Bab 5 | Jefrey

"yo bro, lu ngapain sih suka sama cewe dekil itu,"

"iya nih, padahalkan ada Selena yang udah di jodohin sama mama lu,"

"Bodynya aduh... mlehoy deh mantep,"

"hah? Lu pikir gue suka sama dia kenapa? Cantik? Ngak haha.."

"udah, putusin aja tu cewek,"

"lo punya banyak uang bro cari yang lain lah,"

sudah beberapa kali Anin mengulang Video tersebut hingga rasanya ia ingin sekali melempar handphone-nya ke kolam kecil di depan rumah. Sejak kapan Jefrey yang notabenenya sangat menghindari minuman beralkohol tinggi malah sekarang meminum dengan santai dan merendahkannya.

"Apa maksudnya ini?" ucap Anin.

Segera Anin menelpon nomor Jefrey namun selalu tidak diangkat, setidaknya dia bisa mengetahui Jefrey sedang berada di club mana! Apa-apaan yang dikatakan temannya itu, Anin tau Jefrey pasti di jebak teman-temannya agar bergumam yang tidak-tidak.

"Astaga! Jefff.." umpatan kecil keluar dari mulut Anin seraya terus menekan nomor panggilan.

Dia tidak bisa diam saja seperti ini! Anin harus menemui Jefrey.

Notifications (1)

Jefloml: ( share location )

Sebuah pesan terkirim ke ponsel Anin dan sepertinya ini Lokasi yang diberikan Jefrey untuk menuju club.

Berada di jalan Asmara blok e, tempat para anak konglomerat menghamburkan uangnya.

"Ayo Nin, demi Jefrey," ucapnya dalam hati.

Anin keluar mengambil Jaketnya lalu pergi mengendarai mobil milik sang papa tanpa sepengetahuan ayahanda tercintanya itu.

Mengendap-endap berjalan menuju depan garasi mobil, kini ia membuka pagar dengan sangat lambat hingga tidak terdengar orang rumah.

Untung saja papanya tidak terbangun, entah kenapa sang mobil kesayangan tidak dimasukkan kedalam garasi rumah. Tentu saja membuat Anin mudah untuk menjalankan kendaraan beroda 4 itu.

Ia turun dari mobil lalu menutup kembali pagar rumahnya yang memnag tidak menimbulkan suara yang besar karena sistemnya bukan roll kesamping tetapi seperti pintu ruko dengan cara didorong ke arah depan.

Anin memang anak yang nekat, berkendara di jalanan seperti pukul 01.34 ini. Entah apa yang dipikirkan oleh gadis kecil itu, apapun bisa terjadi kepadanya.

Seseorang membuntutinya, dengan kecepatan rata-rata. Lelaki berbaju hitam itu hanya melihat dari arah belakang hingga masuk ke sebuah tempat.

...****************...

"Udah gitu aja, tugas dari bos cuma buat si bodoh ini kelihatan bego hahaha.." ucap 1 teman yang sedang memegang hp Jefrey.

"Sekarang kita harus tinggalin dia" lanjutnya.

"Tapi, kalo ngak sesuai rencana gimana?" tanya orang ke 2 memegang gelas bir.

"Lu pikir bos kita bodoh? Udah lah pergi aja," mereka ber 3 langsung pergi meninggalkan Jefrey yang masih saja ngelantur.

"gue mau pulang.. Ma tolongin Jefrey,"

"Jefrey ngak mau disini, bantuin ma"

Jefrey segera beranjak dengan kondisi mabuk, ia masih bisa mengendarai mobil. Namun, Jefrey melupakan ponselnya yang kini berada di tangan orang yang tidak dikenal.

Entah seberapa pusing Jefrey sekarang, ia tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.

Otaknya ingin ia sadar tetapi tidak bisa melakukan apa-apa, Jefrey sangat ketakutan kala itu.

"Anin baik kok ma, dia sayang sama Jefrey, ngak kayak mama yang mukulin Jefrey!" gumamnya seraya mabuk.

"Jefrey sayang An... Akhh," Cahaya menyilaukan membuat jarak pandang Jefrey memudar, tak disangka mobil tersebut membuat mobilnya terpelanting jauh dari dirinya.

"Nin maafin Jef," hanya itu kata terakhir yang di ucapkan Jefrey sebelum semuanya menggelap.

Sebuah Mobil menabrak pengendara lain, telah dilakukan olah TKP pada sudut tertentu. Terjadi keramaian membuat jalanan sedikit macet.

Dengan cepat para petugas keamanan yaitu polisi meredakan kekhawatiran masyarakat dengan mengatur cepat lalu lintas.

Yang di tabrak oleh Jefrey kini sudah dilarikan ke rumah sakit bersama dengan sang korban lainnya.

Untung saja bukan kecelakaan beruntun yang menghabiskan banyak nyawa dalam satu kejadian.

...****************...

Anin baru saja sampai pada club tersebut dan ia sudah menelusuri segala penjuru namun nihil, Jefrey tidak ada disana.

"Ini tempatnya!" ucap Anin sedikit menghentakkan kaki.

"Tapi dimana dia?" Lanjut Anin mengeluh namun tetap terus mencari Jefrey yang sudah tidak ada lagi disana.

"Perasaan bener deh, Jefrey Share loc disini!" muka Anin tampak pucat saat tau nontifikasi yang dia terima, berita Jefrey yang sudah mengalami kecelakan fatal hingga dilarikan ke rumah sakit dikirim oleh Jinan adik Jefrey.

"Dikabarkan berita harian pada malam ini terjadi kecelakaan namun tidak mengakibatkan hilang nyawa, namun kerusakan barang material hingga luka-luka di dapatkan oleh korban," Anin membacanya dengan teliti dan melihat siapa saja korban yang berada di dalam berita tersebut.

Hampir saja Anin terjatuh tak kala seseorang merengkuhnya, dia Tio. Entah dari mana dia datang Anin sudah tidak memikirkannya lagi yang kini ia pikirkan ialah kondisi Jefrey, Jefrey tak mungkin meninggalkannya sendiriankan?

"Kenapa harus kayak gini sih," ucapnya kesal memukul dada bidang lelaki yang memeluknya.

Anin mengingat apa yang mereka lakukan sebelum ini terjadi, ia tidak lupa saat melihat Jefrey dengan tatapan kosong tertuju pada jalanan.

Anin rasa ini semua salahnya telah mengajak Jefrey jalan-jalan hingga berujung merusak harinya.

Anin menangis tersedu-sedu kala Tio merengkuhnya erat, dan tidak lama semuanya hilang. Anin pingsan, untung saja Tio sudah mengetahui akan kemana gadis itu pergi.

Tio mengikutinya saat tersadar sudah berada didepan club malam yang digandrungi para pengusaha kaya-raya untuk mencari kesenangan tersendiri.

Melihat Anin yang tidak lelah berlari ke sembarang arah membuatnya cemas, sebenarnya apa yang terjadi pada Anin?

Tio menggendong Anin ala bridal style berjalan menuju mobil hitamnya, meletakkan Anin pada jok belakang hingga mengalaskan tuxedo yang ia pakai sebagai batalan di kepalanya.

Kini ia membawa Anin menuju Penthouse yang lumayan dekat dengan club, tak lama untuk membuka pintu karena sudah ada Pak Edi yang menjadi supirnya.

Tio membaringkan Anin dan melepaskan sepatu Anin satu persatu, ini yang Tio takutkan dari dulu. Anin sangat emosional hingga tidak bisa mengontrol emosi, dan juga raut wajah Anin yang tampak lesu tidak kala membuatnya menderita.

Pria itu hanya ingin Anin bisa hidup bahagia, tanpa ada seseorangpun menganggunya seperti Jefrey. Entah dimana lelaki itu berada Tio tidak menghiraukannya, yang terpenting Anin terlebih dahulu.

"Pak pelan aja nyupirnya, biar Anin ngak pusing," ucap Tio yang disaut baik oleh sang supir.

"Kamu kenapa bisa gini sih," ucap Tio mengelus sayang kepala Anin.

Setelah lama memperhatikan wanita itu Tio kini mengambil ponselnya hingga melihat hot news pada beberapa surat kabar.

Entah bagaimana Tio tidak kaget, tetapi ia merasakan kesenangannya sendiri. Apakah ia harus berbangga jika seseorang mengalami kecelakaan? Sungguh perbuatan tercela.

Kini ia membuka apk shopping berisikan rangkaian bunga indah dan box hadiah, ia membelikannya hanya untuk bersenang-senang.

Pada siapa ia berikan kalian pasti sudah pada tau.

...--------TBC--------...

Terpopuler

Comments

☆White Cygnus☆

☆White Cygnus☆

lanjut kak semangat.

2024-03-08

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!