...--------Happy Reading--------...
Anin termenung tak kala berada di dalam mobil taxi yang sedang melewati jembatan tinggi yang ada di kota itu.
Ia membuka kaca jendela dan menghirup angin yang menerpa wajah cantik itu.
"Kota dimana aku menemukanmu," gumam Anin.
Kini mobil tengah melewati jembatan dengan sungai kecil di bawahnya.
Ia tergelak saat melihat Tio sedang berada di tepi sungai berada tak jauh di tempatnya, Tio terlihat membeli setangkai bunga dan sebuah kotak hadiah.
"untuk siapa itu? Apakah om Tio sudah mempunyai wanita cantik," katanya dalam hati.
Anin berusaha memanggil pak supir untuk memberhentikan taxinya, ia turun dan berlari mengejar Tio.
Namun naas, kakinya tersandung hingga membuat lutut Anin membiru. Tio yang merasa sedang diawasi-pun menoleh dan diterkejutkan oleh Anin yang sedang meringis kesakitan.
"Apa yang dibuatnya disini?" gumam Tio.
Tio mendekati Anin yang terdiam kaku di tempat, niatnya hanya ingin menguntit Tio malah ketahuan.
"Hey, kau tidak apa-apa?"
"Apakah ada yang terluka?" lanjut Tio.
"Ah.. Tidak kok om, hehe," Anin hanya menyengir melihat Tio meletakkan box serta bunga di tanah.
"Kamu ngapain disini," tanya Tio bertubi-tubi.
Anin harus menjawab apa? Tidak mungkin ia menjawab kalau sedang menguntit laki-laki itu kan!
"Tadi Anin liat ice cream, hehe iya.. ice cream," gelagapnya.
"Aku tadi membeli ice cream namun uangku telah habis," ucapnya lagi.
Untung saja ada mamang yang menjual ice cream didekat sana jadi dia tidak perlu memutar otak lebih panjang.
"pegang tanganku! Ayo duduk disana," Tio menunjukkan sebuah tempat duduk tidak jauh dari sana, dan memapah Anin yang sedang kesakitan.
Anin hanya sedikit gugup berdekatan dengan Tio dalam jarak seperti ini, hey ketampanannya itu terlalu menyilaukan bagi orang lain tapi tidak bagi Anin. Ini seperti kau sudah masuk perangkap Tom wahai Jerry.
Tio mendudukkan Anin dalam sekejap berlari menuju mobil yang diparkirkan, mengambil kotak P3K yang selalu tersedia di dalam mobil manapun itu.
"Letakkan saja kakimu diatas kursi itu dan luruskan, aku akan memberinya obat," ucap Tio.
Anin tentu saja menolak, menurutnya si Tom ini sangat menyebalkan! Bisa saja dia memberi racun dalam obat tersebut..
"Tidak perlu om, aku bisa sendiri," Tio hanya bergeming tak mendengarkan ucapan Anin dan melanjutkan aksinya membersihkan luka.
"Ku ingatkan, jangan lagi kamu memanggilku om atau terima akibatnya!" kata Tio sambil sedikit menekan betadine pada kaki Anin.
Tio sudah sangat lama kesal dengan panggilan om, padahal umur mereka tidak terlalu jauh jika dibandingkan.
Anin memang sengaja terus membuatnya marah tanpa henti seperti seekor kancil yang selalu punya ide untuk menghadapi sang lawan.
"Sshh.. I-iya," hey kenapa dia menjadi gugup? berani sekali ia mengancam Anin, dan pula apa salahnya jika memanggil om? Tio memang sudah tua! Huh, dasar kakek-kakek.
Untuk saat ini Anin hanya dapat memperhatikan Tio yang sedang mengambil perban, ia teringat saat masih kecil...
'''
"Kak Tio, buna kemana?" ucap si kecil.
Anin kecil melihat ibunda Tio sedang berangkat bersama sang ayah, menggunakan motor Scoopy yang sudah lama.
"Buna lagi pergi belanja, ayo kita main di taman," ajak Tio.
"Oh, belanja itu apa?" ucap Anin kecil.
"Belanja itu membeli barang yang kamu inginkan," kata Tio menjelaskan pada Anin, kini anak kecil itu terus mengangguk-anggukan kepalanya.
Tio menarik lengan si bocah agar mengikutinya, sebelum itu mama Anin memanggilnya dan memberikan Anin segelas susu sebelum bermain.
Sesampainya ditempat bermain, Anin menariknya menuju Ayunan kecil dibawah pohon beringin yang cukup besar.
"Tarik lagi kak.." ucap Anin.
"Oke, satu-dua-tiga,"
"Yeyyyy.... berayun-ayun,"
"Adekkk," panggil Tio.
"Anin, Cepat turun!" teriak Tio.
"Loh kenapa? Ayo main!"
Tio menarik Anin menjauh kala melihat sesosok wanita sedang bergelantungan di atas pohon, Namun bukannya Anin yang ia incar tetapi Tio.
Salahkan mereka bermain pada pagi-pagi buta sehingga taman tersebut masih sepi. "Anin cepet kabur!" teriaknya menahan diri dari tarikan tersebut.
...--------TBC--------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments