...--------Happy Reading--------...
Setelah Anin puas bermain kora-kora kini keduanya tidak pusing seperti pengguna lain, entah kenapa rasanya asik saat terus bersama Jefrey.
"Udah yok cari yang lain," ucap Anin menggandeng lengan Jefrey.
Anin mengajak Jefrey ke arah roda berputar dan menikmati street food yang berada di kota.
"Jef kamu mau makan ini ngak?" Anin menunjuk pada Bam yang gang pada market yang ada di sana.
"Aku haus jadi aku beli minum ini aja deh," ucap Anin pada Jefrey.
"Kamu mau Kimchi? Kita makan disini aja," kata Jefrey mengajak Anin makan karena perutnya sudah sangat lapar.
Terlihat hampir saja pertengahan malam mereka lewati.
"Mauuu.. Jangan lupa beli sosisnya ya," ucap Anin menunggu pada pinggiran kursi di dalam market.
Market ini menyediakan berbagai macam makanan yang dapat kita seduh langsung saat berada disana sehingga tidak menyusahkan para karyawan hingga pembeli.
Tidak berselang lama Jefrey pun datang dengan membawa dua mangkuk berisikan kimchi dengan satu cup berisi mie samyang yang tidak terlalu pedas.
"Mana sosisnya?" tanya Anin, membuat Jefrey mengeluarkan 4 Sosis besar dalam kantung saku jaketnya.
"Aku ngak bakalan lupa kok," ucap Jefrey yang dibalas senyum oleh Anin.
Mereka berdua makan sambil menceritakan banyak hal, mulai dari sekolahnya Anin hingga masalah perkuliahan Jefrey.
Anin memotong sosis dengan sendok menjadi empat bagian lalu ia memakannya, kesukaan Anin saat memakan kimchi dengan sosis. Entah ide yang dia dapatkan dari mana.
"Kak kita ke foto box yok nanti," kata Anin mengajak Jefrey berfoto ria sebagai kenangan yang bisa ia simpan dan pajang di rumah.
"Kamu tau tempatnya dimana? Aku sih ayo aja," ucap Jefrey sambil mengelap bibirnya kepedasan.
"Di daerah M bagian 2 disitu aku lihat temen-temen banyak yang foto disana," ucap Anin membayangkan foto yang ditampilkan oleh teman sekelasnya pada laman Insta story.
"Habisin dulu makannya," ucap Jefrey yang kini meraih tisu mengelap bibirnya.
"Iya-iya bawell," kata Anin mencubit pipi lelaki itu.
Setelah makan Jefrey melihat-lihat isi didalam ponselnya. Tidak lama Anin menegurnya untuk pergi segera ke foto box agar tidk kemalaman.
Mereka berjalan berdua melewati hari demi hari bersama, Jefrey terlebih dahulu memasuki box yang berisikan tempat duduk dan mesin foto.
"Kakak ada 50k?" tanya Anin sambil mengecek uang yang berada didalam coatnya.
"Ini ada, aku masukkin ya.. Kamu siap-siap," ucap Jefrey.
"Oke satu-dua-tiga," Beberapa pose sudah mereka lakukan hingga muncul pemilihan frane yang akan di cetak.
"Yey udah jadi," ucap Anin membagi 2 foto, 1 untuknya dan satu lagi untuk Jefrey.
"Sini foto dulu pake hp," kata Anin mengambil hpnya dan mendekatkan kedua polaraid dengan tangan berbeda sehingga mudah untuk di foto.
Setelah selesai Jefrey meletakkan foto tersebut pada belakang casing hp bening miliknya.
Mereka berdua keluar dari box foto dengan senyum yang terus terpatri pada wajah Anin.
.
...11.47, Myeongdong...
"Jef!" Sentak Anin yang kebingungan melihat Jefrey termenung menggandeng tangannya.
Entah apa yang dipikirkannya, seperti banyak sekali hal yang berdatangan tidak lama ini mulai dari ia dimarahi sang dosen karena tugas akhirnya ia abaikan, lalu di rumah belum lagi tinggal bersama orang tuanya membuat pusing kepala karena mereka selalu menuntut Jef menjadi mahasiswa teladan dan dengan cepat lulus kuliah.
"Babe, Jef anterin pulang ya? Ini udah malem banget," Ucap Jefrey tak berniat bertengkar dengan Anin yang sudah terlihat kesal karena membiarkannya bicara sendiri.
