukat maroon menambah cantiknya tampilan mereka. Jam 7, mereka selesai. Keduanya saling pandang.

"Kamu cantik Tan..." puji Shafia.

Tania tersenyum, kemudian merangkul bahu Shafia.

"Kamu juga cantik..." Tania balik memuji sambil menatap pantulan mereka di cermin.

Keduanya terdiam. Ada sorot kesedihan di mata mereka. Tania memalingkan wajahnya. Shafia pun menatapnya. Keduanya kembali tersenyum. Tania memeluk Shafia.

"Terimakasih..." bisiknya dengan suara parau.

Shafia hanya mengangguk. Dia tak mampu bicara, lidahnya kelu. Matanya mulai berkaca kaca. Pelukan mereka perlahan merenggang.

Ada butiran bening mengambang di pelupuk mata Tania. Keduanya mencoba tersenyum. Kemudian keduanya tertawa bersama.

"Udah aahh.. Berangkat yookk.." ucap Tania sambil menyeka air matanya yang terlanjur jatuh.

Shafia pun mengangguk. Dia berjalan menuju garasi untuk mengeluarkan mobil. Sementara Tania mengikuti dari belakang dan mengunci pintu.

Mobil Shafia melaju perlahan menuju sekolah mereka. Pagi yang indah, namun terselip lara di dalam hati keduanya.

...****************...

Dokter Clara memandang wajahnya di cermin. Dia merapikan kembali kebaya yang di pakainya pagi ini. Dia menarik nafas menenangkan hatinya.

"Sudah siap sayang..?" tanya pak Rafael yang berdiri di belakangnya.

Dokter Clara mengangguk pelan. Tangan halusnya di genggam erat. Genggaman yang mencoba meyakinkan dengan apa yang akan mereka lakukan hari ini.

...****************...

Rangkaian papan bunga berjajar rapi di sepanjang jalan masuk sekolah Tania. Mobil mobil berjajar rapi. Wajah wajah bahagia terpancar.

Tania terlihat paling cantik di antara para siswi. Hampir semua mata tertuju padanya saat dia berjalan menuju aula yang semakin ramai.

Tania dan Shafia langsung duduk di tempat para siswa. Acara di mulai. Satu persatu kata sambutan telah di mulai. Hingga sampai sampai di pengumuman untuk murid yang berprestasi.

Tania dan Shafia terkejut ketika nama mereka di panggil. Keduanya saling pandang tak percaya. Seperti mimpi.

"Untuk ananda Tania Eka Putri dan Nur Shafia Wardani silahkan naik ke podium.."

Suara gemuruh tepuk tangan. Keduanya bangkit dan berjalan beriringan.

"Untuk kedua orang tua ananda kami, harap maju dan naik ke podium.."

Tania dan Shafia saling pandang. Tatapan sedih di antara keduanya. Namun suara riuh kembali terdengar.

"Untuk bapak dan ibu orang tua ananda kami di persilahkan..."

Tania dan Shafia membalikkan badannya melihat apa yang terjadi. Mata Tania terbelalak tak percaya. Dokter Clara dan pak Rafael, serta dokter Bimo.

Tania dan Shafia saling melempar pandang tak percaya. Terdengar riuh bisik bisik para undangan. Tania menerima penghargaan kemudian berfoto bersama dokter Clara dan pak Rafael.

Sedangkan Shafia bersama dokter Bimo. Shafia pun tak bisa menyembunyikan rasa tak percayanya. Setelah selesai mereka kembali ke tempat duduknya.

"Kok bisa mereka datang..?" bisik Shafia di tengah suara riuh. Tania hanya mengangkat bahu. Keduanya masih menunjukkan ekspresi bingung.

...****************...

Acara telah usai. Para siswa saling memberi selamat. Moment ini pun di manfaatkan untuk saling berfoto bersama.

"Kok bisa sih mereka datang..?" tanya Shafia masih tak percaya.

"Aku juga gak tau..." jawab Tania

Keduanya berjalan menuju tempat parkir. Ternyata di sana dokter Clara dan Bimo sudah menunggu. Tania dan Shafia mempercepat langkahnya.

Tania langsung memeluk dokter Clara. Dokter Clara membalas pelukannya dengan erat.

"Selamat ya sayang...." bisik dokter Clara.

Pelukan hangat juga di berikan pak Rafael. Bimo juga mengucapkan selamat kepada keduanya.

"Kok tante bisa ke sini sama dokter Bimo?" tanya Tania.

Mereka hanya saling pandang dan lempar senyum. Seperti sudah di rencanakan sebelumnya.

"Surprise ajaa.., biar kalian bahagia.." sahut pak Rafael.

Mata Shafia berbinar, "terima kasih banyak tante. Sumpaaahhh... Seneng banget hari ini.."

"Kira rayakan yuk.. Tante udah siapkan jamuan di rumah. Tapi hanya untuk kita aja.."

Tania dan Shafia kembali saling pandang.

"Ayo laahh... " ajak Bimo

"Ayo.. Tania sama tante, biar Shafia sama Bimo.." ajak dokter Clara.

Tania tersenyum nakal ke arah Shafia. Shafia pun jadi salah tingkah, wajahnya kembali memerah. Tanpa menunggu lama mereka langsung masuk ke dalam mobil menuju rumah dokter Clara.

Di perjalanan.

Dokter Clara duduk di samping Tania. Tak henti hentinya dia memandangnya. Tania merasa ada yang aneh. Pak Rafael berkali kali memandang dokter Clara dari kaca spion seolah olah mengisyaratkan sesuatu.

Tania mencium gelagat itu. Bergantian dia memandang dokter Clara dan pak Rafael.

"Om sama Tante kenapa sih..?" tanya Tania.

Dokter Clara memandang Tania tak berkedip. Kemudian mengelus pipinya yang lembut. Darah Tania berdesir, jantungnya berdetak hebat.

"Tania Eka Putri.. Kamu adalah anak kami.." ucap dokter Clara pelan.

Tania terkejut, mulutnya ternganga. Di pandang wajah mereka bergantian. Tak lama dia tertawa kecil.

'Iihh... Jangan bercanda kelewatan dong.." sahut Tania.

Dokter Clara menggeleng, "kami serius.." sahutnya.

Tania kembali memandang keduanya masih tak percaya. Dia terdiam sesaat. Wajahnya berubah sendu.

"Tania anak pelacur..." jawabnya kemudian.

"Enggak sayang... Kamu bukan anak pelacur, kamu anak kami. Tania ingat foto perempuan tua yang Tania lihat malam itu..?" tanya dokter Clara.

Tania mengangguk pelan. Dokter Clara mengambil handphone-nya, menunjukkan sesuatu kepada Tania.

"Lihat sayang.. Kalian mirip sekali.." ucapnya.

Tania kembali memandang wajah dokter Clara. Dia terdiam sejenak.

"Tapi wajah kan bisa aja mirip..." sahut Tania.

Dokter Clara mengambil sesuatu di dalam tas kerjanya. Sebuah amplop coklat besar. Di sodorkan amplop itu kepada Tania.

"Mungkin ini bisa meyakinkanmu..."

Tania menerima amplop itu. Di bukanya perlahan. Tangannya sedikit gemetar. Bola matanya bergerak. Di bacanya lembar kertas itu satu persatu.

Tiba tiba dia terdiam. Mutiara bening terjatuh di atas kertas putih itu. Di angkat wajahnya perlahan. Di pandang wajah dokter Clara. Tanpa berkedip, air matanya jatuh perlahan.

"Ini pasti mimpi.." ucap Tania tak percaya.

Dokter Clara menggeleng lalu menggenggam tangan Tania.

"Kamu gak mimpi. Ini nyata sayang..." ucap dokter Clara meyakinkan Tania.

Tania memandang pak Rafael dari kaca spion, meminta pendapatnya. Pak Rafael yang menyadari itu membalas dengan senyuman. Tania kembali memandang dokter Clara.

"Ma.. Maa..." ucapnya perlahan.

Dokter Clara langsung memeluknya. Tangisnya pecah.

"Kami merindukanmu..." bisiknya.

Pak Rafael menarik nafas lega. Lepas sudah beban di pundaknya. Dia menyeka sesuatu di pelupuk matanya.

"Kita hampir sampai.. " ucapnya.

Tania dan dokter Clara melepaskan pelukan mereka. Menyeka sisa air mata dengan jemari masing masing. Keduanya tersenyum.

"Welcome home sayang..." ucap pak Rafael sambil melebarkan tangannya.

Tania pun berlari ke dalam pelukannya. Tak lama mobil Shafia pun masuk. Shafia keluar dengan wajah sumringah di susul Bimo.

"Ayo masuk.. " ajak dokter Clara. Raut wajah bahagia terpancar di wajah mereka. Ternyata Abimanyu sudah menunggu di dalam.

"Selamat ya Tania.." ucapnya sambil memberi sebuah buket berisi bunga mawar merah.

"Terima kasih..." ucapnya sambil tersipu.

Lirikan mata menggoda dari Shafia, "cieee...." godanya. Wajah Tania semakin memerah. Dia menutup wajahnya dengan buket itu.

"Makan yuukk.. Tante tadi udah pesan makanan. Tapi sederhana yaa.." ajak dokter Clara. Mereka pun menuju ruang makan.

Shafia kembali menggoda Tania. Tania membalasnya dengan melototkan matanya. Shafia semakin tertawa. Betapa bahagianya mereka..

Terpopuler

Comments

Sindy Sintia

Sindy Sintia

shafia sama Tania sahabatan nggak iri dengki karena nasib nya sama..

2025-02-16

0

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

saatnya semua bahagia

2024-10-06

0

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Akhirnya kembali pd keluarga.Penulis tlg cerita bg mana Tania boleh dibela pelacur itu

2024-08-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!