Bab 15 | Kantor

"Permisi pak, tadi ada gasfood mengirim makanan," ucap Yeni sang manager.

"Udah ambil aja buat kamu, saya sudah kenyang," kata Tio.

"Baik pak, terima kasih," Yeni menutup pintu dan tersenyum girang membuat karyawan lain bingung.

"Pak Tio baik banget huhu.." ucapnya sambil menenteng kantong makanan berlalu melewati Anin.

"Itu pasti yang di pesan oleh Kak Tio," pikirnya.

"bodoamatlah ya, aku bisa makan dikantin aja," Setelah Anin menyelesaikan tugasnya ia pergi ke kantin dan melihat banyak sekali orang yang antri, untung saja terdapat satu warung yang lumayan sepi jadi dia bisa makan dengan tenang.

"Bu pesen ayam goreng sama nasi satu ya," ucapnya pada ibu kantin yang segera memasak makanan pesanan orang lain.

"Iya, tunggu bentar ya? Ibu lagi masakin yang lagi antri," ucap ibu kantin.

"Saya juga sama," Anin berbalik melihat Tio yang berada di belakangnya.

"Bukannya Pak Tio sudah membeli makanan ya tadi?" tanya Anin seolah tidak tau.

"Saya cancel," ucapannya itu membuat Anin kesal, kenapa dia harus mengcancel makanan yang sudah diantar langsung ke kantor. Bukannya tidak bisa di cancel apabila sudah di payment?

"Makanannya belum saya bayar," lanjutnya.

Anin teringat Yeni yang sedang makan di ruangan rest kantor, mungkin saja sekarang Yeni sedang dikejar oleh sang kurir pikirnya.

Tidak berselang lama makanan mereka pun jadi, mereka berdua makan dengan tenang. Namun, di sekitar terlihat para karyawan bingung melihat Tio sangat akrab dengan Anin yang dirumorkan.

"Dia lagi mba,"

"Iya ih, itukan inceran si Ce Grace,"

"Kita harus laporin ke Grace, jangan sampai kita kena imbasnya,"

.

~Call~

"Halo,"

.....

...

.

"Bocah itu sudah berani sekarang ya,"

"Ngak perlu waktu yang lama ngehancurin kamu,"

"Grace ngak pernah kalah dalam hal apapun apa lagi oleh Ja***g kecil kayak kamu,"

Grace mengelus foto Tio yang berada dikamarnya, dan melihat foto Anin yang dikirimkan nomor tidak dikenal.

.

"Azia, kamu mau jalan-jalan ngak besok ke busan?"

"Ngapain Ce? jauh banget capek,"

"Kita healing sambil jalan-jalan di busan,"

Azia yang memang sudah lelah dengan pekerjaannya hanya mengangguk setuju dengan ucapan Grace

"Rencana satu akan ku buat kamu tau, bagaimana rasanya kamu dahulu ditinggalkan oleh keluargamu satu persatu Tio," ucapnya dalam hati.

"Grace aku tau kamu suka Tio, tapi aku mohon jangan sampai dia risih," Azia mengutarakan pikirannya sejak tadi.

"Lho kenapa? Dia bilang risih sama aku?" tanya Grace.

"Ngak tau kenapa, hanya pikiranku aja," kata Azia yang sedang bingung dengan pikirannya.

"Tio bilang ada seseorang yang menerornya beberapa hari ini, dalam pesannya 'kalau kamu tidak sadar dengan sekitar, kamu akan kesepian' gitu Ce aku harus lakuin apa," lanjutnya.

"Aduh Zi aku ngak mungkin begitu, lagi pula aku ngak punya nomornya hehe," ucap Grace membuat senyum terpaksa.

"Mungkin orang iseng," ucap Grace.

Azia sangat tau latar belakang Grace seperti apa, ia tidak ingin membuat Grace tersinggung tetapi Azia khawatir dengan yang terjadi di masa lalunya.

Azia dulunya hanya sesosok anak yang pendiam, bahkan saat orang tuanya di kabarkan sudah tiada Azia hanya terus merenung menjalankan pekerjaannya tanpa banyak kata.

Ia hampir sama dengan Tio, tetapi Azia yang berperan sebagai kakak harus terlihat kuat di depan sang adik melewati banyak waktu.

...--------TBC--------...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!