"Ih kok cepet banget sih, aku kan masih mau main permainan lain Jefff!" Jawab Anin
"Coba kamu lihat jam di tangan kamu itu, apa gunanya dia kalau kamu ngak inget waktu," Jefrey menghela nafas, memang susah kalau berdebat dengan Anin yang keras kepala.
"Hah? Pukul 23.51?" ucap Anim, rupanya ini sudah sangat larut malam. Habislah dia, padahal keluar bilangnya sama temen sekolah mana balik jam 8 lagi! Kalo ketahuan gimana?
"Udah kagetnya? Ayo pulang," Jefrey sudah sangat kalut dengan pikirannya sendiri, mamanya kerap kali memarahi Jefrey karena selalu bolos matkul, pasti saat dia pulang mamanya akan semakin mengoceh karena pulang larut malam.
Jefrey rasa ia sudah cukup dewasa untuk pulang selarut ini, kenapa dia harus dimarahi seperti anak kecil yang baru SD. Oke hilangkan pikiran itu dan lanjut antarkan Aninya saja, setelah sampai mungkin Jefrey akan sedikit merasa tenang.
Mereka berjalan ke arah parkiran, untung saja Jefrey membawa mobil. Hey, dia tidak mungkin membawa kekasihnya dengan motor waktu musim dingin seperti ini, Bisa saja Anin akan flu.
Setelah masuk ke mobil Jefrey menghidupkan penghangat mobil itu yang membantu sekali pada musim dingin seperti ini.
Anin harap pukul 00.00 ia bisa melihat turunnya salju di kota Myeongdong ini, kapan lagi melihat salju bersama Ayank hehe..
"Jef apa hari ini akan turun salju," ucap Anin yang hanya diberi deheman oleh Jefrey.
Jefrey menghidupkan mobilnya dan kini mereka berada dijalanan malam, menunjukkan banyaknya cahaya lampu jalan ketika melalui setiap rumah maupun ruko yang berada di sepanjang jalan.
"Jef, besok aku bakalan pindah ke Gangnam, Seoul," ucapan Anin membuat Jefrey sangat terkejut dan ia tiba-tiba mengerem mendadak. Untung saja tidak ada kendaraan lain dibelakang karena jalanan sudah sepi. Kalau tidak, mungkin ia sudah ditabrak.
"Eyy.. what? Apa yang kamu katakan!" ucap Jefrey yang terlihat menahan emosi, hey siapa juga yang mau di tinggalkan oleh sang kekasih?
"Kamu bilang, kamu bakalan pergi tahun depan. Kenapa jadi besok?" lanjutnya
Anin pernah membicarakan hal ini dan berakhir mereka yang saling berdiam diri tidak membahas apa pun lagi, kini Anin mengulanginya.
Oh astaga ini akan semakin rumit, kenapa Anin harus mengatakannya!
"Eemm.. Jef aku pikir kamu ngak masalah aku ambil study percepatan. Jadi, besok aku bakalan lanjutin perusahaan papa yang ada di Itaewon, Seoul," ucap Anin sendu.
"Hey, kamu masih terlalu muda. Kenapa harus memilih jalan yang sulit Nin?" ucap Jefrey tidak sedang dengan penuturan Anin.
"That's easy Jef! Aku ngak mungkin ngambil ini semua cuma karena aku ngak bisa apa-apa, papa udah berharap sama aku dari lama," ucap Anin meyakinkan.
"Lagi pula aku sudah punya basic skill karena sudah terlatih sejak SMA, aku sudah banyak tau tentang dunia bisnis," ucap Anin yang hanya terus meyakinkan Jefrey namun tidak ada hasil.
"Kamu bisa LDR? Aku tanya," ucap Jefrey yang membuat Anin terdiam.
"Oke tuntutan papa, tapi apa kamu sanggup kita jauh, huh!" ucap Jefrey.
"Jawab Anindya Putri Saguna!" lanjutnya
Perkataan Jefrey benar, apakah dia sanggup berjauhan dengan Jefrey? Bahkan hubungan mereka dikatakan baik-baik saja karena selalu berkomunikasi dan bertemu langsung, sedangkan Ldr membuat jarak terbentang sebegitu luasnya, mungkin Anin sangat sibuk dan sama dengan Jefrey.
Di Myeongdong mereka akan mudah bertemu, tetapi di Seoul apakah akan tetap sama?
...--------TBC--------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments