Bab 11 | Itaewon

...--------Happy Reading--------...

Sore itu terlihat sedikit menenangkan dan sejuk setelah mereka sampai pada kota Itaewon, kota dimana terdapat masih banyak hutan dan tumbuhan yang asri.

~Call~

"Halo?" Ucap Tio.

....

"Iya sebentar lagi saya sampai, kamu urus sedikit masalahnya," Ia langsung menutup panggilan dari sekertarisnya di perusahaan yang Tio jalankan sekarang.

Tio melihat Anin yang sedang menutup mata sejenak lalu memandang ke arahnya, Tio terpaku tidak berselang lama ia tersadar dan harus mengatakan apa yang ia lakukan setelah ini.

"Nin, kamu berangkat duluan kerumah ya? Nanti ada pak supir yang bawa mobilnya, oke?" ucap Tio meyakinkan Anin karena keadaan yang mendesaknya untuk andil dalam rapat kerja sama perusahaan.

"hey! Dia baru pertama kali di sini, sungguh tega sekali anak itu!" Ucapnya dongkol dalam hati.

Anin mengangguk tak ambil pusing lagi dengan Tio yang meninggalkannya di Itaewon sendiri, ya mau bagaimanapun juga papanya pernah berkata jangan menyusahkan Tio.

.

Anin mencari-cari dimanakah letaknya mobil si Tio setelah 7 menit mencari Tio memberikan lokasi tempat sang supir.

"Kenapa ngak dari tadi sih kadal ekor kuda!" gumamnya kesal karena kakinya sudah sangat pegal.

Anin segera menuju lokasi yang diberikan, lalu sang pak supir memanggilnya.

"Non Anindya?" serunya

"Pak Tarmo?" Anin merasa tidak asing dengan seseorang yang memanggilnya.

"Loh bapak sekarang kerja disini?" tanya Anin.

"Jinan katanya kangen sama bapak loh pak! Jefrey sekarang sedang di rumah sakit dia mengalami koma," lanjut Anin.

"Iya toh? Wadoh bapak salah besar jauh dari mereka, ini salah mamanya yang ngak bisa ngerawat dengan benar!" ucap Pak Tarmo.

"Yang sabar pak, pasti Jefrey akan sembuh," Anin tau kalau mama Jefrey sangat keras pada kedua anaknya, tapi tak sepatutnya Pak Tarmo menyalahkan Mama Jefrey, seharusnya Anin yang salah..

Anin tidak bisa mengatakan apa-apa bahwa dia yang mencelakai anaknya, Pak Tarmo hanya mengeluarkan keluh kesahnya jauh dari anak dan istri yang membuat Anin hanya bisa mendengarkan.

sesampainya mereka di mansion, Seorang pelayan menyambutnya.

"Non Anin? Masuk non," ucapnya.

"Kamar Non Anin ada di atas lantai 2, mari saya bawakan kopernya," kata pelayan sambil menunjukkan kamar disebelah ruangan.

"Eh ngak usah biar saya aja," ucap Anin yang merasa malu.

"Ya sudah, saya buatkan minum dulu ya non," Sang pelayan langsung saja pergi ke dapur menyiapkan segelas teh hangat.

Anin menarik kopernya sampai pada tangga terakhir, dan ya sampai di depan 2 pintu kamar.

"hmm.. Tadi dia bilang pintu yang mana?"

"Yaudah deh sebelah kanan aja,"

Anin membuka pintu bernuansa blue Moonlight, seperti kamar tidur pada umumnya terdapat meja kerja dan foto bingkai keluarga.

"Tio kecil," ucapnya.

"Kamu ngapain disini?" tanya sang empu yang punya kamar.

Anin hendak berdiri kala Tio berada di depannya. Mereka dekat sekali dengan jarak 10 centi ini.

"Bu-ukannya ini kamarku?!" seru Anin galak.

"Kamarmu berada di sebelah," ucap Tio datar.

"Huh? katamu kita beda rumah! kamu berbohong!" kata Anin mendorong Tio menjauh.

"Rumahku lagi di Renovasi," ucap Tio singkat membuat Anin naik darah.

Anin kabur membawa kopernya ke ruangan sebelah kiri itu dan membuka pintunya dan benar saja ruangan itu berbanding terbalik dengan kamar Tio yaitu soft pink.

"Kenapa tidak bilang dari tadi! Emang ngeselin banget kadal," gumam Anin.

Ia Tidak masalah serumah dengan Tio, lagi pula Tio pemilik rumah. Setidaknya dia harus peka dan berterus terang dengan Anin, apakah itu susah?

Tio hanya tertawa mendengar ucapan Anin di luar pintu, ia langsung saja pergi menuju ruang tengah, memanggil Yeni sang pelayan.

"Bi Teh anget satu," ucap Tio.

"Oh iya punya Anin sudah dibikin?"

"Sudah, ini pak,"

"Letakkin aja di meja bi,"

Yeni meletakkan dua teh di atas meja, tidak lama membereskan segala macam peralatan Anin pun turun. Duduk berhadapan dengan Tio, ia hendak mencercanya saat melihat senyum jahil Tio.

...--------TBC--------...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!