Selepas Tio membersihkan luka Anin, ia kembali duduk disebelah Anin. Terlihat sedang memesan satu teh dan jangan lupakan sedikit gula.
"Kita hari ini harus berangkat," Ucap Tio menoleh ke arah Anin yang sedang menunduk memperhatikan luka memar yang sedikit berdarah.
"Kamu ngak keberatankan?" Tanya Tio yang bingung, kenapa gadis ini hanya memandang kosong pada lukanya. Apakah begitu menyedihkan?
"Kalo ka-," ucap Tio yang terpotong.
"Aku ngak keberatan kak," jawab Anin.
"Oke, kita langsung flight siang ini. Jadi kamu balik ke rumah dan beres-beres, Ayo.."
"Kak bentar!"
"Kenapa lagi?" Tio kebingungan, apakah Anin mau di gendong karena kakinya kesakitan?
"itu kak" Anin menunjuk mamang ice cream tadi.
"Mau pesen ice cream satu aja ya? Pleaseee?" rengeknya, Anin sungguh ingin ice cream saat melihat bocah sd sedang membeli ice cream mangga kesukaannya.
Dengan senang hati Tio membelikan ice cream untuk sang pujaan hati, keberuntungan sedang berada di pihaknya.
"Mang ice cream mangga satu ya?" Ucap Anin.
"Oish, Shiap Neng geulis,"
"Akang ngak mau?" tanya si mamang pada Tio yang hanya tersenyum. Dia tak berhenti senyum loh ini, sampai kapan senyum-senyum terus hey? Dasar bucin.
"Aduh kalian berdua pacaran? Cocok euy," ucap mang tiba-tiba, membuat Anin ingin menjawab..
"bu-"
"buener mang!" Saut Tio.
Anin yang mendengar omongannya dipotong oleh Tio-pun melototkan matanya tak percaya. Apakah Tio sinting dan lupa Anin sudah punya pacar.
Setelah si mamang menyelesaikan pembuatan es gulung/Ice roll rasa mangga itu, mereka bergegas masuk kedalam mobil Tio.
.
"Kakak mau ngapain!?" kaget Anin ketika kepala Tio mendekat ke arahnya.
"Sstt... Jangan teriak-teriak," Kata Tio yang sedang mengambil lipcream lalu menghadap ke arah Anin.
"Nih ambil," Anin yang terkejut sepersekiandetik pun kembali menetralkan detak jantungnya.
Tio mengembalikan lipcream beserta tas Anin yang berwarna peach rupanya tertinggal di mobil Tio kala dia pingsan.
"makasih," cicitnya.
Tak berselang lama berkendara, Tio menoleh ke arah sebelah kursinya melihat Anin yang sedang terlelap tidur. Wajah tentram itu membuat Tio kalang kabut menahan rasa ingin mengambil satu kecupan dibibir gadis kecil nan imut itu.
Tetapi dia harus menahannya untuk saat ini, tidak mau membuat Anin marah dan kesal lagi kepadanya. Tio membuang muka ke arah lain sehingga tidak lagi terpaku dengannya.
.
Sesampainya mengantar Anin, Tio langsung pergi mempersiapkan diri untuk keberangkatan ke Itaewon.
~Call~
"Halo? Kenapa bro?" ucap seseorang di telpon.
"Kamu hari ini pindah ke apart!" Tio langsung mematikan Handphonenya.
"Isshh emang ngak berperi kebinatangan ni orang," ujar sang ditelpon, siapa yang tidak marah jika tiba tiba di usir dari tempat ter-pw.
-message 2-
Tio🙄: Pokoknya siang ini kamu udah keluar!
Tio🙄: Anin mau nginap
^^^Aziazio: Y^^^
"Oke demi Anin, aku rela pindah ke apart, kasihan sudah adik quh ituw tidak memiliki puacar sejak orok. Untuk kali ini aku ikhlas," Seru Azia kakak dari Tio itu. Dia selama ini mencarikan jodoh untuk Tio namun selalu sang empu menolak entah kenapa.
"Emang cuma Anin dari awal," Azia menggelengkan kepalanya meratapi nasib wanita yang sedang ada di sofa.
"Itu Tio ya Zi!"
"OMG! Pasti suaranya merdu banget,"
"boleh bagi nomornya ngak?"
...--------TBC--------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments