...--------Happy Reading--------...
"Kak Tio!" Anin kesal melihat Tio masih saja menertawakan dirinya.
"Oke-oke ngak lagi," ucap Tio sambil meminun teh hangat yang telah diberikan bibi.
"Jadi kamu harus sudah bekerja mulai besok di perusahaan aku," kata Tio.
"Bukannya itu perusahaan papa? Kok jadi kakak?" Anin bingung, yang ia tau sejak dahulu perusahaan itu milik papanya bukan orang lain.
"Kamu ngak denger waktu kami ngobrol berdua?" Tio memastikan bahwa saat dia berbicara dengan Papa Anin sang anak tidak mendengar.
"Ngak tuh!" pungkasnya.
"Lagian kak Tio ngapain juga malam-malam ke rumah,"
"Kan pa-" Tidak sempat Tio menjawab, ucapannya sudah dipotong oleh Anin.
"Papa rekan bisnis aku.." Sambungnya.
"Tuh tau," serunya.
"Tapi aku harus mastiin dulu, kali aja kak Tio bohong!" Anin segera menelpon papanya dan di angkat tidak menunggu begitu lama.
...
"Pa perusahaan papa di Itaewon kok kak Tio yang pegang?" tanya Anin.
"Loh kamu ngak tau? Kirain pap udah jelasin kemarin, kayaknya papa lupa deh," ucap papa.
"Anak papa ini Anin apa Tio sih," Anin kesal, sepertinya papa lebih memihak pada Tio ketimbang dirinya.
"Dua-duanya anak papa," kata papa
"Pergantian pemilik itu wajar Nin, papa nyerahin ke Tio karena dia sudah berpengalaman dalam hal bisnis lagi pula kamu belum cukup umur untuk mengelolanya" ucapnya panjang lebar.
"Apa Tio menyusahkanmu?" tanya papa penasaran.
"Tidak pa, aku hanya kaget. Mungkin saja ada orang yang berbohong" Anin melihat ke arah Tio.
"Ya udah itu aja yang mau Anin tanyain. Oh iya Anin udah nyampe nih di rumah Kak Tio," lanjutnya.
"Iya, tadi Tio sms-in papa, papa udah tau,"
"See you pa,"
"See you anak cantik,"
...
Anin menutup handphonenya dan melotot ke arah Tio.
"Jadi, besok kamu gantiin sekertaris aku," Ucap Tio membuat Anin tercengang.
"Ngak bisa gitu dong kak! Kan Anin mau merintis dari kecil," jawabnya menolak.
"hahh... Oke kamu mau jadi karyawan biasa," ucap Tio menghela nafas panjang.
"Iya, biar ngak di anggap punya ordal," gumam Anin yang masih didengar oleh telinga Tio.
"mulai besok kamu kerja sebagai karyawan seperti yang kamu mau, tapi kalau dalam seminggu banyak terjadi kesalahan. Kamu harus nurut sama aku untuk pindah jabatan!" Ucap Tio dengan tegas.
"Loh kak mana bisa gitu!?" Anin sungguh kecewa.
"Kalo kamu ngak mau, kamu harus jadi sekertaris dengan terpaksa," ucap Tio tidak bisa di ganggu gugat lagi.
"huhh.." keluh Anin memalingkan muka.
.
.
"Pak, Non ada tamu,"
Mereka saling memandang, tamu dari mana ini pikir Anin dia saja disini tidak punya teman ya kecuali Tio, mungkin saja tamu Tio.
Wanita itu masuk dengan paksa setelah melewati satpam.
"Tio?!" Grace langsung menggandeng lengan Tio, membuat Anin heran dan tersenyum mengejek.
"Oh astaga, wanita berwajah tebal ini kekasihnya Tio?" ucapnya dalam hati.
"Tio kamu ngapain sama cewe ini," tanya grace.
Tio melepaskan tangannya dari genggaman Grace, membuatnya kecewa.
"Kak Azia ngak ada disini, mending kamu pergi," ucap Tio mengusir Grace yang sudah tau bahwa Azia tidak tinggal di mansion Tio lagi.
"Kamu kok jahat banget, aku sahabat kakak kamu loh!" ucap grace tersenyum membuat Anin ingin muntah.
"Nin kamu ajak bicara aja, aku mau ke kamar dulu," Tio langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Tidak lama Tio sudah menutup pintu kamarnya Grace-pun angkat bicara.
"Hey bocah, kenalin gue pacarnya Tio," ucapnya sedikit menjulangkan tinggi kepalanya kepada grace.
"Kayaknya kamu bukan pacarnya deh tapi lebih cocok babunya upss.." tohok Anin membuat grace kesal.
"Dah ya aku mau beres-beres dulu, biii.. Anterin tamu keluar nih," lanjutnya, Anin segera kembali kekamarnya menutup pintu dengan sedikit kencang.
Grace yang di tinggalkan mereka berdua-pun cukup tau untuk kembali pulang.
"Awas aja kamu, tunggu nanti!" ucapnya meninggalkan mansion Tio.
...--------TBC--------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments