"Tania beneran tinggal di daerah lokalisasi..?" tanya mbak Tia.
Yuri mengangguk
"Tania itu pinter loh mbak, cuma yaa.. Itu tadi. Nasibnya kurang beruntung..".
"Kasihan banget ya.., ayahnya masih ada..?" tanya mbak Tia.
Yuri mengangkat bahu.
"Dia bilang dia cuma tinggal sama mamanya aja, mamanya jugaa..." ucapan Yuri terhenti ketika mendengar suara pintu di ketuk.
"Siapa malam malam begini..?".
Kakak beradik itu saling pandang. Keduanya mendekat ke arah pintu, dan membukanya perlahan.
"Tania..!!"
Keduanya terkejut melihat Tania yang berdiri di depan pintu masih memakai seragam sekolahnya.
"Ayo cepat masuk.." mbak Tia menarik tangan Tania.
Mata Tania memerah dan berair. Pasti terjadi sesuatu lagi bathin Yuri.
"Boleh Tania nginap di sini..?".
Mbak Tia dan Yuri berpandangan.
"Nanti setelah selesai UAN, Tania mau kerja aja..." ucapnya.
"Tinggallah di sini Tania. Tapi, mohon maaf kami tidak bisa menerima mu lama lama. Karena mbak sama Yuri mau pindah ke Surabaya. Pulang ke kampung bapak..".
"Gak pa pa mbak, untuk sementara saja...". Yuri memeluk Tania.
Tania tidur bersama Yuri.
"Maaf ya Yuri, aku merepotkan. Karena aku bingung mau kemana..".
"Udah gak pa pa.., tapi apa lu yakin mau kost. Terus biaya hidup kamu gimana..?".
"Apa pun alasannya aku harus kerja.. Kalau gak bisa lanjut sekolah, ya mau gimana lagi.." sahut Tania.
Entah yang ke berapa kali dia harus berkata bohong. Adahal uang yang di pegangnya cukup untuk biaya hidupnya.
"Maaf Tan.. Gue gak bisa banyak bantu..". Tania mengangguk.
"Ini udah cukup.. Makasih banyak ya..". Yuri merangkul Tania.
"Udah malam, besok kita harus sekolah..".
...****************...
Sabtu sore di sebuah aula mall terbesar. Tania dan mbak Tia sudah siap siap semenjak dua jam yang lalu. Banyak mata yang memandang Tania. Selain parasnya yang cantik, bentuk tubuhnya juga tak kalah dengan model model lainnya.
"Senyum ya Tan.. Lupakan sedihmu.." bisik mbak Tia.
Tania mengangguk. Sebuah event produk kecantikan yang meluncurkan produk barunya banyak di hadiri kalangan atas. Tania yang ada di antara mereka benar benar menjadi buah bibir.
Tak sedikit jepretan kamera wartawan mengambil fotonya. Sepertinya dia bintangnya saat ini. Tania tak banyak bicara. Dia selalu mengikuti arahan mbak Tia. Banyak yang memuji Tania ketika dia dan mbak Tia naik ke atas panggung.
"Respon orang orang sangat baik.." ucap Azuan saat mereka ada di belakang panggung.
Semua peserta menunggu hasil penjurian. Dan mbak Tia di nobatkan sebagai pemenangnya. Mereka bersorak dan berpelukan.
"Ok.. Saya ingin menyampaikan sesuatu dari pemilik B'beauty Cosmetic, untuk mbak Tania, kira kira bersedia gak sih untuk jadi brand ambasador produk ini..?" tanya sang MC.
Tania sangat terkejut mendengarnya. Dia dan mbak Tia saling pandang.
"Oohh.. Masing bingung ya.., mbak Tania kegiatannya apa..?" tanya MC.
"Saya masih sekolah om.." jawabnya. Terdengar gemuruh tawa penonton.
"Aahh.. Serius..??, kelas berapa emangnya..?"
"Saya masih kelas 3 SMP...". Decak kagum dari penonton bahkan dari para Juri.
"Mungkin nanti saya pertimbangkan lagi tawarannya. Karena saat ini mau fokus sekolah, kan sebentar lagi ujian..".
Suara tepuk tangan menggema. Jawaban yang sangat bijak. Penyerahan hadiah di berikan. Uang pembinaan 50 juta di terima mbak Tia.
...****************...
"Awal yang baik kayaknya nih.." ucap mbak Tia.
Tania tersenyum tiada henti, akan aku buktikan sama mama kalau aku bisa, ucapnya dalam hati. Mbak Tia memberikan bonus kepada Tania.
"Untuk tambahan pegangan kamu..".
Tania merasa tidak enak hati. Tapi di terimanya uang itu, takut mbak Tia tersinggung.
"Kamu bisa buat beli handphone baru, untuk menunjang karirmu.." mbak Tia memberi saran.
"Tapi aku kurang faham mbak.." ucap Tania.
"Nanti mbak bantu..". Tania senang mendengarnya.
Tania memegang handphone barunya. Inilah hasil kerjanya. Hampir sebulan dia tinggal di rumah Yuri, sampai waktunya tiba. Ada rasa sedih yang mendalam dalam dirinya. Yuri dan mbak Tia akan pindah ke Surabaya. Rumah itu akan di beli seseorang.
Tania mengemas pakaiannya dalam kardus besar. Dia telah mendapat tempat kost baru dan juga mendaftar di salah satu sekolah.
"Jaga diri baik baik ya.." pesan mbak Tia saat mengantar Tania ke kostnya yang baru.
Tania hanya bisa mengangguk. Yuri pun memberikan pelukan terakhirnya. Pelukan erat 2 sahabat. Tania tak dapat berkata kata.
"Kuat ya Tan.. " bisik Yuri.
Tania hanya menjawab dengan anggukan pelan. Kini Tania benar benar sendiri.
Di susun pakaiannya ke dalam lemari. Uangnya masih tersisa 100 juta lebih. Sampai kapan akan bertahan fikirnya. Dia teringat dengan tawaran brand kosmetik itu. Dia mencoba menghubunginya. Tak di angkat. Dia pun mengirim pesan. Tak ada balasan, Tania hanya menarik nafas.
Dia harus mulai mencari kerjaan sambilan yang bisa di lakukannya. Mungkin besok dia akan mulai berkeliling untuk mencari pekerjaan. Dia memejamkan matanya. Sebuah pesan masuk, Tania segera membacanya.
"ok mbak.. Bisa besok pagi mbak ke kantor kami, sekitar jam sepuluh pagi. Boss mau ketemu mbak langsung..". isi pesan itu. Dia langsung membalas pesan itu. Akhirnyaaa...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Diana Dwiari
bukannya dikasih 200jt, mamanya minta 1 jt ada tambahan lg 50jt.., masa untuk hidup bbrp bln lsg habis banyak uangnya
2024-12-26
0
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga langkah tania benar. semangat!
2024-10-03
0
Diny Julianti (Dy)
kirain SMA
2024-09-29
1